Mendekatkan Kampus dengan masyarakat melalui Festival al Banjari

WhatsApp Image 2017 12 24 at 13.46.16

Badan Eksekutif Mahasiswa dan Lembaga Center of Excellence Institut Agama Islam Tribakti Lirboyo Kediri mengadakan Festival Al Banjari se Karesidenan Kediri pada hari Ahad (24/12/2017). Kegiatan ini dalam rangka Harlah IAIT Kediri ke 51 dan memperingati Maulid Nabi Muhammad.

Kegiatan bertempat di halaman kampus tepat pada pukul 12.00 acara dimulai. Peserta festival banjari diikuti 52 grup; 9 grup dari kota Kediri, 23 grup dari kabupaten Kediri, 20 grup dari kabupaten Nganjuk. Terjauh peserta yang hadir dari Kecamatan Sukomoro.

Festival ini dibagi menjadi 2 gelombang, pukul 12.00-17.00 diikuti 30 grup; dan pukul 19.00-22 00 dikuti 22 grup. Sampai tulisan ini dibuat festival masih berlangsung.

A. Jauhar Fuad selaku Wakil Rektor II menegaskan kegiatan festival ini disamping sebagai ajang kompetisi seni banjari juga menjadi ajang silaturahmi. Festival ini juga mengenalkan kampus IAI Tribakti pada masyarakat, khususnya generasi muda. Dengan kegiatan ini banyak masyarakat yang berdatangan silih berganti untuk menyaksikan penampilan grup idolanya.

Kegitan seperti ini di IAI Tribakti kedepan perlu diperbanyak lagi, karena secara tidak langsung kegiatan semacam ini dapat menjadi sarana mendekatkan kampus dengan masyarakat. Bisa juga dibuat regulasi bahwa setiap unit mahasiswa minimal melakukan satu kali kegiatan festival pada tiap tahunnya. (humas-iait)




Pengembangan Pendidikan Diniyah Formal

WhatsApp Image 2017 12 14 at 09.01.08
Pemeritah Provinsi Jawa Timur mengundang Pimpinan, Dosen dan mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Swasta. Undangan tersebut dimaksud untuk mendiskusikan beberapa pokok pikiran tentang pengembangan pendidikan diniyah formal. Acara tersebut dilaksanakan di Hotel Aria Gajayana Malang, mulai tanggal 13 s/d 14 Desember 2017. Dari Institut Agama Islam Tribakti diwakili Dr. A. Jauhar Fuad, M.Pd., Yasin Nur Falah, M.Pd.I (pimpinan dan dosen) dan Muhammad Hasan (mahasiswa).
Pemprov Jawa Timur menjadi pelopor dalam Pengembagan Pendidikan Diniyah Formal di Indonesia. Format pendidikan diniyah telah diatur dalam UU RI No. 20 Tahun 2003, PP RI No. 55 Tahun 2007, PMA RI No. 13 Tahun 2014, PMA RI No. 18 Tahun 2014, dan PMA RI No. 71 Tahun 2015. Dari berbagai aturan yang ada pendidikan di Indonesia terbagi menjadi tiga; sekolah sebagai pendidikan umum, madrasah sebagai pendidikan umum bercirikan Islam, dan pendidikan diniyah formal.
Tiga kategori tersebut akan menghasilkan lulusan dengan kompetensi yang berbeda. Secara khusus Pendidikan Diniyah Formal mempersiapkan para ulama yang ahli ilmu agama Islam. Namun keberadaan pendidikan diniyah belum diakui sepenuhnya oleh pemerintah. Yang semestinya diposisikan sama dengan sekolah dan madrasah.
Keberadaan Diniyah Formal menjadi kebutuhan dalam rangka pempersiapkan para ulama. Selama ini ulama dipersiapkan di dalam pesantren tanpa campur tangan dari pemerintah. Namun perlu diperhatikan seiring dengan perkembangan zaman tidak menutup kemungkinan pendidikan diniyah akan ditinggalkan masyarakat karena semakin tidak menarik dan tidak lagi menjanjikan. Di sinilah peran pemerintah berkewajiban menjaga pendidikan diniyah agar tetap lestari. Dengan keberadaan pendidikan Diniyah Formal, Pesantren semakin kuat dan sungguh-sungguh dalam mempersiapkan calan ulama.
Ada tiga cara yang dapat diperankan pesantren mewujudkan pendidikan diniyah formal berkualitas, yakni: managemen lembaga, managen pembelajaran dan sumberdaya manusia.
Managemen lembaga terdiri dari: standar pengelolaan pendidikan diniyah, kerjasama yang kuat antara ulama/kyai/ustazah/pengurus/yayasan, memperkuat dukungan masyarakat sekitar, memperkuat animo santri/siswa, melengkapi sarana dan alat-alat pendidikan. Managemen pembelajaran mencakup; tujuan/ target/outcomes, materi pelajaran/bahan ajar/kurikulum, penentuan metode/strategi pembelajaran, assasmen/evaluasi/penilaian, penyiapkan media pembelajaran, dan penciptaan lingkungan pembelajaran yang kondusif.
Sumber daya manusia (ustadz/ustadzah) menjadi komponen penting dalam pembelajaran di lembaga pendidikan diniyah.
Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah provinsi jawa timur dengan memberikan beasiswa guru madrasah dibiah. Program ini sudah lama berjalan sejak tahun 2006 sampai dengan sekarang.
Dengan tahap ini pendidikan diniyah dapat terealisasikan dengan baik dan berkualitas. (fuad)



