UIT Lirboyo Aktif Berpartisipasi dalam Rapat Kerja LPT PWNU Jawa Timur

LPT

MALANG – Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri turut berpartisipasi dalam Rapat Kerja (Raker) I Lembaga Pendidikan Tinggi (LPT) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029. Acara ini berlangsung pada hari Sabtu, 28 Desember 2024 di Gedung Rektorat lantai 4 Universitas Islam Malang (Unisma) dan bertujuan untuk merancang program kerja strategis sebagai arah kebijakan pendidikan tinggi berbasis NU selama lima tahun ke depan.

Kegiatan diawali dengan registrasi peserta melalui barcode, dilanjutkan dengan sesi pembukaan yang dipandu oleh Alfin Mustikawan. Salah satu agenda utama adalah diskusi bertajuk “Peta Jalan Perguruan Tinggi NU: Tantangan dan Peluang” yang menghadirkan Prof. H. Maskuri Bakri, Wakil Ketua PWNU Jawa Timur sekaligus Koordinator Bidang LPTNU, sebagai pemateri utama.

Prof. Maskuri Bakri memberikan wawasan mengenai prospek pengembangan pendidikan tinggi NU, tantangan yang dihadapi, serta peluang yang dapat dimanfaatkan untuk kemajuan pendidikan berbasis NU.

Setelah sesi diskusi, peserta melanjutkan rapat kerja per bidang yang dipimpin oleh Yusuf Amrozi. Rapat ini berfokus pada penyusunan program kerja yang kemudian disepakati dalam sidang pleno. Lima bidang prioritas yang menjadi fokus adalah: 1) Riset, Inovasi, dan Publikasi Ilmiah; 2) Penjaminan Mutu dan Akreditasi; 3) Kemitraan dan Pengembangan Kelembagaan; 4) Kurikulum, Pembelajaran, dan Sistem Informasi; 5) Peningkatan Prestasi Mahasiswa dan Karir Dosen.

Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri diwakili oleh Dr. A. Jauhar Fuad, M.Pd., yang menjabat sebagai Wakil Sekretaris Bidang Mutu dan Akreditasi. Dalam kesempatan tersebut, beliau memaparkan 12 program strategis untuk masa khidmat 2025-2029 terkait mutu dan akreditasi, di antaranya:

1. Sosialisasi Instrumen Akreditasi PS sesuai Permendikbudristek 53 2023 dan Peraturan BAN-PT-27-2024, berbasis CRAM
2. Pelatihan SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal) siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan)
3. Pelatihan AMI (Audit Mutu Internal)
4. Pelatihan Auditor Mutu Internal
5. Workshop penyusuna dan review dokumen tata pamong dan tatakelola PTNU.
6. Workshop penyusuna dan review dokumen sistem penjaminan mutu.
7. Workshop penyusuna dan review dokumen kurikulum berbasis OBE (Outcome-based education).
8. Workshop penyusuna dan review dokumen tracer study.
9. Workshop Penyusunan instrumen kepuasan mahasiswa terhadap dosen
10. Workshop Penyusunan instrumen kepuasan user terhadap lulusan prodi
11. Workshop Penyusunan instrumen kepuasan stakeholder terhadap kualitas layanan

Ketua LPT PWNU Jatim, Prof. H. Junaidi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa hasil Raker ini akan menjadi pijakan penting dalam meningkatkan kualitas dan daya saing perguruan tinggi NU.

“Program kerja ini diharapkan mampu memperkuat daya saing perguruan tinggi NU di tengah dinamika global dan menjadi langkah konkret dalam menciptakan lulusan yang unggul dan berdaya saing tinggi,” ujar Prof. Junaidi.

Dengan partisipasi aktif UIT Lirboyo, diharapkan kolaborasi antarperguruan tinggi NU dapat semakin erat dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan di Indonesia.




UIT Lirboyo dan UNKAFA Gresik Jalin Kolaborasi Pengembangan Perguruan Tinggi

UNKAFA

GRESIK – Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik menerima kunjungan silaturahmi dari Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Pengembangan Perguruan Tinggi”. Acara ini berlangsung pada hari Rabu, 25 Desember 2024 di ruang perkuliahan Pascasarjana UNKAFA dan dihadiri oleh seluruh pimpinan serta tim akademik UNKAFA.

