Kasubdit Pengembangan Akademik Kemenag RI berkunjung ke IAI-Tribakti Kediri

IAIT Kediri- Kasubdit Pengembangan Akademik Kemenag RI Dr. Muhammad Zain berkunjung ke Institut Agama Islam Tribakti (IAIT), Sabtu 08 Oktober 2016. Kedatangan beliau dalam rangka kunjungan kerja serta memastikan kesiapan Tribakti membuka Program Doktor (S3).

Kehadiran Dr. Moh Zain disambut langsung oleh Rektor KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus serta didampingi Wakil Rektor, Pengurus Yayasan dan Direktur Pascasajana. Dalam pertemuan singkat sekitar kurang lebih satu jam, Rektor menyampaikan harapan besar kepada Moh Zain selaku Kasubdit Pengembangan Akademik Kemenag RI untuk ikut bersama-sama memperjuangkan Agama Allah melalui penguatan dan pengembangan kelembagaan di IAI-Tribakti Kediri dengan merealisasikan Program Doktor (S3).

Wakil Rektor I KH. Reza Ahmad Zahid, Lc., MA menambahkan bahwa Tribakti didirikan sejak tahun 1966 oleh KH. Mahrus Aly yang merupakan salah satu tokoh pendiri Pondok Pesantren Lirboyo. Kampus tertua di Kota Tribakti ini didirikan dengan harapan besar bisa mencetak sarjana muslim sejati, santri sekaligus ulama intelektual dengan tetap mempertahankan nilai-nilai luhur pesantren yang berpegang teguh pada ajaran Ahlussunnah Wal Jama’ah. Sarjana yang senantiasa berbakti kepada Allah, Rasulullah, bangsa dan negara sebagaimana makna dari Tribakti itu sendiri.

Kehadiran Kasubdit Akademik Kemenag RI tersebut untuk memastikan kesiapan Tribakti menyelenggarakan Program Doktor (S3) mulai dari tenaga pengajar, gedung perkuliahan, sarana dan prasarana serta yang lain sebelum Ijin Operasional dikeluarkan. Dosen Pascasarjana seperti Prof. Dr. Ali Maschan Moesa, M.Si., Prof. Dr. Nur Ahid, M.Pd.I dan beberapa dosen yang lain turut hadir dalam pertemuan tersebut. (IAIT)




IAI Tribakti Mendeklarasikan Sebagai Basis Anti Kejahatan, Terorisme, Narkoba, Separatisme dan Ideologi Anti Pancasila

Tribratanews Polres Kediri Kota – Sat Binmas Polres Kediri bersama dengan Sat Intelkam melaksanakan kegiatan program Kapolri membangun kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap Kamtibmas di kampus Institut Agama Islam  Tribakti (IAIT) Lirboyo Kediri, Rabu (5/10). Kegiatan dikemas dalam bentuk deklarasi membangun kampus sebagai basis anti kejahatan, terorisme, narkoba, separatisme dan ideologi anti Pancasila.

Dalam sambutannya Kapolres Kediri kota yang diwakili oleh Kasat Binmas AKP Kus Sumardi, S.H menyampaikan program kerjasama dengan perguruan tinggi dimaksudkan sebagai tindak lanjut program pimpinan Polri untuk membangun partisipasi masyarakat lingkungan kampus atau mahasiswa pelopor anti kejahatan Terorisme, Narkoba, Separatisme dan Ideologi anti Pancasila.

“Mengingat kejahatan tersebut memiliki dampak yang sangat luas bahkan dapat menghancurkan sendi-sendi kehidupan bangsa khususnya merusak generasi muda sebagai penerus estafet tongkat perjuangan bangsa. Bahkan pada tahun 2015 tercatat sekitar 5,8 juta masyarakat Indonesia telah menjadi korban penyalahgunaan narkoba. Hal ini jika tidak dilakukan penanganan  sejak dini, dipastikan akan terus bertambah korban penyalahgunaan Narkoba. Salah satunya kampus harus menjadi benteng anti penyalahgunaan narkoba,” kata AKP Kus Sumardi, SH pada www.polreskedirikota.com

Masih menurut AKP Kus Sumardi Kondisi bangsa Indonesia juga diperparah dengan munculnya berbagai kelompok yang ingin melepaskan diri dari negara kesatuan Republik Indonesia. Baik yang dilakukan dengan alasan agama maupun dengan alasan ekonomi atau sumber daya alam.