Rapat Tahunan IAI-Tribakti: Progress Report 2017 dan Rencana Program 2018

DSC

Upaya mengukur perkembangan dan capaian kinerja serta membahas rencana program 2018, Institut Agama Islam Tribakti Lirboyo Kediri mengadakan Rapat Tahunan pada hari Ahad, 10-11 Desember 2017 bertempat di Aula baru KH. Mahrus Aly.

Rapat tahunan dihadiri pengurus yayasan, pimpinan rektorat, fakultas serta unit kerja lain dilingkungan IAI-Tribakti. Tujuannya adalah membahas permasalahan proses dan pelaksanaan akademik, mengevaluasi serta mencari solusi bersama dalam rangka peningkatan mutu pendidikan. Selain itu untuk meningkatkan performa kinerja seluruh unit kerja yang ada.

Kegiatan diawali dengan penyampaian progress report tahun 2017 dan rencana program 2018 oleh masing-masing unit kerja akademik dilingkungan IAI-Tribakti yang meliputi sumber daya Manusia hingga pengimplementasian Tridharma Perguruan Tinggi.

Setelah melaporkan progress report 2017, pengurus yayasan memberi masukan penting diantaranya IAI-Tribakti harus menambah program studi baru dimasing-masing fakultas dengan catatan prodi tersebut diminati dan laku dipasaran; harus terpenuhinya jumlah dosen tetap minimal prodi dan menyesuaikan dengan jumlah rasio mahasiswa; mempertahankan dan meningkatkan status akreditasi program studi; peningkatan SDM dosen dan mahasiswa melalui berbagai kegiatan termasuk masalah kedisiplinan.

Point penting yang lain pimpinan institut agar memperhatikan kesejahteraan dosen dan karyawan di Tribakti sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan serta seluruh pimpinan harus mempunyai komitmen bersama mengabdi dan berjuang di Tribakti dilandasi dengan keikhlasan.

