Psikologi Islam IAI-Tribakti bekerjasama dengan LP Ma’arif NU Kota Kediri menyelengarakan Lomba dan Seminar

DSC

Program Studi Psikologi Islam Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Tribakti Kediri bekerjasama dengan LP Ma’arif NU Kota Kediri menyelengarakan acara lomba mewarnai anak usia TK dan seminar Psikologi dengan tema Deteksi Dini Anak Berkebutuhan Khusus serta Penanganannya pada hari 24-25 Maret 2018.

Lomba mewarnai merupakan bagian dari pra acara seminar, kegiatan ini diselenggarakan pada hari Sabtu, 24 Maret 2018 diikuti sebanyak 25 anak dari perwakilan TK se-Kota dan Kab Kediri serta Nganjuk termasuk TK/PAUD dibawah naungan Muslimat NU. Pada saat lomba mewarnai berlangsung, orang tua dan guru yang mendampingi disediakan layanan konsultasi secara gratis dengan team P3LP yang ada di IAI-Tribakti Kediri.

Pusat Pengembangan Penelitian dan Layanan Psikologi atau P3LP sendiri didirikan sebagai pusat penelitian dan layanan psikologi membuka paket pelatihan psikologi, paket terapi dan konseling, paket psikotes, paket penyuluhan yang ditangani oleh tenaga professional bagi lembaga atau institusi atau perorangan yang membutuhkan layanan psikologi.

Pada hari berikutnya Ahad, 25 Maret 2018 seminar psikologi diselenggarakan di AULA KH. Mahrus Aly dan peserta yang hadir memenuhi ruang AULA sekitar 200 orang berasal dari mahasiswa, guru PAUD kota dan Kabupaten Kediri dan serta para orang tua siswa. Dekan Fakultas Dakwah Drs. Bustomi Mustofa, M.Pd.I menyambut dan membuka acara seminar, juga Ketua LP Ma’arif Kota Kediri Dr. Hamam, M.Pd turut hadir dan memberi sambutan pada acara seremoni pembukaan.

Nasumber yang dihadirkan Bapak Baskoro  S.Psi, M.Pd.I (Pembina Yayasan Psikologi Surabaya) dan Uswatun Hasanah M.Psi (Dosen dan Psikolog IAIT Kediri). Tema yang diangkat Deteksi Dini Anak Berkebutuhan Khusus serta penanganannya dengan maksud menyikapi berbagai permasalahan maupun gangguan psikologis yang sering muncul di lingkungan sekitar anak, terutama hal-hal yang dapat menghambat perkembangan pada anak. Ujar Ketua Prodi Psikologi Wahyu Utami.

Pemateri pertama memaparkan seputar Intelegensi, ASESMEN/ Deteksi Dini, mengukur area kecerdasan, dan pembentuk Intelegensi (HATE). Sedangkan pemateri kedua, menjelaskan anak usia dini yang berkebutuhan khusus, dan proses tumbuh kembang anak yang dimulai dari proses kehamilan sampai pertumbuhan. Selanjutnya, seminar diakhiri dengan sesi tanya jawab dan ditutup dengan penampilan hiburan gambus.




Ngaji HAM Dan Hukum Islam Untuk Mengukur Isu-isu Agama

IMG 20180318

Kegiatan mahasiswa di kampus Tribakti seperti tidak ada habisnya. Setelah hari sabtu BEM-I dan panitia opak sukses lomba futsal dan  pentas seni. Sekarang, pengurus BEM-FS juga sukses menggelar seminar prodi akhwal syakhsiyah.

Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Syari’ah BEM-FS IAIT Kediri setelah sukses pada semester ganjil melaksanakan seminar untuk prodi  perbankan syari’ah. Kali ini pun BEM-FS sukses menggelar seminar untuk prodi Akhwal syakhsiyah. Minggu 18/03/18. di Aula KH. Mahrus Aly.

“Ngaji HAM Dan Hukum Islam Untuk Mengukur Isu-isu Agama”, adalah tema yang diusung panitia dalam seminar hari ini. Ketua pelaksana seminar, Muhammad Nizar, menuturkan sedikit alasan mengenai tema yang diangkat. “Karena kita sering sekali menyalahgunakan arti HAM atau salah menempatkan HAM bukan pada konteksnya. Oleh karena itu, diadakannya seminar HAM dan Hukum islam guna memperbaiki dan mendapatkan pemahaman yang seutuhnya”. Tuturnya.

