MUSCAB HIMPSI Kediri Raya

WhatsApp Image 2018 05 20 at 10.50.24 (1)

Sebagai tindak lanjut dan puncak perwujudan komitmen Psikolog se-Karesidenan Kediri dalam upaya membentuk HIMPSI cabang Kediri untuk menghimpun anggota di daerah Kediri dan sekitarnya, pada tanggal 15 Mei 2018 telah diselenggarakan Musyawarah Cabang (MUSCAB) HIMPSI cabang Kediri di VIVA Hotel Kediri City, jalan Letjend S. Parman No 86 Pesantren, Tosaren, Kediri.

Acara diawali dengan seminar yang mengambil tema “Langkah Mengembangkan Kemapuan Interpersonal Anak” dengan pembicara Rudi Tri Prasetyo, M.Psi., Psikolog. Seminar berlangsung dengan baik. Audien terdiri dari psikolog, alumni psikologi, dan mahasiswa aktif di psikologi dari berbagai kampus di daerah Kediri dan sekitarnya. Turut berpartisipasi pula psikolog, dosen, dan mahasiswa dari Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri.

Tepat pukul 10.30 WIB, pembukaan MUSCAB HIMPSI cabang Kediri dimulai. Rangkaian pembukaan dimulai dari penyambutan pengurus HIMPSI wilayah Jawa Timur beserta jajarannya, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars HIMPSI, dan diakhiri dengan simbol pembukaan MUSCAB HIMPSI cabang Kediri oleh wakil rektor 1 IAIN Kediri.

MUSCAB HIMPSI cabang Kediri terasa sempurna dengan kehadiran ketua majlis HIMPSI wilayah Jawa Timur, Bapak Drs. Zainal Abidin, M. Si., Psikolog beserta anggota yang diwakili oleh Ibu Dra. Jennie Chriswatie, Psikolog. Ketua HIMPSI wilayah Jawa Timur, Bapak Ilham Nur Alfian, M.Psi., Psikolog beserta anggotanya.

Pada sambutan pembukaan, bapak Wakil Rektor 1 IAIN Kediri memberikan dukungan penuh atas terbentuknya kepengurusan HIMPSI cabang Kediri. Beliau juga menyampaikan kesiapan IAIN Kediri sebagai basis dari sekretariat HIMPSI cabang Kediri. Namun, ada usulan istilah yang beliau kemukaan langsung di depan majlis dan pengurus HIMPSI wilayah Jawa Timur dan seluruh peserta MUSCAB, yaitu penggantian istilah “se-Karesidenan Kediri” menjadi “Kediri Raya”. Hal tersebut langsung disepakati dan disetujui oleh semua yang berada di dalam forum tersebut. Bacaan basmallah dan ketuk palu 3x menjadi simbol dibukanya MUSCAB HIMPSI cabang Kediri dan ditutup dengan bacaan Hamdallah.

Tepat pukul 11.30 WIB sidang MUSCAB HIMPSI cabang Kediri dimulai. Ketua panitia membacakan TATIB MUSCAB/ Sidang Organisasi. Adapun agenda utama dalam sidang adalah memilih ketua HIMPSI cabang Kediri beserta usulan program. Peserta yang memiliki hak suara dalam MUSCAB ini adalah anggota HIMPSI yang terdaftar di SIK dan pengurus HIMPSI wilayah Jawa Timur. Perwakilan dari IAI Tribakti yang turut memberikan suara adalah Ibu Uswatun Hasanah, M. Psi dan Ibu Beti Malia Rahma Hidayati, M.Psi., Psikolog.

Adapun susunan agenda MUSCAB HIMPSI cabang Kediri yaitu pembukaan, pemilihan bakal calon, penyartaan kesediaan bakal calon, pemilihan ketua, dan diakhiri dengan sambutan ketua terpilih. Bapak Agus Purnomo, M.Psi., Psikolog dan bapak Hanis terpilih menjadi ketua dan sekretaris sidang. Ketua dan sekretaris terpilih memimpin berjalannya sidang dengan baik. Dalam pemilihan bakal calon, terpilih 5 orang, yaitu:

NO. NAMA JUMLAH SUARA
1. Imron Muzakky, M.Psi., Psikolog 20
2. Rudi Tri P, M.Psi., Psikolog 5
3. Inneke Yuliana, M.Psi., Psikolog 3
4. Tatik Imadatus S., M.Psi., Psikolog 2
5. Syafrudin Faisal T, M.Psi., Psikolog 1