Rektor UNKAFA, H. Mohammad Majduddin, M.A., membuka pertemuan dengan menyampaikan apresiasi atas inisiatif kolaborasi ini. Ia menegaskan pentingnya kerja sama antarperguruan tinggi berbasis pesantren dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi Islam.

“Pertemuan ini adalah langkah konkret untuk mendorong mutu pendidikan tinggi Islam melalui kerja sama strategis dan berbagi pengalaman dalam pengelolaan perguruan tinggi,” ujarnya.

Diskusi berlangsung dalam suasana penuh keakraban, membahas sejumlah agenda penting terkait akreditasi institusi dan program studi. Wakil Rektor I UIT Lirboyo, Dr. A. Jauhar Fuad, M.Pd., memaparkan praktik baik yang telah diterapkan di UIT Lirboyo, termasuk pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan masyarakat serta penguatan sumber daya manusia melalui lembaga sertifikasi profesi. Sementara itu, UNKAFA berbagi pengalaman dalam pemberdayaan dosen dan mahasiswa melalui program unggulan berbasis pesantren dan penguatan Turats (warisan keilmuan klasik Islam).

Selama diskusi, peserta merancang strategi untuk menyelaraskan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti). Beberapa topik yang dibahas meliputi evaluasi kinerja dosen, pembaruan kurikulum, penguatan publikasi ilmiah, dan peningkatan teknologi pembelajaran.

Kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi terhadap tantangan dalam mencapai akreditasi unggul. Sejumlah poin strategis yang dihasilkan dari pertemuan ini mencakup rencana kolaborasi penerbitan jurnal SINTA-2 serta pelaksanaan program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di luar negeri.

Acara ditutup dengan penyampaian rekomendasi dari masing-masing delegasi dan komitmen untuk melanjutkan kolaborasi melalui agenda-agenda bersama di tahun mendatang.

“Silaturahmi ini menjadi pondasi kuat untuk bersama-sama berinovasi dalam bidang pendidikan tinggi. Kolaborasi ini harus terus dirawat demi meningkatkan kualitas pengelolaan perguruan tinggi,” kata Wakil Rektor I UNKAFA Gresik, Dr. H. Mohammad Makinuddin, M.Pd.I..

Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan kedua perguruan tinggi dapat saling mendukung dan berkontribusi dalam mencetak generasi akademisi yang unggul dan berintegritas.




UIT Lirboyo Kediri Sukses Gelar Seminar Internasional Bertema Etika dalam Pengembangan Kecerdasan Buatan

AI

KEDIRI – Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri (UIT) baru-baru ini sukses menyelenggarakan konferensi internasional bertajuk “Ethical and Moral Principles in the Development and Application of Artificial Intelligence” atau Etika dan Prinsip Moral dalam Pengembangan dan Penerapan Kecerdasan Buatan. Seminar ini berlangsung selama dua hari, Sabtu dan Minggu (12-13 Desember 2024), di Hall Lotus Hotel Kediri dan Muktamar Hall Lirboyo. Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Pascasarjana UIT Lirboyo dan Asosiasi Pendidikan Tinggi Agama Islam Swasta Indonesia (APAISI).

Acara ini dihadiri oleh ratusan peserta mulai dari mahasiswa, dosen, hingga praktisi pendidikan yang berkumpul untuk membahas aspek etika dan moral dalam pengembangan serta penerapan kecerdasan buatan (AI).

Acara dibuka secara resmi oleh Rektor UIT Lirboyo, Dr. KH. Reza Ahmad Zahid, Lc., MA. Dalam sambutannya, beliau menyoroti pentingnya membahas aspek etika dalam pengembangan teknologi AI yang terus berkembang.
“Kecerdasan buatan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita. Namun, di balik kemudahan yang ditawarkan, kita perlu memperhatikan aspek etika dan moral dalam pengembangan dan penggunaannya,” ungkapnya.

Ketua APAISI, Prof. Dr. Masykuri Bakri, M.Si., juga menegaskan peran strategis perguruan tinggi dalam isu-isu kontemporer seperti AI.
“Perguruan tinggi bertanggung jawab menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki nilai moral yang kuat,” ujar Prof. Masykuri.