Panitia mendatangkan dua pemateri sekaligus untuk mencapai tujuannya. Yang pertama, Bapak Ahmad Khoirul Mustamir, S.Pd.I, S.H. (ketua LBH Ansor kota Kediri dan penggerak Gusdurian Surabaya), yang kedua. Bapak Muhammad Khudlori, M.Th.I, (pimpinan redaksi majalah “buletin al-fitroh” Surabaya).

Pemateri pertama, mempresentasikan mengenai Deklarasi Universal Hak Asasi manusia (DUHAM), HAK Sipil Dan Politik (SIPOL), HAK Ekonomi, Sosial Dan Budaya (EKOSOSBUD) juga tentang pembahasan HAM.

Pemateri kedua, mempresentasikan mengenai Hukum Islam atau HAM perspektif Islam dengan maqosid as-syariah juga berbagai pandangan jumhur ulama mengenai kesetaraan. Peserta seminar memenuhi kursi yang yang telah disediakan panitia di Aula KH. Mahrus Aly.

Menurut sebagian peserta “seminar tentang HAM dan Hukum Islam ini kurang menekan di pembahasan HAM. Akan tetapi, pemateri lebih banyak berputar dalam pembahasan maqosid as-syariah dalam Islam saja”. Ungkapnya. Selanjutnya, seminar ditutup dengan sesi tanya jawab dan penyerahan sertifikat.

Sumber: lp2m.iai-tribakti.ac.id




Menjaga Tradisi Intelektual Melalui Pelatihan Sosiologi

WhatsApp Image 2018 03 13 at 07.42.03

Komitmen mengabdi kepada ilmu adalah kewajiban bagi setiap akademisi, termasuk menjaga tradisi pelatihan yang mempunyai fokus di ranah keilmuan agar kaderisasi dibidang intelektual mahasiswa bisa tetap terjaga.

Seperti halnya  dengan apa yg  telah dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Institut ( BEM-I)  IAIT Kediri.  Kegiatan yang mengambil tema “Memotret Dinamika Sosiologi Dari Klasik Hingga Modern” mewujud dalam bentuk Pelatihan Sosiologi  yang dilaksanakan pada 08-11 Maret  2018 di gedung DPC PKB Kab. Kediri.

Menarik Untuk dicermati, bahwa Pelatihan Sosiologi ini mengkaji secara spesifik dan mendalam tentang teori-teori besar yang melatar belakangi lahirnya kazanah ilmu sosiologi yg terus berkembang dari zaman ke zaman.  seperti halnya teori sosiologi auguste comte, ada juga emile dhurheim, max weber, karl mark dan tak lupa Herbert  Spencer.

Pelatihan sosiologi  ini diisi oleh  Directure Institute Javanese research, beliau Bapak Akhol Firdaus, M.Pd. dari tulungagung ,yang secara khusus meluangkan waktunya selama 3×24 jam untuk berbagi ilmu bersama sahabat-sahabati yang  terpilih untuk mengikuti kegiatan pelatihan sosiologi ini.

Sudah menjadi komitmen dan spirit yang dipegang teguh oleh pihak penyelenggara, bahwa kegiatan pelatihan sosiologi ini hanya akan diikuti oleh 35 mahasiswa terpilih dan mempunyai spirit untuk istiqomah bergelut dibidang nalar dan intelektual. Tidak main-main, seleksi yang dijalankan sangat begitu ketat dan menguras tenaga baik dari peserta maupun panitia. Dari administrasi persyaratan, Tulisan Artikel, hingga output pasca pelatihan semua begitu termanajemen dengan baik,  sehingga  tak heran kegiatan ini hanya meloloskan 21 peserta se jawa timur yang memang layak mengikuti pelatihan.

Diharapkan  21 peserta  yang sudah mengikuti pelatihan ini,  mempunyai nalar sebagai seorang petarung untuk menjaga spirit ilmu sebagai sarana pembebasan masyarakat dari ketertindasan dan menjadi  kesatria dijagad intelektual dimasa yang akan datang. (PresBEMIAIT)




Mahasiswa IAI Tribakti Lirboyo Perdalam Wawasan tentang ASEAN

KSA Tribakti Kediri

Jakarta, Indonesia: Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN menerima kunjungan studi dari 120 mahasiswa Program Pascasarjana Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Lirboyo Kediri, di Jakarta, Senin (12/3/2018). IAI Tribakti Lirboyo melakukan kunjungan ini untuk memperdalam pengetahuan mengenai perkembangan kerja sama ASEAN saat ini.

