UIT Lirboyo Gelar Kajian Internasional: Tasawuf sebagai Solusi Spiritual untuk Tantangan Global

Syekh 2 copy

KEDIRI — Pusat Studi Pesantren dan Aswaja Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo kembali menyelenggarakan kajian ilmiah bertaraf internasional dengan menghadirkan ulama tasawuf terkemuka asal Sudan, Syaikh Awad Karim Al-Aqli, sebagai narasumber utama. Acara ini mengusung tema “Peran Tasawuf dan Pendidikan Spiritual dalam Memperkuat Nilai-Nilai Kemanusiaan dan Menghadapi Tantangan Global” dan digelar di Masjid Al-Mahrus, Kampus UIT Lirboyo pada 31 Maret 2025.

Acara dihadiri oleh civitas akademika UIT, para kiai, Ketua Senat KH. Abdullah Kafabihi Mahrus, Ketua Yayasan KH. Athoillah Sholahuddin Anwar, Sekretaris Yayasan KH. M. Abdulbar, S.H.I., serta Rektor UIT Lirboyo, Dr. KH. Reza Ahmad Zahid, Lc., MA. Kajian ini secara resmi dibuka oleh Rektor dan dimoderatori oleh Wakil Dekan III Fakultas Syariah, Ronggo Wasitto, M.Pd.

Dalam ceramahnya, Syaikh Awad Karim Al-Aqli menekankan bahwa tasawuf bukan sekadar praktik spiritual individual, melainkan jalan hidup yang sarat nilai-nilai kemanusiaan universal. Ia menyampaikan bahwa pendidikan spiritual berbasis tasawuf mampu menumbuhkan kasih sayang, toleransi, dan empati, yang menjadi fondasi penting dalam menghadapi tantangan moral dan konflik global saat ini.

“Dalam dunia yang penuh kegaduhan dan kehilangan arah, tasawuf hadir untuk menuntun hati kembali pada fitrah. Ini adalah solusi spiritual yang nyata untuk krisis kemanusiaan kontemporer,” tegasnya dalam bahasa Arab yang diterjemahkan langsung oleh tim penerjemah.

Syekh 1

Kajian ini juga menyoroti urgensi memasukkan ajaran tasawuf ke dalam kurikulum pendidikan, baik di pesantren maupun perguruan tinggi, guna mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan berkepribadian luhur.

Sesi diskusi berlangsung dinamis selama lebih dari dua jam, dengan mahasiswa UIT Lirboyo aktif mengajukan pertanyaan seputar isu-isu aktual seperti radikalisme, materialisme, dan krisis identitas generasi muda. Menanggapi pertanyaan tersebut, Syaikh Awad menekankan pentingnya peran mursyid dan lembaga keagamaan yang membimbing umat dengan kasih sayang, bukan dengan kebencian.

Sebelum kajian dimulai, acara diawali dengan Ijazahan Kubro yang diberikan langsung oleh Syaikh Awad Karim Al-Aqli kepada seluruh hadirin. Dalam ijazahan ini, beliau menyampaikan wirid dan amalan tarekat bersanad, serta mengijazahkan sanad keilmuan dan spiritual dari guru-gurunya yang mu‘tabar.

Syekh 3

Acara ditutup dengan doa bersama dan harapan agar kolaborasi internasional semacam ini dapat terus dikembangkan, sebagai upaya memperkuat nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan di lingkungan kampus dan pesantren.

Melalui forum ini, Pusat Studi Pesantren dan Aswaja UIT Lirboyo menegaskan komitmennya dalam merawat tradisi keilmuan Islam Ahlussunnah wal Jama‘ah yang moderat, toleran, dan berorientasi pada kemaslahatan global.




The 4rd International Conferences on Humanity Education and Society (ICHES) 2025 di Kab. Bondowoso

Iches 1

BONDOWOSO — Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri menunjukkan komitmen dalam mendukung isu-isu global melalui partisipasinya dalam The 4th International Conference on Humanity, Education, and Society (ICHES) 2025. Konferensi ini diselenggarakan oleh Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (FORPIM-PTKIS) Tapal Kuda Jawa Timur, bekerja sama dengan Institut Agama Islam At-Taqwa Bondowoso dan Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Acara berlangsung pada 5–6 Juli 2025 di Pendopo Bupati Bondowoso, Jawa Timur.

