Kolaborasi PSGA UIT Lirboyo Kediri dan Prodi KPI gelar COMZA 2024

IMG 20240701 WA0069

Communication Vaganza (COMZA) 2024 merupakan acara lomba perdana yang diprakarsai oleh Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Semester IV UIT Lirboyo Kediri dengan Pusat Studi Gender & Anak yang telah mengumpulkan sekitar 150 judul karya dari kalangan pelajar dan mahasiswa dari berbagai kampus se-Indonesia, yakni mulai dari Pekalongan, Lampung, Mataram, Bengkulu hingga Kupang. Lomba cipta puisi tahun ini mengusung tajuk “Perempuan Pilar Peradaban Bangsa” dan dimaksudkan untuk mengembangkan bakat dan minat sekaligus mengasah kreativitas para peserta dalam bidang sastra yang menyangkut ihwal ke-perempuan-an.

Perhelatan lomba ini dilakukan secara daring pada 5-16 Juni 2024. Hasilnya telah terpilih 10 peserta terbaik yang telah melewati babak seleksi oleh 3 dewan juri, yakni Saiful Asyhad, S.H (Penulis, Konsultan Majalah Misykat Pon. Pes Lirboyo), Dr. Zaenal Arifin, M.Pd. (Kepala LP3M UIT Lirboyo) dan Amalia Rosyadi, M.Med.Kom (Dosen KPI, Ketua PSGA UIT Lirboyo & CEO of AR Public Speaking).

Peringkat 3 teratas tampil berkompetisi merebutkan predikat juara pada 20 Juni 2024. Juara 1 berhasil dimenangkan oleh Ummil Kamila dari Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Juara 2 diarih oleh Rif’atul Rofi’ah dari STAI KH. Muhammad Ali Shodiq Tulungagung. Serta, Achmad Dwi Jaya Dienata dari UIT Lirboyo Kediri yang memperoleh posisi ke-3. Para pemenang mendapatkan trofi, piagam penghargaan, goodie bag sponsor, uang tunai dan buket ekslusif.

Pada waktu yang bersamaan digelar puncak acara sekaligus Seminar Nasional bertemakan “Berdayakan Potensi: Menjadi Perempuan Hebat & Bermartabat”, yang mengundang Ning Imaz Fatimatuz Zahro’ & Gus Rifqil Moeslim dari Pon. Pes Lirboyo Kediri sebagai narasumber. Acara ini menggaet banyak audiens dengan euforia yang meledak.

COMZA 2024 sendiri didukung oleh berbagai sponsor, antara lain Gudang Garam Tbk, Bank BSI Cabang Kediri, Kemenag Kab. Kediri, brand AGMAN yang membagikan free door prize, minuman gratis dari U-Tea kepada peserta serta Nasi Geprek Sambel Cidero.

Acara ini dipromotori langsung oleh Ketua PSGA sekaligus Dosen Prodi KPI, yakni Amalia Rosyadi, M.Med.Kom sekaligus sebagai salah satu bentuk realisasi mata kuliah Manajemen Event Dakwah. Hadir pula Yasin Nur Falah, M.Pd.I (Wakil Rektor III); Dr. Zaenal Arifin, M.Pd.I (Kepala LP3M); Arina Rohmatul Hidayah, MA. (Dekan Fakultas Dakwah, Ushuluddin & Psikologi); Miftahul Aula, M.I.Kom (Kaprodi KPI).

“COMZA 2024 ini adalah rintisan & rencananya menjadi event tahunan kami. Semoga di tahun berikutnya akan semakin memukau lagi!” pungkas, Amalia Rosyadi, M.Med.Kom, Ketua PSGA yang juga familiar disapa Bunda Amel.




Partisipasi UIT Lirboyo dalam Dialog Kerjasama Atdikbud SILN Saud

Mekkah

Makkah, Arab Saudi – Pimpinan Perguruan Tinggi dan Praktisi Pendidikan Indonesia mendapat undangan dari kedutaan besar RI untuk Arab Saudi berupa Dialog Kerjasama Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) Sekolah Indonesia di Luar Negeri (SILN) Saudi. Acara dilangsungkan pada Kamis, 20 Juni pada pukul 09.00 hingga 11.00 di Sekolah Indonesia Makkah. Hadir dalam kesempatan tersebut yakni Dr. A. Jauhar Fuad, M.Pd. dan Dr. Ali Imron, M.Fil.I.

