Partisipasi Dosen IAIT Kediri dalam Rapat Kerja LPTNU JawaTimur

IMG 20200229 WA0059

Rapat  Kerja LPTNU JawaTimur yang di gelar di Universitas Islam Darul Ulum (UNISDA) Lamongan pada tanggal 29 Februari difokuskan pada pengokohan perguruan tinggi NU Jawa Timur yang bermutu dan Berdaya Saing.

Rapat Kerja dihadiri kurang lebih 200 peserta delegasi yang terdiri dari rektor dan tim IT di Jawa Timur yang berafiliasi ke Nahdlatul Ulama baik Universitas, Institut dan Sekolah Tinggi. Beberapa diantaranya dari Bawean, Sumenep, Pasuruan (bagian timur), Probolinggo, Lumajang, Jember, Situbondo, Bondowoso, dan Banyuwangi dst. Hadir juga wakil ketua PWNU Jatim Prof. Dr. H. Sonhaji Sholeh, DIP. IS, Kepala LLDIKTI IV Jawa Timur Prof. Dr. Ir. H. Suprapto, DEA, Ir. H. Sukemi LSP – UNUSA dan Koordinator Kopertais 4 Prof. Masdar Hilmy, S.Ag., MA., PhD. Dari IAI Tribakti diwakili oleh Dr. A. Jauhar Fuad, M.Pd sebagai ketua Komisi I Sumberdaya Manusia.

Rakerwil LPTNU Jatim Hadirkan Prof. Suprapto (Kepala LLDIKTI Wil VII Jatim), mengulas tentang Kampus Merdeka, ada 4 poin di dalam Kampus merdeka, pertama Pembukaan prodi baru, kedua sistem akreditasi perguruan tinggi, ketiga perguruan tinggi badan Hukum dan keempat hak belajar tiga semester di luar Prodi, poin keempat Ini yg ditekankan pada pertemuan ini, hadir pula Pak Sukemi (Asesor Sertifikasi Kompetensi) dari Unusa yang siap berkolaborasi untuk sertifikasi kompetensi mahasiswa di Lingkungan PTNU Jatim.

Sidang Komisi dibagi menjadi 6 komisi yaitu Komisi 1. Komisi Penguatan SDM Isu: Penulisan jurnal, AA dan Pekerti, PAK, Dosen DPK. 2. Komisi Tatakelola Isu: Tata kelola aset, Badan hukum dan Statuta perguruan tinggi, Manajemen pembelajaran 5/3. 3. Komisi Kelembagaan Isu: Pengusulan prodi baru, alih status sekolah tinggi menjadi universitas, advokasi kebijakan, pembagian peran ptnu-lptnu-FRI PTNU. 4. Komisi Penjaminan Mutu Isu: evaluasi pelaksanaan SPMI, Re-Akreditasi 9 kriteria. 5. Komisi Sistem T.Informasi Isu: Database PTNU Jatim, Sistem Informasi PTNU. 6. Sekretariat dan Keuangan LPTNU.

Dalam kesempatan ini rektor UNISDA Lamongan, Ainul Masruroh, S.H.I., M.H. berkesempatan memimpin sidang untuk Komisi Komisi Tatakelola dengan Isu: Tata kelola aset, Badan hukum dan Statuta perguruan tinggi, Manajemen pembelajaran 5/3. Acara ini kemudian ditutup oleh Prof Masdar Hilmy Koordinator Kopertais Wil IV Surabaya sekaligus Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya dan dihadiri oleh Prof Masykuri Rektor Unisma Malang sekaligus Ketua Forum Rektor NU Indonesia dan berakhir tepat pukul 17.00 di UNISDA Lamongan




MKNU: Proses Kaderisasi di IAI Tribakti Lirboyo Kediri

IMG 20191227 WA0103

Bertempat di Kampus Institut Agama Islam (IAI) Tri Bakti Kota kediri digelar kegiatan Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) oleh PWNU Jawa Timur. Acara ini digelar mulai hari ini (Jum’at, red) dan akan berakhir Ahad besok. Menjadi spesial, karena acara ini dibuka langsung Ketua Umum PBNU Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, didampingi para pemateri baik dari PBNU maupun PWNU Jawa Timur.

