Hasil Seleksi Calon Mahasiswa Baru Gelombang II TA. 2018/2019

Hasil Seleksi Calon Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2018/2019 Gelombang II Pelaksanaan Tes Tulis dan Wawancara Tanggal 30 Juli 2018 Klik disini download

NB.

  1. Bagi yang dinyatakan Lulus silakan melakukan Her Registrasi (Daftar Ulang) mulai tanggal 31 Juli s/d 13 Agustus 2018
  2. Bagi Mahasiswa yang mengikuti Program Beasiswa Tahfidz 30 Juz, dapat menghubungi kantor pendaftaran tanggal 13 Agustus 2018
  3. Bagi Mahasiswa yang Tidak Lulus, silakan menghubungi kantor pendaftaran paling lambat 13 Agustus 2018

Learn more




Wakil Rektor III Lepas 366 Peserta KKN 2018

Pak Ali Imron (Pelepasan)

Kediri. Pelepasan peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Lirboyo Kediri tahun 2018 dipimpin oleh Wakil Rektor III, KH. Ali Imron, S.Ag., S.Psi., M.Fil.I., pada Senin (09/07) di lapangan kampus. Acara dimulai pada pukul 08.30 hingga 09.30 WIB. Turut hadir dalam pelepasan tesebut, Ketua P3M, Zainal Arifin, M.Pd.I., Dekan Fakultas Dakwah, Drs. Bustomi Mustofa, M.Pd.I., Kepala Pusat Jaminan Mutu, Drs. Abdul Halim Mustofa, M.HI., beserta seluruh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

Di hadapan 366 peserta, DPL dan Badan Pelaksana (BP) KKN, Wakil Rektor III menegaskan bahwa misi KKN IAIT Kediri adalah misi mengarumkan nama baik institusi, agama dan bangsa. “ misi yang kita bawa adalah membawa nama baik Institusi, Agama dan Bangsa”. Oleh karena itu, lanjutnya, seluruh peserta harus bisa menjaga sikap selama berada di lokasi KKN. Seluruh peserta merupakan representasi dari kebesaran IAIT Kediri yang memiliki background pondok Pesantren Lirboyo. “Kalian semua adalah representasi dari Institusi Tribakti yang berada di bawah naungan pondok pesantren Lirboyo”, sambungnya.

Pada akhir sambutan, Kiya Ali Imron mewanti-wanti agar peserta KKN jangan hadir di ruang konflik dan merusak tatanan masyarakat yang telah mapan selama ini. Karena hal itu justru akan menyisakan persoalan setelah KKN berakhir.  Sebaliknya, mereka harus bisa menjadi solusi terhadap persoalan yang di hadapi masyarakat. “Jangan ciptakan keresahan di masyarakat; jangan pecah belah masyarakat karena program-program yang dipaksakan dan jangan meninggalkan persoalan setelah KKN berakhir”,  Tegasnya.

Sebelum mengakhiri sambutan, Kiyai Ali mengucapkan bismillah sebagai simbol bahwa 363 peserta KKN 2018 resmi menjadi peserta KKN dan siap untuk diberangkatkan. “Dengan ucapan Bismillahirohman Arrohim peserta KKN Institut Agama Islam Tribakti Kediri di berangkatkan”, yang disambut tepuk tangan meriah oleh seluruh hadirin.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, bahwa rangkaian acara pembekalan KKN IAIT Kediri tahun 2018 dimulai sejak Ahad (01/07). Sedangkan pelaksanaanya dimulai pada tanggal 09 Juli dan berakhir pada 09 Agustus tahun 2018 yang dipusatkan di kecamatan Plosoklaten kabupaten Kediri. (Dya).




Pimpinan IAI-Tribakti Hadiri Rapat Kerja Pimpinan UIN Sunan Ampel Bersama Pimpinan PTKIS Kopertais Wilayah IV di Sorong

IMG 20180708 WA0006

Agenda rapat kerja pimpinan dilaksanakan di kota Sorong Papua Barat pada tanggal 7-10 Juli 2018. Rapat ini dihadiri oleh pimpian UIN dan 104 pimpinan PTKIS.

Hadir dalam kesempatan itu Prof. Dr. Masdar Hilmy, Prof. Dr. Abd A’la, Dr. Hamzah, Ketua STAIN Sorong. Pemilihan tempat Rapim di Sorong berangkat dari latar belakang bahwa medan dakwah PTKI tidak hanya di Jawa tetapi juga di luar Jawa yang masih sangat luas. Sorong menjadi contoh kota masa depan di bagian Indonesia bagian timur.

Dalam sambutanya Dr. Zumrotul Mukafah (pjs. Wakil Rektor II) “bapak ibu dalam perjalan dari bandara ke hotel melihat banyak menara yang fungsinya berbeda”. Di Sorong ada banyak berdiri masjid dan gereja. Dalam perjalannya hampir jumlahnya sama. Kota Sorang kehidupan beragama antara umat beragama berjalan rukun dan damai. Tidak terdengar konfik antar keduanya. Jumlah penganut kedua agama di kota ini hampir sama.