“Bahkan motif terorisme senantiasa dikaitkan dengan jihad menurut konsep agama. Sejarah mencatat   di negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila, sudah mengalami berbagai ujian  separatisme  yang ingin mendirikan negara, misalnya DI/TII, NII, PKI & pemberontakan lainnya,”ungkapnya.

Bahkan akhir-akhir ini negara Indonesia diguncang dengan adanya berbagai teror yang mengatasnamakan agama ataupun kelompok tertentu. Menurut AKP Kus Sumardi  yang lebih mengerikan lagi tidak sedikit mahasiswa yang diperalat dan direkrut menjadi kelompok teroris.

“Sehingga sudah tepat jika kampus ditetapkan sebagai basis anti kejahatan terorisme, narkoba, separatisme dan ideologi anti Pancasila. Kampus Tribakti ini adalah yang kali pertama diantara kampus-kampus di Kediri yang mendeklarasikan,” tandasnya.

Rektor IAI Tribakti Lirboyo Kediri, KH Abdullah Kafabihi Mahrus  dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Polres Kediri Kota yang memprakarsai kegiatan kampus sebagai basis anti kejahatan terorisme narkoba separatisme dan ideologi anti Pancasila.

“Diharapkan para mahasiswa mengerti dan memahami serta dapat melaksanakan dalam kehidupan sehari-hari,” pesan KH Kafabihi Mahrus dihadapan kurang lebih 170 mahasiswa IAI Tribakti.

Lebih lanjut dalam sambutannya Rektor IAIT mengulas sejarah perjuangan para pahlawan Islam mulai sebelum adanya Negara Kesatuan Republik Indonesia yaitu ketika jaman kerajaan, dimana agama Hindu dan Islam dapat hidup berdampingan dengan damai.

“Bahkan ketika jaman pergerakan nasional para tokoh Islam telah merancang perumusan Undang-Undang Dasar 1945 serta dasar negara /ideologi Pancasila. Di antaranya tokoh Islam yang turut menyusun konsep Pancasila dan undang-undang dasar negara Republik Indonesia adalah Kyai Hasyim Ashari, persamaan tokoh Islam lainnya.

“Hal ini didasarkan kepada kebhinekaan Tunggal Ika bangsa Indonesia, Namun demikian konsep ideologi Pancasila tidak terlepas dari ajaran agama Islam,” tambahnya. Rektor juga berpesan kepada mahasiswa sebagai penerus pembangunan bangsa agar tidak terjebak penyalahgunaan narkoba. Mengingat penyalahgunaan dan peredaran narkoba saat ini telah merajalela bahkan menimpa berbagai oknum mulai dari pejabat negara, legislatif, polisi, TNI, artis, sampai dengan masyarakat  lapisan terbawah.

Setelah sambutan Rektor dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi oleh perwakilan Mahasiswa IAI Tribakti Lirboyo Kediri. Dan di sesi akhir diisi dengan  pendalaman materi  oleh Kasat Binmas Polres Kediri kota AKP Kus Sumardi  dan KBO Intelkam Ipda Didik. (res)




PENGUMUMAN BEASISWA TAHFIDZ AL-QUR’AN 2016

Pengumuman ok

Diinformasikan kepada Mahasiswa Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam memberikan bantuan kepada mahasiswa yang menghafal Al-Qur’an (Tahfidz) berbentuk uang dan bersifat stimulant dengan persyaratan sebagai berikut:

