Seminar Kepribadian: Meningkatkan Etos Kerja Karyawan di Lingkungan Tribakti

IAIT Kediri.- Untuk meningkatkan kualitas etos kerja di lingkungan Kampus Institut Agama Islam Tribakti Kota Kediri, pihak rektorat mengadakan seminar kepribadian, Kamis (13/11). Acara yang dilaksanakan di lantai 1 B Pascasarjana ini, diikuti oleh seluruh karyawan mulai jajaran Kepala Bagian, staff, Office boy hingga security.

Wakil rektor II Drs. Imam Thaulabi, M.Pd.I, mengatakan, seminar kepribadian ini sebenarnya bukan hal baru tetapi terbilang baru di lingkungan Kampus Tribakti. “Baru pertama kali ini diadakan seminar kepribadian di lingkungan kampus tribakti,” ujarnya pada sesi pembukaan acara. Karena merupakan hal baru, para peserta seminar terlihat antusias mengikuti agenda tersebut. Sejak pukul 07.30 para peserta seminar telah hadir di ruangan meskipun seminar dijadwalkan dimulai pukul 08.15.

Ditambahkan Thaulabi, meskipun baru, seminar ini diharapkan mampu mengubah etos kerja dan pola pikir karyawan di lingkungan kampus Tribakti sehingga akan terjadi perubahan kualitas etos kerja kayawan. “Semoga terjadi perubahan yang signifikan terhadap etos kerja karyawan di lingkungan Tribakti”, lanjutnya.

Selama ini pihak rektorat menyadari bahwa etos kerja adalah tindakan yang tidak dapat di ubah dengan cepat, tetapi membutuhkan waktu dan perlu adanya tindaklanjut, sehingga rektorat melalui Thaulabi berharap suatu saat nanti pasti akan diadakan acara yang sama. “Ibarat baterai kan perlu di charge jika sudah mulai low batt, Insya Allah acara ini bukan yang pertama dan terakhir”, pungkasnya.

Ruslan Efendi, SH., MH., selaku pemateri mengungkapkan, sebenarnya jika dikaji lebih detail seminar kepribadian membutuhkan waktu minimal 4 bulan, sebagaimana yang sering dia lakukan untuk membekali para eksekutif sebelum bertugas. “Minimal 4 bulan diadakan, bukan sehari”, ujarnya memulai materi. Meskipun demikian, bukan berarti materi yang di sampaikan nantinya tidak dapat di serap dengan baik. Lebih lanjut, pria yang juga alumnus IAI Tribakti Kediri ini mengatakan, sebenarnya kepribadian itu adalah sikap keseharian yang sering dilakukan oleh setiap individu, mudah dimengerti tetapi tergolong sulit untuk dilakukan. “Sebenarnya mudah di pahami tetapi sulit untuk diterapkan”, uraianya disambut tawa dari para peserta.

Materi yang disampaikan dalam bentuk orasi ini disajikan dengan diksi yang benar-benar sederhana dan mudah di pahami oleh peserta. Beberapa kali Ruslan menyertakan contoh-contoh pengalaman yang pernah dilakukan saat menjadi staf maupun pimpinan di berbagai instansi pemerintah yang pernah dia pimpin, Sehingga para peserta mudah menyerap materi. Sesekali dia menyertakan beberapa peserta sebagai contoh.

Dari sekian banyak bahan yang telah dipersiapkan, pria yang juga pensiunan Kesbanglinmas Kebupaten Kediri ini hanya memfokuskan bahasan pada bagaimana cara mengikuti sidang, pemakaian alat-alat kantor serta etos kerja. Meskipun hanya berfokus pada hal tersebut, tetapi materi yang disampaikan benar-benar diurai secara gamblang dan jelas.

Pada akhir materi yang berlangsung kurang lebih 4 jam itu, Ruslan mengaharapkan semoga materi ini dapat diamalkan oleh sluruh karyawan di lingkungan IAI Tibakti dengan baik, sehingga akan tercipta lingkungan kerja yang benar-benar kondusif. Tidak lupa, dia juga berharap, semoga materi ini tidak berhenti pada diri sendiri, minimal diturunkan kepada yang membutuhkan. “Semoga bermanfaat dan jangan lupa dibagikan kepada siapa saja yang membutuhkan”, harapnya.

