Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri Mengukuhkan Guru Besar Perdana

GURU BESAR

KEDIRI — Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri menggelar acara bersejarah, yakni Pengukuhan Guru Besar Perdana, yang berlangsung di Gedung An-Nawawi Pondok Pesantren Lirboyo pada hari Rabu, 16 April 2025. Pengukuhan ini menandai capaian akademik tertinggi di bidang Psikologi Sosial, sekaligus menjadi kebanggaan besar bagi seluruh sivitas akademika UIT Lirboyo Kediri.

Acara berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk 25 guru besar dari berbagai perguruan tinggi. Beberapa di antaranya adalah Prof. Dr. Nur Syam, M.Si. dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Prof. Dr. Ali Maschan Moesa, M.Si., serta Prof. Dr. Imron Arifin, M.Pd. dari Universitas Negeri Malang (UM). Turut hadir pula Sekda Kabupaten Kediri, Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin Thoha, Ketua KPU Kabupaten Kediri, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.

Acara diawali dengan pembukaan oleh Ketua Senat UIT Lirboyo, KH. Abdullah Kafabihi Mahrus, kemudian dilanjutkan pembacaan Surat Keputusan Menteri tentang pengukuhan guru besar oleh Wakil Rektor I, Dr. A. Jauhar Fuad, M.Pd..

Puncak acara diisi dengan orasi ilmiah bertema “Pendidikan Islam di Tengah Perubahan Sosial Ditinjau dari Perspektif Psikologi Sosial”, yang disampaikan dengan penuh semangat oleh Prof. Drs. Dr. Suko Susilo. Dalam pidatonya, Prof. Suko menekankan pentingnya peran pendidikan Islam dalam menjawab tantangan perubahan sosial di era modern.

Rektor UIT Lirboyo, Dr. KH. Reza Ahmad Zahid, Lc., M.A., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas pencapaian ini. Ia berharap, pencapaian ini menjadi awal bagi peningkatan kualitas akademik dan pengembangan kampus di masa depan.

Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH. An’im Falachuddin Mahrus, anggota DPR RI sekaligus pengurus Yayasan Pendidikan Islam Tribakti. Setelah itu, seluruh tamu undangan mengikuti sesi foto bersama sebagai penutup rangkaian acara.

Pengukuhan guru besar perdana ini menjadi tonggak penting bagi Universitas Islam Tribakti Lirboyo dalam memperkuat komitmennya untuk terus berkontribusi dalam dunia pendidikan tinggi di Indonesia.




Menjawab Tantangan Media Modern, Mahasiswa KPI UIT Lirboyo Kunjungi Jawa Pos Radar Kediri

RADAR

KEDIRI — Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) semester empat Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo bersama dosen pendamping, Amalia Rosyadi Putri, M.Med.Kom., dan Kaprodi KPI, Mifftachul Aula, M.I.Kom., melakukan kunjungan akademik ke kantor Jawa Pos Radar Kediri. Kunjungan yang berlangsung pada 30 April 2025 ini bertujuan memperdalam pemahaman mahasiswa tentang manajemen media cetak yang tetap bertahan di tengah arus digitalisasi.

Acara kunjungan yang berlangsung sekitar tiga setengah jam ini dibuka oleh Adi Jianto, perwakilan divisi periklanan Jawa Pos Radar Kediri. Dalam sambutannya, Amalia Rosyadi Putri menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari realisasi mata kuliah Manajemen Media Massa, dengan harapan mahasiswa dapat memahami tantangan yang dihadapi media cetak di era modern.

Memasuki sesi inti, Rekian dari divisi redaksi menyampaikan materi mengenai adaptasi media cetak di tengah perubahan zaman. Ia menegaskan bahwa perubahan tidak bisa dihindari, namun media cetak harus mampu beradaptasi tanpa meninggalkan identitas yang telah dibangun. “Kuncinya adalah memaksa diri untuk membangun sistem yang sesuai dengan zamannya,” ungkap Rekian.

Setelah penyampaian materi, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Salah satu mahasiswa menanyakan mengenai independensi berita di Radar Kediri. Menjawab pertanyaan tersebut, Rekian menjelaskan bahwa sebelum berita dipublikasikan, ada tiga tahapan verifikasi yang harus dilewati. “Di Radar Kediri, kami melakukan verifikasi berita melalui tiga tahap sebelum akhirnya diterbitkan dan dibaca oleh audiens,” ujarnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat penghargaan kepada Amalia Rosyadi Putri, M.Med.Kom. selaku dosen pengampu mata kuliah, serta sesi foto bersama. Para mahasiswa juga berkesempatan melakukan office tour mengelilingi kantor Radar Kediri, melihat langsung proses produksi berita mulai dari redaksi hingga pencetakan.