Seminar ini menghadirkan pakar ternama dari berbagai negara, antara lain Prof. Madya Dr. Wan Mohd Yusof bin Wan Chik (Universiti Sultan Zainal Abidin, Malaysia); Muhammad Husain Sanusi (Digital Transformation Consultant & Official Partner of Google for Education); Prof. Dr. Hasan Suliman al-Warfali (Al-Refak University, Libya); dan Desti Alkano, S.T., M.Sc., Ph.D. (Groningen University, Belanda). Dua dosen dari Universitas Brawijaya Malang juga hadir sebagai pembahas dalam seminar ini.

Konferensi ini menyoroti pentingnya integrasi prinsip-prinsip etika dalam teknologi AI, khususnya dalam konteks pendidikan Islam. Para pembicara menekankan perlunya pendekatan berbasis kebajikan Islam dalam pengembangan AI untuk memastikan bahwa teknologi ini selaras dengan nilai-nilai moral dan etika yang dianut. Para pembicara memberikan pandangan mendalam mengenai berbagai isu terkait etika dalam pengembangan AI, seperti privasi data dan perlindungan informasi, bias dalam algoritma, dampak AI terhadap hukum, serta pengaruhnya terhadap peluang kerja di masa depan.

Selain itu, diskusi juga mencakup tantangan dan peluang dalam penerapan AI di berbagai sektor, termasuk pendidikan, kesehatan, dan industri. Para peserta sepakat bahwa kolaborasi antara ilmuwan, pendidik, dan pembuat kebijakan sangat penting untuk memastikan bahwa AI dikembangkan dan diterapkan dengan cara yang bertanggung jawab dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan selama sesi tanya jawab. Seminar ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mendorong pengembangan kecerdasan buatan yang etis dan bertanggung jawab di Indonesia. Selain itu, acara ini juga memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri dalam menghadapi peluang dan tantangan AI.

Konferensi ini merupakan bagian dari upaya UIT untuk menjadi pusat unggulan dalam kajian etika teknologi, khususnya dalam konteks Islam. Dengan menyelenggarakan acara semacam ini, UIT berharap dapat mendorong dialog yang konstruktif dan kolaboratif mengenai peran etika dalam perkembangan teknologi modern.

“Kami berharap seminar ini menjadi landasan bagi pengembangan AI yang tidak hanya canggih, tetapi juga memiliki nilai moral dan etika yang kuat,” tutup Dr. KH. Reza Ahmad Zahid.




Dosen Psikologi Islam UIT Lirboyo Berperan Aktif dalam Rapat Kerja APPI Jatim 2024

APPI

SURABAYA – Pengurus Asosiasi Psikologi Positif Indonesia (APPI) Jawa Timur menggelar rapat kerja tahunan pada 14–15 Desember 2024 di Hotel Zest Jemursari, Surabaya. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk pengurus HIMPSI Jawa Timur, pengurus Asosiasi Psikologi Positif Jawa Timur, pengurus Asosiasi Psikolog Sekolah Jawa Timur, serta sejumlah undangan lainnya.

Acara dibuka dengan prosesi formal yang diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne HIMPSI. Sambutan disampaikan oleh Ketua APPI Jawa Timur serta perwakilan dari HIMPSI Jawa Timur, yang menegaskan pentingnya sinergi antarorganisasi dalam meningkatkan kualitas layanan psikologi di wilayah tersebut.

Beti Malia Rahma Hidayati, S.Psi., M.Psi., Psikolog, dosen Psikologi Islam Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri, berperan aktif sebagai master of ceremony selama acara berlangsung. Ia juga menjelaskan rangkaian agenda rapat kerja selama dua hari tersebut.

Hari pertama dimulai pada pukul 16.00 WIB dengan pembahasan rancangan pedoman standar layanan psikologi yang disusun oleh tim HIMPSI. Terdapat delapan bab dalam rancangan tersebut yang menjadi fokus diskusi, tidak hanya dari segi redaksi tetapi juga substansi dan penerapan dalam praktik layanan psikologi.

Setelah itu, peserta mengikuti sosialisasi play therapy secara daring melalui Zoom Meeting, yang bertujuan untuk memperkenalkan metode terapi bermain sebagai pendekatan inovatif dalam praktik psikologi. Hari pertama diakhiri dengan penyusunan laporan pengurus APPI Jawa Timur untuk tahun 2024.

Pada hari kedua, peserta rapat kerja fokus pada penyusunan program kerja APPI Jawa Timur untuk tahun 2025. Salah satu rencana yang menarik perhatian adalah perayaan ulang tahun APPI Jatim 2025 yang akan diadakan pada bulan April di Kediri, memberikan penghormatan kepada kota yang menjadi bagian penting dalam perkembangan APPI Jatim.