Usai Salat Jamaah Jum’at, Ketua Umum PBNU memberikan pengarahaan atas pelaksanaan MKNU ini. Ditemui usai acara, Sultonul Huda, menjabat Ketua MKNU PBNU bahwa kaderisasi di NU ini sudah menjadi kewajiban bagi organisasi untuk melaksanakan. Karena ini memang amanah Muktamar NU dan sudah dimasukkan dalam AD ART.

“Selanjutnya PBNU membuat media yang bisa digunakan untuk pelaksanaan kaderisasi, salah satunya adalah MKNU yang saat ini digelar. Sebetulnya kayak Lemhanas, setiap calon pengurus atau setiap pengurus harus pernah ikut MKNU. Karena itu di dalam AD ART disebutkan bahwa seorang pengurus harus pernah ikut pendidikan kader,” terangnya.

Tentunya bagi para pengurus NU pada tingkatan apapun atau pada lembaga NU, diwajibkan mengikuti kegiatan ini. “Peserta mengikuti 135 orang walaupun awalnya yang mendaftar mencapai 200 orang. Namun nanti belum mesti lulus semua, karena kalau tidak mengikuti seluruh proses yang ditentukan oleh tim MKNU maka dipastikan tidak akan lulus. Bagi yang lulus akan mendapatkan sertifikat yang akan dibagikan setelah selesai seluruh rangkaian acara,” imbuhnya.

Dalam acara ini menghadirkan pemateri, Drs. Sultonul Huda, M.Si kepala MKNU PBNU terkait Pengantar Matan MKNU dan Kontrak Belajar. Kemudian DR.. H. Endin A.J. Soefihara HIM sebagai Fasilitator PBNU terkait Dasar Pemikiran MKNU, Review Perjalanan Satu Abad Nahdlatul Ulama 1926 – 2026.

Kemudian pada Sabtu, menghadirkan Drs. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., pengurus PWNU Jawa Timur merupakan salah satu pengurus di PWNU Jawa Timur dengan materi Relasi dan Respon NU terhadap ideologi . Dilanjutkan pemateri IV oleh Drs. KH. Abdurahman Navis, Lc., M.A..terkait NU: Mengekspor Islam Nusantara. Dilanjutkan materi oleh Dr. Robikin MH, M.H. membahas materi Relasi dan Respon NU Terhadap Negara.

Dilanjutkan Ir. H. Muhamad Kodri, M.Si dari PWNU Jatim terkait Arah, Cita – Clta dan Strategi Perjuangan NU 2015 – 2026 dan Program Perjuangan PWNU Jatim 2018 – 2023.

Dilanjutkan Ketua PWNU Jatim, KH. Marzuqi Mustamar, M.Ag terkait Taujihat PWNU Jawa Timur.

Kemudian pada hari terakhir, menghadirkan pemateri Dr. KH. Masduki Baidowi, M.Si membawakan materi Memperkuat Strategi Dakwah NU Melalui TekhnologiMedia Post Truth. Selanjutnya, DR. H. Misbahul Munir membawakan materi NU dan Pemberdayaaan Ekonomi Umat.

Dilanjutkan membawakan materi Rencana Tindak Lanjut MKNU oleh Dr. Ir. H. Muhamad Faqih, Ph.D. Kemudian pemateri terakhir, wakil Rois Am PWNU Jatim, KH. Anwar Iskandar membawakan materi Muhasabah dan Pembaiatan. Sesuai jadwal, rangkaian acara ini akan ditutup dengan bait oleh wakil Rois Am PBNU KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus.