Acara ini bertujuan untuk membangun kerjasama pendidikan antara Indonesia dan Arab Saudi. Badrus Sholeh, M.A., Ph.D (Atase Pendidikan dan Kebudayaan) menyampaikan bahwa pemerintah Arab Saudi membuka peluang beasiswa kepada 500 mahasiswa Indonesia untuk semua jenjang S1, S2 dan S3. Pembukaan program beasiswa ini diperuntukkan untuk bidang sains dan teknologi dengan syarat mahasiswa mempunyai kemampuan berbahasa inggris. Nantinya pengantar kuliah menggunakan Bahasa inggris dan pendaftaran dilakukan secara online. Pemerintah Arab Saudi juga membuka beasiswa dauroh bahasa arab bagi orang Indonesia selama 1 bulan penuh.

Beasiswa dari Arab Saudi merupakan beasiswa terbesar yang diberikan kepada warga negara Indonesia jika dibandingkan dengan negara manapun di dunia, termasuk Australia yang porsi beasiswanya tidak lebih dari 500 kursi. Pada bidang agama sendiri seleksi sedikit berbeda Dimana peserta harus mempunyai kemampuan berbahasa arab dan akan melewati seleksi wawancara.

Terdapat 22 kampus negeri yang tersebar luas di Arab Saudi yang mana seluruhnya dapat menerima beasiswa. Selain itu, sejumlah kampus juga menerima beasiswa melalui jalur LPDP. Universitas di Arab Saudi memiliki ranking yang baik bahkan masuk ke dalam urutan teratas dunia, seperti King Abdulaziz University (KAU) yang berada pada peringkat 143 dunia, King Fahd University of Petroleum & Minerals berada pada peringkat 180 dunia, dan King Saud University pada peringkat 200 dunia.

Peningkatan akreditasi universitas memerlukan kolaborasi penelitian dan publikasi internasional antara dosen dari Arab Saudi dengan dosen dari Indonesia. Jumlah publikasi antar dua negara telah menghasilkan 70 artikel jurnal di bidang sains. Arab Saudi sendiri membuka peluang penelitian bersama dalam berbagai bidang, seperti pada bidang teknologi, sosial hingga ekonomi. Dosen dari Indonesia juga bisa berkesempatan melakukan penelitian di sekolah Indonesia yang ada di Arab Saudi.

Selain itu, terdapat peluang KKN Internasional yang dilakukan oleh mahasiswa bersama dengan dosen sebagai pendamping PKM. Mahasiswa dapat melakukan kegiatan pendidikan dan pengajaran pada sekolah Indonesia yang ada di Arab Saudi, baik pada bidang kurikulum sekolah ataupun kegiatan lain seperti belajar membaca Al-Qur’an dan keterampilan.

Para dosen dapat melakukan pendampingan kepada para tenaga kerja migran yang mana mereka mengalami berbagai masalah dan perlu ada pendampingan dari akademisi.

Terdapat 3 sekolah Indonesia di Arab Saudi mulai dari jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA dengan kurang lebih 2500 siswa dan 97 tenaga pendidik. Terbanyak mencapai 1200 siswa berada di sekolah Indonesia di Kota Jeddah, selebihnya berada di Riyadh dan Makkah. Sekolah Indonesia menampung anak-anak Indonesia yang mana merupakan keturunan buruh migran yang lahir dan besar di Arab Saudi. Bahasa pengantar yang digunakan yakni Bahasa Indonesia. Sebanyak 60% siswa Indonesia tidak memiliki identitas resmi dan membutuhkan perhatian agar bisa kembali ke Indonsia.

Sebagai upaya dalam penguatan dan realisasi kegiatan maka perlu dilakukan MoU dengan perguruan tinggi. Harapannya, Perguruan Tinggi dapat memberikan beasiswa di Indonesia kepada para anak buruh migran. Hal ini dilakukan untuk memutus rantai pekerjaan migran yang kurang terampil.

Makkah, 20 Juni 2024

A. Jauhar Fuad.




Partisipasi UIT Lirboyo dalam Workshop dan FGD Proposal PKM di Puncu Kediri

Workshop fgd

Pada Sabtu 18 Mei 2024, FKDP Indonesia mengadakan workshop dan FGD terkait penyusunan proposal PKM bagi dosen PTKIS. Dr. Amang Fathurrahman, M.Pd. selaku koordinator FKDP Indonesia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sebagai upaya menjembatani persoalan para dosen dalam pembuatan proposal PKM dan mengingat adanya perbedaan cukup signifikan antara menulis proposal penelitian dengan proposal PKM. Selain itu, kegiatan ini juga sekaligus untuk mempererat silaturahim antar dosen PTKIS sehingga mampu saling bersinergi yang berkelanjutan.

