KOPDAR Ketiga TIM IT LPTNU Jatim di IAI-Bojonegoro

WhatsApp Image 2019 03 23 at 16.45.38

Sabtu 23 Maret 2019 Pengurus Wilayah LPTNU Jatim mengundang Team IT Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama Jatim untuk KOPDAR yang ke tiga. Acara ini sebagai wadah silaturrahim para staf it LPTNU jatim untuk sharing dan saling membantu dalam pengimplementasian Sistem Informasi Manajemen (SIM) LPTNU.

Acara KOPDAR ketiga ini bertempat di Institut Agama Islam Sunan Giri Bojonegoro dengan agenda menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang dialami para staf IT selama pengimplementasian SIM baik anggota yang tergabung dalam tahap 1,2, dan 3. Hadir dalam KOPDAR tersebut Team IT dari Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri diwakili M. Arif Khoiruddin.

Dalam kegiatan ini permasalahan-permasalahan yang dapat diselesaikan dalam forum langsung dibahas dan diselesaikan di forum itu juga sedangkan yang belum dapat diselesaikan ditampung dan selanjutnya akan disampaikan penyelesaiannya dalam grup WhatsApp tim it LPTNU.

Permasalahan yang dialami para tim it memang selalu dibahas dalam grup WhatsApp, untuk itu trainer lptnu Dr. Istas Pratomo, ST MT, berpesan agar para tim IT selalu tanggap jika terjadi permasalahan tim IT lain, sehingga grup WhatsApp dapat powerfull menyelesaikan masalah.

Sumber : LPTNU Jatim




Pengumuman Penerimaan Mahasiswa Baru Beasiswa Pascasarjana (S2) IAI Tribakti Lirboyo Kediri

Akreditas

PENGUMUMAN PENERIMAAN MAHASISWA BARU BEASISWA PENUH PASCASARJANA (S2) IAI TRIBAKTI PRODI PAI BAGI GURU MADRASAH DINIYAH TAHUN 2019

Diumumkan, dalam rangka pelaksanaan Program Peningkatan Kualifikasi Akademik Guru Madrasah Diniyah di Jawa Timur, Program Studi Pendidikan Agama Islam Pascasarjana IAI Tribakti Lirboyo Kediri, membuka pendaftaran mahasiswa baru beasiswa penuh tahun akademik 2019-2020 dengan ketentuan sebagai berikut:

A. Kualifikasi Peserta

1 Penduduk asli Jawa Timur, dibuktikan dengan KTP
2 Usia Maksimal 45 tahun pada bulan September 2019
3 Memiliki ijasah S-1 Keagamaan
4 Memiliki SK Yayasan sebagai guru madrasah diniyah dan telah mengabdi minimal 3 tahun di lembaga tersebut dengan melampirkan izin pendirian madrasah diniyah
5 Dinyatakan lulus pada ujian internal yang dilaksanakan oleh pascasarjana meliputi:
a. Test Potensi Akademik
b. Tes Bahasa Arab
c. Bahasa Inggris
d. Membaca kitab Fathul Mu’in
6 Dinyatakan Lulus tes membaca kitab Fathul Mu’in yang diselenggarakan lembaga Pengembangan Pendidikan Diniyah (LPPD) Provinsi Jawa Timur

 

B. Syarat Pendaftaran

1 Mengisi Pendaftaran via online di spmb.iai-tribakti.ac.id (klik pendaftaran maba, pilih S2 Pendidikan Agama Islam Beasiswa 20191)
2 Foto copi KTP dilegalisir pejabat berwenang sebanyak 5 lembar
3 Fotocopi ijasah S-1 dan transkrip nilai dilegilisir pejabat berwenang sebanyak 5 lembar
4 Pas foto ukuran 3×4 sebanyak 5 lembar
5 Foto copi SK Yayasan sebagai guru madrasah diniyah yang berusia 3 tahun (minimal SK tahun 2016) dan dilegalisir lembaga berwenang
6 Melampirkan izin pendirian Madrasah Diniyah
7 Melampirkan SKCK dari polsek setempat
8 Mengisi surat pernyataan bermaterai sangggup menyelesaikan kuliah selama 2 tahun
9 Melampirkan Print out Formulir Pendaftaran Online
10 Berkas syarat pendaftaran nomor 2-9 diserahkan ke kantor Pascasarjana paling lambat 25 Juni 2019

 

C. Tempat dan Waktu Pendaftaran

1 Pendaftaran dibuka mulai 1 April 2019 sampai 25 Juni 2019
2 Tempat pendaftaran di kantor Pascasarjana IAI Tribakti Jl, KH, Wahid Hasyim no 62 Kediri pada jam kerja (Pukul 09.00-13.00 WIB)
3 Semua Persyaratan dimasukkan map snail warna merah, pojok kiri atas ditulisi pendaftaran beasiswa guru madrasah diniyah S2
4 Biaya Pendaftaran Gratis


D. Pengumuman Hasil Tes

1 Pengumuman hasil seleksi administrasi tanggal 30 Juni 2019
2 Pelaksanaan tes internal bagi yang dinyatakan lulus administrasi tanggal 8 Juli 2019
3 Pengumuman hasil tes internal tanggal 15 Juli 2019
4 Ujian membaca kitab Fathul Mu’in oleh tim penguji Pemerintah Provinsi Jawa Timur tanggal 22 Juli 2019 (minggu ke 4) bagi yang dinyatakan lulus ujian internal
5 Pengumuman hasil tes membaca kitab Fathul Mu’in tanggal 23 Juli 2019

Demikian pengumuman ini disampaikan hal-hal lain yang kurang jelas dapat ditanyakan di tempat pendaftaran.

