Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri Jalin MoU dengan Universiti Tun Hussein Onn Malaysia

WhatsApp Image 2025 02 24 at 17.33.05 (1)

Kediri, 13 Februari 2025 – Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri resmi menjalin kerja sama akademik dengan Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) dalam sebuah Memorandum of Understanding (MoU) yang diselenggarakan di KH Mahrus Aly Hall pada Kamis, 13 Februari 2025. Kesepakatan ini mengacu pada Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Acara ini dihadiri oleh jajaran dekanat dan rektorat UIT Lirboyo, serta perwakilan dari UTHM. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor III, Yasin Nurfalah, M.Pd.I., serta Dr. KH. Reza Ahmad Zahid, Lc., M.A., memberikan sambutan dan keynote speech yang menyoroti pentingnya kerja sama akademik lintas negara dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan riset.

Dengan adanya MoU ini, kedua institusi berharap dapat memperkuat kerja sama dalam bidang akademik, penelitian, serta pertukaran dosen dan mahasiswa. Kesepakatan ini juga diharapkan menjadi langkah awal dalam memperluas jaringan internasional bagi Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri, sekaligus memperkuat kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.

Acara ditutup dengan penandatanganan MoU oleh perwakilan kedua universitas serta sesi foto bersama, menandai komitmen nyata dalam menjalin kerja sama yang berkelanjutan.




Fokus Diskusi dalam Rangka Persiapan PPL dan KKN Internasional

WhatsApp Image 2025 02 09 at 13.05.23

Minggu, 9 Februari 2025, Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri kedatangan rombongan tamu dari PCI NU Malaysia. Dalam kesempatan tersebut, hadir Wakil Rektor I Dr. H. A. Jauhar Fuad, Wakil Rektor II M. Dr. Arif Khoiruddin, M.Pd.I., Wakil Rektor III Yasin Nur Falah, M.Pd.I., serta jajaran dekanat, kepala LPM, dan Direktur Pascasarjana.

Diskusi ini merupakan bagian dari kelanjutan MoU antara UIT Lirboyo dan Muslimat NU Malaysia. Kedua pihak sepakat untuk melakukan berbagai kegiatan bersama dalam bidang pendidikan, pengajaran, dan pengabdian kepada masyarakat. Implementasi dari kerja sama ini diwujudkan dalam program PPL dan KKN internasional yang direncanakan akan dilaksanakan pada bulan Maret, April, dan Agustus. Tahap awal pelaksanaan program ini akan dimulai pada bulan Ramadan dengan mendelegasikan beberapa mahasiswa.

Wakil Rektor III Yasin Nur Falah menyampaikan bahwa program PPL dan KKN internasional telah disosialisasikan kepada mahasiswa dan mendapatkan respons positif. Banyak mahasiswa yang antusias dan ingin segera diberangkatkan. Namun, aspek kesiapan administrasi dan teknis tetap menjadi pertimbangan utama sebelum keberangkatan.

Wakil Rektor I Dr. A. Jauhar Fuad menambahkan bahwa program ini memiliki keunggulan karena satu kegiatan dapat memberikan dua manfaat sekaligus. Mahasiswa yang telah mengikuti PPL dan KKN internasional tidak perlu lagi menjalani program serupa di dalam negeri.

Ketua PCI Muslimat NU Malaysia, Drs. Hj. Nyai Mimin Minarsih, mengungkapkan bahwa di Malaysia terdapat 70 sanggar belajar dengan sekitar 2.000 pelajar Indonesia. Sebagian besar siswa tersebut menghadapi kendala administrasi sebagai warga negara Indonesia karena mereka lahir dari keluarga yang tidak tercatat dalam perkawinan yang sah menurut hukum.

Sanggar belajar di Malaysia memiliki sistem yang serupa dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Indonesia. Para siswa mendapatkan ijazah penyetaraan seperti Paket A dan B, dengan kurikulum yang disesuaikan dengan sistem pendidikan Indonesia. Kegiatan belajar dimulai pukul 07.00 dengan shalat sunnah dan istighasah, diikuti dengan sesi pembelajaran hingga pukul 16.00. Selain mata pelajaran akademik, para siswa juga mendapatkan pendidikan keagamaan dan keterampilan, seperti seni tari, shalawat, serta pencak silat. Pendidikan ini terbagi menjadi empat jenjang, yakni Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), baca tulis hitung (Calistung), Sekolah Dasar, dan Sekolah Menengah Pertama.