Mengusung tema “The Role of Public Policy in National Development Goals”, ICHES 2025 menghadirkan berbagai pemikir akademik dari dalam dan luar negeri. UIT Lirboyo mengirimkan tiga delegasi akademisnya sebagai pemakalah, yakni Dr. H. Badrus, M.Pd.I (Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan), dengan topik “Digital Literacy-Based Educational Management as a Pillar of National Development”; Dr. Ahmad Kafabihi, M.Pd.I (Ketua Pusat Studi Pesantren dan Aswaja), dengan topik “The Use of Blended Learning Model on Students’ Learning Motivation and Critical Thinking Abilities”; Dr. HM. Adibusholeh (Ketua Bidang Penjaminan Mutu), dengan topik “Transformation of Education in the Digital Era: Benefits and Challenges”.

Iches 2

Konferensi dibuka oleh Dr. KH. Kholilur Rahman, M.Pd.,(Chief of PTKIS Forum Tapal Kuda) yang menyampaikan apresiasinya atas dukungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Ia juga berharap konferensi ini menjadi wadah yang berkelanjutan dalam memperkuat sinergi antara pendidikan tinggi dan kebijakan publik.

Bupati Bondowoso, KH. Abdul Hamid Wahid, M.Ag., secara resmi membuka acara. Dalam sambutannya, beliau mengajak seluruh pimpinan perguruan tinggi, khususnya di wilayah Bondowoso, untuk bersinergi membangun daerah melalui Tridharma Perguruan Tinggi yang bermuatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Bondowoso juga tengah menyiapkan program beasiswa studi ke Eropa bagi warga berprestasi, serta mendukung mahasiswa S3 yang melakukan penelitian di wilayah Bondowoso,” ungkapnya.

Konferensi ini menghadirkan keynote speech dari Prof. Dr. H. Ahmad Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA., M.Phil., Ph.D., yang juga menjabat sebagai Koordinator Kopertais Wilayah IV Surabaya. Beliau mengupas tema The Role of Public Policy in National Development Goals dengan meberikan ulasan bahwa kepemimpinan para nabi melalui dua jalur yaitu menjaga agama dan mengatur dunia ( حراسة الدين وسياسة الدنيا ) serta menjadikannya kontrak bagi orang-orang yang melaksanakan tugasnya. Maka dari itu, beliau menekankan bahwa pemimpin merupakan posisi yang strategis untuk menegakkan keadilan yang demokratis.

Konferensi berlangsung hingga malam hari dengan sesi presentasi dari 83 peneliti yang memaparkan hasil riset mereka dalam berbagai bidang ilmu. UIT Lirboyo berharap partisipasinya dalam ICHES dapat menjadi kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan, baik di tingkat nasional maupun global.




UIT Lirboyo dan UIN Tulungagung Gelar Pelatihan Pendamping Produk Halal bagi Dosen dan Mahasiswa

Halal

KEDIRI — Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri bekerja sama dengan Pusat Layanan Halal (PLH) Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung menyelenggarakan Pelatihan Pendampingan Proses Produk Halal (PPH) selama dua hari, yakni pada 12–13 Juni 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di Kampus UIT Lirboyo dan diikuti oleh dosen serta mahasiswa lintas program studi.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas akademisi dalam mendukung proses sertifikasi halal, sejalan dengan program nasional Indonesia Wajib Halal 2026. Para peserta mendapatkan materi teoritis dan praktis dari narasumber yang telah tersertifikasi dan berpengalaman dalam pendampingan halal.

Wakil Rektor I UIT Lirboyo, Dr. A. Jauhar Fuad, S.Pd.I., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan pentingnya keterlibatan perguruan tinggi dalam mendukung sistem jaminan produk halal.

“Melalui pelatihan ini, dosen dan mahasiswa kami dorong untuk tidak hanya memahami aspek keilmuan, tetapi juga siap mengaplikasikan perannya sebagai pendamping halal di tengah masyarakat,” ujarnya.

Materi pelatihan mencakup prinsip dasar halal-haram, regulasi dan prosedur sertifikasi halal, peran strategis pendamping PPH, serta simulasi pengisian dokumen sertifikasi. Pelatihan dikemas secara interaktif melalui metode ceramah, diskusi kelompok, dan praktik lapangan.

Ketua Pusat Layanan Halal UIN Tulungagung, Dr. Syamsul Umam, S.H.I., M.H., yang juga menjadi narasumber utama, menegaskan bahwa kolaborasi antar kampus merupakan langkah strategis dalam memperluas jangkauan literasi halal di masyarakat.

