UIT Lirboyo Kediri Dukung Pembentukan PUSPAGA Kota Kediri untuk Perkuat Ketahanan Keluarga

Aa3024e8 d2e0 43a1 91b0 cf45a06f19e3

KEDIRI – Pemerintah Kota Kediri terus memperkuat upaya pembangunan keluarga melalui pembentukan Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA). Program ini digagas oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Kediri dalam kegiatan yang berlangsung di ruang pertemuan dinas setempat, Kamis (2/4/2026).

08cefe0b 2c6c 484b b1b2 11f712d1f58a

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, mulai dari instansi pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi profesi, hingga pemerhati isu keluarga dan anak. Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri turut ambil bagian melalui perwakilan Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Beti Malia Rahma Hidayati, M.Psi., Psikolog.

Pembentukan PUSPAGA dinilai sebagai langkah strategis dalam menghadirkan layanan preventif dan edukatif bagi masyarakat guna membangun keluarga yang sehat dan harmonis. Layanan ini dirancang menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi keluarga, termasuk bagi calon pengantin, sekaligus sebagai ruang konseling awal sebelum penanganan lanjutan oleh Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA).

9d05d98b ee35 4c5d 8192 8e37c3ef6502

Dalam implementasinya, PUSPAGA akan berkantor di gedung PPA dan menjalankan berbagai fungsi, seperti sosialisasi dan edukasi keluarga, pencegahan risiko permasalahan keluarga, serta pengelolaan data dan publikasi layanan. Selain itu, PUSPAGA juga diharapkan mampu memberikan layanan konseling awal yang efektif untuk memperkuat ketahanan keluarga sejak dini.

Melalui forum ini, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antar lembaga dalam mendukung operasional PUSPAGA sebagai fondasi penting dalam edukasi tumbuh kembang anak dan penguatan ketahanan keluarga di Kota Kediri.

Partisipasi UIT Lirboyo Kediri dalam kegiatan ini menegaskan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung program pemerintah, khususnya dalam membangun keluarga sebagai basis utama pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.

D838e3bd e639 487c 942c a86373ec0a01




UIT Lirboyo Kediri Wakili Indonesia dalam Forum Lingkungan Global Berbasis Agama di Amerika Serikat

D693b7b8 0ad5 4ab1 9b02 b911243f66ed

KEDIRI — Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri kembali menunjukkan kiprah internasionalnya melalui partisipasi dalam agenda global bertajuk Preparation on Religious Environmental Plan (PREP) yang diselenggarakan di Amerika Serikat pada 22–28 Maret 2026. Dalam forum tersebut, UIT Lirboyo diwakili oleh Dr. Abbas Sofwan Matla’il Fajar, dosen Fakultas Syariah dan Hukum sekaligus Kepala Lembaga Bahasa dan Kerja Sama Internasional.

IMG

Kegiatan ini diinisiasi oleh LOKA Initiative, sebuah organisasi internasional yang bergerak di bidang lingkungan dan ketahanan iklim. Pada tahun ini, sekitar 40 pemimpin agama dari 15 negara terpilih untuk mengikuti program tersebut, yang berfokus pada pengembangan proyek lingkungan berbasis nilai-nilai keagamaan.

Rangkaian kegiatan berlangsung di Center for Healthy Minds, yang bermitra dengan sejumlah lembaga akademik di University of Wisconsin–Madison. Program ini mengintegrasikan pendekatan ilmiah dan spiritual guna merespons krisis lingkungan global secara kolaboratif.

IMG

Program PREP diawali dengan kursus daring selama 10 minggu sejak 5 Januari 2026, yang kemudian dilanjutkan dengan pertemuan tatap muka di Madison, Wisconsin. Para peserta mendapatkan pembekalan terkait integrasi ilmu lingkungan dan ajaran agama, serta didorong untuk merancang proyek berbasis komunitas di wilayah masing-masing.

Dalam forum tersebut, Dr. Abbas Sofwan menjadi satu-satunya delegasi Indonesia dari kalangan pesantren. Ia mempresentasikan model integrasi harmoni antara pesantren dan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam di wilayah lereng Gunung Kelud, Jawa Timur. Model ini menggabungkan ajaran Islam—meliputi tasawuf, tafsir, dan fikih lingkungan—dengan praktik pelestarian alam berbasis kearifan lokal masyarakat.

IMG

Selain itu, ia juga memperkenalkan konsep Faithful Rainwater Harvesting, yakni gerakan pemanfaatan air hujan sebagai bentuk implementasi nilai keislaman dalam menjaga keseimbangan alam (al-mīzān). Gagasan ini dinilai relevan sebagai solusi menghadapi ancaman krisis air akibat perubahan iklim di masa depan.