Dari bakal calon yang terpilih hanya 1 yang memenuhi syarat dan bersedia dicalonkan menjadi ketua, yaitu bapak Imron. Namun, beliau juga memiliki syarat sebelum menyatakan kesediaannya, yaitu seluruh peserta bersedia bergabung, aktif, dan turut berpartisipasi dalam HIMPSI cabang Kediri Raya. Syarat tersebut langsung disetujui dan dijawab serentak oleh peserta sidang, dianjutkan dengan penandatanganan kesediaan menjadi calon ketua HIMPSI cabang Kediri Raya oleh bapak Imron.

Karena calon ketua hanya 1 orang, maka bapak Imron Muzakky, M.Psi., Psikolog terpilih menjadi ketua HIMPSI cabang Kediri Raya secara aklamasi. Dalam sambutan beliau, visi dan misi HIMPSI cabang Kediri Raya akan menyesuaikan dengan visi dan misi HIMPSI wilayah Jawa Timur yang akan disesuaikan dengan skala cabang dan melihat siklus daerah. Utamanya, sebagai organisasi yang baru berdiri akan berusaha meningkatkan konektifitas, menyelesaikan masalah-masalah psikologis di daerah, dan tentunya secara continew.

Setelah sambutan ketua terpilih, tidak luput juga ada sambutan dan pengarahan dari majlis dan ketua HIMPSI wilayah Jawa Timur. Ketua majlis HIMPSI wilayah Jawa Timur, bapak Zainal  mengingatkan bahwa kode etik psikologi harus di jaga dan diamalkan. Jangan sampai terlena, misalkan dengan bangga menjadi profesi psikologi akhirnya kurang dalam berhati-hati. Yang sering terjadi, dengan sengaja atau tidak profesi psikologi membawa alat tes atau hasil tes, baik hasil dari klien maupun praktikum kemana-mana. Mereka itu rahasia, maka harus ditaruh di tempat yang semestinya tanpa proses memindah-mindahkan atau membawa kemana-mana yang tidak perlu.

Ketua HIMPSI wilayah Jawa Timur, bapak Ilham memberikan banyak informasi tentang perkembangan organisasi profesi. Termasuk perkembangan sekarang, HIMPSI pusat sedang menyusun RUU profesi psikologi untuk mengatur dan melindungi profesional psikologi yang merupakan salah satu dari 12 tenaga kesehatan di Indonesia. HIMPSI pusat juga sedang menyusun perubahan AD/ ART HIMPSI yang termasuk didalamnya mengatur afisiliasi psikologi kaitannya dengan kementerian dan lembaga lainnya. Misalnya, psikologi klinis dengan kementerian kesehatan, PIO dengan kementerian ketenagakerjaan, psikologi pendidikan dengan kementerian pendidikan dan kebudayaan.

Tidak lupa bapak Ilham juga mengingatkan untuk susunan pengurus segera di bentuk dan maksimal 1 bulan kedepan SK kepengurusan HIMPSI cabang Kediri Raya harus sudah disahkan. Bertindak cepat, dalam acara MUSCAB kemarin langsung dilakukan musyawaroh tentang susunan kepengurusan dengan dipimpin langsung oleh ketua HIMPSI cabang Kediri Raya.

Susunan Pengurus
HIMPSI Cabang Kediri Raya
Periode 2018 – 2023

Penasehat : Dra. Jennie Chriswatie, Psikolog
Ketua : Imron Muzakki, M. Psi., Psikolog
Wakil Ketua : Rudi Tri Prasetyo, M. Psi., Psikolog
Sekretaris : Inneke Yuliana, M. Psi., Psikolog
Bendahara : Tatik Imadatus S., M. Psi., Psikolog

 