Para peserta yang hadir meliputi kawasan regional Kediri serta wilayah tapal kuda antara lain yakni IAIFA Kepung, IAIHA Pare, UIT Lirboyo Kediri, STIKIP Paron Ngawi, Universitas Al Falah Assunniyah Jember, dan Universitas Ibrahimy Situbondo. Masing-masing peserta membawa draft proposal PKM yang kemudian ditinjau oleh tim reviewer yang terdiri dari Dr. Amang Fathurrahman, M.Pd dari UNU Pasuruan dan Dr. Moh. Irmawan Jauhari, M.Pd.I dari UIT Lirboyo Kediri.

Sesi FGD dan pendalaman bagian-bagian proposal oleh tim reviewer

Para peserta FGD cukup antusias dalam berdiskusi terkait bagaimana merangkai kata sampai menjadi judul yang menarik, menyusun latar belakang berbasis teori, fenomena, dan problem di lapangan, hingga membuat matrik program PKM berbasis metode pengabdian yang digunakan. Tim reviewer pun memberikan masukan-masukan seperti bagaimana membuat proposal PKM yang berbasis program kampus seperti KKN maupun kegiatan yang memang menjadi spesialisasi dosen agar nantinya yang bersangkutan tidak hanya menjadi panita PKM namun juga aktif didalamnya. Selain itu, dengan membuat proposal berbasis program kampus seperti KKN, proposal yang dibuat memiliki akurasi data yang tinggi serta menjembatani komunikasi kampus dengan warga dimana KKN dilakukan. Apalagi tidak sedikit fakta bahwa selepas KKN maka komunikasi dan hubungan kampus dengan masyarakat juga berakhir.

FGD yang dilakukan juga membantu para dosen dalam mengatasi beberapa permasalahan seperti meminimalisir plagiasi, membantu menemukan diksi yang tepat sebagai kata kunci judul, membuat MPO, dan menyusun RAB mengingat ketiganya tidak jarang menjadi permasalahan teknis ketika menyusun proposal. Dan yang paling utama adalah, bagaimana mengerjakan proposal PKM yang terintegrasi dengan keseluruhan program Pengabdian baik internal maupun eksternal kampus.

Output dari kegiatan tersebut diharapkan sehari kemudian para dosen sudah selesai submit pengajuan proposal PKM. Amalia Rosyadi, M.Si selaku Ketua PSGA UIT lirboyo menambahkan usul yang tidak menutup kemungkinan kegiatan ini melahirkan komunikasi dan sinergi penelitian maupun PKM lintas kampus. Ia menyatakan siap berkolaborasi dengan salah satu peneliti dari kampus Assunniyah Jember yang akan mengadakan PKM di Papua Barat.

Pada akhirnya kegiatan tersebut ditutup dengan foto bersama untuk menguatkan ikatan emosional. Selain itu juga Kang Aziz (Moch. Aziz Qoharudin, M.H.) selaku wakil dari IAIFA memberikan kenang-kenangan buku PKM dengan pendekatan PAR. Hal mana juga dilakukan oleh Kang Ir dengan Singosari-nya.

Barter buku antara Kang Aziz dan Kang Ir

Setelah acara selesai, para dosen yang berasal dari kawasan Kediri berkumpul untuk menggagas dan melanjutkan konsep KKN Kolaborasi yang pernah dilakukan pada 2023 kemarin. Kali ini IAI Hasanudin Pare tergerak untuk mengambil peran mengingat output dari KKN Kolaborasi dalam meningkatkan kualitas mahasiswa serta dosen yang terlibat didalamnya.

Alhasil, pembicaraan menghasilkan kesepakatan untuk melanjutkan pertemuan kembali dalam waktu dekat.

FGD KKN kolaborasi di Kediri




Dinamika Pendidikan Tinggi NU

PTNU

Jombang – Dirjen Pendidikan Tinggi dan Ristek Republik Indonesia, Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris, M.sc mengungkapkan terdapat tiga persoalan mendasar pada pendidikan tinggi di Indonesia.