Acara ditutup dengan sesi well-being di Taman Pintar Surabaya, yang bertujuan untuk meningkatkan kebugaran fisik dan mental para peserta rapat.

Melalui pertemuan ini, diharapkan APPI Jawa Timur dapat merancang program-program yang relevan dan inovatif untuk mendukung perkembangan psikologi positif di Jawa Timur serta terus berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi antarprofesi dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Partisipasi aktif dosen Psikologi Islam UIT Lirboyo Kediri, Beti Malia Rahma Hidayati, menegaskan peran penting akademisi dalam mengembangkan layanan psikologi yang berkualitas, baik di tingkat lokal maupun nasional.




Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri Jalin Kerja Sama Strategis dengan Universiti Kebangsaan Malaysia

KS KL

KUALA LUMPUR — Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri kembali menunjukkan langkah progresifnya dalam membangun jaringan internasional dengan menandatangani Letter of Intent for Cooperation (LoI) bersama Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Acara penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung pada Kamis, 21 November 2024, dengan tujuan memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Kerja sama ini dirancang untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi keagamaan, termasuk pengembangan kurikulum, pertukaran dosen, dan riset bersama. Diharapkan, kolaborasi ini mampu memberikan dampak positif bagi kedua institusi, baik dalam konteks nasional maupun internasional.

Delegasi UIT Lirboyo dipimpin oleh Dr. A. Jauhar Fuad dan didampingi oleh perwakilan dari Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (Forpim), yaitu Dr. Abd Aziz (Ketua Umum Forpim sekaligus Rektor Universitas Islam Zainul Hasan Genggong Probolinggo), Dr. Istikomah (Wakil Ketua Bidang Kerja Sama), dan Dr. Suheri (Wakil Sekretaris Forpim).

Dari pihak UKM, acara dihadiri oleh pimpinan Pusat Pembentukan Pendidikan Lanjutan dan Profesional (UKM-SHAPE), antara lain YBrs. Encik Jamalul Lail Bin Abdul Wahab (Timbalan Pengarah III), YBrs. Prof. Dr. Mohd. Fuad Mat Jali (Pengarah), Encik Muhammad Haniff Bin Rahmat (Ketua Bagian Pembangunan Perniagaan), Cik Intan Shafiqa Binti Mohd Suhairi dan Cik Nurul Afiqah Binti Omar (Unit Pembangunan Akademik dan Kolaborasi), Encik Mohd Romaini Khaidir Bin Baharom (Projek 3 Pascasiswazah Antarabangsa), Puan Visarah Novicca (Pusat Pesisir UKM Indonesia). Kehadiran para pimpinan dari kedua belah pihak menandai komitmen bersama untuk memperkuat hubungan pendidikan lintas negara, khususnya di bidang keagamaan dan profesionalisme.

Beberapa bidang penting yang menjadi fokus kerja sama antara UIT Lirboyo dan UKM meliputi:

  1. Pertukaran Mahasiswa – Membuka peluang bagi mahasiswa untuk belajar di kampus mitra luar negeri.
  2. Kuliah Jemputan – Mengundang dosen atau ahli dari UKM untuk memberikan kuliah atau seminar di UIT.
  3. Peluang Pengajian Lanjutan – Memberikan kesempatan bagi mahasiswa dan dosen untuk melanjutkan studi di jenjang lebih tinggi di UKM.
  4. Penyelidikan Bersama – Kolaborasi penelitian dalam bidang keagamaan dan ilmu sosial yang relevan.
  5. Persidangan Akademik – Penyelenggaraan seminar atau konferensi bersama untuk berbagi ilmu dan hasil riset terkini.
  6. Penerbitan Bersama – Kerja sama dalam publikasi karya ilmiah di jurnal internasional.

Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas pendidikan, riset, dan pengembangan akademik di kedua institusi. “Sinergi antara Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri dan Universiti Kebangsaan Malaysia diharapkan mampu mendorong inovasi dan mempererat hubungan antarnegara melalui kolaborasi pendidikan yang saling menguntungkan,” ujar Dr. A. Jauhar Fuad.

Melalui langkah ini, Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri terus menunjukkan komitmennya untuk menjadi perguruan tinggi keagamaan Islam yang unggul di tingkat nasional dan internasional.