Klinik Akreditasi Borang Program Studi

0
321

Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) dituntut untuk terus berbenah demi kemajuan pendidikan di Indonesia, khususnya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta di bawah kopertais. LPTNU yang menaungi perguruan tinggi NU se-Indonesia bekerjasama dengan Diktis menyelenggarakan acara “Klinik Akreditasi Borang Progam Studi” dengan harapan akreditasi prodi dibawah naungan PTKIS mendapat status akreditasi unggul. Turut dihadiri anggota LPTNU yang terdiri dari Muhammad Aziz Hakim, SH., MH., M Athoillah H Al Fudholi S.Th.I., MHI, Dr. Rizkon Halalsyah Aji, dan Dr. A Luthfi Hamidi, M.Ag beserta para utusan Perguruan Tinggi NU se Jawa Timur. Acara yang diadakan di Hotel Grand Surya Kediri selama 3 hari, dimulai pada kamis 17 – 19 November 2022.

Acara inti disampaikan oleh pemateri Dr. A Luthfi Hamidi asesor dari kalangan LPTNU. Ada 6 poin utama yang disampaikan yakni pengisian LKPS, LED, Penjaminan Mutu, PPEPP, Teknis LAM, dan Perencanaan Program Prodi. Poin-poin penting dalam pengisian LKPS yakni jangan sampai ada kolom yang tidak terisi, memperhatikan kelogisan pengisian, dan perhatian khusus bagi poin yang memiliki bobot tinggi. Sementara itu untuk pengisian LED yakni perhatian besar kepada nomor SK, Kebijakan yang harus terdiri dari Policy, Regulasi, Guide Line, dan SOP, implementasi yang harus selaras dengan guide line, Evaluasi yang harus berisi data kuantitatif berbentuk alasan keterlaksanaan maupaun ketidakterlaksanaan, dan tindak lanjut yang harus ditetapkan melalui RTM.

Selanjutnya Penjaminan mutu juga menjadi sorotan oleh narasumber. Beberapa poin penting dalam penjaminan mutu anatara lain ketersediaan lembaganya, dokumen SPMI (Kebijakan, Manual, Standar, dan Formulir), auditor, jadwal pelaksanaan AMI, dan notulansi berisi hasil AMI. PPEPP yang juga tidak lepas dari jaminan mutu harus terlaksana. Perencanan berupa rapat kerja setiap akhir tahun untuk menyusun acara. Pelaksanaan berupa rapat koordinasi oleh prodi setiap 3 bulan sekali prodi terkait acara yang telah disusun. Evaluasi berupa audit oleh AMI. Pengendalian berupa Best Practice dimana pimpinan memanggil kaprodi. Selanjutnya perbaikan yang melalui RTM dengan rapat koordinasi yang dihadiri oleh Rektor dan Yayasan.

Untuk poin-poin terkait hal-hal teknis dalam akreditasi langsung khusunya lamdik yakni ketersediaan RTM, RPS untuk semua mata kuliah yang harus ada otorisasinya, dan microteaching beserta labnya yang nantinya diamati oleh assesor. Prodi sendiri yang memiliki tanggung jawab besar dalam proses akreditasi juga seyogyanya merencanakan program berbasis borang. Beberapa poin yang disinggung narasumber yakni target IKU, jumlah mahasiswa, animo pendaftar, dan jumlah HKI.

Insitut Agama Islam Tribakti sendiri dalam mengikuti acara ini mengirim satu orang utusan yakni Mohamamd Auza’i Aqib, M.Pd. yang juga merupakan anggota penyusun borang prodi S1 PIAUD dan prodi S2 Pendidikan Agama Islam. Kami berharap semoga dengan mengikuti acara ini Institut Agama Islam Tribakti yang sedang mempersiapkan akreditasi Prodi PIAUD dan Re-Akreditasi prodi S1 PIAUD dan prodi S2 Pendidikan Agama Islam mendapatkan nilai yang maksimal.

Comments are closed.