Nganjuk, 27 Januari 2025 bertempat di Aula PC NU Nganjuk tepatnya di jalan Jali Bungur Sukomoro Nganjuk. Kegiatan Grand Final NU Award yang diikuti oleh 6 Ranting dan 12 MWCNU. Enam Ranting yang ikut Grand Final: Ranting Waung Kecamatan Baron, Ranting Pelem Kecamatan Kertosono, Ranting Tanjungkalang Kecamatan Ngonggot, Ranting Sonoageng Kecamatan Prambon, Ranting Plosoharjo Kecamatan Pace, dan Ranting Kampungbaru kecematan Tanjunganom. Untuk MWCNU terbagai menjadi dua Claster. Claster 2 terdiri dari: MWCNU Pace, MWCNU Lengkong, MWCNU Brebek, MWCNU Sawahan, MWCNU Ngetos, dan MWCNU Jatikalen. Claster 1 terdiri dari: MWCNU Patianrowo, MWCNU Rejoso, MWCNU Tanjunganom, MWCNU Wilangan, MWCNU Bagor, MWCNU Nganjuk Kota.
Kegiatan NU Award melibatkan tiga juri, yaitu: Dr. A. Jauhar Fuad, M.Pd. (Wakil Rektor I UIT Liboyo Kediri. Dr. H. Zaenal Arifin, M.Pd.I dari (Ketua STAIM Ngalwak Nganjuk), Dr. Mohammad Arief, M.A (Dosen IAIN Kediri). Aspek yang mejadi penilaian dalam NU Award tahun 2025 tidak berbeda jauh dengan tahun sebelumnya, yang mencakup tujuh aspek: (1) Pengembangan Aswaja An Nadhiyah, (2) Pengembangan Kemandirian Ekonomi, (3) Penguatan Kader, (4) Pendidikan, (5) Kesehatan, (6) Dakwah Digital dan (7) Program unggulan sebagai ciri khas NU.
Dalam sambutannya Ketua PC NU Nganjuk Drs. KH. Hasyim Afand, M.Ag., menyampaikan bahwa tanggung jawab NU adalah merawat akidah ahlisunanah wal jamaah an nadhiyah, menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Mensejahterakan Masyarakat. Tiga tugas ini menjadi tugas pokok yang harus diempan oleh pengurus NU mulai dari Tingkat Ranting, MWCNU, PC NU, PWNU dan PBNU.
Kegiatan NU Award tahun 2025 dimulai jam 08.00 pagi dan berakhir jam 10.00 malam. Kegiatan NU Award di Kabupaten Nganjuk berjalan secara konsisten dari waktu ke waktu. Kegiatan ini banyak membawa manfaat bagi NU setidaknya dalam tatakelola administrasi dan pengembangan kelembagaan. Dengan adanya kegiatan tersebut ada pembenahan yang terjadi secara sistematis pada semua tingkatan kepengurusan NU yang ada di Kabupaten Nganjuk. Demikian juga dengan acara ini ada berbagai pembenahan pada Lembaga dan banom.
Kegiatan ini membawa progres yang positif pada kepengurusan NU di Kabupaten Nganjuk. Elemen NU ditingkat akar rumut warga NU terlibat dalam pelaksanaan program kegiatan.
Dr. A. Jauhar Fuad pada kesempatan itu menyapaikan NU menjadi garda depan dalam pengembangan SDM. Ia Menyampaikan salah satu poin dari Raker PWNU dibidang Pendidikan adalah (1) akses Pendidikan, (2) layanan Pendidikan berkualitas, (3) pemerataan Pendidikan, (4) relevansi Pendidikan. Pengurus NU harus menyampaikan itu semua ke pada Masyarakat khususnya dalam Pendidikan tinggi. Indonesia saat ini memiliki APK (Angka Partisipasi Kasar) pada pendidikan sebebesar 29 % di bawah Malaysia yang 37 %, Thailan yang sudah 34 %, dan Vietnam 36 %. Indonesia masih di atas Laos, Kamboja dan negara ASEAN lainnya. Pengurus NU harus mengajak generasi dan kadernya untuk dapat mengenyam Pendidikan Tinggi melalui berbaga cara dan jalur. Cara ini sebagai salag satu jalan untuk meningkatkan kesejahteraan Masyarakat.
Namun ada hal yang perlu terus diperbaiki dengan adanya NU Award ini, salah satunya perencanaan kegiatan dan perencanaan anggaran. Kegiatan di NU memiliki lemah hal perencanaan dan penganggaran sehingga tatakelola kegiatan kurang berjalan dengan baik. Potensi untuk melakukan pembehanan sangat luar biasa karena didukung oleh loyalitas kader dan jumlah masa yang banyak. Dengan acara NU Award memastikan kepengurusan NU pada Tingkat MWCNU, Ranting, Lembaga dan Banom akan terus berbenah.