“Keterlibatan akademisi sebagai pendamping akan memperluas akses edukasi dan layanan halal, khususnya bagi pelaku UMKM dan komunitas pesantren,” ungkapnya.

Di akhir kegiatan, seluruh peserta memperoleh sertifikat sebagai tanda partisipasi dan kelulusan pelatihan. UIT Lirboyo berharap kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem halal akademik yang berkelanjutan serta berdampak nyata bagi masyarakat luas.




UIT Lirboyo Gelar Sosialisasi dan Persiapan Audit Mutu Internal Tahun Akademik 2024/2025

LPM

KEDIRI — Menjelang akhir Semester Genap Tahun Akademik 2024/2025, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Audit Mutu Internal (AMI) pada Selasa, 17 Juni 2025, bertempat di Ruang Rapat Dosen.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Rektor I, II, dan III, anggota LPM, auditor internal, para ketua Unit Pengelola Program Studi (UPPS), serta perwakilan dari seluruh program studi di lingkungan UIT Lirboyo.

Dalam sosialisasi ini, LPM menyampaikan alur pelaksanaan dan standar mutu yang akan digunakan dalam Pekan Audit Mutu Internal Tahun Akademik 2024/2025, yang direncanakan berlangsung pada awal Agustus 2025. Kegiatan audit ini bertujuan untuk memastikan ketercapaian standar mutu akademik dan non-akademik di setiap unit kerja dan program studi.

Selain agenda sosialisasi, acara ini juga diisi dengan pembacaan dan penyerahan Surat Keputusan (SK) penunjukan Unit Penjaminan Mutu (UPM) oleh Ketua LPM UIT Lirboyo. Para UPM yang ditunjuk adalah dosen-dosen yang memiliki kompetensi serta pengalaman dalam bidang penjaminan mutu pendidikan tinggi.

Kehadiran UPM di tiap fakultas diharapkan mampu memberikan pendampingan teknis sekaligus kontrol berkala terhadap pelaksanaan standar mutu di lingkup fakultas dan program studi.

Audit Mutu Internal menjadi bagian penting dalam siklus Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas institusi secara sistematis dan berkelanjutan dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi berbasis nilai keislaman dan pesantren.




Kopertais Wilayah IV Surabaya Serahkan SK Sertifikat Pendidik kepada 359 Dosen Lulus Tahun 2024

SK

SURABAYA — Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (Kopertais) Wilayah IV Surabaya menggelar kegiatan Pembinaan, Penyerahan Sertifikat Pendidik, dan Penandatanganan Pakta Integritas bagi dosen-dosen yang lulus sertifikasi tahun 2024. Acara berlangsung selama dua hari, yakni pada 24–25 Juni 2025 di Hotel Santika Premier, Surabaya.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari proses sertifikasi pendidik dosen tahun 2024 yang dilaksanakan di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia. Sertifikasi ini diberikan kepada dosen yang telah memenuhi syarat evaluasi kelayakan dan penilaian kompetensi sesuai ketentuan yang berlaku.

Sebanyak 359 dosen dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) di lingkungan Kopertais Wilayah IV dinyatakan lulus dan menerima Surat Keputusan (SK) Sertifikat Pendidik.

Penyerahan SK dilakukan langsung oleh Wakil Koordinator Kopertais Wilayah IV, Dr. H. Ilhamullah Sumarkan, M.Ag., didampingi Sekretaris Kopertais Wilayah IV, Dr. H. M. Hasan Ubaidillah, S.HI., M.Si., serta Rektor Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri, Dr. KH. Reza Ahmad Zahid, Lc., M.A.

Dalam sambutannya, Dr. Ilhamullah menyampaikan apresiasi atas dedikasi para dosen dalam meningkatkan profesionalisme melalui jalur sertifikasi. Ia menegaskan bahwa sertifikasi ini bukan sekadar bentuk pengakuan, tetapi juga amanah moral dan akademik.

“SK Sertifikasi ini bukan hanya sebagai pengakuan profesionalisme dosen, tetapi juga amanah untuk terus mengembangkan diri dan menjaga kualitas pembelajaran,” ujarnya.

Lebih lanjut, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan budaya mutu akademik di lingkungan PTKIS. Para penerima sertifikat diharapkan segera menyelesaikan proses administratif lanjutan, termasuk pengajuan tunjangan profesi dosen sesuai dengan mekanisme yang berlaku.