Pimpinan UIT Lirboyo Kediri menjadi salah Satu Narasumber dalam Pembinaan Kelembagaan Perguruan Tinggi Islam Swasta se-Indonesia

0
445

Bogor – Kementerian Agama melalui Subdirektorat Kelembagaan dan Kerja Sama melaksanakan pembinaan kelembagaan pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) se-Indonesia pada 15-17 Desember 2023 bertempat di Savero Hotel Styles. Peserta yang hadir sebanyak 40 Perguruan Tinggi yang telah melakukan perubahan bentuk, yakni yang dari sekolah tinggi menjadi institut, dan dari institut menjadi universitas. Pada kesempatan ini Dr. A. Rafiq Zainul Mun’im, S.Th.I., M.Fil.I (Analis Kebijakan Ahli Muda pada Seksi Bina Kelembagaan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta Subdirektorat Kelembagaan dan Kerja Sama) menyampaikan bahwa pembinaan tersebut dalam rangka berbagi informasi dan pengetahuan antara pimpinan perguruan tinggi dengan mendeskripsikan distingsi masing-masing kampus.

Distingsi PTKIS dibagi menjadi 4 keunggulan. Pertama yakni kampus digital, yang mana Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon dan Institut Darul Qur’an Jakarta dijadikan sebagai model. Kedua yakni kampus entrepreneur, dengan model yaitu Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda’wah Pasuruan dan Institut Agama Islam Al Qolam Malang. Ketiga yakni kampus dengan jurnal Scopus/publikasi terbaik, yang mana Universitas Ma’arif Lampung dan Universitas Pesantren KH. Abdul Chalim Pacet Mojokerto dijadikan sebagai model. Keempat yakni kampus dengan distingsi kajian kitab kuning, dengan model yaitu Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri dan Universitas Kiai Abdullah Faqih Gresik. Pimpinan dari masing-masing perguruan tinggi menjadi narasumber dalam kegiatan pembinaan tersebut. Disampaikan oleh Dr. Rofik agar kampus lain dapat mengambil manfaat dengan menjadikan contoh yang setara dari sisi kelembagaan dan kultur. Dengan demikan setiap perguruan tinggi dapat mengembangkan keunggulan tersebut.

Dr. A. Jauhar Fuad melakukan pemaparan

Pada kesempatan itu pula, Dr. A. Jauhar Fuad menyampaikan bahwa Tribakti memiliki jargon “UIT Lirboyo dari pesantren untuk bangsa”. Ia banyak menjelaskan kondisi dari mahasiswa Tribaksi serta berbagai cara belajar di pesantren dalam pendalaman kitab kuning, antara lain melalui pembelajaran secara sorogan dan bandongan; musyawarah; wajib belakar; lalaran nadzom; serta kegiatan bahtsul masail. Proses belajar kitab kuning di pesantren Lirboyo juga dapat dilihat dalam berbagai teori belajar. Ia menjelaskan dalam mempelajari kitab kuning digunakan pula teori konstruktivistik, teori behaviorisme, teori humanisme dan teori konitifisme. Mahasiswa belajar dengan berbagai prespektif teori dan memberikan penguatan dalam semua aspek. Dengan cara belajar seperti itu kemampuan santri dapat berkembang secara maksimal.

Pada kesempatan yang sama, Dr. Thobib Al Asyhar, S.Ag, M.Si. (Kepala Subdirektorat Kelembagaan dan Kerja Sama Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam) menyampaikan terkait minimnya PTKIN yang terakreditasi unggul apalagi PTKIS dengan akreditasi unggul. Ia berharap di masa yang akan datang akan ada PTKIS yang terakreditasi unggul, dengan menunjukkan buku baru berjudul “Buku Pintar Merawat Mutu Menuju Kampus Unggul” yang bisa dijadikan referensi dalam melakukan berbagai pembenahan kelembagaan. Dr Thobib menjelaskan bahwa di dalam buku tersebut terdapat semua kiat lengkap menjadi kampus unggul dengan 99 ikhtiar tata Kelola perguruan Tinggi. Pengembangan kampus dilakukan dengan cara penguatan SDM, penataan kelembagaan dengan melakukan merger perguruan tinggi, melakukan self assessment agar kemudian pimpinan dapat mengetahui tentang ketercapaian kegiatan dan kerja yang sudah dilakukan.

Comments are closed.