International Guest Lecture

International Guest Lecture a 768x471

Recontextualizing Term ASWAJA between Theoretical and Practical: Role of Pesantren in Islamic World merupakan langkah strategis dalam upaya membumikan nilai-nilai Islam ahlus sunah waljamaah di lembaga pendidikan formal dan nonformal. International Guest Lecture yang mengangkat tema rekontekstualisasi ahluss sunah atau lebih familiar dengan sebutan ASWAJA menjadi pemantik pemahaman teoretis dan praktis.

Pemahaman secara teoretik menjadi embrio lahirnya tindakan praktik dalam bingkai Islam ahlus sunah. Konsep Islam ahlus sunah harus dipahami secara utuh dan mendalam. Artinya, pemahaman mendalam memerlukan berbagai referensi, literatur, dan analisis multi perspektif. Kemampuan demikian akan mengahdirkan harmoni kehidupan beragama yang luwes dan tidak ekstrim. Jadi, rekontekstualisasi paham ASWAJA di kalangan mahasiswa, santri, dan masyarakat secara umum menjadi pemantik membumikan paham ASWAJA di segala segmen kehidupan.

International Guest Gecture dengan Recontextualizing Term ASWAJA between Theoretical and Practical dihadiri oleh Prof. Dr. Al Habib Syaikh Thoriq Ghannam Al Hasani dari Global University Lebanon. Dr. M. Adib Fuadi Nuriz, M.A., M.Phil. Dosen Universitas Darussalam Gontor Ponorogo. Agus Abdurrahman Kafabihi, M.Ag., ketua lajnah bahtsul masail Lirboyo. Ketiga narasumber tersebut menyampaikan term ASWAJA. Syaikh Thoriq menekankan fundamental landasan teks Islam ahlus sunah waljamaah. Teks yang bersumber dari alquran dan hadis harus dipahami dan ditanamkan betul oleh setiap individu yang berpegang teguh pada ajaran Islam ahlus sunah waljamaah.

Sedangkan M. Adib Fuadi memberikan penjelasan, bahwa ahlus sunah waljamaah lebih pada Islamic world view. ASWAJA menekankan cara pandang Islam terhadap dinamika yang terjadi pada sosial masyarakat. Artinya, aktivitas individu hendaknya bersumber dari ajaran Islam secara utuh. Aspek kehidupan terkait sosial, ekonomi, politik, dan budaya semua harus merujuk pada ajaran Islam secara utuh. Islam tidak mudah digoyahkan oleh budaya-budaya barat yang mereduksi sumber ajaran Islam, berupa alquran, hadis, dan teks-teks klasik kitab ulama salaf dan kholaf. Perpaduan antara sumber teks agama Islam alquran dan hadis dan konteks dinamika kehidupan akan menghadirkan harmoni kehidupan Islami yang berperadaban. Gus Agus Abdurrahman Kafabihi menyampaikan pentingnya memahami akar sejarah paham ahlus sunah waljamaah. Paham ASWAJA merujuk pada ulama-ulama salafus soleh yang memiliki kredibelitas keilmuan. Artinya ulama salafus soleh berpedoman pada kehati-hatian dalam menafsirkan teks-teks Al Qur’an dan hadits serta dibarengi dengan laku atau amaliah. Ini menjadi pondasi utama dalam memahami paham ASWAJA, baik secara teoretik maupun praktik.

Kegiatan International Guest Lecture memiliki dampak yang signifikan dalam membantu menambah wawasan dan kualitas kemampuan civitas akademik. Segmen bidikan dari kegiatan international guest lecture, pertama, mahasiswa. Wawasan desain pembelajaran dan orasi ilmiah yang disampaikan dosen dari luar negeri menjadi warna tersendiri bagi mahasiswa. Mahasiswa akan beradaptasi dengan model penyampaian materi dosen luar Negeri Lebanon khususnya. Di sisi lain mahasiswa akan meningkatka kapasitas bahasa asing untuk menambah skill dan kompetensi komunikasi internasional. Kedua, civitas akademik Pascasarjana Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri, melalui International Guest Lecture dapat meningkatkan kerjasama internasional dan national. Kerjasama tersebut dibuktikan melalui MoU. Melalui MoU, secara legal kedua perguruan tinggi dapat melakukan kerjasama di bidang akademik berupa International Guest Lectureresearch, dan pertukaran mahasiswa antar bangsa. Momentum ini tentu menjadi pengalaman berharga bagi kedua belah pihak untuk saling meningkatkan mutu atau kualitas akademik di masing-masing institusi.

International Guest Lecture yang dilaksanakan pada hari Ahad, 23 Juli 2023 di Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri sukses menyita antusias mahasiswa. Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri.  Abdullah Haq Al Haidary, B.S., M.Ag. selaku kepala Pusat Bahasa dan International Office berperan aktif terhadap sukses acara International Guest Lecture. Acara diselenggarakan di aula Mahrus Aly berjalan cukup efektif. Hal ini ditengarai dari antusias mahasiswa yang mengikuti dari awal sampai akhir. Selain itu, sesi tanya jawab juga dimanfaatkan secara aktif oleh mahasiswa untuk menyampaikan pertanyaan, dinamika sosial, dan solusi konsep dan konteks dalam term ASWAJA.