Koordinator Bidang
Bidang I Data dan Layanan Anggota Novi Wahyu, M. Si., Psikolog (IAIN Kediri)
Bidang II
Pendidikan Berkelanjutan dan Pelatihan Psikologi
Agus Purnomo, M. Psi., Psikolog (IAIN Kediri)
Bidang III
Sertifikasi dan Izin Psikologi
Ayu Imasria, M. Psi., Psikolog (IAIN Tulungagung)
Bidang IV
Pemantauan dan Evaluasi Pelayanan Jasa dan Praktek Psikologi
Kristika, M. Si., Psikolog (RSUD Gambiran)
Bidang V
Pengabdian Masyarakat dan Tanggung Jawab Sosial
Beti Malia Rahma Hidayati, M. Psi., Psikolog (IAIT Kediri)
Bidang VI
Humasy dan Promosi Psikologi
Nuril Bariroh, M. Psi., Psikolog
(Nganjuk)




Short Couse Desain Penelitian dan Klinik Proposal Penelitian

DSC

Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Institut Agama Islam (IAIT) Lirboyo Kediri menyelenggarakan Short Course Desain Penelitian dan Klinik Proposal Penelitian selama dua hari (26-27 April 2018) di gedung PPs. IAIT Kediri.

Pelaksanaan Short Course ini merupakan manifestasi  keinginan lama segenap pengurus P3M dan jajaran civitas akademica IAIT Kediri, karena melihat semangat dan potensi besar yang dimiliki para dosen dan sebagai upaya dalam peningkatan kualitas penelitian dan penulisan artikel untuk jurnal ataupun karya ilmiah lainnya. Short course ini diikuti oleh 25 peserta yang berasal dari dosen internal IAIT Kediri dan sekitarnya dengan berbagai konsentrasi keilmuan. Zaenal Arifin M.Pd.I, Ketua P3M menjelaskan bahwa 25 peserta short course merupakan peserta yang mampu melengkapi segala persyaratan untuk mengikuti short course terbatas ini, termasuk membawa proposal penelitian untuk di-review oleh pemateri.

Pada Short Course ini,  P3M  menghadirkan  Dr. Ahmad Zainul Hamdi. M.Ag, peneliti, penulis dan Dosen Universitas Islam Sunan Ampel (UINSA) Surabaya sebagai narasumber. Pemilihan narasumber tersebut didasarkan pada kemampuan dan pengalamannya  sebagai peneliti, penulis, dan reviewer baik dalam skala nasional maupun internasional. Pada setiap sesi materi short course, Mas Inung (panggilan akrab pemateri) selalu menegaskan bahwa, “seorang akademisi harus mempunyai cita-cita besar dalam pengembangan keilmuan.”

Pada kesempatan ini, Dr. A. Jauhar Fuad, M.Pd. menyampaikan bahwa “Pelatihan ini diselenggarakan bukan tanpa tujuan. Karena besarnya harapan dan keinginan lama segenap civitas akademica, kami berharap setelah kegiatan ini para alumni short course mempu bersaing dalam projek-projek penelitian baik berskala nasional ataupun internasional”.

Di akhir acara tersebut, P3M melakukan Rencana Tindak Lanjut (RTL) Short Course berupa pembentukan lingkar diskusi dosen ‘muda’ yang akan dilaksanakan setidaknya dua minggu sekali sebagai wadah bagi para dosen untuk terus belajar dan membangun iklim akademik berbasis penelitian.




Silaturrahim Psikolog Se-Karesidenan Kediri

WhatsApp Image 2018 05 07 at 11.17.04

Kamis, 26 April 2018 telah dilaksanakan kegiatan Pra-Muscab HIMPSI Kediri di IAIN Kediri, yang dihadiri oleh perwakilan psikolog se-Karesidenan Kediri. Perwakilan yang hadir adalah psikolog yang bekerja di berbagai instansi, seperti rumah sakit, perguruan tinggi, biro psikologi, terapis, dan lain sebagainya. Psikolog dari Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri juga turut hadir dalam kegiatan tersebut, diwakili oleh Ibu Beti Malia Rahma Hidayati, M.Psi., Psikolog. Beliau adalah dosen yang sekaligus juga sebagai Koord. Laboratorium dan Layanan Psikologi di IAIT Kediri.

HIMPSI merupakan organisasi profesi psikologi di Indonesia yang menjadi wadah berhimpunnya profesional psikologi (Sarjana Psikologi, Magister Psikologi, Doktor  Psikologi dan Psikolog). Saat ini ini kepengurusan HIMPSI selain di pusat, juga memiliki kepengurusan HIMPSI di wilayah dan organisasi ikatan minat/ asosiasi sebagai wadah untuk profesional yang memiliki minat dan praktik yang sama.

