Percepatan Akreditasi Prodi, IAI Tribakti ikuti klinik Pendampingan Akreditasi Program Studi pada LAMDIK dan LAMEMBA

I

Dalam rangkat implementasi program kerja Kopertais Wilayah IV Surabaya bekerjasama dengan Kopertais wilayah X Jawa Tengah mengadakan kegiatan “Klinik Pendampingan Program Studi PTKI Tahun 2022″ dengan fokus pendampingan penyususuna borang Akreditasi Program Studi (APS) yang akan submit untuk asesmen APS ke lembaga LAMDIK dan LAMEMBA pada Kamis, 08-10 Desember 2022 bertempat hotel Grand Mercue Surabaya. Pada kegitan ini Kopertais Wilayah IV Surabaya dan Kopertais X Jawa Tengah menggandeng Trainer Best-Q sebagai narasumber yang terdiri dari 6 trainer yaitu Dr.Helmi Syaifuddin, M. Fil., I, CRMP, Rasihan Aslihuddin, M.A.B, CRA., CRP, Yusuf Nalim, S.Si., M.Si. Indrawati, S.S., M.Pd. CRA, CRP, Dr. Muh. Nashirudin, S,Ag., M.Ag, M.A. CRA. CRP. CIT., Dr. H. Fajri Ismail, M.Pd.I. CPRM, CPHCM, CHCB, CIT.

kegiatan tersebut dihadiri oleh Dr. H. Sumarkan, M.Ag., Dr. Helmi Syaifudin dan M. Adib Abdushomad, M.Ed., Ph.D. dengan jumlah peserta kurang lebih 80 orang yang terdiri dari perwakilan PTKIS di bawah Kopertais IV Jawa Timur dan Kopertais IX Jawa tengah. IAI Tribakti dalam acara tersebut mengirim 1 orang yakni Lathifatul Fajriyah, M.Pd sekaligus tim penyusun borang Program studi S1 PIAUD.

Program pendampingan ini merupakan salah satu program kerja untuk melakukan percepatan akreditasi program studi. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini Program Studi yang ada di wilayah Kopertais IV Surabaya dan Kopertais IX Jawa Tengah semakin memahami tentang akreditasi untuk mewujudkan program studi yang berkualitas. PTKIS yang masa akreditaisnya mau habis diminta untuk segera menyiapkan dokumen borang akreditasi agar tidak terlambat dan tetap terjaga mutu dan kualitas prodinya.

 




IAI Tribakti Kediri Turut serta dalam Rakorwil LPTNU Jawa Timur

WhatsApp Image 2021 12 13 at 07.55.42 (1)

Acara rakorwil LPTNU dilaksankan pada hari Minggu, 12 Desember 2021 bertempat di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya. Acara tersebut dihadiri 50 perguruan tinggi NU se Jawa Timur dengan pembahasan utama mengenai MBKM dan Akreditasi. “MBKM menjadi program baru yang dicetuskan eranya mas menteri, sedangkan akreditasi menjadi persoalan lama dengan format baru.

MBKM mengedepankan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi perubahan, peningkatan profesionalisme dalam dunia kerja. MBKM menawarkan 8 program kegiatan yang dapat diikuti oleh mahasiswa pada semester 5-7. Implementasi MBKM tidak hanya sekedar penataan kurikulum tetap sampai pada fase perombakan kurikulum. Mahasiswa dapat belajar dalam prodi, lintas prodi dalam satu perguruan tinggi, antar perguruan tinggi, dan diluar perguruan tinggi, artinya dapat menerapkan 4 skema. Penerapan mbkm berdampak pada sistem siakad, dan pelaporan ke forlapdikti. Akhirnya transkip akademik mahasiswa antara mahasiswa dalam satu program studi tidak akan sama.

Sedangkan persoalan sebelum akreditasi yang kita kenal dengan 7 standar menjadi format baru dengan 9 kriteria. Standar penelitian pun berbeda, jika dulu menggunakan penilaian akreditasi C, B, dan A. Sekarang menjadi baik, sangat baik, dan unggul. Nilai C tidak sama dengan nilai baik. Baik lebih berat ditempuh jika dibandingkan dengan nilai C. Demikian juga seterusnya hingga A tidak sama dengan unggul.

Hasil Rakorwil membuat MOU antar PTNU di Jawa Timur. Ada 30 perguruan tinggi yang turut serta dalam penandatanganan MOU. MOU tersebut difokuskan pada program MBKM untuk mahasiswa yang akan ditindaklanjuti dengan kegiatan pertukaran mahasiswa.

Rapat Koordinasi Wilayah LPTNU




IAI Tribakti Lirboyo Kediri Tanam Ratusan Pohon untuk Penghijauan di Kawasan Gunung Klotok

Rektor Institut Agama Islam Tri Bhakti Lirboyo KH. Abdulloh Khafabihi Mahrus di lokasi penghijauan di Kawasan Gunung Klotok. foto: Muji Harjita/ BANGSAONLINE.com

Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Lirboyo Kediri melakukan aksi penanaman 300 pohon berbagai jenis di lahan seluas 4 hektare di kawasan Gunung Klotok, Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

KH. Abdulloh Khafabihi Mahrus, Rektor Institut Agama Islam Tribakti Lirboyo menjelaskan tujuan penaman 300 pohon ini adalah untuk ikut menjaga kelestarian lingkungan.

“Ini adalah kontribusi kami untuk ikut melestarikan alam dan keseimbangan. Menjaga keseimbangan alam yang paling mudah adalah dengan menanam pohon,” kata Kiai Khafa, sapaan akrab Pengasuh Ponpes Lirboyo Kediri, Sabtu (30/1).

Menurut kiai Khafa, penghijauan merupakan salah satu bentuk peran manusia dalam menjaga lingkungan. Langkah penghijauan ini bisa dilakukan dimana saja seperti di taman kota, pinggir jalan, atau di tempat-tempat yang berupa tanah lapang.

Hadir dalam acara penghijauan tersebut KH. An’im Falahuddin Mahrus, Gus Atho’illah, Anggota DPR RI KH. Zamzami Mahrus, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertamanan Kota Kediri Didik Catur. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Kediri M. Ridwan, Camat Mojoroto Bambang Tri, Lurah Pojok Erly Maya Muryati, dan dosen serta civitas akademika IAI Tribakti lainnya.

sumber: https://bangsaonline.com/berita/86311/iai-tri-bhakti-lirboyo-tanam-ratusan-pohon-untuk-penghijauan-di-kawasan-gunung-klotok