Program PREP sendiri berangkat dari keyakinan bahwa sains dan agama dapat saling melengkapi dalam menyelesaikan persoalan lingkungan dan sosial. Pendekatan ini diperkuat oleh gagasan tokoh agama dunia, termasuk Karmapa, yang menekankan pentingnya peran pemuka agama dalam membangun kesadaran moral terhadap isu lingkungan.

Selama kegiatan, para peserta juga dibagi dalam kelompok lintas agama (cohort) untuk memperdalam pendekatan berbasis tradisi masing-masing. Dalam kelompok Muslim, peserta dibimbing oleh Huda Al-Kaff, pendiri komunitas Michigan Green Muslims, yang aktif dalam gerakan keadilan lingkungan berbasis Islam.

Partisipasi UIT Lirboyo Kediri dalam forum ini menegaskan peran strategis perguruan tinggi pesantren dalam isu global, khususnya dalam mengembangkan pendekatan keislaman yang responsif terhadap tantangan lingkungan. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat kesadaran lintas agama bahwa bumi merupakan rumah bersama yang harus dijaga secara kolektif demi keberlanjutan kehidupan generasi mendatang.

IMG
IMG




Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri Perkuat Kerja Sama Internasional, Delegasi Jalankan PKM di Busan

IMG

BUSAN — Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri kembali menunjukkan kiprah internasional melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Korea Selatan. Dalam kegiatan ini, UIT Lirboyo mendelegasikan dua dosen, yakni Aziz Miftahus Surur dan Abdullah Haq Al-Haidary, sebagai bagian dari penguatan kerja sama dengan Korea Muslim Federation (KMF).

Program PKM internasional ini berlangsung pada 26 Februari hingga 20 Maret 2026, bertepatan dengan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan ini merupakan periode ketiga dari implementasi kerja sama antara UIT Lirboyo dan KMF, sekaligus menjadi wujud nyata kontribusi akademisi pesantren di tingkat global.

Sebagai organisasi resmi yang menaungi aktivitas keislaman di Korea Selatan, Korea Muslim Federation memiliki peran strategis dalam membina komunitas Muslim dari berbagai negara, seperti Indonesia, Pakistan, Bangladesh, Turki, hingga Uzbekistan. Melalui kolaborasi ini, berbagai kegiatan keagamaan seperti safari Ramadan, kajian Islam, dan pelayanan sosial dapat dilaksanakan secara intensif.

Dalam pelaksanaannya, Aziz Miftahus Surur ditugaskan di Masjid Jeonggwan, Busan. Ia aktif mengisi berbagai kegiatan keagamaan, mulai dari seminar hingga kajian kitab. Setelah salat tarawih, ia menyampaikan kuliah tujuh menit (kultum) bertema fikih hadis tentang puasa yang dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif bersama jamaah.

IMG

Selain itu, ia juga mengisi kajian kitab Syarh Arbain Nawawi karya ulama Al-Azhar pada waktu subuh, serta kegiatan tadarus Al-Qur’an selepas salat dzuhur. Pada sore hari, kegiatan dilanjutkan dengan kajian kitab sirah karya KH. Hasyim Asy’ari. Rangkaian aktivitas ini menjadi sarana dakwah yang efektif dalam memperkuat pemahaman keislaman di tengah komunitas Muslim minoritas di Busan.

Presiden KMF wilayah Busan, Abdul Salam Noseik, bersama Direktur Perwakilan Indonesia, Syaikhoni Al-Hafidz, menyampaikan apresiasi atas kontribusi delegasi UIT Lirboyo. Mereka menilai program safari Ramadan tersebut memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat Muslim setempat.

“Mereka yang diutus memiliki latar belakang keilmuan pesantren yang kuat, sehingga kajian-kajian keislaman yang disampaikan lebih mudah diterima masyarakat. Hal ini turut membantu memperkenalkan wajah Islam yang damai dan indah,” ujarnya.

Melalui program ini, UIT Lirboyo Kediri dan Korea Muslim Federation berharap kerja sama yang telah terjalin dapat terus berkembang secara berkelanjutan. Ke depan, kedua pihak menargetkan peningkatan produktivitas akademik dosen melalui publikasi ilmiah berbasis pengalaman pengabdian, serta membuka peluang studi bagi mahasiswa Korea Selatan di UIT Lirboyo, baik pada jenjang sarjana maupun magister.

Langkah ini sekaligus menegaskan peran strategis perguruan tinggi Islam dalam memperluas jaringan global serta menyebarkan nilai-nilai keilmuan dan moderasi Islam di kancah internasional.