Acara tersebut diadakan sebagai langkah kongkrit dalam mewujudkan terbentuknya HIMPSI cabang Kediri, setelah beberapa langkah sebelumnya telah dilalui oleh psikolog se-Karesidenan Kediri dalam mengupayakan terbentuknya HIMPSI cabang Kediri. Komunikasi intens terus dilakukan, meskipun tidak berjumpa secara langsung karena kesibukan masing-masing, telah terbentuk Group WA sejak bulan September 2017 sebagai media komunikasi psikolog se-Karesidenan Kediri.

Pra Muscab yang dikemas dengan kegiatan silaturrahim psikolog se-Karesidenan Kediri dan persiapan musyawarah cabang 2018 ini dihadiri oleh Ibu Dra. Jennie Chriswatie, Psikolog selaku anggota Majlis HIMPSI Jawa Timur, pada periode sebelumnya beliau juga pernah menjabat sebagai ketua Majlis HIMPSI Jawa Timur. Pada forum silaturrahim kemaren, Ibu Jennie sempat memberikan sambutan dengan menekankan bahwa poin utama dalam pembentukan HIMPSI cabang baru adalah tidak lepas dari kode etik. Selama kita tetap berjalan sesuai dengan kode etik, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan bahwa yang kita lakukan adalah salah. Beliau juga secara langsung mendeklarasikan diri bersedia menjadi penasehat HIMPSI cabang Kediri. Hal tersebut langsung disambut tepuk tangan kebanggaan oleh seluruh peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Acara silaturrahim dimulai pukul 10.00 WIB yang dipandu oleh MC acara pembukaan yaitu Fatwa Puri Sayekti, M.Psi., Psikolog sekaligus dosen di IAIN Kediri. Acara dibuka langsung oleh rektor IAIN Kediri, yaitu Bapak Dr. Nur Chamid, MM. Masih dalam rangkaian pembukaan, peserta juga bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 Stanza dan mars HIMPSI secara khitmad.

Setelah sambutan panitia dan beberapa sambutan dari orang-orang yang berperan dalam terlaksananya kegiatan silaturrahim tersebut, forum dihandle oleh moderator acara, yaitu Ibu Novi sekaligus juga dosen di IAIN Kediri untuk memandu acara hearing dan diskusi terkait Muscab.

Pada season ini, pembicara hearing adalah Bapak Ilham Nur Alfian, M.Psi., Psikolog selaku ketua HIMPSI Jawa Timur dan Ibu Jenni. Pada kesempatan tersebut, Bapak Ilham memberikan beberapa wawasan tentang pendirian HIMPSI cabang baru, yang ternyata memang belum ada AD/ART yang mengatur tentang hal tersebut. Namun, pendirian HIMPSI cabang baru memang tidak bisa dihindari lagi. Kebutuhan untuk membuka cabang sudah sangat dirasakan bersama, sebab semakin berkembangnya keilmuan psikologi dan semakin bertambah banyaknya lulusan psikologi dan psikolog, serta lokasi yang cukup luas, membuat hal tersebut harus segera ditindaklanjuti. Sebelumnya, HIMPSI Jawa Timur telah meresmikan pembentukan HIMPSI cabang pertama di Malang dan cabang kedua di Jember, disusul dengan cabang ke tiga di Bangkalan. Sekarang, HIMPSI wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat juga sudah mulai membuka cabang.

Data yang disapaikan oleh ketua HIMPSI Wilayah Jawa Timur, bahwa tiga terbesar anggota HIMPSI adalah DIY diurutan pertama, Bandung/ Jawa Barat diurutan kedua, dan Jawa Timur diurutan ke tiga. Nampaknya, psikolog dari Jawa Timur sangat antusias dalam pengembangan diri dan organisasi, sehingga dengan segera terbentuklah HIMPSI cabang diberbagai daerah di wilayah Jawa Timur. Dengan nada bercanda, Bapak Ilham sempat mengutarakan pendapatnya bahwa sebenarnya psikolog di DIY dan Jawa Barat adalah orang-orang yang berasal dari Jawa Timur yang kebetulan menempuh pendidikan dan profesi psikologi di DIY dan Jawa Barat, sehingga setelah mereka lulus, mereka kembali lagi ke Jawa Timur.