Setelah Alih Bentuk, Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri ikuti Kegiatan Penguatan Akreditasi Institusi melalui PDDIKTI

WhatsApp Image 2023 02 08 at 05.45.27

Subdit Kelembagaan dan Kerjasama Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (DIKTIS) menyelenggarakan kegiatan penguatan Akreditasi Institusi melalui PDDIKTI pada Perguruan Tinggi Keagaamaan Islam (PTKI) Swasta yang sudah melakukan transformasi perubahan bentuk dari sekolah tinggi menjadi Institut dan Institut menjadi Universitas. Sebanyak 23 PTKI Swasta se-Indonesia yang diundang dan hadir dalam acara tersebut termasuk Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri pada hari Senin-Rabu, 06-08 Pebruari 2023 bertempat di Hotel Grand Mercure Surabaya City.

Sambutan pembukaan disampaikan oleh Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama disampaikan oleh Dr. Thobib Al-Asyhar, M.Si. DIKTIS saat ini berkonsentrasi pada mutu bukan lagi pada kuantitas, Permohonan ijin pendirian Perguruan Tinggi (PT) Baru di lingkungan Kementrian Agama saat ini dilakukan monatorium, sehingga pada tahun 2023 tidak ada ijin pendirian Perguruan Tinggi yang di terbitkan, Ujar Kasubdit.

Banyak keluhan dari Stakeholder terutama dari Komisi VIII dan X Bidang pendidikan,  untuk itu saat ini Diktis berfokus pada kualitas, sementara Perguruan Tinggi yang sudah menambah prodi, harus berkonsentrasi pada eksisting terutama akreditasi. Saat ini jumlah PTKI Swasta pada tahun 2023 dibawah Kementrian Agama untuk Universitas sebanyak 9 lembaga, Institut sebanyak 109 lembaga, Sekolah tinggi sebanyak 648 lembaga dan Fakultas Agama Islam Universitas 111 lembaga.

Menjadi perhatian dan tugas bersama berkaitan Akreditasi Perguruan Tinggi Swasta yang Unggul belum ada, akreditasi Baik sekali hanya ada 6, Akreditasi B sebanyak 30, Akreditasi Baik sebanyak 439, Akreditasi C sebanyak 7, Tidak terakreditasi sebanyak 42 dan Belum terakreditasi sebanyak 242. Pada acara tersebut disampaikan juga ada 13 Sekolah tinggi PTKIS yang terlambat melakukan pelaporan Emis mengakibatkan banyak masalah dan salah satunya tidak bisa memproses mahasiwa yang mendapatkan KIP karena terlambat menginput data.

Materi kegiatan yang dilakukan selama 3 hari terutama hal teknis berkaitan PDDIKTI bagi PTKI Swasta yang sudah keluar SK perubahan bentuk diantaranya tentang penguatan pelaporan data PDDIKTI, paparan proses dan migrasi data PDDIKTI bagi PTKI alih bentuk. Materi penutup dilakukan Evaluasi kegiatan dan harapan bersama setelah kegiatan ini dilakukan PTKI sudah tidak ada kendala dalam proses migrasi.




Logo Terbaru Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri




Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri melakukan Benchmarking ke Unira Malang

DSC09563 669x385

Beckmarking atau studi banding merupakan kesadaran akademik untuk meningkatan budaya organisasi. Hal ini sejalan dengan tuntutan perkembangan lembaga pendidikan Islam. Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kota Kediri mengimplementasikan kesadaran akademik tersebut melalui program Beckmarking Ke UNIRA Malang pada Selasa, 28 Desember 2022.

Dalam kegiatan Beckmarking Ke UNIRA Malang ini, Pimpinan Fakultas Tarbiyah mengajak 126 segenap sivitas akademik yang meliputi jajaran Rektorat , Pimpinan Fakultas Syariah, Dosen, Tenaga kependidikan dan mahasiswa. Tujuannya berbagi informasi pengelolaan budaya akademik dan non akademik kedua perguruan tinggi berskala universitas untuk saling meningkatkan kualitas dan kuantitas bertaraf internasional. Implementasinya, kedua lembaga melakukan penandatanganan MoU dan ditindaklanjuti penendatangan MOA dari masing-masing fakultas.

Menurut H Imron Rosyadi Hamid, Rektor Universitas Raden Rahmat (Unira) Malang, kegiatan ini sangat penting dilakukan oleh UNIRA dan UIT Lirboyo. Kedua lembaga ini tidak semata-mata dimaknai sebagai perguruan tinggi, akan tetapi sebagai wadah kaderisasi, mencetak ulama-ulama berwawasan global. Lebih utamanya, Kedua lembaga sepakat berfokus menjadikan lembaga perguruan tinggi sebagai pengembangan pengetahuan berperspektif, integrasi keilmuan berlandasakan Ahlussunah Waljamaah an Nahdliyah.

