Materi Sistem Informasi Akademik (SIAKAD)
Panduan sistem Informasi Akademik Menu mahasiswa
download siakad full color
download siakad full hitam-putih
Panduan sistem Informasi Akademik Menu mahasiswa
download siakad full color
download siakad full hitam-putih
Hasil Ujian Program Tahfidz Al-Qur’an 30 Juz Tahun Akademik 2019-2020 Download disini
NB.

Acara Bimtek IAPT Senin-Selasa 22-23 Juli 2019 bagian dari ikhtiar Forum Pimpinan Kopertais Wilayah IV dalam melakukan pendampingan peningkatan mutu dan kapasitas perguruan tinggi, dalam mempersiapkan borang akreditasi dengan 9 kriteria. Kegiatan tersebut bertempat di Aula KH. Mahrus Aly IAI-Tribakti Kediri.
Bimtek ini didampingi oleh Dr. Asaril Muhajirin, M.Ag. asesor BAN-PT dari IAIN Tulungagung, sedangkan untuk IT diisi oleh Moh Kholil TIM IT Kopertais IV. Perwakilan yang hadir Dr. Imam Mawardi, M.Ag wakor Kopertais Wilayah IV, Pengurus Forpim Dr. Kuswandi, Abdul Mukit M.Pd., Drs. Anwar Sadullah, M.Pd.I., Mahbub Junaidi, M.Pd.I., dan tuan rumah Rektor IAI-Tribakti KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus dan Wakil Rektor II Dr. A. Jauhar Fuad, M.Pd.
Ikhtiar ini dilakukan secara bersama beberapa perguruan tinggi di Zona Mataraman yang meliputi Pacitan, Ngawi, Madiun, Nganjuk, Trenggalek, Tulungagung, Malang, Jombang, Mojokerto, Sidoarjo dan Kediri. Peserta juga dihadiri dari zona tapal kuda yakni dari Lumajang dan Jembrana Bali.
Dalam kegiatan tersebut para peserta sangat antusias, karena informasi yang disampaikan pendampingan relatif baru. Di samping itu, yang menyita perhatian adalah perguruan tinggi yang tidak terakreditasi institusi per 10 Agustus 2019 atau sampai tanggal tersebut belum mengajukan borang melalui Sapto akan dikenai sanksi.
Pada hari pertama kegiatan lebih banyak menguraikan tentang kebijakan dan regulasi terkait dengan borang akreditasi. Yang dilanjutkan tentang teknik penyusunan LED dan LKPT. Malam hari peserta mendapati tugas secara kelompok dalam menyusun keduanya. Mereka bertugas secara mandiri ada yang di ruang kuliah, aula dan kamar.
Pada hari kedua peserta terlibat secara aktif dalam mempresentasikan hasil tugas, sesekali dilakukan koreksi oleh pendamping. Peserta memperbaiki setiap evaluasi oleh asesor. Penyusunan borang dibahas secara bertahap berdasarkan pertanyaan yang ada pada instrumen borang. Kegiatan tersebut belum mendapatkan hasil yang maksimal, perlu ada tindak lanjut agar para peserta dapat menyelesaikan borang secara maksimal.
IAI Tribakti Kediri siap memfasilitasi kegiatan lanjutan dalam penyusunan borang, melalui FGD. Persolan yang dihadapi oleh tim borang dapat diselesaikan melalui FGD.


Senin, 15 Juli 2019 Pengacara yang viral namanya seantero indonesia serta luar negri yaitu Hotman Paris Hutapea pada hari ini showan ke Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur. Rangka acara showan Hotman diisi dengan kegiatan seminar.
Dalam showannya yang di dampingi beberapa panelis bertempat di gedung aula muktamar lirboyo bertajuk “Hotman Paris Showan Pesantren” mengupas tuntas tentang hoax, viral and busy. Kegiatan tersebut difasilitasi oleh Instansi Agama Islam Tribakti Lirboyo Kediri.
Kedatangannya disambut oleh para pengasuh pondok pesantren Lirboyo diantaranya KH. Kafabihi Mahrus. KH. Falahuddin an’im. KH. Reza Ahmad Zahid (Gus Reza) beserta beberapa keluarga besar pesantren lirboyo lainnya. Hadir pula Wali Kota Kediri H. Abu Bakar. Dandim Kediri serta Kapolresta Kediri juga segenap Mahasiswa IAIT Lirboyo Kediri, Tamu undangan dan beberapa Santri
Di tengah-tengah acara Gus Reza dengan sedikit bernada canda sempat menanyai Hotman Paris atas Sepatu serta pakaian, perhiasan yang dikenakannya, sambil sedikit bercanda pula dengan gaya khasnya yang nyentrik, Hotman Paris menjawab bahwa sepatunya berharga 18 jt, celana dan jasnya seharga 45 jt. Sedangkat cincin permata yang di kenakan dijarinya ada yang seharga 8 milyar dan 3 milyar.
Setelah Hotman Paris menyampaikan beberapa kata tentang showannya ke Lirboyo, di akhir acara Gus Reza sebagai Host memberikan tantangan kepada Hotman Paris untuk memakai sarung, kemudian dari Pondok Pesantren Lirboyo memberikan Sebuah Cindera mata dan kenang-kenangan berupa Sarung dan Sorban berwarna hijau yang dipakaikan oleh KH. Kafabihi Mahrus.
Hotman Paris mengatakan “santri pesantren lirboyo yang besar ini jumlahnya 30 ribuan ini saya yakin kedepannya akan semakin besar dan sukses bisa go internasional, jika mereka benar-benar belajar dengan tekun dan terus menempuh pendidikan yang lebih tinggi dengan didasari nyali keberanian dan tekat yang kuat pastinya mereka akan sukses”, ungkapnya.