Kediri, 20 Maret 2019
Direktur,
Dr. H. Suko Susilo, M.SI

KONTAK PERSON
Program Beasiswa (S2)

  1. 0852-3583-1748 | Moh. Badrus
  2. 0857-3677-8360 | M. Arif Khoiruddin
  3. 0857-9022-2882 | Naila Muna
  4. Panduan Pendaftaran online silakan https://iai-tribakti.ac.id/?p=8440



Kuliah Umum Bersama Gubernur Jawa Timur: Peran Perguruan Tinggi dan Pondok Pesantren Menyongsong Era Industri 4.0

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, saat mengisi Kuliah Umum di Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Lirboyo Kediri bertempat di Aula Muktamar Senin, 18 Maret 2019. Hadir dalam acara tersebut Pengurus Yayasan Pendidikan Islam Tribakti (YPIT) Kediri  KH. Anim Falahudin Mahrus, H. Imam Muhayat Syah, M.M; Rektor IAIT Kediri KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus beserta Wakil Rektor, Dekanat, Pimpinan UPT, dosen dan 1600 mahasiswa. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, menegaskan, diperlukan banyak startup agar masyarakat bisa menjadi bagian dari industri 4.0 yang telah hadir di tengah masyarakat Indonesia.

Dalam Kuliah Umum dengan topik “Peran Perguruan Tinggi dan Pondok Pesantren Menyongsong Era Industri 4.0” itu, Khofifah menyarakan untuk berkolaborasi dengan startup yang sudah lebih dulu sukses, seperti Blibli.com, Bukalapak.com, dan lain sebagainya. Sebab, startup itu merupakan terobosan anak-anak muda.

Menurut Khofifah, pesantren dengan jejaring luas yang dimiliki sebenarnya jauh lebih mampu bila diikuti dengan kemampuan teknologi digital. “Pesantren yang punya kemampuan jejaring yang luar biasa pasti akan jauh lebih cepat jika jejaringnya itu kemudian diikuti dengan jejaring digitalisasi,” tegasnya.

Ia menyebut misalnya, perusahaan bernama Alibaba. Perusahaan ini sukses menjadi retail terbesar di dunia tanpa harus memiliki gudang, persediaan barang, dan alat angkutan. “Sekarang kalau kita bikin mart (toko) saja, itu harus cari tanah, harus bangun gedungnya, harus cari barang, itu very-very expensive,” ungkapnya.

Karena itu, Khofifah mengajak mahasiswa, santri, dan para pemuda, untuk mengambil hikmah dari era industri 4.0 melalui format lima sektor strategis, yang tertinggi adalah makanan dan minuman (mamin).

Tentang makanan dan minuman, tentu hampir semua orang bisa. Lalu mamin yang seperti apa? “Tentu yang gaul, bisa saja yang mudah diakses, yang bisa mengantarkan, lalu inovasinya itu terupdate,” paparnya.

Dengan One Pesantren One Product (OPOP), salah satu program Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Khofifah berharap akan menjadi satu penguatan di pesantren. Khususnya adalah mengambil potensi industri mamin yang tertinggi pasarnya dibanding dari lima potensi lainnya.




Materi Stadium General Tribakti Lirboyo Kediri 18 Maret 2019

MATERI STADIUM GENERAL TRIBAKTI LIRBOYO KEDIRI 18 MARET 2019




Perkuat Pengelolaan Jurnal, Tribakti mengikuti Lokakarya Literasi Jurnal

IMG 20190317 WA0000

Pengelola jurnal Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Lirboyo Kediri mengikuti acara Lokakarya Literasi Jurnal yang di selenggarakan RJI (Relawan Jurnal Indonesia) Kerjasama LPPM (Lembaga Penelitian dan pengabdian Masyarakat) Unisma Malang di Gedung Utsman bin Affan lantai 7 Unisma, Sabtu (16/3/2019).

Lokakarya ini diikuti oleh 80 peserta pengelola jurnal yang berasal dari Jatim, Makasar Mataram, Banjarmasin, dan Sulawesi. Dari IAI-Tribakti sendiri mendelegasikan M. Arif Khoiruddin, Abbas Sofwan dan Edi Nurhidin mengikuti lokakarya tersebut.

Moh. Tanzil Multazam, S.H., M.Kn pengawas relawan jurnal Indonesia menjadi nara sumber dari lokakarya. Acara ini dibuka oleh rektor yang diwakili oleh wakil rektor 1 bidang akademik dan kerjasama Prof. Drs. H. Junaidi Mistar, M.Pd., Ph.D.

Dalam sambutannya ia menyampaikan bahwa saat lembaga sibuk meningkatkan kualitas tulisan dosen di publikasi karya tulis ilmiah,  kita perlu memperhatikan dengan wadah (jurnal) yang dibuat sendiri oleh suatu kampus. Dengan adanya lokakarya ini harapannya mampu melahirkan jurnal berkualitas dan siap akreditasi.

“Bapak ibu sebagai chief editor, manager jurnal merupakan relawan jurnal yang sangat mulia. Mudah-mudahan dengan peserta yang berasal dari berbagai daerah kita dapat saling mengenal, mendukung, saling bekerja sama, agar keragaman author dalam jurnal dapat terjaga dengan baik,” imbuhnya.

Sebagai informasi RJI merupakan lembaga yang tidak menggunakan dana dari ristskdikti, namun menggunakan dana swadaya yang independen. Kegiatan RJI telah berjalan di berbagai daerah seperti Makasar, Medan, Merauke, Jogja, dan daerah lainnya. Rencananya kedepan akan dilaksanakan di Malaysia dan Filipina.

RJI  telah mendapat kepercayaan crosreff sebagai lembaga yang dapat mendaftarkan akun di kawasan asia untuk mendaftar di crossreff. Sumber: timesindonesia.co.id