Fakultas Dakwah Tribakti Kediri, Hadiri Silaturrohim Nasional Virtual ASKOPIS Indonesia

WhatsApp Image 2020 06 11 at 12.47.43 PM

IAIT KEDIRI. Program Studi Komunikasi dan Penyairan Islam, Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri turut berpartisipasi pada acara Halal Bihalal dan Syawalan Virtual yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (ASKOPIS) Indonesia, Rabu (10/06/2020). Wakil Dekan III, Muhammad Diak Udin, M.Sos, menjadi delegasi acara yang diselenggarkan sejak pukul 10.00 dan berakhir pukul 12.30 WIB tersebut.

Ketua Umum DPP Askopis, Dr. Mohammad Zamroni, M.Si., pada sambutannya mengharapkan, agar halal bihalal ini dapat menguatkan jalinan silaturrahim seluruh anggota Askopis. “Semoga semakin mempererat dan menguatkan jalinan sillaturrahim dan kebersamaan dalam wadah Askopis”, harapnya.

Hadir dalam acara tersebut, tidak kurang dari 60 delegasi dari Prodi KPI Perguruan Tinggi Keagamaan Islam baik negeri maupun swasta, DPP, Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Dewan Pertimbangan dan Dewan Pakar DPP, serta Dewan Pembina dan Dewan Penasihat DPD-DPD Askopis se Indonesia. Melihat antusias anggota yang sangat tinggi tersebut, ketua yang juga aktif sebagai dosen di UIN Sunan Kalijaga ini tidak lupa mengucapkan terimakasih yang tidak terhingga kepada segenap delegasi yang telah menyukseskan acara tersebut. “Terima kasih untuk bapak dan ibu askopiers yang meluangkan waktu untuk hadir”, ungkapnya.

Lebih jauh, ketua yang yang terpilih dalam Kongres ke III pada tahun 2016 ini mengutarakan, DPP Askopis sudah menyusun agenda virtual sejenis dalam rangka pengembangan keilmuan program studi. Dalam waktu dekat misalnya, DPP berencana mengadakan Webinar Series yang akan diselenggarakan satu bulan, setiap hari Rabu mulai tanggal 24 Juni sampai 22 Juli 2020. “Sampai jumpa lagi di kegiatan ‘Webinar ASKOPIS SPEAKER SERIES’ mulai Series I, Rabu 24/6/2020”, pungkasnya.

Sementara itu, didapuk sebagai pemateri pada acara tersebut adalah Prof. Dr. Fahrurrozi, M.Ag, Guru Besar Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Mataram. Guru Besar yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Askopis Nusa Tenggara Barat memilih tema: “Sisi Komunikasi Humanis-Profetik dalam Silaturrahim Ritual dan Virtual Menuju New Normal”. Bukan tanpa alasan, tema ini dipilih karena halal bihalal ini bertujuan untuk menguatkan tali sillaturrakhim dan kebersamaan dalam wadah Askopis menuju penguatan keilmuan dan kelembagaan Prodi KPI. Ia berpesan seluruh anggota askopis agar terus menjalin kebersamaan dalam sillaturrahim melalui medium apapun, termasuk virtual untuk menyebarkan komunikasi Islam profetik yang bercirikan humanisasi (amar makruf), liberasi (nahi munkar), dan transendensi (tukminu billah). (Dya).




Penerimaan Mahasiswa Baru Program Beasiswa (S1) Prodi PGMI IAI Tribakti Lirboyo Kediri

Berita Beasiswa detil

PENGUMUMAN PENERIMAAN MAHASISWA BARU PROGRAM BEASISWA SARJANA (S1) IAI TRIBAKTI PRODI PGMI BAGI GURU MADRASAH DINIYAH TAHUN 2020

Diumumkan, dalam rangka pelaksanaan Program Peningkatan Kualifikasi Akademik Guru Madrasah Diniyah di Jawa Timur, Program Studi Pendidikan Guru MI (S1) IAI Tribakti Lirboyo Kediri, membuka pendaftaran mahasiswa baru program beasiswa penuh tahun akademik 2020-2021 dengan ketentuan sebagai berikut:

A. Ketentuan Umum

1 Pendaftar berusia minimal 21 tahun/01 September 2020 dan maksimal 45 tahun/01 September 2020
2 Penduduk Asli Warga Jawa Timur dibuktikan dengan Foto copy KTP yang masih berlaku
3 Dinyatakan lulus pada ujian internal yang dilaksanakan oleh IAI-Tribakti Kediri meliputi:
a. Pengetahuan Umum dan Agama
b. Membaca Kitab Fathul Qorib
4 Dinyatakan Lulus tes membaca kitab Fathul Qorib yang diselenggarakan lembaga Pengembangan Pendidikan Diniyah (LPPD) Provinsi Jawa Timur
5 Jumlah penerima beasiswa sebanyak 30 mahasiswa