  1. Telah mempunyai hafalan Al-Qur’an minimal 5 Juz s.d 30 Juz
  2. Mahasiswa aktif Strata 1 (S1) dan memiliki Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) yang masih berlaku
  3. Foto copy ijazah atau surat keterangan (bermaterai) dari ustadz/Guru/Kyai yang menerangkan mahasiswa tersebut hafizh Al-Quran
  4. Surat Pernyataan dari mahasiswa tersebut yang menyatakan bahwa yang bersangkutan telah hafidz al Quran (disebutkan berapa juz)
  5. Fotocopy buku rekening bank pemerintah (BRI, BNI atau Mandiri) dan surat keterangan/referensi dari bank yang menyatakan bahwa rekening mahasiswa calon penerima bantuan tersebut benar dan masih aktif

Dengan Alokasi Anggaran:

  1. Beasiswa Tahfidz Al-Qur’an 5-9 Juz sebesar Rp. 2.000.000,-
  2. Beasiswa Tahfidz Al-Qur’an 10-19 Juz sebesar Rp. 3.000.000,-
  3. Beasiswa Tahfidz Al-Qur’an 20-30 Juz sebesar Rp. 4.000.000,-

Persyaratan dikumpulkan paling lambat tanggal 09 September 2016 di Kantor Pusat Institut Agama Islam Tribakti. Untuk Informasi lebih lanjut dapat menghubungi saudara M. Arif Khoiruddin (085736778360).

Demikian pengumuman ini saya sampaikan, atas perhatian dan kerjasamnya disampaika terima kasih

 

BAUAK IAIT KEDIRI,

 

Drs. MAKHROMI, M.Pd.I




Hasil Seleksi Ujian Mahasiswa Baru Gelombang II 2016

Hasil Seleksi Calon Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2016/2017 Gelombang II Pendaftaran Periode 23 Juli s.d 03 September 2016 Pelaksanaan Tes Tulis dan Wawancara Tanggal 05 September 2016

NB.   

  1. Bagi yang dinyatakan lulus silakan melakukan Her Registrasi (Daftar Ulang) mulai tanggal 06 s/d 21 September 2016
  2. Bagi Mahasiswa yang mengikuti Beasiswa Tahfidz, dapat mengikuti Tes Al-Qur’an Hari Rabu, 07 September 2016 digedung Pascasarjana Jam 08.00 Wib
  3. Bagi namanya yang belum tercantum, silakan menghubungi kantor pendaftaran paling lambat 8 September 2016



Suasana Ujian Mahasiswa baru Gel. I 2016

Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri, hari ini senin 25 Juli 2016 menyelenggarakan ujian gelombang I penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2016/2017 dengan materi ujian tulis dan wawancara.

Materi ujian tulis yang berisi tentang wawasan keagamaan dan umum digunakan untuk mengukur sejauhmana tingkat kemampuan dasar mahasiswa yang akan mengikuti perkuliahan di IAIT Kediri. Sedangkan ujian wawancara dilakukan untuk melihat sejauhmana mahasiwa yang bersangkutan berkomitmen untuk kuliah dan bulat dalam memilih program studi yang ada di IAIT Kediri.

Dengan memadukan hasil ujian tes tertulis dan wawancara, akan memudahkan tim seleksi dalam menentukan apakah mahasiswa tersebut lulus dalam program studi yang dipilihnya atau mungkin mendapatkan saran untuk mengikuti program studi lain yang dianggap cocok untuk mereka sesuai dengan latar belakang pendidikan sebelumnya. Ujar A. Jauhar Fuad selaku Ketua Panitia.

Pelaksanaan ujian kali ini ada yang sedikit berbeda, ujian tulis yang biasanya dikerjakan secara manual menggunakan kertas, tahun ini dikerjakan dengan menggunakan komputer untuk lembar soal dan jawabannya. Terobosan ini dilakukan dengan berbagai pertimbangan diantaranya bisa mempercepat proses pengerjaan soal, koreksi jawaban lebih mudah, tidak perlu mencetak soal dan menghemat kertas. Tetapi pada dasarnya agar lebih mudah dan praktis bagi mahasiswa maupun panitia seleksi, sebagaimana diungkapkan salah satu panitia pelaksana. Hal yang berbeda pula pada sesi wawancara, ada tambahan tes membaca Al-Qur’an bagi mahasiswa baru yang tahun sebelumnya tidak ada.