Untuk memenuhi tujuan tersebut, Sekretariat Ditjen Kerja Sama ASEAN memberikan materi paparan bertema “Perkembangan Kerja Sama ASEAN”.

Sekretaris Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN, Ashariyadi, menyambut baik pelaksanaan kunjungan tersebut karena sejalan dengan program peningkatan awareness tentang ASEAN. Ashariyadi juga menyampaikan bahwa di Kediri sudah terbentuk Pusat Studi ASEAN (PSA), yaitu di Universitas Kadiri. Ia berharap IAI Tribakti Lirboyo Kediri juga dapat melakukan kajian-kajian mengenai ASEAN dan menyelenggarakan kegiatan ilmiah serta aktivitas yang melibatkan publik, sesuai dengan visi pembentukan PSA di seluruh Indonesia.

Dalam paparannya, Ashariyadi menjelaskan isu-isu yang menjadi perhatian di ASEAN, termasuk capaian dan tantangan yang dihadapi oleh negara-negara anggota ASEAN, Mutual Recognition Arrangement (MRA), penguatan Setnas ASEAN – Indonesia,  peran PSA, dan perusahaan-perusahaan Indonesia yang sudah memasuki pasar ASEAN.

Sementara itu, Direktur Program Pascasarjana IAI Tribakti Lirboyo Kediri, Dr. Suko Susilo, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN. Ia juga mengajak para mahasiswa untuk memanfaatkan kunjungan guna pengembangan kapasitas diri dan mendapatkan pengetahuan yang seluas-luasnya mengenai ASEAN.

Pada sesi tanya jawab, para mahasiswa/i menyampaikan pertanyaan-pertanyaan yang pada umumnya terkait penyelesaian konflik dalam masyarakat ASEAN, kerja sama pendidikan, gagasan memasukkan budaya muslim ke dalam masyarakat ASEAN, pertumbuhan ekonomi dan isu Laut China Selatan.

Setelah melakukan kegiatan di Ruang Nusantara, para mahasiswa melanjutkan kunjungan ke Gedung Pancasila guna mendapatkan informasi mengenai sejarah kelahiran Pancasila. Acara di Gedung Pancasila dipandu oleh staf dari Direktorat Diplomasi Publik, Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik. (Sumber: Sesditjen Kerja Sama ASEAN/Infomed/Kemlu)​

Sumber: kemlu.go.id




FORKOMNAS KPI Wilayah 1 JATIM-NTB Dalam Agenda Muskerwil Yang Ke 5 Di Universitas Nurul Jadid Probolinggo

Kediri – Setelah dilaksanakannya muswil (Musyawarah Wilayah) di kampus IAIN Jember, yang menjadi batas akhir kepemimpinan saudara Izzat Abdi (Universitas Nurul Jadid Probolinggo) sebagai Korwil forkomnas KPI Wilayah 1 Jatim-NTB dan seluruh jajaran kepengurusan periode 2017-2018,  telah disepakati hasil muswil untuk ketua selanjutya adalah sahabat ROFIQ dari Inkafa Gresik periode 2018-2019.

Tepatnya tanggal 7-9 Maret 2018, Pengurus Baru Forkomnas KPI Wilayah 1 Jatim-NTB periode 2018-2019 mengadakan agenda Muskerwil (Musyawarah Kerja Wilayah) yang ke-5 di kampus Universitas Nurul Jadid Probolinggo. Dengan terselenggaranya agenda ini, telah terlantik kepengurusan baru forkomnas KPI wilayah 1 Jatim-NTB.

Delegasi dari kampus Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri yakni saudara Moh. Fikri Abdillah KPI semester 6 menjadi salah satu kepengurusan dalam devisi DPW (Dewan Perwakilan Wilayah). Kepengurusan baru periode 2018-2019, dari kepengurusan pusat maupun wilayah telah menyepakati untuk melakukan pembaruan dari nol terkait kinerja pengurus untuk kemajuan forkomnas KPI se-Nusantara.