Hadiri Forkompimda Bersama Gubernur Jawa Timur BEM IAI-Tribakti Siap jalin Integritas Menuju Jawa Timur Damai

WhatsApp Image 2018 02 28 at 11.12.21(1)

Badan Eksekutif Mahasiswa Institut  ( BEM-I) IAIT Kediri Hadiri FORKOMPIMDA Bersama gubernur jawa timur  dan pres BEM sejawa timur rabu (21/02/2018) di markas besar kapolda jawa timur.

Kegiatan ini bertajuk cangkrukan santai untuk membahas perlunya terjalin  integritas dari seluruh mahasiswa se jawatimur untuk  menjaga kekondusifan dan keamanan menjelang agenda pilkada serentak. Kegiatan semacam ini patut kita apresiasi . karena sudah menjadi  kewajiban bagi mahasiswa untuk menjaga kondusifitas politik di masyarakat, mahasiswa merupakan  agen perubahan tutur fikri selaku presma IAIT kediri

Pertemuan ini  mengambil tema menciptakan situasi kondusif, partisipasi aktif dan demokratis gunamenyukseskan pilkada serentak Tahun 2018 guyub rukun di Jawa Timur. pertemuan ni dihadiri oleh bapak Karwo Selaku Gubernur Jawa Timur.

Pakde Karwo-sapaan lekat Gubernur Jatim mengatakan pendekatan partisipatoris dengan melibatkan masyarakat, termasuk didalamnya mengajak mahasiswa dalam pengambilan keputusan. Dicontohkan, pada saat penyusunan kebijakan, Pemprov Jatim selalu mengajak dialog dengan semua elemen yang berkepentingan serta membuka ruang publik (public sphere) guna membangun nilai keadilan. Dampaknya adalah terjaganya stabillitas, aman dan nyaman di Jatim.

Sementara itu, Kapolda Jatim Irjen Pol Drs.Machfud Arifin, S.H. menegaskan pentingnya melakukan komunikasi dengan para mahasiswa termasuk dalam pelaksanaan pilkada serentak tahun 2018. “Untuk itu, mahasiswa bisa menyampaikan gagasannya untuk ditanggapi oleh Pak Gubernur, Pangdam, dan saya,” pesannya.

Acara ini selanjutnya di isi dengan kegiatan diskusi dan saling pertukar konsep dengan seluruh pres se BEM JATIM   agar pilkada serentak bisa berjalan aman menuju jawa timur damai. (BEM-I)




Stadium General IAIT Kediri

IMG 20180222 WA0051

Bertepatan dengan hari Ahad 11 Februari 2018 IAIT Kediri mengadakan kegiatan Stadium General. Acara ini dibuka oleh KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus. Peserta dalam kegiatan tersebut berjumlah 226 mahasiswa dari prodi PAI dan PGMI. Dengan mengabil tempat di Aula Timur.

Narasumber dalam acara tersebut Dr. A. Jauhar Fuad, M.Pd., H. Ali Imron, S.Ag.,M.Fil.I dan Drs. H. Muslimin, M.Pd.I. Kegiatan tersebut bertujuan untuk penguatan, sisi akademik, kefakultasan kegiatan kemahasiswaan. Kegiatan tersebut bertujuan agar mahasiswa memiliki target dalam penyelesaian kuliah strata satu.

Dalam kesempatan itu H. Ali Imron, M.Fil.I menyampaikan bahwa mahasiswa IAIT Kediri memiliki identitas yaitu: akhlakul karimah, menjunjung tinggi akidah ahli sunnah wal jamaah an nahdiya. Mahasiswa IAIT Kediri adalah bagian dari keluarga besar Pondok Pesantren Lirboyo. Maka prilakunya harus mencerminkan seorang santri, yang tawadu dan wira’i.

Drs. H. Muslimin, M.Pd.I menyampaikan mahasiswa disamping belajar juga dituntut menjalin hubungan dekat dengan para ulama. Dengan dekat dengan para ulama ilmu yang didapat akan barokah dan manfaat.

Dr. A. Jauhar Fuad, M.Pd. menyapaikan proses studi S1 ditempuh dengan menjalankan Caturdharma, yaitu: pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan kegiatan penunjang. Empat unsur itu wajib ditempuh oleh mahasiswa sekurang-kurangnya selama 4 tahun atau 8 semester. Setelah semuanya terpenuhi mahasiswa berhak memperoleh gelar kesarjanaan.

Ada kebijakan baru pada tahun ini dan tahun-tahun yang akan datang, bahwa ujian komprehensif sebagai persyaratan untuk mengikuti ujian skripsi. Jika ada mahasiswa tidak lulus ujian komprehensif maka yang bersangkutan belum diperbolehkan mengikuti ujian skripsi.