“Tiga hal itu adalah inequality of access atau ketimpangan akses pendidikan tinggi, inequality of quality atau ketimpangan dalam hal kualitas, serta kurangnya relevansi pendidikan tinggi (less relevance of higher education),” sebutnya dalam sarasehan yang dilaksanakan oleh Lembaga Pendidikan Tinggi NU (LPTNU) Jawa Timur di Universitas Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang, Sabtu (4/5/2024).

Pihaknya mengungkapkan bahwa pemerintah sedang mendorong peningkatan nilai angka partisipasi kasar (APK) perguruan tinggi sekaligus memperluas akses pendidikan tinggi yang berkualitas dalam mengatasi berbagai persoalan tersebut. Pemerintah sendiri menemukan suatu dilema saat melihat adanya 1,2 juta pengangguran terdidik berdasarkan data BPS tahun 2022. Selain itu, terjadi perubahan landscape dunia kerja bahwa ijazah dan gelar akademik tidak lagi menjadi jaminan untuk memperoleh pekerjaan.

“Dengan demikian, pemerintah melalui Kemendikbud Ristek secara serius dalam membenahi hal tersebut dengan meningkatkan kualitas pendidikan tinggi,” ungkapnya.

Prof. Abdul Haris juga mengatakan bahwa sejumlah perguruan tinggi terus didorong untuk meningkatkan peringkat perguruan tinggi global, serta meningkatkan kualitas lulusan yang siap pada profesi tertentu.

Namun, ia menyebut adanya hambatan yang mana salah satu faktornya yakni lambannya perguruan tinggi dalam beradaptasi dengan perubahan yang kini menjadi persoalan serius. Selain itu, faktor lainnya adalah munculnya model alternatif dalam pendidikan dan pelatihan yang berbasis digital karena bisa didapatkan secara fleksibel serta segi operasionalnya yang murah.

“Oleh sebab itu, Dirjen Dikti beranggapan partisipasi dari masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi tidak bisa dinafikkan,” kata dia. Ia menyebut, dari sekitar 9,8 juta mahasiswa Indonesia, hampir 5,1 juta mahasiswa kuliah di perguruan tinggi swasta.

Di sisi lain dalam kelembagaan LPTNU perlu dilakukan penataan ulang dalam peningkatan Pendidikan Tinggi yang unggul. Ada 4 pekerjaan rumah besar yang perlu di benahi dalam PTNU. Prof. Yazidi dalam paparan yang di dampingi oleh Dr. A. Jauhar Fuad menyatakan bahwa terminologi Pendidikan Tinggi NU bisa dilihat dari kelembagaan dan nilai perjuangan dengan syarat kesediaan sebagai PTNU dan penerimaan dari NU, unsur yayasan, mengajarkan nilai ke-NU-an, dan aset.

PTNU perlu membekali mahasiswa dengan penguatan akidah Aswaja, kemandirian melalui kewirausahaan, Artificial Intelligence (AI), dan scientific data. Ini mendjadi bekal bagai mahasiswa setelah lulus dari PTNU. Strategi dan program kegiatan yang mengurai disparitas perlu dilakukan LPTNU.

Peningkatan mutu kelembagaan perlu dilaksanakan agar menjadi PTNU unggul dengan berpegang pada input, proses, dan output. Pimpinan dan yayasan perlu memahami ke-empat hal tersebut dan perlu dilakukan secara berkesinambungan. Akreditasi Perguruan Tinggi bukanlah tujuan tetapi konsekuensi dari proses yang telah dijalani. Capaian akreditasi menjadi barometer dan tolak ukur untuk melakukan perbaikan, pembenahan dan perubahan untuk menjadi lebih baik.




Partisipasi UIT Lirboyo Kediri dalam Halal Bi Halal dan Sarasehan LPTNU Jatim

Sarasehan

Jombang – Pelaksanaan kegiatan Halal Bi Halal dan Sarasehan oleh Lembaga Pendidikan Tinggi Pengurus Wilayah NU (LPT-PWNU) Jawa Timur bertempat di Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jomban pada hari Sabtu (4/5/2024). Perwakilan Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri yang hadir dalam kesempatan tersebut yakni Dr. A. Jauhar Fuad, M.Pd. (Wakil Rektor II), Yasin Nurfalah, M.Pd.I (Wakil Rektor III) dan Edy Santoso. Kegiatan ini mengusung tema “Menuju PTNU Unggul” dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan tinggi yang berada dalam naungan LPTNU Jatim. Hal ini juga disampaikan langsung oleh Ketua LPTNU Jatim, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng.