Kunjungan akademik ini diakhiri dengan sesi foto bersama di depan gedung Jawa Pos Radar Kediri, menandai berakhirnya kunjungan yang penuh ilmu dan pengalaman berharga bagi para mahasiswa KPI UIT Lirboyo.

Pemberangkatan kepada warek 3 Yasin Nurflah M.Pd dan dekan Moch. Mukhlison M.Pd




Halal Bihalal dan Sarasehan LPT PWNU Jawa Timur: Pererat Silaturahmi dan Sinergi Pendidikan Tinggi NU

Unipdu

JOMBANG – Lembaga Perguruan Tinggi (LPT) PWNU Jawa Timur menggelar acara Halal Bihalal dan Sarasehan pada hari Sabtu, 26 April 2025 yang bertempat di Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (UNIPDU) Jombang. Kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi antar civitas akademika perguruan tinggi NU, membangun budaya saling memaafkan, memperkuat nilai-nilai keislaman dan ke-NU-an, meningkatkan kerja sama akademik, serta meneguhkan persatuan untuk memajukan pendidikan tinggi NU agar lebih unggul dan kompetitif.

Acara dibuka dengan sambutan dari Prof. Junaidi, yang menyampaikan harapannya agar Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Dr. Fauzan, segera membangun sinergi dengan LPT PWNU Jawa Timur. Prof. Junaidi juga menekankan pentingnya mendorong kebijakan yang lebih berpihak kepada perguruan tinggi swasta (PTS), termasuk dalam pemberian tunjangan kinerja dosen PTS. Selain itu, kerja sama strategis melalui penandatanganan MoU antara LPTNU dan Universitas Terbuka (UT) diharapkan dapat memperkuat implementasi pembelajaran jarak jauh (PJJ) di lingkungan PTNU.

Dalam kesempatan yang sama, Gus Upik menegaskan pentingnya mempertahankan identitas lokal di lingkungan perguruan tinggi NU tanpa harus selalu mencantumkan nama NU secara eksplisit. Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi UNIPDU dalam meningkatkan jumlah lulusan yang diterima di perguruan tinggi negeri, serta mengingatkan perlunya antisipasi terhadap dampak kebijakan PTN-BH terhadap keberlangsungan PTS.

Sementara itu, Gus Wafi menambahkan bahwa dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat, PTNU harus memperkuat kolaborasi antar lembaga serta memperluas kesempatan beasiswa, sebagaimana yang telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Dalam sesi sarasehan, Wakil Menteri Prof. Dr. Fauzan menekankan pentingnya penguatan kapasitas manajerial di lingkungan PTS. Ia memahami beratnya tantangan yang dihadapi PTS, mulai dari ketatnya persaingan penerimaan mahasiswa hingga keterbatasan lahan di wilayah perkotaan. Untuk itu, Prof. Fauzan mendorong PTS, khususnya PTNU, agar lebih kreatif dalam merancang program studi yang menarik, serta mengembangkan keunggulan spesifik yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Prof. Fauzan juga mengajak perguruan tinggi NU untuk mengadopsi semangat otonomi ala PTN-BH, yakni mengelola institusi secara fleksibel dan inovatif tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur ke-NU-an. Ia berharap pengembangan kepakaran dosen di PTNU dapat mendorong terwujudnya kampus yang berdampak nyata bagi masyarakat, terutama melalui kemitraan produktif dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dalam program strategis seperti swasembada pangan nasional.

Acara halal bihalal dan sarasehan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat soliditas, kolaborasi, dan merumuskan langkah bersama dalam menghadapi berbagai tantangan dan peluang di dunia pendidikan tinggi. Dengan semangat persatuan dan inovasi, LPT PWNU Jawa Timur optimis dapat melahirkan perguruan tinggi NU yang unggul, berdaya saing global, dan berkontribusi luas bagi kemajuan bangsa.




Sinergi Ilmu dan Pengabdian: KKN-PPL Internasional Angkatan Pertama UIT Lirboyo Sukses di Malaysia

Kkn kl

KUALA LUMPUR (27/03/2025) — Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Internasional Angkatan Pertama yang diikuti oleh mahasiswa Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri telah berlangsung dengan sukses dan lancar di Malaysia. Program ini melibatkan lima mahasiswa, yaitu Asva Davi Bya, Bahir, Dodi Kurniawan, M. Khilmi Alfarisi, dan Muhammad Hafizh, serta didampingi oleh satu dosen pembimbing.

