Pemberangkatan Peserta KKN Tahun 2016

Pemberangkatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri dilaksanakan pada hari Kamis, 21 Juli 2016 pukul 08.00 Wib bertempat di halaman Kampus. Kegiatan ini dihadiri Rektor IAIT KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus, Jajaran Rektorat dan Dekanan, Ketua P3M serta seluruh Dosen DPL.

Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini merupakan salah satu kewajiban melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi berupa Pengabdian pada Masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa selama satu bulan dilapangan, tidak menutup kemungkinan pengabdian masyarakat juga dilakukan oleh para Dosen Pembimbingnya.

Tema KKN Tahun ini sama dengan tahun-tahun sebelumnya mengusung program POSDAYA (Pos Pemberdayaan Keluarga) Berbasis Masjid dengan mengisi kegiatan dan pendampingan pada bidang keagamaan, Pendidikan, Kesehatan, Kewirausahaan maupun lingkungan hidup.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Dr. Moh. Turmudzi, M.Pd.I melaporkan peserta KKN tahun ini diikuti sebanyak 348 mahasiswa berasal dari 3 Fakultas yaitu Fakultas Tarbiyah, Syari’ah dan Dakwah yang tersebar dikecamatan Mojo sebanyak 17 Kelompok, Kecamatan Prambon 6 Kelompok dan Kecamatan Seluruh Kota Kediri 9 Kelompok.

Pada acara pelepasan, Rektor IAIT Kediri dalam sambutannya berharap kepada seluruh peserta KKN agar selalu menjaga nama baik Tribakti dengan menjaga akhlaqul Karimah saat berada tengah masyarakat, ikut serta dalam memakmurkan masjid dengan berbagai kegiatan positif  serta menjalankan program-program kegiatan dengan sebaik-baiknya dengan rasa ikhlas dan tanggung jawab sebagaimana yang sudah disampaikan dalam acara pembekalan. (KKN 2016).




Workshop Penelitian dan Penulisan Karya Ilmiah Dosen

Dosen Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Lirboyo Kediri mengikuti acara workshop penelitian dan penulisan karya ilmiah yang diselenggarakan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) IAIT Kediri pada hari Sabtu 28 Mei 2016.

Acara berlangsung mulai pukul 09.00 s/d 15.00 Wib diruang Pascasarjana. Kegiatan ini diadakan dengan maksud mengingatkan kembali kewajiban dosen  untuk melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi terutama dalam bidang penelitian. Unsur penelitian ini sering menjadi hambatan tersendiri bagi dosen dalam banyak hal misalnya pengajuan kepangkatan baru, kenaikan pangkat, pengajuan sertifikasi dan laporan beban kerja dosen sebagaimana disampaikan oleh Turmudzi selaku Kepala P3M saat membuka acara.

Dorongan dan langkah kongkrit yang dilakukan oleh IAIT untuk menggerakkan kembali semangat dosen dalam melakukan penelitian dengan memberikan alokasi anggaran dana yang jelas dalam bidang penelitian juga melalui pelatihan, seminar dosen seperti penguasaan konsep metodologi penelitian dan teori yang salah satunya melalui workshop seperti ini.

Kegiatan diawali pemaparan materi yang disampaikan oleh A. Jauhar Fuad, beliau berbicara banyak tentang kebijakan penelitian, pengabdian dan publikasi ilmiah yang ada di IAIT juga memberikan dorongan kepada dosen untuk memanfaatkan penelitian dan pengabdian masyarakat melalui dana hibah kompetitif dari luar IAIT seperti yang ada di Diktis, Litbang Kemenag, LIPI, LPDP, Toyota dan lain-lain. Acara dilanjutkan dengan dialog, diskusi serta membuat rekomendasi bersama. Setelah ISHOMA dilanjutkan dengan praktek membuat kutipan dan bibliografi secara cepat dalam penulisan laporan penelitian dan jurnal dengan memanfaatkan software zotero yang disampaikan oleh Arif Khoiruddin.

Pemaparan materi terakhir rencananya disampaikan oleh Dr. Hamam karena keterbatasan waktu, materi tersebut diagendakan pada pertemuan-pertemuan lanjutan. Harapan besar dari para peserta, kegiatan seperti ini bisa berkelanjutan dan tidak terbatas pada bidang penelitian saja tetapi dalam bidang pengajaran melalui pelatihan, seminar, workshop atau yang lain dengan tujuan meningkatkan kinerja dan mutu dosen di lingkungan Institut Agama Islam Tribakti Kediri. (P3M).