B. Syarat Pendaftaran

1 Mengisi Pendaftaran via online di siakad.iai-tribakti.ac.id
a. Klik menu Pendaftaran MABA
b. Pilih Periode PMB Kode 0000000004
c. Jalur Program Kerjasama Pemerintah SHIFT Beasiswa
d. Panduan klik Pendaftaran Online
2 Foto copi KTP Jawa Timur 3 lembar
3 Foto copy Ijazah, Ulya PDF, SMA/MA/SMK/MAK/Paket C atau MA Muadalah masing-masing 3 lembar yang telah dilegalisir
4 Pas Foto berwarna Ukuran 3 x 4 sebanyak 3 lembar
5 Surat Rekomendasi dari pengasuh pondok pesantren (asli dan Foto copy sebanyak 3 lembar)
6 Telah menjadi guru minimal 2 tahun dengan Foto copy legalisir SK Guru Madin di Pondok Pesantren (copy legalisir 3 lembar)
7 Mengisi surat pernyataan bermaterai sangggup menyelesaikan kuliah dan tidak menerima beasiswa lain
8 Melampirkan Print out Formulir Pendaftaran Online
9 Berkas syarat pendaftaran nomor 2-8 diserahkan ke kantor Pusat paling lambat 20 Juli 2020

C. Tempat dan Waktu Pendaftaran

1 Pendaftaran dibuka mulai 27 April 2020 sampai 22 Juli 2020
2 Tempat pendaftaran dan Pengumpulan Berkas di kantor Pusat IAI Tribakti Jl, KH, Wahid Hasyim No 62 Kediri pada jam kerja (Konfirmasi No WA)
3 Semua Persyaratan dimasukkan map snail warna merah, pojok kiri atas ditulisi pendaftaran beasiswa guru madrasah diniyah S1
4 Biaya Pendaftaran Gratis


D. Pengumuman Hasil Tes

1 Pengumuman hasil seleksi administrasi tanggal 23 Juli 2020
2 Pelaksanaan tes internal bagi yang dinyatakan lulus administrasi tanggal 25-26 Juli 2020
3 Pengumuman hasil tes internal langsung setelah ujian tanggal 26 Juli 2020
4 Ujian membaca kitab Fathul Qorib oleh tim penguji Pemerintah Provinsi Jawa Timur tanggal 22-23 Agustus 2020 (minggu ke 4) bagi yang dinyatakan lulus ujian internal
5 Pengumuman hasil tes membaca kitab Fathul Qorib langsung setelah ujian

Demikian pengumuman ini disampaikan hal-hal lain yang kurang jelas dapat ditanyakan di tempat pendaftaran.

Kediri, 23 April 2020
Rektor,
KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus

KONTAK PERSON 
Program Beasiswa (S1)

  1. 0857-9032-3304 | Muslimin (Berkas Pendaftaran)
  2. 0857-3677-8360 | M. Arif Khoiruddin (Pendaftaran Online)
  3. Klik Panduan Pendaftaran Online



Informasi Perkuliahan, UAS dan lain-lain

Download Informasi perkuliahan terbaru




Mencari Format Baru Pembiayaan Infrastruktur Sosial Berbasis Keuangan Islam

Fauziok

Malang. Komisariat IAEI Tribakti Kediri Ikut serta dan hadir dalam saresaehan Mencari Format Baru Pembiayaan Infrastruktur Sosial Berbasis Keuangan Islam yang digagas Oleh IAEI Jawatimur dan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan dan Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI)” pada Kamis, (5/3).

Kegiatan sarasehan ini berlangsung di Aula lt.4 gedung D4 Fakultas Ekonomi (FE) UM dan dihadiri oleh ketua DJPPR, Dr. Luky Alfirman, S.T., M.A.,Wakil Rektor I Prof. Dr. Budi Eko Soetjipto, M.Ed., M.Si., Wakil Rektor IV, Prof. Dr. Ibrahim Bafadal, M.Pd., Dekan FE Dr. Cipto Wardoyo, S.E., M.Pd., M.Si., Ak.,CA., jajaran pimpinan FE dan civitas akademik.

