Rapat Dosen UIT Lirboyo Kediri Menyongsong Tahun Akademik Baru 2024/2025

Rapat Dosen

Kediri – Pada hari Senin, 19 Agustus 2024, Universitas Tribakti Lirboyo Kediri menggelar rapat dosen. Rapat tersebut dibuka oleh kepala LPM Drs. H. Abd. Halim Mustofa, M.H.I., dengan menyampaikan hasil evaluasi pembelajaran selama satu semester yang lalu. Pada semester genap 2023/2024 terdapat sejumlah peningkatan pembelajaran pada seluruh program studi dari sisi pengajar maupun kemahasiswaan. Rapat kali ini dihadiri oleh sejumlah dosen tetap, dosen tidak tetap serta dosen praktisi.

Hadir pula Rektor UIT Lirboyo Kediri, Dr. KH. Reza Ahmad Zahid, Lc., M.A; Wakil Rektor I Dr. H. Badrus; Wakil Rektor II Dr. A. Jauhar Fuad; Wakil Rektor III Yasin Nur Falah, M.Pd.I.; beserta Dekan, Direktur Pascasarjana, Wakil Dekan, Kaprodi dan pejabat kampus lainnya. Pada kesempatan tersebut Rektor menyampaikan bahwa mencintai kampus merupakan bagian dari tanggung jawab bersama dengan cara bersemangat dan bertanggung jawab dalam melakukan aktivitas, yang disesuaikan dengan kapasitas masing-masing.

Pada kesempatan yang sama dibuka dialog oleh Dr. A. Jauhar Fuad dalam rangka evaluasi dan menampung masukan dari para dosen. Terjadi diskusi berbagai agenda penting yang menjadi fokus perhatian bersama, yang mana salah satu pembahasan utamanya adalah penentuan menjaga konsistensi watu belajar dengan jumlah waktu yang terbatas, penambahan sarana belajar mahasiswa, keaktifan mahasiswa serta peningkatan kapsistas dosen dalam bidang penelitian dan pengabdian. Dr. A. Jauhar Fuad juga menyampaikan pentingnya kepemilikan SISTER (Sistem Informasi Sumber Daya Terintegrasi) sebagai penguatan dan kebijakan peralihan yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sinkronisasi sisten pendataan akan mempermudah pengelolaan sumber dan data dosen dalam rangka pengajuan sertifikasi, kenaikan jabatan fungsional, pelaporan beban kerja dosen dan pengajuan akreditasi serta re-akreditasi pada program studi maupun universitas.

Tidak hanya itu, rapat juga membahas persiapan perkuliahan untuk semester ganjil 2024/2025. Persiapan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari penyusunan kurikulum hingga perencanaan kegiatan akademik yang mendukung pengajaran dan pembelajaran. Para dosen diharapkan dapat berkolaborasi secara sinergis guna mencapai tujuan ini. Proses perkuliahan sendiri akan dilaksanakan pada tanggal 26 Agustus 2024. Perkuliahan akan dilaksanakan selama 16 kali pertemuan dengan batas toleransi mimimum dosen melaksanakan 12 kali pertemuan. Jadwal perkuliahan dan SK (Surat Keputusan) mengajar dibacakan oleh wakil dekan masing-masing fakultas.

Rapat dosen berlangsung dengan lancar dan antusiasme terlihat dari partisipasi seluruh dosen yang hadir. Pimpinan sepakat untuk menerima semua saran yang diberikan oleh dosen demi kepentingan dan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri.

Acara diakhiri dengan foto bersama seluruh peserta rapat sembari berbagi semangat positif dan tekad untuk terus berkembang menghadapi semester ganjil 2024/2025 serta untuk memberikan pendidikan terbaik dan bermanfaat kepada para mahasiswa.




Prestasi Gemilang Prodi Perbankan Syariah UIT Lirboyo Kediri Peroleh Akreditasi ‘Baik Sekali’ oleh Lamemba

Prodi Perbankan

Prodi Perbankan Syariah, Fakultas Syariah dan Ekonomi, Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri kembali menorehkan prestasi membanggakan. Hasil asesmen lapangan yang dilakukan pada 23-24 Juni 2024 lalu resmi menetapkan prodi ini meraih akreditasi “Baik Sekali”. Keputusan ini tertuang dalam Surat Keputusan Lamemba Nomor 1422/DE/A.5/AR.10/VIII/2024. Prestasi gemilang ini tidak lepas dari kerja keras tim dosen, mahasiswa, serta seluruh civitas akademika UIT Lirboyo Kediri.

Prof. Dr. Sri Fadila, S.E., M.Si., Ak., CA., dari Unisba Bandung dan Dr. Waluyo, Lc., M.A., dari UIN Raden Mas Said Surakarta, selaku asesor, memberikan apresiasi atas capaian yang telah diraih. Akreditasi “Baik Sekali” ini merupakan bukti dari kualitas pendidikan yang diberikan Prodi Perbankan Syariah UIT Lirboyo Kediri.