IAI Tribakti dalam Angka 2019

Kalender Akademik Genap 2019

Informasi- Institut Agama Islam Tribakti Kediri per Desember 2019 memiliki 67 dosen tetap. Dilihat dari jentang pendidikan 51 dosen bergelar Magister (76,17%), 8 dosen proses studi program Doktor (11,9%), dan 8 dosen bergelar Doktor (11,9%). Dilihat dari sertifikasi pendidik, dosen IAI-Tribakti yang tersertifikasi ada 31 Dosen (46%) dan yang belum tersertifikasi 36 Dosen (53,7%). Dilhat dari jabatan Fungsional 4 dosen berjabatan lektor kepala (6%), 17 dosen berjabatan lektor (25,4%), 17 dosen berjabatan asisten ahli (25,4%), dan 29 dosen belum memiliki jabatan (43,3%).
Dilhat dari golongan 1 dosen bergolongan IV C (1,5%), 1 dosen bergolongan IV B (1,5%), 2 Dosen bergolongan VI A (3,0%), 10 dosen bergolongan III d (14,9%), 7 dosen bergolongan III c (10,4%), 17 dosen bergolongan III b (25%), dan 29 belum memiliki golongan (43,3%). Jumlah tenaga kependidikan di IAI Tribakti Kediri berjumlah 20 orang. Karyawan berjenjang pendidikan Magister sebanyak 5 orang (25%), 15 orang berpendidikan Sarjana (75%).
Jumlah mahasiswa IAI Tribakti sebanyak 2151 mahasiswa, terbagi dalam strata satu dan strata dua. Untuk strata satu sebanyak 1961 mahasiswa (91,15%) dan strata dua sebanyak 190 mahasiswa (8,83%). Jumlah tersebut terbagi kedalam 8 program studi, untuk program studi Pendidikan Agama Islam sebanyak 1109 mahasiswa (51,55%), program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 135 mahasiswa (6,22%), program studi Ahwalus as Sahsiyah 303 mahasiswa (15,08%), program studi Perbangkan Syariah 158 mahasiswa (7,86%), program studi Komunikasi Penyiaran Islam 96 mahasiswa (4,77%), Program studi Psikologi Islam 161 mahasiswa (8,01%), program studi Pendidikan Agama Islam Starta dua 167 mahasiswa (8,31%), dan program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah strata Dua 23 mahasiswa (1,1%).
Kepemilikan dosen atas ID Sinta 55 (82,1%) yang belum memiliki 12 (17,9%). Kepemilikan ID Litapdimas 43 (64,2%) yang belum memiliki 24 (35,8%).
IAI Tribakti Kediri terus berbenah baik dari segi fisik maupun managemen. Pembenahan itu dalam rangka peningkatan kualitas dan kuantitas mahasiswa. Dalam beberapa tahun IAIT terus melakukan pembangaunan menawmbah ruang kelas, dalam setiap tahun selalu kekurangan ruang, hal ini menunjukan adanya peningkatan jumlah mahasiswa. Pembenahan dari kualitas IAIT melakukan perubahan regulasi dalam pelaksanaan perkuliahan, ujian, ujian komprehensif dan ujian skripsi.
Jika dibandikan dengan bulan Desember 2018 ada peningkatan jumlah mahasiswa dari 2009 pada bulan Desember 2019 jumlah mahasiswa menjadi 2151. Secara rinci dalam setiap prodi ada yang mengalami penikatan dan ada yang mengalami penurunan. Misalnya ada dua program studi yang jumlahnya meningkat S1 PAI 4,07%; S1 AS 3,4%; S1 PS 0,9%; S1 KPI 0,5%; S1 PI 0,8% dan S2 PAI 1,09%; sedangkan prodi yang lain penurunan S1 PGMI 7,5%, dan S2 PGMI 0,59%.




Partisipasi Dosen IAI Tribakti dalam ANCoMs

IMG20191123082751

Surabaya, 23 November 2019 Annual conference for muslim scholars ketiga dengan mengambil tema The Creation of Muslim Polity in Indonesia Challenges and Opportunities. Acara tersebut dikuti 108 pemakalah dari 170 artikel yang diseleksi. Dosen IAI Tribakti Kediri yang lolos seleksi dalam Ancoms sebanyak tiga orang, yaitu A. Jauhar Fuad, Zaenal Arifin, Tenika.

Prof. Masdar dalam sambutannya menyatakan “Ancoms bukan sekedar kegiatan rutin. Tetapi ancoms merupakan kewajiban akademik”.

Kopertais membawahi 193 PTKIS, 160 PTKIS berapa di Jawag Timur selebihnya di Bali, NTB dan NTT. Ancoms menjadi agenda PTKIS untuk mempublikasikan karya tulis ilmiah hasil penelitian dosen.

Ancoms diproyeksikan dapat dipublikasikan dengan indks publikasi Scopus. Koperasi IV besar tidak hanya jumlah tetapi juga mampu menghasilkan karya yang dapat dijadikan rujukan perguruan tinggi lain.