Papua Barat adalah propinsi baru yang terbagi 7 kota dan kabupaten. Provinsi ini beribukota di Manokwari. Beberapa kabupaten baru belum memiliki Kantor Urusan Agama. Penyuluh agama di Papua Barat masih terbatas jumlahnya demikian juga guru agama Islam.

Sorong menjadi kota multikultural. Di kota ini ada berbagai etnis. Ada suku Monye, Suku Kukoda, Suku Jawa, Suku Bugis, Suku Ambon, Suku Sunda, Suku Madura, Cina dan beberapa suku kecil. Keterangan dari Dr. Hamza (ketua STAIN Sorong) Suku Monye adalah suku yang memiliki tanah terluas. Suku ini akomodatis pada setiap pendatang, membagi tempat (menjual tanah) kepada para pendatang. Suku Kukoda adalah suku yang menjungjung kekeluargaan di atas segalanya.

Di Sorong ada kearifan lokal yang penuh akan makna. Misalnya satu tungku tiga batu fak-fak, satu rumah tiga pintu raja ampar, kitorang dan sasi. Pemaknaannya ada keterbukaan, tolerasi, menghargai perbedaan, dan harmoni.

Misalnya pemaknaan konsep “kitorang”. Kita kumpulan lebih dari orang, makna kebersamaan dan makna sepenanggungan. Dikaitkan dengan konsep Islam ukhuwah islamiyah, ukhuwah watoniyah, dan ukhuwah basyariah.

 




KKN 2018, IAI Tribakti Lirboyo Kediri Gunakan Pendekatan Riset

Pembekalan KKN

Kediri. Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Lirboyo Kediri menyelenggarakan pembukaan dan pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2018 pada Ahad dan Senin (01-02/07). Rangaian acara pebekalan diawali dengan ceremony pembukaan yang dimulai pada Ahad (01/07) pukul 08.30 di auditorium Fakultas Tarbiyah.

Dalam sambutannya, Kepala P3M, Zainal Arifin, M.Pd.I., melaporkan KKN tahun 2018 yang diikuti oleh 366 peserta ini akan diselenggarakan mulai tanggal 09 Juli hingga 09 Agustus 2018 di Kecamatan Plosoklaten Kediri. “Bersama ini, saya laporkan bahwa Kuliah Kerja Nyata tahun 2018 diikuti oleh 366  peserta, dan dilaksanakan di Kecamatan Plosoklaten Kediri”.

Lebih lanjut, Zaenal menambahkan bahwa KKN tahun 2018 memiliki konsep yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika sejak tahun 2012 KKN IAIT Lirboyo Kediri konsisten menggunakan program Kuliah Kerja Nyata Berbasis Masjid, maka pada tahun ini P3M akan melakukan penguatan metodologi dengan mengimplementasikan KKN berbasis riset. Dalam hal ini, P3M menawarkan perdekatan Participatory Action Research, atau yang lebih sering dikenal dengan istilah PAR. “Kami menetapkan tema KKN tahun 2018 adalah berbasis Participatory Action Research”, jelasnya.

PAR adalah salah satu pendekatan yang dianggap tepat dan dapat mendongkrak potensi keberdayaan masyarakat. Orientasi utama metode ini adalah melibatkan seluruh potensi masyarakat untuk bangkit dan menyelesaikan takdirnya sendiri. Masyarakat adalah sumber kekuatan, di dalamnya terkumpul pengetahuan, sumber daya alam, sumberdaya manusia dan nilai-nilai kemanusiaan yang relatif murni dari kepentingan pasar. Jadi, PAR pada dasarnya adalah pengabdian yang menjadikan masyarakat bagian dari pengabdian itu sendiri. Dosen, mahasiswa dan masyarakat adalah sesama manusia yang belajar bersama, berproses bersama dan saling menguatkan.

Hadir dalam pembukaan tesebut, Wakil Rektor III, H. Ali Imron, S.Ag., S.Psi., M.Fil.I., Dekan Fakultas Tarbiyah Drs. Muslimin, M.Pd.I, Dekan Fakultas Dakwah, Drs. Bustomi Mustofa, M.Pd.I., Kepala Pusat Jaminan Mutu, Drs. Abdul Halim Mustofa, M.HI., beserta seluruh Dosen Pembimbing Lapangan. (Dya)




Hasil Seleksi Calon Mahasiswa Baru Gelombang I TA. 2018/2019

Hasil Seleksi Calon Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2018/2019 Gelombang I Pelaksanaan Tes Tulis dan Wawancara Tanggal 02 Juli 2018 Klik disini download

NB.

  1. Bagi mahasiswa yang dinyatakan tidak lulus dapat mengikuti ujian ulang pada Gelombang II tanggal 30 Juli 2018
  2. Bagi yang dinyatakan lulus silakan melakukan Her Registrasi (Daftar Ulang) mulai tanggal 3 Juli s/d 30 Juli 2018