DJPPR merupakan unit yang mendukung pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan investasi publik secara efisien sekaligus mengelola risiko dan menjaga kesinambungan fiskal. Sementara IAEI sendiri bergerak sebagai organisasi para akademisi dan praktisi dalam melakukan pengkajian, pengembangan, pendidikan dan sosialisaasi Ekonomi Islam.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Luky Alfirman, menyampaikan, penduduk Indonesia yang mayoritas beragama Islam seharusnya bisa menjadi potensi luar biasa dalam pengembangan perekonomian syariah.

Sayangnya, dengan potensi yang besar tersebut ternyata perkembangan perekonomian syariah di Indonesia justru masih tertatih-tatih.

Dirjen DJPPR Kementerian Keuangan, Luky Alfirman, mengajak para ahli ekonomi saling berkolaborasi dalam sarasehan keuangan syariah di Universitas Negeri Malang, Kamis sore Kalau berbicara potensi, kita punya 250 juta lebih penduduk Indonesia dengan mayoritas muslim yang ini tentu menjadi potensi luar biasa dalam pengembangan perekonomian syariah. Tapi pertanyaannya sekarang, bagaimana cara kita merealisasikan potensi tersebut,” ujarnya saat menghadiri sarasehan keuangan syariah bertajuk ‘Mencari Format Baru Pembiayaan Infrastruktur Sosial Berbasis Keuangan Islam’ di Universitas Negeri Malang,

Menurutnya, menganalogikan, sepanjang ikan-ikan tersebut tidak dipancing hanya akan sekedar menjadi potensi. Maka, peranan dari para ahli ekonomi khususnya yang bernaung di bawah payung Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Indonesia sangat diperlukan dalam mendesain perekonomian berbasis syariah. Mulai dari struktur, skema dan instrumennya supaya bisa menarik atau menggali potensi-potensi tersebut.

“Hari ini kami berinisiatif untuk mengumpulkan para ahli ekonomi Islam khususnya yang bernaung dalam payung IAEI untuk melakukan diskusi bagaimana agar ekonomi berbasis syariah ini bisa berkembang lebih maju dan lebih besar lagi di perekonomian Indonesia,” ucap Luky yang juga menjabat Ketua Bidang Perdagangan, Investasi dan Fiskal IAEI.

Dalam konteks ini, selain IAEI sebenarnya Indonesia memiliki banyak kumpulan organisasi yang berisikan pakar ekonomi Islam seperti Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).

Pemikiran-pemikiran dari para ahli ekonomi Islam di Indonesia inilah yang harusnya bisa dikolaborasikan untuk menghasilkan solusi bagaimana mengembangkan ekonomi syariah di Indonesia.

“Di sinilah para ahli ekonomi diharapkan bisa berperan lebih dengan harapan sumbangan pemikiran dari para ahli ekonomi ini bisa ikut memperkaya, memperdalam lagi, mengembangkan lagi perekonomian berbasis syariah. Termasuk juga para mahasiswa yang sudah menuntut ilmu di perguruan tinggi,” tandasnya.

Lebih lanjut disampaikan Luky, di kementerian keuangan sendiri melakukan inovasi terkait SUKUK. Ada Sukuk yang sifatnya ritel yang bisa dimiliki dan dibeli oleh masyarakat biasa, juga SUKUK ritel yang dipasarkan melalui platform online.

“Jadi kalau masyarakat mau beli SUKUK ritel saat ini bisa memanfaatkan dengan menggunakan smartphone, tidak perlu datang ke bank,” ucapnya.

Kemudian dua tahun lalu Kemenkeu juga menerbitkan global green sukuk. Maksudnya sukuk berbasis proyek-proyek yang sifatnya green.

“Itulah inovasi-inovasi yang kita lakukan di kementerian keuangan terkait perekonomian syariah,” pungkasnya.

Sementara itu Wakil rektor 1 UM, Prof. Dr. Budi Eko Soetjipto, M.Ed., M.Si, mengaku senang dengan kehadiran Dirjen DJPPR karena bisa memberikan pencerahan terkait sumber-sumber pendanaan alternatif apa yang bisa digunakan untuk membiayai infrastruktur.

“Hampir 3 tahun ini kami memperoleh pembiayaan dari Islamic Development Bank (IsDB) berupa pembangunan gedung kembar 9 lantai yang nantinya akan digunakan untuk berbagai kegiatan akademik. Sekarang gedung yang dibangun sudah mencapai 95 persen,” pungkasnya.