Suwendi dalam sambutannya mengatakan keberhasilan PTKIS memiliki peran dalam membangun relasi antara Islam dan pengetahuan, berikutnya membangun relasi antara Islam dan negara. Keilmuan pada perguruan Islam beroretasi pada pengembangan ilmu-ilmu keislaman, yang teroretasikan pada Ma’had Aly dan pondok pesantren. Disisi lain perguruan tinggi umum mengembangkan keilmuan umum. Peran PTKI memiliki peran dalam mengembangkan peran integrasi keilmuan. Peran ini tidak dimiliki oleh perguruan tinggi lain diluar kementerian agama. Ini peran PTKI dalam pengembangan relasi Islam dengan pengetahuan.

Kedua relasi Islam dengan kekuasaan, akan menghasilkan tiga konsep; integralistik, sekularisme, dan subtansialisme. Integralistik menyatu antara kuasa agama dan negara menjadi satu, dalam dunia hanya beberapa negara yang menggunakan sistem itu, Arab Saudi dengan ideologi Islam Wahabinya, Iran dengan ideologi Islam Syiahnya. Sekulerisme adanya pemisahan antara agama dan negara, dua hal yang dibedakan dalam ruang publik dan politik. Indonesia mengambil posisi subtansialisme agama dan negara memiliki peran yang saling melengkapi.

Dengan Pancasila sebagai dasar negara mengayomi keragaman dalam masalah agama, suku, bangsa. Bersatu dalam keberbedaan cinta negara, dengan mempertahankan dan membangun negeri.




Dosen IAI-Tribakti Kediri berpatisipasi dalam AnCOMs

IMG20191123082751

Dosen Tribakti dalam Ancoms Kopertais IV Surabaya

Surabaya, 23 November 2019 Annual conference for muslim scholars ketiga dengan mengambil tema The Creation of Muslim Polity in Indonesia Challenges and Opportunities. Acara tersebut dikuti 108 pemakalah dari 170 artikel yang diseleksi. Dosen IAI Tribakti Kediri yang lolos seleksi dalam Ancoms sebanyak tiga orang, yaitu A. Jauhar Fuad, Zaenal Arifin, Tenika.

Prof. Masdar dalam sambutannya menyatakan “Ancoms bukan sekedar kegiatan rutin. Tetapi ancoms merupakan kewajiban akademik”.

Kopertais membawahi 193 PTKIS, 160 PTKIS berapa di Jawag Timur selebihnya di Bali, NTB dan NTT. Ancoms menjadi agenda PTKIS untuk mempublikasikan karya tulis ilmiah hasil penelitian dosen.

Ancoms diproyeksikan dapat dipublikasikan dengan indks publikasi Scopus. Koperasi IV besar tidak hanya jumlah tetapi juga mampu menghasilkan karya yang dapat dijadikan rujukan perguruan tinggi lain.

Suwendi dalam sambutannya mengatakan keberhasilan PTKIS memiliki peran dalam membangun relasi antara Islam dan pengetahuan, berikutnya membangun relasi antara Islam dan negara. Keilmuan pada perguruan Islam beroretasi pada pengembangan ilmu-ilmu keislaman, yang teroretasikan pada Ma’had Aly dan pondok pesantren. Disisi lain perguruan tinggi umum mengembangkan keilmuan umum. Peran PTKI memiliki peran dalam mengembangkan peran integrasi keilmuan. Peran ini tidak dimiliki oleh perguruan tinggi lain diluar kementerian agama. Ini peran PTKI dalam pengembangan relasi Islam dengan pengetahuan.

Kedua relasi Islam dengan kekuasaan, akan menghasilkan tiga konsep; integralistik, sekularisme, dan subtansialisme. Integralistik menyatu antara kuasa agama dan negara menjadi satu, dalam dunia hanya beberapa negara yang menggunakan sistem itu, Arab Saudi dengan ideologi Islam Wahabinya, Iran dengan ideologi Islam Syiahnya. Sekulerisme adanya pemisahan antara agama dan negara, dua hal yang dibedakan dalam ruang publik dan politik. Indonesia mengambil posisi subtansialisme agama dan negara memiliki peran yang saling melengkapi.

Dengan Pancasila sebagai dasar negara mengayomi keragaman dalam masalah agama, suku, bangsa. Bersatu dalam keberbedaan cinta negara, dengan mempertahankan dan membangun negeri.