Tingkatkan Kompetensi, Dosen HKI UIT Lirboyo Ikuti Pelatihan Arbiter Syari’ah BASYARNAS MUI

IMG

KEDIRI — Badan Arbitrase Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (BASYARNAS MUI) bekerja sama dengan Fakultas Syariah UIN Syekh Wasil Kediri mengadakan Kegiatan Pelatihan Arbiter Syari’ah. Kegiatan tersebut berlangsung pada 7–13 Februari 2026 dengan rangkaian pelatihan daring dan luring.

IMG

Pelatihan dilaksanakan secara daring pada 7–12 Februari 2026 yang diisi dengan penyampaian materi serta penugasan bagi para peserta. Sementara itu, sesi tatap muka digelar pada Jumat, 13 Februari 2026, bertempat di Aula Rektorat UIN Syekh Wasil Kediri. Peserta kegiatan tidak hanya berasal dari kalangan akademisi perguruan tinggi, tetapi juga melibatkan praktisi hukum seperti advokat, notaris, serta kepala Kantor Urusan Agama (KUA).

Kegiatan ini menghadirkan tim dari BASYARNAS MUI sebagai narasumber, di antaranya Dr. Nizam Burhanudin, S.H., M.H., Azharduddin Latif, M.Ag., M.H., Dr. Mahdi Achmad Mahfud, S.H., M.Kn., serta Muhammad Afifullah, S.H., M.H. Selain pelatihan Arbiter Syari’ah, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pelantikan pengurus BASYARNAS MUI Koordinator Wilayah Kediri yang dipimpin langsung oleh Ketua BASYARNAS MUI, Dr. Nizam Burhanudin.

Dalam sambutannya, Nizam Burhanudin menyampaikan bahwa BASYARNAS MUI akan terus memperluas kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi untuk menyelenggarakan pelatihan arbiter syari’ah sekaligus membentuk kepengurusan BASYARNAS di tingkat kota dan kabupaten.

Dosen Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri, Ahmad Badi’, S.HI., M.Pd.I., turut mengikuti pelatihan tersebut. Selama pelatihan, peserta mendapatkan berbagai materi terkait prosedur dan mekanisme penyelesaian sengketa di BASYARNAS MUI, lembaga keuangan syariah yang meliputi perbankan syariah, asuransi syariah, dan pasar modal syariah, serta keterampilan penyusunan putusan arbitrase syariah. Peserta juga diberikan tugas praktik berupa pembuatan video simulasi sidang arbitrase syariah sebagai bagian dari proses pembelajaran.

IMG

Pada akhir kegiatan, panitia menyelenggarakan post-test untuk mengukur pemahaman dan kompetensi peserta. Hasil evaluasi tersebut menjadi salah satu pertimbangan kelulusan dalam program pelatihan arbiter syari’ah.

Keikutsertaan dosen HKI UIT Lirboyo Kediri dalam pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi akademik dan profesional di bidang hukum ekonomi syariah, sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan praktik arbitrase syariah di Indonesia.




Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri Gelar Pelatihan Pendamping Proses Produk Halal Batch 3

IMG

KEDIRI — Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri kembali menyelenggarakan Pelatihan Pendamping Proses Produk Halal (P3H) Batch 3 pada Kamis, 26 Februari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta yang berasal dari kalangan dosen dan masyarakat umum sebagai bagian dari upaya memperkuat peran pendamping halal di daerah.

Pelatihan tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan universitas, termasuk para wakil rektor dan dekan, yang memberikan dukungan terhadap program strategis ini. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen kampus dalam mendukung implementasi kebijakan sertifikasi halal nasional.

Wakil Rektor II UIT Lirboyo Kediri, Dr. H. Jauhar Fuad, dalam sambutannya menekankan pentingnya memperbanyak jumlah pendamping proses produk halal. Menurutnya, hal ini bertujuan untuk memaksimalkan pendampingan sertifikasi halal bagi para pelaku usaha makro dan mikro, sekaligus sebagai respons nyata terhadap kebijakan pemerintah mengenai kewajiban sertifikasi halal yang akan berlaku penuh pada Oktober 2026.

Semakin banyak pendamping yang terlatih, semakin besar peluang kita untuk membantu para pelaku usaha memenuhi kewajiban halal tepat waktu,” ujarnya.

IMG

Kegiatan berlangsung secara khidmat dan interaktif. Peserta mengikuti rangkaian materi dengan antusias sebagai bentuk kesiapan mendukung percepatan sertifikasi halal di wilayah Kediri dan sekitarnya. Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ketua Lembaga Penjamin Mutu UIT Lirboyo Kediri, Drs. KH. Abdul Halim Mustofa, M.HI.

Melalui pelatihan ini, Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri berharap dapat berkontribusi aktif dalam memperluas jaringan pendamping halal sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan pelaku usaha dalam mewujudkan ekosistem produk halal yang berkualitas dan berdaya saing.