Drs. Hj. Nyai Mimin Minarsih menambahkan bahwa sejak berdirinya sanggar belajar ini pada tahun 2019, mereka masih menghadapi keterbatasan jumlah tenaga pengajar. Kehadiran mahasiswa dari Indonesia melalui program PPL dan KKN internasional sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan tenaga pengajar serta meningkatkan kualitas pendidikan di sanggar belajar Malaysia.




Majelis Ilmu dan Ijazah Kubro: Tradisi Keilmuan di UIT Lirboyo Kediri

WhatsApp Image 2025 02 06 at 20.27.22

Kediri, 6 Desember 2025 – Dalam tradisi Islam, ijazah merupakan salah satu metode penting dalam transfer keilmuan dan pendidikan. Ijazah adalah pemberian mata rantai ilmu atas disiplin ilmu tertentu maupun amalan secara spesifik. Sebagai bentuk ikhtiar dalam mempertahankan tradisi khas Islam tersebut, Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri menggelar Majelis Ilmu dan Ijazah Kubro bersama Dr. Syekh Sa’id Muhammad Muhammad Aly.

Dr. Syekh Sa’id merupakan salah satu ulama besar Al-Azhar Mesir. Beliau pernah menjabat sebagai Deputi/Wakil Menteri Wakaf Mesir, Imam dan Khatib Masjid Sayyidina Imam Husein di Kairo, serta pemilik sanad Al-Qur’an Qiro’aat Asyrah. Saat ini, beliau juga aktif sebagai pengajar di Masjid Al-Azhar Al-Syarif, Kairo. Keilmuan dan pengalamannya yang luas menjadikannya sosok ulama yang memiliki perpaduan ilmu yang langka dan berharga bagi dunia Islam.

Acara ini diselenggarakan di Masjid Mahrus Aly UIT dan dihadiri oleh seluruh mahasiswa serta dosen UIT. Untuk memastikan kelancaran jalannya majelis, panitia menyiapkan berbagai peralatan dokumentasi, termasuk beberapa kamera untuk merekam jalannya acara yang berlangsung selama satu setengah jam.

Majelis Ilmu dibuka oleh Wakil Rektor III UIT, Yasin Nur Falah, M.Pd.I. Turut hadir dalam acara ini Sekretaris Yayasan, KH. Abdul Bar, Wakil Rektor I Dr. A. Jauhar Fuad, serta Wakil Rektor II Dr. M. Arif Khoiruddin, M.Pd.I., beserta beberapa pimpinan UIT Lirboyo lainnya. Antusiasme mahasiswa sangat tinggi, terlihat dari penuhnya area masjid, baik di lantai satu maupun lantai dua.

Selama sesi diskusi, beberapa mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan kepada Syekh Sa’id. Keberanian mereka bertanya menunjukkan semangat dalam menimba ilmu serta menguatkan relevansi acara ini dalam membangun tradisi keilmuan Islam yang berkelanjutan.

Majelis Ilmu dan Ijazah Kubro ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk memperkokoh tradisi keilmuan Islam serta mempererat hubungan keilmuan antara mahasiswa UIT dengan ulama dunia. Acara ini juga menegaskan peran UIT Lirboyo sebagai lembaga pendidikan Islam yang terus menjaga dan mengembangkan tradisi keilmuan Islam secara akademis dan spiritual.




Dosen UIT Liboyo Kediri Menjadi Juri di NU Award Tahun 2025

WhatsApp Image 2025 01 27 at 18.02.29

Nganjuk, 27 Januari 2025 bertempat di Aula PC NU Nganjuk tepatnya di jalan Jali Bungur Sukomoro Nganjuk. Kegiatan Grand Final NU Award yang diikuti oleh 6 Ranting dan 12 MWCNU. Enam Ranting yang ikut Grand Final: Ranting Waung Kecamatan Baron, Ranting Pelem Kecamatan Kertosono, Ranting Tanjungkalang Kecamatan Ngonggot, Ranting Sonoageng Kecamatan Prambon, Ranting Plosoharjo Kecamatan Pace, dan Ranting Kampungbaru kecematan Tanjunganom. Untuk MWCNU terbagai menjadi dua Claster. Claster 2 terdiri dari: MWCNU Pace, MWCNU Lengkong, MWCNU Brebek, MWCNU Sawahan, MWCNU Ngetos, dan MWCNU Jatikalen. Claster 1 terdiri dari: MWCNU Patianrowo, MWCNU Rejoso, MWCNU Tanjunganom, MWCNU Wilangan, MWCNU Bagor, MWCNU Nganjuk Kota.