Seminar Nasional: Politik Pendidikan Islam

Program Pascasarjana Institut Agama Islam Tribakti, Ahad 15 Mei 2016 menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema Politik Pendidikan Islam. Seminar kali ini menghadirkan  narasumber yaitu Prof. Dr. H. Masykuri Bakri, M. Si dari Universitas Islam Malang (UNISMA) dan Prof. Dr. H. Nur Ahid, M. Ag dari STAIN Kediri juga alumni IAI-Tribakti.

Seminar diawali acara seremoni pembukaan pada jam 09.30 dan dilanjutkan pada acara inti dihadiri kurang lebih 100 mahasiswa dari program pascasarjana IAI-Tribakti.  Seminar Nasional ini diselenggarakan dengan maksud meningkatkan keilmuwan mahasiswa khususnya program pascasarjana, terutama terkait persoalan pendidikan, apalagi sebagian besar mahasiswa sudah berprofesi sebagai guru. Ujar Dr. Badrus selaku panitia Penyelenggara.

Secara garis besar Prof. DR. H. Masykuri Bakri, M. Si Rektor UNISMA Malang juga Ketua Asosiasi Program Pascasarjana Islam Indonesia (APAISI) menyatakan kebijakan pendidikan di Indonesia saat ini memberikan dampak positif dan negatif. Kebijakan yang berdampak positif antara lain masyarakat mempunyai otoritas untuk menyelenggarakan pendidikan, dan mengolahnya secara mandiri, sehingga tercipta akulturasi budaya masyarakat dengan Islam. Sedangkan dampak negatifnya adalah  beban masyarakat semakin berat untuk mengembangkan pendidikan Islam, kurangnya perhatian yang memadai terhadap mutu pendidikan Islam, dan rawannya masyarakat muslim akan gangguan dari luar. Sedangkan Prof. Dr. H. Nur Ahid, M. Ag  lebih banyak menjelaskan rencana startegis kementerian Agama tahun 2015-2019,  mulai peningkatan Akses Pendidikan madrasah, peningkatanakses dan mutu pendidikan diniyah dan pondok pesantren, dan layanan bagi anak jalanan, dan anak kelompok marjinal. (Red. Panpas)




Kuliah Umum: Tantangan Pendidikan Islam di Era MEA

Dalam rangka menyikapi Maayarakat Ekonomi Asia (MEA) Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) melaksanakan kuliah umum pada hari minggu, 28 Februari 2016 di Aula Pasca Sarjana. Acara ini bertema Tantangan Pendidikan Islam di Era MEA dan mendatangkan pembicara Prof. Dr. Dedi Djubaedi, M. Ag.
Pada saat acara berlangsung pembicara menyampaikan, datangnya MEA ini menjadi monster bagi semua kalangan termasuk kalangan Islam sehingga perlu persiapan yang cukup matang.

“Dengan adanya MEA ini semua pendidikan Islam termasuk Pesantren harus menghadapi secara seksama karena MEA ibaratkan monster, jangan acuh tak acuh dan jangan sok-soan anti dunia. Karena dari sejarahnya tokoh tokoh Islam itu mayoritas kaya termasuk Nabi Muhammad, shahabatnya, bahkan Ulamapun (KIAI) sekarang ini kaya. Berarti hal itu bukti kepedulian terhadap Ekonomi”. Kata Pak Dedi, sapaan akrabnya disaat menyampaikan materinya.

Pak Dedi juga menambahkan MEA ini juga berdampak terhadap etika Murid Gurunya yang lambat laun mengalami penurunan. “Dulu Anak-Anak ketika salaman kepada gurunya dengan cara mencium tangannya dibolak-balik sampai beberapa kali. Tapi sekarang tangannya hanya diletakkan di bagian pinggir pipinya saja, itu termasuk sebagian dampak ekonomi yang semakin maju kepada etika anak dalam ruang lingkup pendidikan islam”. Tambahnya.

Selain itu, lanjut Pak Dedi “MEA ini berdampak pada sektor tradisi atau budaya yang semakin lama ditinggalkan oleh Masyarakat di Indonesia karena Masyarakat sekarang ini hanya menyibukkan diri mereka dengan produk-produk hasil MEA tanpa memikirkan apa yang harus diperbuat”. Ujarnya.




STUDENT MOBILITY PROGRAM Tahun 2015

Pengumuman Student Mobility Program berupa training ke Luar Negeri bagi Mahasiswa S1 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).

Klik disini