Setelah melalui proses yang panjang dan penuh tantangan, Prodi Perbankan Syariah UIT Lirboyo Kediri akhirnya berhasil meraih akreditasi “Baik Sekali”. Hasil asesmen lapangan yang dilakukan pada bulan Juni lalu menunjukkan bahwa prodi ini telah memenuhi seluruh standar yang ditetapkan oleh Lembaga Akreditas Mandiri Ekonomi, Manajemen Bisnis dan Akuntansi (Lamemba).

Prestasi ini tidak lepas dari kerja keras seluruh civitas akademika yang terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan yakni mulai dari pengembangan kurikulum, peningkatan kompetensi dosen, hingga fasilitas yang memadai. Semuanya dilakukan demi memberikan yang terbaik bagi mahasiswa.

Pimpinan UIT Lirboyo Kediri merasa bangga atas pencapaian ini dan berharap dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan di masa mendatang. Akreditasi “Baik Sekali” ini diharapkan dapat semakin memantapkan posisi Prodi Perbankan Syariah UIT Lirboyo Kediri sebagai salah satu prodi unggulan di bidang perbankan syariah. Akreditasi “Baik Sekali” ini merupakan bukti nyata bahwa Prodi Perbankan Syariah UIT Lirboyo Kediri telah mampu bersaing di tingkat nasional. Semoga prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi prodi-prodi lain di UIT Lirboyo Kediri.




Dosen Bimbingan dan Konseling Islam Perdalam Keilmuan dalam Workshop PFA

APPI

Surabaya – Asosiasi Psikologi Pendidikan Indonesia (APPI) mengadakan Workshop Psychological First Aid (PFA) pada hari Sabtu, 10 Agustus 2024 di Fakultas Psikologi Universitas Airlangga. Pada acara ini, Program Studi Psikologi Universitas Islam Tribakti Kediri ikut  serta mengirimkan perwakilan dosen yakni Ika Novita Sari, M.Psi. dan Abd. Basith Arham, M.Psi.  Keterlibatan pada kegiatan ini sebagai bentuk tindak lanjut dari MoA dengan APPI.

Acara dibuka oleh Soerjantini Rahaju, M.A. selaku ketua HIMPSI Jawa Timur, didampingi oleh segenap panitia pelaksana dari APPI. Workshop kali ini mengusung topik Psychological First Aid (PFA) yakni langkah awal memberikan dukungan psikologis kepada penyintas yang dapat diaplikasikan oleh siapa saja. Peserta yang hadir berasal dari beragam profesi termasuk tenaga medis, guru BK, orangtua, serta relawan.

Narasumber acara yakni Yessyca Diana G., M.Psi. turut serta memberikan energi positif kepada seluruh peserta sejak acara dimulai. “Harapan kita yang hadir di sini agar mendapat pemahaman baru, ketrampilan baru mengenai pentingnya PFA serta dapat menularkan pada rekan-rekan di lembaga, institusi maupun di instansi Bapak, Ibu. Semakin banyak yang mendapat dukungan awal psikologis, maka tenaga profesional seperti psikolog akan lebih concern pada penanganan problem psikologis yang cenderung serius sehingga ketrampilannya terasah”, ujar narasumber.

Salah satu tujuan dari workshop ini adalah memahami dampak dari krisis, membedakan stress dan trauma serta cara pengelolaan dan memahami pendekatan dukungan psikososial. Acara kali ini terasa menarik dan dinamis sebab para peserta aktif menyampaikan kasus-kasus yang pernah dihadapi. Pada saat pertengahan diskusi, narasumber memberikan form identifikasi bahasa kasih. Bahasa kasih ini di antaranya terdapat bahasa kasih kata-kata, waktu, sentuhan fisik, hadiah dan melayani. Bahasa kasih ini dapat membantu dalam memahami kebutuhan orang lain ketika melakukan dukungan awal psikologis.

Tidak hanya pemahaman secara teoritis,  APPI juga memberikan waktu khusus untuk role play dukungan psikologis awal sesuai kelompok masing-masing. Acara semakin dinamis karena bu Yessy juga ikut langsung memberikan feedback tiap penampilan role play peserta. Pada akhir sesi panitia memberikan bonus kepada seluruh peserta dengan memberikan metode relaksasi yang dapat digunakan pada saat penyintas sedang membutuhkan.




Partisipasi Perwakilan Perpus UIT Lirboyo dalam Bimtek Perpustakaan Nasional

Oplus

Madiun — Perwakilan staf perpustakaan dari Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri mengikuti kegiatan bimbingan teknis yang diadakan oleh Perpustakaan Nasional. Acara ini berlangsung dari tanggal 23 hingga 25 Juli 2024 bertempat di Aston Hotel, Madiun.