Kegiatan NU Award melibatkan tiga juri, yaitu: Dr. A. Jauhar Fuad, M.Pd. (Wakil Rektor I UIT Liboyo Kediri. Dr. H. Zaenal Arifin, M.Pd.I dari (Ketua STAIM Ngalwak Nganjuk), Dr. Mohammad Arief, M.A (Dosen IAIN Kediri). Aspek yang mejadi penilaian dalam NU Award tahun 2025 tidak berbeda jauh dengan tahun sebelumnya, yang mencakup tujuh aspek: (1) Pengembangan Aswaja An Nadhiyah, (2) Pengembangan Kemandirian Ekonomi, (3) Penguatan Kader, (4) Pendidikan, (5) Kesehatan, (6) Dakwah Digital dan (7) Program unggulan sebagai ciri khas NU.

Dalam sambutannya Ketua PC NU Nganjuk Drs. KH. Hasyim Afand, M.Ag., menyampaikan bahwa tanggung jawab NU adalah merawat akidah ahlisunanah wal jamaah an nadhiyah, menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Mensejahterakan Masyarakat. Tiga tugas ini menjadi tugas pokok yang harus diempan oleh pengurus NU mulai dari Tingkat Ranting, MWCNU, PC NU, PWNU dan PBNU.
Kegiatan NU Award tahun 2025 dimulai jam 08.00 pagi dan berakhir jam 10.00 malam. Kegiatan NU Award di Kabupaten Nganjuk berjalan secara konsisten dari waktu ke waktu. Kegiatan ini banyak membawa manfaat bagi NU setidaknya dalam tatakelola administrasi dan pengembangan kelembagaan. Dengan adanya kegiatan tersebut ada pembenahan yang terjadi secara sistematis pada semua tingkatan kepengurusan NU yang ada di Kabupaten Nganjuk. Demikian juga dengan acara ini ada berbagai pembenahan pada Lembaga dan banom.
Kegiatan ini membawa progres yang positif pada kepengurusan NU di Kabupaten Nganjuk. Elemen NU ditingkat akar rumut warga NU terlibat dalam pelaksanaan program kegiatan.

Dr. A. Jauhar Fuad pada kesempatan itu menyapaikan NU menjadi garda depan dalam pengembangan SDM. Ia Menyampaikan salah satu poin dari Raker PWNU dibidang Pendidikan adalah (1) akses Pendidikan, (2) layanan Pendidikan berkualitas, (3) pemerataan Pendidikan, (4) relevansi Pendidikan. Pengurus NU harus menyampaikan itu semua ke pada Masyarakat khususnya dalam Pendidikan tinggi. Indonesia saat ini memiliki APK (Angka Partisipasi Kasar) pada pendidikan sebebesar 29 % di bawah Malaysia yang 37 %, Thailan yang sudah 34 %, dan Vietnam 36 %. Indonesia masih di atas Laos, Kamboja dan negara ASEAN lainnya. Pengurus NU harus mengajak generasi dan kadernya untuk dapat mengenyam Pendidikan Tinggi melalui berbaga cara dan jalur. Cara ini sebagai salag satu jalan untuk meningkatkan kesejahteraan Masyarakat.

Namun ada hal yang perlu terus diperbaiki dengan adanya NU Award ini, salah satunya perencanaan kegiatan dan perencanaan anggaran. Kegiatan di NU memiliki lemah hal perencanaan dan penganggaran sehingga tatakelola kegiatan kurang berjalan dengan baik. Potensi untuk melakukan pembehanan sangat luar biasa karena didukung oleh loyalitas kader dan jumlah masa yang banyak. Dengan acara NU Award memastikan kepengurusan NU pada Tingkat MWCNU, Ranting, Lembaga dan Banom akan terus berbenah.




Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Screenshot