Sebentar lagi, HIMPSI pusat akan punya “gawe”, yaitu kongres HIMPSI Pusat XIII yang akan dilaksanakan di Bandung pada tanggal 6,7,8 September 2018. Dalam kegiatan tersebut juga akan disisipkan workshop, temu ilmiah nasional, dan call for papers oleh ilmuan dan praktisi psikologi. Peluang banyak tahu tentang perkembangan psikologi ada di sana. Diharapkan, saat pelaksanaan kongres tersebut HIMPSI cabang Kediri sudah terbentuk dan bisa ikut andil di dalam forum tersebut.

Sekilas informasi tentang kinerja HIMPSI Cabang Jawa Timur yang sudah dilakukan adalah melakukan perpanjangan SIPP yang sudah tidak lagi terpusat di Surabaya sebagai kantor HIMPSI Jawa Timur, tetapi sudah bisa dilakukan di cabang, seperti yang telah dilakukan oleh cabang Malang, bahkan sudah pernah dilakukan 2x, dan rencananya minggu ini akan diadakan perpanjangan SIPP di cabang Jember. Sementara ini sudah ada 12 orang peserta untuk perpanjangan SIPP di Jember. Jika nanti cabang Kediri telah terbentuk, maka ketika ada kegiatan perpanjangan SIPP tidak lagi harus ke Surabaya, tapi bisa dilakukan di Kediri dengan reviwer yang datang ke Kediri.

Tuntutan profesional sekarang juga terus meningkat, seorang praktik psikologi selain harus memiliki SIPP, SSP, juga harus punya STR/ sertifikat setara. Untuk melindungi kinerja profesional, sekarang sedang dikembnagkan rancangan RUU profesi Psikologi. Nantinya, yang bisa tergabung dalam keanggotaan HIMPSI cabang Kediri tidak harus bergelar psikolog, tapi juga ilmuan, dan alumni psikologi.

Yang perlu diperhatikan, semua anggota harus terdaftar pada SIK (Sistem Informasi Keanggotaan) jika ingin punya hak suara di Muscab. Untuk tamu atau peserta umum boleh juga menyaksikan jalannya kegiatan Muscab, namun tidak memiliki hak suara. Dalam struktur kepengurusan cabang HIMPSI, ketua tidak harus seorang psikolog. Boleh dari ilmuan atau yang lain.

Ketua HIMPSI Jawa Timur menghimbau untuk memastikan tanggal Muscab paling tidak 2 (dua) minggu sebelumnya agar panitia bisa diresmikan dan lancar dalam pengkondisian peserta yang hadir. Selain tentang kepastian tanggal, disinggung juga tentang rangkaian kegiatan yang seyokyanya kegiatan Muscab diawali dengan pelatihan/ seminar/ workshop baru dilanjutkan dengan kegiatan pembentukan pengurus HIMPSI cabang Kediri. Sebelum kegiatan silaturrahim ditutup, pelaksanaan Muscab telah dipastikan, yaitu akan dilaksanakan pada tanggal 15 Mei 2018, dengan undangan anggota HIMPSI dari Kediri, Nganjuk, Blitar, dan Tulungagung. Surat ijin untuk anggota HIMPSI akan dikeluarkan lagsung oleh HIMPSI Jatim.

Kegiatan Silaturrahim Psikolog se-Karesidenan Kediri dan Persiapan Musyawaroh Cabang (Muscab) 2018, diakhiri pada pukul 12.00 WIB dengan acara ramah tamah sebagai tanda penutupan acara.




Forum Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Kopertais IV Surabaya

IMG 20180420 WA0024

Perkumpulan dalam Forum Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah dengan istilah Forum PGMI (FORMI) dilaksanakan di Unsuri pada tanggal 20-21 April 2018. Forum ini dihadiri oleh Kaprodi dan Sekprodi PGMI seluruh kampus dibawah naungan Kopertais Wilayah IV Surabaya.

Institut Agama Islam Tribakti Kediri juga ikut berpartisipasi dalam Forum ini yang diwakili Drs. Mifathuddin, M.Pd.I Kaprodi PGMI dan Marita Lailia Rahman Sekprodi PGMI. Workshop tentang Revolusi Industri 4.0 dan Inovasi Pembelajaran serta KKNI juga dibahas dalam forum ini. Menurut yang diberitakan, pada tahun 2020 pemberlakuan revolusi industri 4.0 atau yang bisa disebut dengan revolusi dunia keempat akan mulai diberlakukan di Negara ASEAN. Perkembangan teknologi dan era digitalisasi tersebut juga akan diterapkan dalam segala bidang termasuk pendidikan.