Kegiatan bimbingan teknis tersebut bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan pustakawan dalam mengelola layanan perpustakaan yang modern dan efisien. Selama tiga hari pelatihan, peserta mendapatkan berbagai materi penting, termasuk manajemen koleksi, penggunaan teknologi informasi seperti pemanfaatan e-book, dan pelayanan kepada pengguna perpustakaan.

Pada sambutannya, Kepala Perpustakaan Nasional menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk mendukung profesionalisme di sektor perpustakaan dan memastikan perpustakaan-perpustakaan di seluruh Indonesia mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta tuntutan zaman.

Perwakilan peserta dari Universitas Islam Tribakti Lirboyo, M. Syah Rizal Niqie, mengaku antusias dalam mengikuti berbagai materi yang disampaikan. “Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi saya. Saya tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik langsung yang bisa kami terapkan di perpustakaan kami. Ini akan membantu kami dalam memperbaiki sistem dan layanan perpustakaan di universitas kami.”

Setelah mengikuti bimbingan teknis ini, pustakawan diharapkan dapat membawa kembali pengetahuan dan keterampilan baru mereka untuk diterapkan di lingkungan kerja masing-masing, serta berkontribusi pada peningkatan kualitas layanan perpustakaan di Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Perpustakaan Nasional untuk terus mendukung pengembangan profesionalisme di bidang perpustakaan dan informasi, serta meningkatkan peran perpustakaan sebagai pusat informasi dan pengetahuan di Indonesia.




Tunjang Kapasitas DPL KKN 2024, LP3M UIT Lirboyo Kediri Selenggarakan Pelatihan PKM

Pkm

Kediri – Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri melalui Lembaga Penelitian, Pengabdian & Publikasi (LP3M) menginisiasi pelatihan terhadap calon Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) pada Kuliah Kerja Nyata tahun 2024 di Aula KH. Mahrus Aly UIT Lirboyo Kediri. Rangkaian pelaksanaan digelar selama dua hari, yakni 6-7 Juli 2024.

Pembukaan diresmikan oleh Wakil Rektor I, Dr. H. Badrus, M.Pd.I dengan melibatkan 20 orang serta sejumlah 10 panitia. Program ini bertujuan untuk memberikan pembekalan, pengarahan dan upgrading kompetensi seluruh Dosen Pembimbing KKN yang diterjunkan ke lapangan agar betul-betul sigap dalam membimbing dan mendampingi mahasiswa selama KKN berlangsung. Dalam sambutannya, Dr. H. Badrus, M.Pd.I menyampaikan, “Menjadi dosen pembimbing adalah wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertugas di setiap langkah operasional KKN di lapangan. Metode PAR yang diusung sangat relevan untuk mengembangkan wilayah KKN tersebut, sehingga akan menciptakan produk faktual yang dapat dinikmati manfaatnya oleh masyarakat.”

Pelatihan PKM ini dihelat sebagai sarana dalam menjembatani penyampaian informasi mutakhir seputar kegiatan KKN UIT Lirboyo Kediri—memuat baik dari segi skema, program, maupun perkara administratif. Sehingga, dapat dipahami dan diterima secara komprehensif oleh semua calon DPL.

Terjadwal pada hari pertama, yaitu bedah buku pedoman KKN yang difasilitatori Kepala LP3M, Dr. Zaenal Arifin, M.Pd.I. Pada sesi ini, Dr. Zaenal Arifin, M.Pd.I menjelaskan bahwa pelatihan PKM diadakan untuk menyeragamkan persepsi bagaimana ‘buah’ dari KKN adalah outcome berkelanjutan serta di-𝘣𝘳𝘦𝘢𝘬-𝘥𝘰𝘸𝘯 dalam basis penelitian yang berpihak ke masyarakat lewat proposal/artikel PKM yang siap submit di liptadimas serta teraplikasi dengan meningkatnya kualitas metodologi. Sehingga diharapkan variasi dari program KKN dapat berdampak signifikan bagi warga di area kecamatan Ngancar, kabupaten Kediri dan para stakeholder terkait.

Kata kunci penting dalam tema KKN yang perlu dipahami: yakni pemetaan, pengembangan & potensi apa yang seharusnya menjadi titik fokus para peserta KKN dalam aktualisasi program, di mana tentu didukung cores keilmuan yang dimiliki UIT Lirboyo Kediri mencakup agama, pendidikan & ekonomi.

Kemudian disambung sesi II oleh Dr. Moh. Irmawan Jauhari, M.Pd.I yang mengupas tuntas strategi pendampingan peserta KKN. Konsentrasi yang diambil disini adalah bagaimana menghidupkan partisipasi dan atensi mahasiswa. Sedangkan keesokan harinya, pembahasan dilanjutkan oleh narasumber, Dr. Agus Efendi, M.Fil.I. seputar Metode PAR (Participation, Action and Research) serta praktik riil, yang merupakan pondasi pokok yang dirujuk di pelatihan ini.

Penulis: sarah aqila
Ediotor: Amalia Rosyadi
Kameramen: sugeng harianto