Kebijakan ini diterapkan dalam rangka meningkatkan mutu dan kualitas lulusan. Setidaknya IAIT Kediri dapat melihat peluang dan tantangan dimasa yang akan data. Tuntutan sarjana kedepan lebih berat dan kompleks maka dari itu standar kelulusan mahasiswa perlu ditingkatkan.




Peningkatan Kapasitas Dosen Bidang Penelitian berbasis Riset FKDP Menyelenggarakan Workshop

Workshop

Forum Komunikasi Dosen Peneliti (FKDP) Kopertais Wilayah IV bekerjasama dengan Universitas Yudharta Pasuruan menyelenggarakan “Pelatihan Pengabdian Masyarakat Berbasis Riset (Metodologi PAR, ABCD, CBR, dan Service Learning)” selama dua hari, 29-30 Januari 2018 di Hotel Permata Biru Prigen Pasuruan. Sebanyak 115 Dosen dari 44 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKIS) ikut ambil bagian dalam kegiatan ini termasuk IAI-Tribakti Kediri 4 delegasi yaitu Badrus, M Arif Khoiruddin, Edi Nurhidin dan Uswatun Hasanah.

Turut hadir dalam kegiatan Dr. H. Saifulah, MHI selaku Rektor UYP, Muhammad Nuril Huda, M.Pd Sekretaris Kopertais Wilayah IV, Dr. Abdul Muhid, M.Pd selaku Narasumber, dan Dr. Muchsinin Ketua FKDP. Pelatihan dibuka oleh Muhammad Nuril Huda, M.Pd Sekretaris Kopertais Wilayah IV. Menurut Nuril, Pelatihan digelar untuk meningkatkan kapasitas kemampuan Dosen dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Perguruan Tinggi Keagamaan Islam harus mampu bersinergi dengan masyarakat sebagaimana amanah Tri Dharma perguruan tinggi. “Perguruan Tinggi sebagai bagian dari sistem sosial, perlu bersinergi dengan masyarakat” ungkapnya.

Ia membeberkan lima target prioritas Road Map Kopertais Wilayah IV 2014-2018. Diantaranya, penguatan Lembaga Penjaminan Mutu pada tahun 2014, penguatan sistem pangkalan data pada tahun 2015, penguatan kurikulum KKNI pada tahun 2016, penguatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat pada tahun 2017, dan penguatan Tri Dharma Program Studi,” ujarnya.

Oleh karena itu melalui pelatihan ini, Kopertais Wilalayah IV berharap dapat mendorong kepada seluruh Dosen PTKIS agar terus meningkatkan kualitas pengabdian, sehingga dapat mewujudkan sinergitas antara Perguruan Tinggi dengan masyarakat. Pengabdian yang dilakukan harus dilandasi oleh latar belakang persoalan yang terjadi di masyarakat dan menawarkan solusi yang berkelanjutan. “Pengabdian yang ditawarkan juga harus sesuai dengan kebutuhan lokal dan melibatkan masyarakat dalam mewujudkan solusinya, sehingga hasilnya dapat maksimal,” ungkapnya.

Sementara itu Dr. Mucsinin, M.Pd selaku Ketua FKDP menambahkan, setiap perguruan tinggi diharapkan dapat mempublikasikan karya tulis pengabdian dalam jurnal ilmiah pengabdian nasional maupun internasional. Lebih dari itu, perguruan tinggi dapat menunjukkan produk-produk unggulan hasil dampingan bersama masyarakat sebagi wujud hasil karya nyata.

Sumber: FKDP




Re-Branding dan Penguatan Kelembagaan PTNU Jawa Timur

WhatsApp Image 2018 01 26 at 15.13.50

Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Jawa Timur mengadakan Seminar, workshop & Rakerwil LPTNU Jawa Timur di Green Hill Resort dan jalan Rambatan no. 99 Jember Jawa Timur pada hari Jum’at s.d Ahad, tanggal 19-21 Januari 2018.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh pimpinan perguruan tinggi dan sekitar 250 peserta yang mewakili 120 pergururuan tinggi, baik Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Sedangkan pimpinan dari IAI-Tribakti kediri diwakili oleh Dekan Fakultas Syari’ah Ahmad Badi, M.Pd.I

Hadir juga pimpinan dan dosen dari STIT Jembrana dan STAI Denpasar Bali. Kegiatan ini merupakan salah satu Program LPTNU Jawa Timur dengan tema “Pengembangan Kapasitas Kelembagaan Jawa Timur” yang bertujuan untuk mempersiapkan perguruan tinggi di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) agar mampu berdaya saing dan kompetitif dengan perguruan tinggi lainnya. Ada beberapa agenda dalam kegiatan tersebut, yaitu Seminar, Workshop dan Rakerwil LPTNU Jawa Timur.