Sementara itu, seusai acra, peserta memberikan apresiasi terhadap acara ini. Jaelani misalnya, pria yang bertugas di staff rektorat ini menjelaskan bahwa seminar kepribadian ini benar-benar memberikan semangat baru bagi karyawan di lingkungan IAI Tribakti Kediri. “Benar-benar semangat mengikuti seminar ini, Semoga bermanfaat”, akunya. (Dya)




Dies Maulidiyah ke 48 dan Wisuda Program Magister dan Sarjana 2014

Kediri (IAIT, 25/10/14)- Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri menyelenggarakan Rapat Terbuka Senat dalam rangka Dies Maulidiyah ke 48 dan Wisuda Program Magister dan Sarjana.  Agenda ini merupakan rutinitas akademik di IAIT Kediri yang diadakan setiap tahun sekali yang diselenggarakan di AULA Muktamar Lirboyo Kediri yang bertepatan tanggal 1 Muharram 1436 H.

Pada tahun 2014 IAIT Kediri mewisuda sebanyak 431 wisudawan program Magister dan Sarjana dengan rincian:
1. Fakultas Tarbiyah Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) sebanyak 259 wisudawan
2. Fakultas Tarbiyah Prodi PGMI sebanyak 56 wisudawan
3. Fakultas Syari’ah Prodi Ahwal Al-Syakhsyiyyah (AS) sebanyak 34 wisudawan
4. Fakultas Syari’ah Prodi Manajemen Perbankan Syari’ah (MPS) sebanyak 9 wisudawan
5. Fakultas Dakwah Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) sebanyak 25 Wisudawan
6. Fakultas Dakwah Prodi Psikologi Islam (PI) sebanyak 7 Wisudawan
7. Pascasarjana S2 sebanyak 42 wisudawan

Acara wisuda dihadiri pengurus Yayasan Pendidikan Islam Tribakti Kediri seperti KH. Moh. Anwar Mansur selaku Ketua Yayasan juga pengasuh Ponpes Lirboyo Kediri, KH. Ilham Nadir (Pengawas), KH. An’im Falahuddin Mahrus (Pembina) dan pengurus yayasan yang lain. Hadir pula koordinator Kopertais Wilayah IV Prof. H. Abd A’la, M.Ag. selaku Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya, para pejabat baik TNI maupun Polri dan seluruh wali wisudawan.

Dalam sambutannya Rektor IAIT Kediri KH. Abdullah Kafabihi Mahrus kembali menegaskan bahwa Tribakti didirikan sebagai Perguruan Tinggi Islam memiliki tujuan untuk mencetak sarjana muslim yang memiliki integritas keilmuan, beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT serta berakhlakul karimah. Keberhasilan studi mahasiswa tidak lepas dari peranan berbagai pihak diantaranya dosen dan kedua orang tua/ wali wisudawan. Dosen pada dasarnya hanya mediator dalam mengantarkan mahasiswa guna menimba ilmu pengetahuan, sedangkan kamampuan mahasiswa lebih ditentukan oleh semangat yang muncul dalam diri mahasiswa sendiri, sedangkan kualiatas mahasiswa ditentukan oleh seberapa jauh mampu menjawab kebutuhan dimasyarakat; papar beliau dalam sambutan. Mengakhiri sambutan Rektor mendo’akan semoga wisudawan yang telah disematkan hari ini menjadi orang yang berhasil, selalu mendapat bimbingan dan perlindungan dari Allah SWT.

Acara terakhir ditutup do’a oleh KH. Moh. Anwar Mansur. Segenap Pimpinan, Dosen dan Karyawan Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri mengucapkan “Selamat dan Sukses” kepada wisudawan Tahun 2014. (Pan. Wisuda)




Yudisium Dan Orasi Ilmiah Tahun 2014

Hari ini Ahad (19/10/2014) Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri menyelenggarakan Yudisium dan Orasi Ilmiah Program Sarjana S1 Fakultas Tarbiyah, Fakultas Syari’ah dan Fakultas Dakwah serta Program Pascasarjana S2. Yudisium sendiri merupakan proses akademik yang terkait nilai akhir dari seluruh mata kuliah yang telah diambil mahasiswa serta memutuskan lulus atau tidaknya mahasiswa.