Lembaga Perguruan Tinggi juga harus mulai mempersiapkan diri untuk menyongsong hal tersebut. Hal itu dapat dimulai dari inovasi kurikulum, inovasi pembelajaran, pengadaan sarana dan prasarana yang menunjang mahasiswa dalam era digitalisasi tersebut. Para dosen juga harus mempersiapkan diri dengan inovasi pembelajaran dengan penggunaan kemajuan teknologi internet di masa sekarang. Penggunaan metode dan media pembelajaran berbasis digital mulai harus dipersiapkan dari sekarang.

Dalam forum PGMI tersebut juga disampaikan bahwa pemberlakuan KKNI di wilayah Perguruan Tinggi harus segera dilaksanakan dan diterapkan sebelum tahun 2020 untuk mencapai tantangan dalam dunia pendidikan di masa mendatang. Lembaga Perguruan Tinggi harus memiliki visi dan misi yang jelas, bahwa akan dicetak  seperti apa mahasiswanya di masa mendatang. Mahasiswa yang siap dan mampu bersaing dalam tantangan globalisasi di masa yang akan datang.




Kunjungan Ilmiah Dan Praktek Ru’yatul Hilal

IMG 20180422 WA0061 300x200

Sebuah agenda yang bersifat Wisata Religi berupa praktek Intesif Falakiyah Ru’yatul Hilal dan Kunjungan Ilmiah (KUIL). Sebagai upaya peningkatan mutu Intelektual Mahasiswa, khususnya mahasiswa Fakultas Syari’ah.

Falakiyah telah merentas ruang dan waktu sampai Nusantara seiring dengan penyebaran Islam. sasaran dari kunjungan Ilmiah dan praktek Intensif falakiyah Ru’yatul Hilal ini, yaitu mahasiswa fakultas sya’riah jurusan Akhwalul Syaksiah.

Kunjungan pertama selasa, 17 April 2018 pukul 08.00 yaitu Wisata Religi ziaroh kepada Masyaikh Lirboyo. Setelah itu langsung ke daerah Ngampel Kediri ziaroh kepada Rektor IAIT Kediri yang ke 2 (K.H. Imam Yahya Mahrus). Dilanjutkan ziaroh kepada sunan Dradjat Lamongan, diakhiri dengan photo bersama.

Kunjungan kedua, dilanjutkan menuju Wisata Bahari Lamongan (WBL). Sebelum memulai praktek Intensif Falakiyah Ru’yatul Hilal para peserta disuguhkan berbagai wahana yang sangat menakjubkan. Ketika waktu mulai memasuki pukul 17.28 matahari mulai terbenam oleh langit senja. Saat itulah yang dinanti-nanti untuk melakukan praktek Intensif Ru’yatul Hilal.

Pada kesempatan itu, ketika melaksanakan praktek intensif Ru’yatul Hilal Fakultas Syari’ah IAIT Kediri bergabung dengan Pondok Pesantren MMH Darul Huda Mayak Ponorogo. Pada saat itu, keadaan sekitar Pantai Tanjung Kodok yang biasa digunakan untuk melakukan praktek Intensif Falakiyah Ru’yatul Hilal sangatlah ramai.

Alhamdulillah Ru’yatul Hilal pada tanggal 1 Sya’ban 1439 tepatnya pada tanggal 17 April 2018 Hilal sempat terlihat disekitar langit yang biru. Namun, tidak lama kemudian awan mendung mulai menutupi jarak pandang untuk melihat hilal. Sehingga praktek intensif Falakiyah Ru’yatul Hilal disudahi sebab hari sudah menjelang malam.

Selanjutnya, semua peserta bergegas pulang. Ziaroh menuju Tambak Beras Jombang ke makam pendiri NU. Sebagai Pamungkas dari kunjungan Ilmiah dan Praktek Intensif Falakiyah Ru’yatul Hilal para peserta Ziaroh ke makam Guru Bangsa KH. Abdurrahman Wahid. Para peserta sampai dikampus pada pukul 03.00 WIB.

Sumber: http://coronglp2m.iai-tribakti.ac.id