Sarasehan yang ddiharapkan memunculkan inovasi-inovasi baru dalam menggalang dana membantu ke,entrain keuangan

Dilanjutkan oleh ketua DJPPR yang menyampaikan tujuan diselenggarakannya sarasehan yaitu munculnya inovasi bidang ekonomi. “Disini kami ingin menggali lebih banyak lagi inovasi-inovasi dari para ahli ekonomi islam. Bahwa pondasi besar dalam lingkup keuangan yakni trust dan kejujuran. Kami berupaya menghasilkan cara mendesain keuangan syariah yang menarik dan menggali potensi-potensi yang ada. Harapannya ekonomi Islam bisa bekolaborasi dalam mengembangakan ekonomi syariah di Indonesia. Selain itu adanya IAEI ini seharusnya bisa menjadi mitra diskusi dengan ahli ekomoni yang berperan dalam civitas akademik pengajar atau peneliti. Kebiasaan kita berdiskusi dan melibatkan ahli ekonomi di IAEI memang kita tumbuhkan. Hasil sumbangan ide yang dikembangkan bisa menjadi sumbangsih dalam meningkatkan ekomoni syariah ini,” jelasnya.

Ketika di temui wartawan, Luky tidak bisa memastikan hasil akhir dari sarasehan kali ini tetapi pendapat atau ide dari para ahli ekomoni bisa disatukan dan ditajamkan lagi. “Saya tidak yakin akan ada hasil akhir, tetapi adanya pendapat-pendapat itu dapat kita satukan. Memang ada fisikal yang memang bisa kita langsung adopsi, tetapi ide itu butuh penajaman lagi.

Kendala perekonomian syariah itu kompleks, ekonomi itu ada keuangan syariah dan ekonomi syariah. Saat ini yang berkembang itu di sektor keuangan syariah. Membicarakan soal ekonomi, kita juga mengembangkan industri halal food, fashion busana muslim. Pada saat ini kita berada dalam tahapan preminilary.” tuturnya mengakhiri pembicaraan.




Dosen KPI IAI-Tribakti mengikuti acara International Postgraduate Students Conference 2020

WhatsApp Image 2020 02 18 at 9.59.05 AM

Pada tanggal 20-21 Januari 2020 telah diadakan International Postgraduate Students Conference 2020 dengan tema Legal Challenges and Opportunities in the Fourth Industrial Revolution Sustainability, Human Rights and Social Justice Perspectives in Asia Pacific di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Dalam acara tersebut terdapat beberapa keynote speakers yang mengisi materi pembuka di hari pertama di antaranya Dr. Wan Rosalili Wan Rosli dari University Teknologi MARA, Malaysia, Nani Zulminarni, Woman Heads of Family Empowerment, Dr. Edmon Makarim, S.Kom., S.H., LL.M. dari Universitas Indonesia, dan Prof. Dr. Edward Omar Sjarif Hiarij, S.H., M.Hum dari Universitas Gadjah Mada. Masih di hari yang sama, setelah materi utama, acara dilanjutkan dengan parallel session. Di hari pertama terdapat 2 parallel session yang masing-masing diisi oleh 3 panel. Untuk pemateri dalam setiap panel sudah diseleksi sebelumnya melalui pengiriman abstraksi.

Dari IAIT sendiri berhasil mengirimkan 1 delegasi yang bernama Arina Rohmatul Hidayah dengan judul makalah Commodification in Public Sphere: The Fight of Ideology through Social Media. Delegasi dari Tribakti ini berada dalam panel ke 3 di parallel session kedua  yang mengangkat tema Misuse of Social Media dan dimoderatori oleh Dr. Khotibul Umam, S.H.,LL.M. Selain Arina, terdapat satu pemateri lagi yaitu Mardiansyah dari LLM Fakultas Hukum UGM yang menyampaikan materi tentang Social Media Impacts on Radicalism-Separatism in Papua.

Parallel session kedua dalam panel 3 berjalan dengan lancar. Karena hanya terdiri dari 2 pemateri maka masing-masing pemateri diberi waktu 1 jam untuk menyampaikan makalahnya. 30 menit untuk pemaparan materi sedangkan 30 menit sisanya diisi oleh sesi tanya jawab. Secara garis besar yang dapat disimpulkan dari pemaparan kedua pemateri menunjukkan bahwa media sosial memang membawa dampak yang positif namun juga ada dampak negatifnya.

Penyebaran hoaks atau berita palsu yang bisa saja disebabkan oleh adanya proses komodifikasi konten, bisa mengancam kehidupan sosial masyarakat. Diperlukan berbagai upaya untuk menanggulanginya, baik dari sisi pemerintah ataupun masyarakat. Upaya hukum harus dibuat setegas mungkin dan masyarakat juga harus pandai dalam melakukan literasi media salah satunya melalui klarifikasi pesan. Jangan mudah percaya pada satu berita tanpa mengkonfirmasi dengan sumber berita yang lain.