“Narasi tema Menuju PTNU Unggul mungkin tidak akan berhenti di kegiatan Halal Bihalal dan Sarasehan di hari ini saja. Melainkan akan terus kita angkat menjadi tema bersama-sama kita semua. Itu membuktikan bahwa kita semua bertekad untuk mengelola PTNU dengan sungguh-sungguh, suatu saat dalam waktu yang tidak terlalu lama kita akan menjadi perguran tinggi yang terakreditasi unggul,” kata beliau dalam sambutannya.

Dengan semangat ini, LPTNU Jatim yakin bahwa perguran tinggi NU akan menjadi kebanggaan dan kepercayaan masyarakat. Pasalnya lembaga pendidikan tinggi yang ada di wilayah LPTNU Jatim sudah sampai di point of no return, yang mengharuskan untuk berkembang lebih baik lagi.

“Kita hanya punya satu pilihan, yaitu terus melangkah kedepan dan jangan sampai disibukkan dengan urusan internal dan urusan kontra-produktif semata. Semoga dengan kegiatan ini, semua lembaga yang kita kelola bisa menjadi perguruan tinggi yang unggul,” pesan beliau.

Hal ini juga diamini oleh Ketua Lembaga Perguruan Tinggi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LPT-PBNU), Prof. H. Ainun Na’im, Ph.D,. M.B.A yang mengikuti kegiatan secara virtual. Beliau menyampaikan, untuk menjadikan perguruan tinggi dengan kriteria unggul bukanlah suatu hal yang tidak bisa diraih.

“Mengapa? karena Indonesia saat ini masih mengalami pertumbuhan penduduk, bahkan kita masih menikmati bonus demografi. Artinya, penduduk dengan usia produktif lebih besar, dan mereka masih memerlukan layanan pendidikan tinggi. Dengan demikian, kita memerlukan sistem tata kelola yang baik untuk mencapai itu semua,” ungkapnya.

Guru Besar Akuntansi UGM ini juga mengatakan, perguruan tinggi di bawah LPTNU memiliki modal dalam menjawab tantangan global. Seperti kehadiran Artificial Intelligence (AI) yang dimungkinkan mengancam peran manusia.

“Manusia tetap diperlukan sebagai problem solver, sehingga eksistensi manusia tidak akan kalah dengan sistem yang diciptakannya. Dengan bermodalkan nilai-nilai yang ada di NU, kita bisa menjawab tantangan semacam itu. Bagaimana kita menjaga perdamaian, sikap mental yang telah ditanamkan dan kita dakwahkan kepada masyarakat,” imbuhnya.

Di kesempatan yang sama, Rektor Unwaha Jombang, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng. mengucapkan syukur dan terimakasihnya kepada seluruh peserta yang hadir. Khususnya kepada LPTNU Jatim yang telah memberikan kepercayaan kepada Unwaha Jombang sebagai tuan rumah Halal Bihalal LPTNU tahun ini.

“Atas nama pribadi dan lembaga, kami ucapkan banyak terimakasih dan mohon maaf sebesar-besarnya apabila terdapat fasilitas yang kurang memadai. Terlepas dari ini semua, kami juga ucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya Halal Bihalal dan Sarasehan LPTNU Jatim. Semoga Allah SWT meridai apa yang kita lakukan saat ini,” ungkap Rektor Unwaha Jombang tersebut.

Kegiatan dilanjutkan dengan sarasehan yang diisi oleh Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris, M.sc. (Dirjen Kemendikbud Ristek), Muhammad Aziz Hakim, M.H. (Kepala Subdirektorat Ketenagakerjaan Direktorat PTKI Kemenag RI), dan selanjutnya Prof. Dr. Slamet Wahyudi, ST., MT (Dewan Eksekutif BAN-PT).

Hadir dalam kegiatan tersebut Dr. Hj. Hizbiyah Rochim Wahab, M.A. (Ketua Umum YPTBU), Dr. H. Moh. Hasib Wahab (Ketua Pembina YPTBU), dan juga jajaran pengurus YPTBU serta seluruh pimpinan lembaga pendidikan tinggi di naungan LPTNU Jawa Timur.