Rapat tahunan dilanjutkan pada hari senin dengan agenda perumusan program tahun 2018 yang dipimpin langsung oleh Wakil Rektor I KH. Reza Ahmad Zahid dan diikuti seluruh pimpinan unit kerja yang ada di IAI-Tribakti Kediri. (humas-iait)




Membumikan Islam Nusantara

WhatsApp Image 2017 12 16 at 09.31.07

Universitas Islam Malang mengundang kampus NU di Jawa Timur, Pengurus NU Kota Malang dalam Seminar Nasional. Kegiatan tersebut mengabil tema: “Membumikan Islam Nusantara dari Berbagai Aspek Kehidupan. Seminar tersebut di laksanakan pada tanggal 4 Desember 2017 bertempat di gedung Umar bin Khatob Lantai 7. Selaku nara sumber dalam kegiatan tersebut Prof. Dr. Maskuri, Prof. Dr. Tolhah, Prof. Dr. Kharis, Prof. Dr. M. Masud Said, Prof. Abdurahman Masud, Ph.D, Prof. Dr. Ahmad Kaswi, KH. Agus Sunyoto, M.Pd, Drs. Noor Sodiq Askandari, M.E.

Pada kesempatan itu IAI Tribakti mendelegasikan Dr. A. Jauhar Fuad, M.Pd. dan H. Ali Imron, M.Fil.I. Acara tersebut berlangsung mulai jam 09.00 – 16.00.

Islam Nusantara sebagai konsep lama yang sudah ada sejak zaman wali songgo. Kehadirannya sekarang sebagai respon atas globalisasi pada semua aspek termasuk pada persoalan tradisi keagamaan. Islam tanpa tradisi akan kehilangan makna bagi para penganutnya.

Islam yang pernah ada di Eropa hanya meninggalkan benda, dan bangunan. Islam tidak mengakar dengan tidak meninggalkan tradisi.

Tradisi Keagamaan Islam merupakan akulturasi, asimilasi, kolaborasi ajaran Islam dengan tradisi masyarakat lokal yang telah ada. Islam semacam ini semakin kuat, kokoh dan dapat diterima oleh semua lapisan masyarakat, sehingga keislam seperti ini tidak mudah pudar walau sibenturkan dengan berbagai kebudayaan dari luar.

Islam Nusantara mengokohkan kembali tetang corak Islam yang ada di Nusantara khususnya Indonesia yang memiliki ciri yang unik. Islam dengan berbagai tradisi keagamaan yang telah menyatu. Islam dengan sikap toleransi. Islam dengan mengabil jalan tengan. Islam dengan pemikiran moderat. Islam yang terbuka.

Cara membumikan Islam Nusantara dengan tetap mempertahankan, melestarikan dan nguri-nguri tradisi yang ada. Tradisi yang dimaksud adalah tahlilan, barjanjian, istigasah, muludan, yasinan, haul dan lain sebagainya. (A. Jauhar Fuad)




Kabar Duka: Dekan Fakultas Syari’ah Drs. Rokhmad, M. HI Wafat

Rohmad

Inna lillahi wa Inna ilaihi roji’un, Dekan Fakultas Syari’ah Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Lirboyo Kediri, Drs. Rohmad, M. HI wafat pada hari Kamis malam Jum’at,  tanggal 16 Nopember 2017 sekitar pukul 18.50 WIB di RSUD Tulungagung dan di makamkan sekitar pukul 22.00

Insya Allah beliau termasuk orang yang meninggal dunia dengan khusnul khatimah, seperti telah disebut oleh Imam al-Ghazali dalam al-Ihya, yaitu sabda Rasulullah SAW berbunyi:

ﻣﻦ ﻣﺎﺕ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﺠﻤﻌﺔ ﺍﻭ ﻟﻴﻠﺔ ﺍﻟﺠﻤﻌﺔ ﻛﺘﺐ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻪ ﺍﺟﺮ ﺷﻬﻴﺪ ﻭﻭﻗﻰ ﻓﺘﻨﺔ ﺍﻟﻘﺒﺮ

Artinya : Barangsiapa yang meninggal pada hari Jumat atau malamnya, niscaya dituliskan oleh Allah SWT baginya pahala syahid dan terpelihara dari fitnah kubur.

Semoga amal ibadahnya diterima disisi Allah SWT, dilapangkan dan diterangi kuburnya dan segala kekhilafan Almarhum diampuni Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
Amin ya Robbal Alamin. Lahul Al-Fatihah…