Dalam pembukaan acara, setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan Mars Syubhanul Wathan karya KH. Wahab Chasbullah. Ada beberapa sambutan, yaitu dari panitia sekaligus Ketua LPTNU Jawa Timur, Prof. Dr. H. Babun Suharto, SE.,MM. Dilanjutkan sambutan dari Pengurus Pusat LPTNU dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur. Prof. Babun menyatakan bahwa kegiatan ini untuk menjalin komunikasi dan kemitran antar PTNU di Jawa Timur dan Bali, selain itu harapan besar agar seluruh program studi di lingkungan PTNU terakreditasi minimal B. Apresiasi yang bagus juga disampaikan pengurus pusat LPTNU dengan kegiatan tersebut. kegiatan seperti ini bisa ditiru oleh LPTNU wilayah lain agar komunikasi, jaringan antar PTNU semakin baik dan kuat.

Acara dibuka oleh Pengurus Wilayah Nadlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur yang diwakili oleh. Dr. KH. Fahrurrozie, SE.,M.Si. yang menyatakan pentingnya acara ini untuk menjalin silaturrahim dan memperkuat kelembagaan dan sumber daya manusia perguruan tinggi di lingkungan LPTNU jawa Timur.
Acara seminar mengangkat tema Re-Branding Perguruan Tinggi dengan pembicara 9 rektor atau pimpinan perguruan tinggi negeri, seperti UINSA, UNAIR, UNESA, ITS, UTM, UNEJ, UNUSA, IAIN Jember, dan IAIN Ponorogo.

Para pemateri memaparkan strategi pengembangan perguruan tinggi agar bisa kompetitif dan berdaya saing, baik secara kualitas maupun kuantitas. Adapun kegiatan workshop mengetengahkan penguatan akademik dalam menyikapi Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online (SAPTO) dan simulasi borang akreditasi peguruan tinggi (AIPT), fakultas dan program studi.

Fasilitator Kegiatan workshop ini adalah para Asesor dilingkungan LPTNU Jawa Timur. Sedangkan Rapat Kerja Wilayah LPTNU Jawa Timur, yang masa khidmah sampai bulan Oktober, membagi dua (2) bidang, yaitu Bidang Kelembagaan dan Bidang Sumber Daya Manusia (SDM). Ada beberapa program yang disepakati forum, seperti pelatihan AMI (Audit Mutu Internal), advokasi perguruan tinggi di lingkungan LPTNU Jawa Timur dan lain sebagainya, serta beberapa rekomendasi seperti membentuk Asosiasi Asesor LPTNU Jawa Timur, dan lain sebagainya. (ab)




Workshop Penyusunan Capaian Pembelajaran (CP) dan Rancangan Pembelajaran Semester (RPS)

DSC

Institut Agama Islam Tribakti Lirboyo Kediri menggelar Workshop Penyusunan Capaian Pembelajaran (CP) dan Rancangan Pembelajaran Semester (RPS) Berbasis KKNI pada Minggu 07/01/2018 bertempat di Aula Tribakti diikuti sebanyak 34 dosen tetap Program Studi.

Narasumber yang dihadirkan Dr. Abdul Muhid, M.Si selaku Tim Pengembang Akademik Kopertais IV Surabaya. Melalui acara workshop ini diharapkan IAI-Tribakti bisa mengetahui pentingnya menguatkan Capaian Pembelajaran (CP) dan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) di program studi, sehingga dapat menghasilkan lulusan yang baik dalam segi kemampuan dan juga sikap”.

Saat ini IAI-Tribakti sedang merancang kurikulum berdasarkan KKNI. Rancangan kurikulum ini merujuk pada capain pembelajaran yang sesuai dengan Standar Nasional Perguruan Tinggi. “Dulu, kurikulum Perguruan Tinggi didasarkan pada GBPP dan SAP, sekarang kurikulum Perguruan Tinggi didasarkan pada RPS”, ujar KH. Reza Ahmad Zahid, Lc., MA selaku wakil Rektor I. Melalui workshop ini diharapkan seluruh dosen IAI-Tribakti mempunyai satu pemahaman yang sama tentang Capaian Pembelajaran dan RPS sehingga bisa menyusun KKNI untuk IAI-Tribakti”, lanjutnya.

Penyusunan Capaian Pembelajaran (CP) dan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) tidak hanya sekedar penyusunan lalu selesai, nantinya akan ada Evaluasi, yaitu tindak lanjut untuk memastikan bahwa RPS terlaksana dengan baik. Harapannya semoga peserta yang hadir bisa memahami dengan baik materi dan bisa membantu penyusunan RPS di program studi masing-masing.

Seperti yang diketahui, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI mengeluarkan peraturan baru tentang kurikulum, yaitu Peraturan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI nomor 44 tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Standar Nasional ini bertujuan untuk menjamin agar proses pembelajaran pada program studi mencapai mutu sesuai dengan kriteria yang ditetapkan, yaitu dengan Penerapan Kurikulum KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia) sebagai kurikulum di Perguruan Tinggi yang berbasis pada capaian pembelajaran.