Acara Yudisium diselenggarakan di halaman kampus disertai orasi ilmiah oleh KH. DR. Ahsin Sakho Muhammad dosen Al-Qur’an dan Tafsir di UIN Jakarta juga Rektor di Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta. Yudisium dihadiri jajaran rektorat, dekanat, pengurus Yayasan, para dosen IAIT serta kurang lebih 430 Mahasiswa. Susunan acara diawali pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an, tahlil lalu pembacaan Surat Keputusan dekan masing-masing fakultas dan direktur pascasarjana tentang nama-nama mahasiswa yang dinyatakan lulus dengan indek prestasi komulatif (IPK) beserta mahasiswa terbaiknya.

Dilanjutkan dengan sambutan oleh KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus selaku Rektor IAIT, beliau menegaskan kembali bahwa Institut Agama Islam Tribakti didirikan dengan tujuan mencetak sarjana muslim yang senantiasa berbakti kepada Allah, Rasulullah, bangsa dan Negara senada dengan firman Allah dalam Surat An-Nisa: 59

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الأمْرِ مِنْكُمْ

Tribakti juga bertekad membentuk sarjana yang mempunyai kemampuan akademis disertai dengan perilaku yang baik, hati yang suci, mengamalkan ajaran Islam serta tidak meninggalkan ilmu-ilmu kepesantrenan, tutur beliau. Setelah itu dilanjutkan Orasi Ilmiah dengan tema “Integrasi Nilai-nilai Al-qur’an dalam Kehidupan Modern”  dan yang terakhir ditutup dengan do’a oleh KH. Zamzami Mahrus selaku pengurus yayasan. (khoir)




Seminar dan Dialog Kebangsaan

Organisasi mahasiswa dan kemahasiswaan (OMAK) Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri menyelenggarakan Seminar dan Dialog Kebangsaan dengan Tema “Reaktualisasi Karakter Bangsa dalam Mewujudkan NKRI di AULA Muktamar Ponpes Lirboyo Kota Kediri pada hari Ahad 22 Desember 2013. Peserta yang hadir berasal dari mahasiswa, santri dan beberapa elemen masyarakat Kota Kediri. Sedangkan narasumber yang dihadir yaitu Presiden PKS Anis Matta, Wakil Gubenur Jawa Timur Saifullah Yusuf dan KH Anwar Iskandar.

Acara dibuka oleh KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus selaku Rektor IAIT Kediri. Dalam sambutannya  beliau menyampaikan bangsa ini merindukan tokoh muda yang amanah tampil memimpin, ketika yang tua sudah tidak dipercaya saatnya yang muda tampil. Sedangkan Anis Matta menyebut pesantren punya peran sangat besar ketika perjuangan kemerdekaan. “Indonesia berhutang besar pada ulama dan pesantren”,  Lebih lanjut, Anis Matta berharap ke depan pesantren mampu melahirkan pemimpin negeri ini, ungkapnya.  Gus Ipul, yang tampil penuh canda di hadapan ratusan mahasiswa dan tokoh masyarakat Kediri menceritakan Indonesia dulu sempat mengalami perdebatan tentang bentuk negara, apakah menjadi negara agama atau atau negara kebangsaan, pada akhirnya menyepakati untuk menjadi negara bangsa.

Sementara  KH Anwar Iskandar lebih menyoroti perlunya dibangun silaturahim lebih intensif di kalangan partai Islam juga dengan ormas seperti NU. “Diperlukan kebersamaan partai Islam dan NU”, beliau juga mengajak PKS untuk lebih dekat dengan NU. “Sudah waktunya PKS tidak mengambil jarak dengan tradisi NU”,




Kuliah Umum Pascasarjana

Kuliahpps

Pada hari Ahad, 28 April 2014 Pascasarjana IAI Tribakti Kediri menyelenggarakan Kuliah Umum Mata Kuliah Manajemen Lembaga Pendidikan Islam, kali ini menghadirkan Prof. Dr. H. Nursyam, M.Si selaku Sekjen Kemenag RI yang sebelumnya menjabat Dirjen Diktis Kemenag RI.  Beliau merupakan dosen Luar biasa di Institut Agama Islam Tribakti sejak Program Pascasarjana didirikan.

Pada perkuliahan kali ini beliau didampingi Wakil Rektor I KH. Reza Ahmad Zahid Lc, MA dan  Direktur Pascasarjana Dr. Suko Susilo. Hadir pula Rektor IAIN Tulungagung Dr. Maftuhin Rasmani dan Prof. Nur Ahid, MA dari STAIN Kediri yang mana keduanya merupakan lulusan dari Institut Agama Islam Tribakti. Perkuliahan ini diikuti kurang lebih 120 mahasiswa Program Pascasarjana (pps.)