Kegiatan KKN-PPL ini dilaksanakan selama satu bulan di dua lokasi sanggar pendidikan di bawah naungan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur. Lokasi pertama adalah Sanggar Sungai Mulia yang terletak di daerah Gombak, dikelola oleh Ibu Mimin Mintarsih, Ketua Muslimat NU Malaysia. Lokasi kedua adalah Sanggar Jalan Kebun, dikelola oleh Ibu Yasmin, Ketua Pimpinan Ranting Istimewa Muslimat NU Malaysia.

Selama pelaksanaan, mahasiswa tidak hanya menjalankan kegiatan akademik seperti observasi dan praktik mengajar, tetapi juga aktif dalam program sosial dan pemberdayaan masyarakat. Beberapa kegiatan unggulan yang dilakukan antara lain bimbingan belajar, pelatihan penulisan aksara pegon Arab-Jawi, penguatan literasi keagamaan, serta pelatihan bela diri Pagar Nusa untuk siswa-siswi sanggar.

Dosen pendamping, Ibu Dwita Nurulita, menyampaikan apresiasi atas kerja sama dan sambutan hangat dari masyarakat serta pengelola sanggar. “Kami sangat bersyukur kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar. Mahasiswa mampu beradaptasi dan menunjukkan dedikasi tinggi dalam proses belajar serta pengabdian. Sambutan hangat yang kami terima sejak awal menjadi pengalaman yang sangat berharga,” ungkapnya.

Salah satu mahasiswa peserta, Bahir, mengungkapkan rasa bangga dan syukur atas kesempatan yang diberikan. “Banyak pelajaran berharga yang kami dapatkan, bukan hanya dalam aspek akademik, tetapi juga dalam hal empati, komunikasi, dan kerja sama tim di tengah masyarakat,” ujarnya.

Melalui program KKN dan PPL Internasional ini, UIT Lirboyo berharap dapat memperkuat relasi antara institusi pendidikan dan komunitas luar negeri, serta memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan berbasis komunitas. Ke depan, UIT Lirboyo berkomitmen untuk terus mendorong partisipasi mahasiswa dalam kegiatan internasional sebagai bagian dari upaya mencetak lulusan yang unggul secara intelektual dan tangguh dalam pengabdian sosial, berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.




Pelepasan 19 Mahasiswa KKN dan PPL Internasional di Malaysia: Langkah Konkret Menuju Globalisasi Pendidikan

Kkn luar

KEDIRI – Pada hari Selasa 15 April 2025, Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri resmi melepas 19 mahasiswa dan 2 dosen pendamping untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Internasional di Malaysia. Acara pelepasan ini dilangsungkan di Masjid Al-Mahrus Lirboyo, yang dihadiri oleh jajaran pimpinan kampus, rektorat, dekanat, dosen, serta seluruh peserta program.

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Lembaga Penelitian, Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) dan Lembaga Pengembangan Bahasa, Urusan Internasional, dan Kerjasama (LPBUIK) UIT Lirboyo. Dalam pelaksanaannya, mereka menjalin kerja sama dengan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) dan beberapa sanggar pendidikan komunitas di Malaysia, seperti Sanggar Jalan Kebun dan Sanggar Sungai Mulia.

Rektor memberikan sambutan

Dalam sambutannya, Rektor UIT Lirboyo Dr. KH. Reza Ahmad Zahid, Lc., MA menyampaikan rasa bangga sekaligus pesan penting kepada para mahasiswa.

“Ini adalah kesempatan luar biasa bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan akademik dan sosial di ranah internasional. Saya berharap kalian dapat menjaga nama baik kampus dan Indonesia, serta selalu menjunjung tinggi adab dan etika,” ungkapnya.

Program KKN dan PPL Internasional ini akan berlangsung selama satu bulan, terhitung mulai 15 April hingga 13 Mei 2025. Para mahasiswa akan terlibat dalam pendampingan belajar bagi anak-anak migran Indonesia, kegiatan sosial dan keagamaan di komunitas serta promosi budaya pesantren dan nilai-nilai keislaman khas Indonesia

Melalui keterlibatan langsung di tengah masyarakat, mahasiswa diharapkan mampu menumbuhkan kepekaan sosial, memperluas wawasan global, serta menjadi duta budaya dan agama yang mencerminkan nilai-nilai pesantren dalam konteks internasional.

Dengan terselenggaranya program ini, UIT Lirboyo menunjukkan komitmennya dalam mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi Islam. Tidak hanya fokus pada peningkatan kualitas akademik, tetapi juga pada penguatan karakter dan peran mahasiswa dalam kancah global.

Kegiatan ini juga menjadi langkah konkret UIT Lirboyo dalam mencetak lulusan yang unggul, berdaya saing tinggi, dan siap menjadi agen perubahan di tingkat nasional maupun internasional.