Senada dengan H Imron Rosyadi Hamid, Dr. H. Badrus, M.Pd menjelaskan peran penting kerjasama antara UIT Lirboyo Kota Kediri dan UNIRA Malang. Kerjasama yang dilakukan kedua lembaga ini, sejatinya sedang menangkap tantangan global, sinergitas berdaya saing internasional tanpa meninggalkan akar ideologinya. Kerjasama ini juga menjadi pondasi bersama melakukan penguatan sendi-sendi kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara berpersepektif moderasi.

Akhir kegiatan ini ditutup dengan kesepakan bersama untuk melakukan Internasional Seminar On Islamic Education And Peace, melakukan penelitian bersama pada tahun 2023. Adapun desiminasi hasil-hasil kegiatan ini, akan dijadikan evaluasi bersama untuk meningkatkan kualitas kerjasama dari Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri dengan Unira Malang.




Klinik Akreditasi Borang Program Studi

Klinik akred

Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) dituntut untuk terus berbenah demi kemajuan pendidikan di Indonesia, khususnya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta di bawah kopertais. LPTNU yang menaungi perguruan tinggi NU se-Indonesia bekerjasama dengan Diktis menyelenggarakan acara “Klinik Akreditasi Borang Progam Studi” dengan harapan akreditasi prodi dibawah naungan PTKIS mendapat status akreditasi unggul. Turut dihadiri anggota LPTNU yang terdiri dari Muhammad Aziz Hakim, SH., MH., M Athoillah H Al Fudholi S.Th.I., MHI, Dr. Rizkon Halalsyah Aji, dan Dr. A Luthfi Hamidi, M.Ag beserta para utusan Perguruan Tinggi NU se Jawa Timur. Acara yang diadakan di Hotel Grand Surya Kediri selama 3 hari, dimulai pada kamis 17 – 19 November 2022.

Acara inti disampaikan oleh pemateri Dr. A Luthfi Hamidi asesor dari kalangan LPTNU. Ada 6 poin utama yang disampaikan yakni pengisian LKPS, LED, Penjaminan Mutu, PPEPP, Teknis LAM, dan Perencanaan Program Prodi. Poin-poin penting dalam pengisian LKPS yakni jangan sampai ada kolom yang tidak terisi, memperhatikan kelogisan pengisian, dan perhatian khusus bagi poin yang memiliki bobot tinggi. Sementara itu untuk pengisian LED yakni perhatian besar kepada nomor SK, Kebijakan yang harus terdiri dari Policy, Regulasi, Guide Line, dan SOP, implementasi yang harus selaras dengan guide line, Evaluasi yang harus berisi data kuantitatif berbentuk alasan keterlaksanaan maupaun ketidakterlaksanaan, dan tindak lanjut yang harus ditetapkan melalui RTM.

Selanjutnya Penjaminan mutu juga menjadi sorotan oleh narasumber. Beberapa poin penting dalam penjaminan mutu anatara lain ketersediaan lembaganya, dokumen SPMI (Kebijakan, Manual, Standar, dan Formulir), auditor, jadwal pelaksanaan AMI, dan notulansi berisi hasil AMI. PPEPP yang juga tidak lepas dari jaminan mutu harus terlaksana. Perencanan berupa rapat kerja setiap akhir tahun untuk menyusun acara. Pelaksanaan berupa rapat koordinasi oleh prodi setiap 3 bulan sekali prodi terkait acara yang telah disusun. Evaluasi berupa audit oleh AMI. Pengendalian berupa Best Practice dimana pimpinan memanggil kaprodi. Selanjutnya perbaikan yang melalui RTM dengan rapat koordinasi yang dihadiri oleh Rektor dan Yayasan.

Untuk poin-poin terkait hal-hal teknis dalam akreditasi langsung khusunya lamdik yakni ketersediaan RTM, RPS untuk semua mata kuliah yang harus ada otorisasinya, dan microteaching beserta labnya yang nantinya diamati oleh assesor. Prodi sendiri yang memiliki tanggung jawab besar dalam proses akreditasi juga seyogyanya merencanakan program berbasis borang. Beberapa poin yang disinggung narasumber yakni target IKU, jumlah mahasiswa, animo pendaftar, dan jumlah HKI.

Insitut Agama Islam Tribakti sendiri dalam mengikuti acara ini mengirim satu orang utusan yakni Mohamamd Auza’i Aqib, M.Pd. yang juga merupakan anggota penyusun borang prodi S1 PIAUD dan prodi S2 Pendidikan Agama Islam. Kami berharap semoga dengan mengikuti acara ini Institut Agama Islam Tribakti yang sedang mempersiapkan akreditasi Prodi PIAUD dan Re-Akreditasi prodi S1 PIAUD dan prodi S2 Pendidikan Agama Islam mendapatkan nilai yang maksimal.