PSGA UIT Lirboyo Berpartisipasi dalam Workshop MUI Kota Kediri

Kediri — Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri berpartisipasi sebagai delegasi dalam Workshop Rumah Tangga Sakinah: Wujudkan Generasi Sholeh-Sholehah di Era Digital yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Kediri, Sabtu (20/12/2025), bertempat di Masjid Agung Kota Kediri.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program strategis MUI Kota Kediri tahun 2025 yang diarahkan pada penguatan ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan sosial dan keagamaan masyarakat. Workshop digelar sebagai respons atas meningkatnya tantangan kehidupan rumah tangga di tengah transformasi digital yang memengaruhi pola komunikasi, pengasuhan anak, hingga relasi sosial dalam keluarga.
Acara dibuka dengan sambutan oleh Prof. Dr. Nur Ahid, M.Ag., Sekretaris Umum MUI Kota Kediri. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa keluarga memiliki posisi sentral dalam menjaga kesinambungan nilai moral dan spiritual masyarakat. Menurutnya, era digital menuntut adanya kolaborasi antara ulama, akademisi, pemerintah, dan masyarakat sipil untuk memperkuat ketahanan keluarga agar tetap berlandaskan nilai keislaman dan kebangsaan.
Workshop menghadirkan sejumlah narasumber lintas peran, yakni Ketua MUI Kota Kediri KH. Qowimuddin, S.Ag., KH. Qowimuddin Thoha, S.Ag., selaku Wakil Wali Kota Kediri sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ishlah Bandarkidul Kediri, serta Dr. Siti Aminah, S.Ag., M.Pd.I, dosen Universitas Islam Kadiri (UNISKA) Kediri.

Dalam pemaparannya, KH. Qowimuddin menekankan konsep rumah tangga sakinah sebagai konstruksi spiritual dan sosial yang harus dibangun melalui komitmen keimanan, keadilan dalam relasi suami-istri, serta tanggung jawab moral orang tua terhadap pendidikan anak. Beliau menegaskan bahwa rumah tangga sakinah bukan hanya tujuan personal, melainkan modal sosial bagi terciptanya masyarakat yang harmonis.
Sementara itu, KH. Qowimuddin Thoha memandang ketahanan keluarga sebagai isu strategis yang berkaitan langsung dengan stabilitas sosial dan pembangunan daerah. Sebagai Wakil Wali Kota, ia menegaskan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab untuk mendukung penguatan keluarga melalui kebijakan yang ramah keluarga, pendidikan keagamaan, serta sinergi dengan pesantren dan lembaga keagamaan dalam menghadapi dampak negatif digitalisasi.
Sedangkan, Dr. Siti Aminah menekankan bahwa keluarga merupakan basis pendidikan pertama dan utama bagi anak. Ia menyoroti peran strategis seorang ibu sebagai madrasatul ula—sekolah pertama—yang memiliki pengaruh mendasar dalam membentuk karakter, kepribadian, dan nilai keagamaan anak sejak usia dini. Menurutnya, kualitas pendidikan dalam keluarga, khususnya melalui keteladanan ibu, akan menentukan arah perkembangan moral dan spiritual anak.
Kehadiran PSGA UIT Lirboyo sebagai delegasi akademik dalam forum ini menjadi bagian dari komitmen institusi dalam memperkuat jejaring kolaborasi antara perguruan tinggi, ulama, dan pemerintah. Partisipasi ini juga sejalan dengan mandat PSGA dalam mendorong perlindungan perempuan dan anak, penguatan relasi keluarga yang adil, serta pengarusutamaan perspektif gender dalam kebijakan dan praktik sosial keagamaan.
Melalui workshop ini, MUI Kota Kediri berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat tentang pentingnya membangun rumah tangga sakinah sebagai basis pembentukan generasi sholeh dan sholehah yang tidak hanya unggul secara spiritual, tetapi juga adaptif dan bijak dalam menghadapi perkembangan teknologi di era digital.














