UIT Lirboyo Kediri dan UIN Maliki Malang Matangkan Persiapan PKS Akademik

KEDIRI — Mengakhiri tahun 2025, Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri bersama Pascasarjana Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN) Maliki Malang menggelar rapat persiapan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada hari Rabu (31/12/2025). Rapat yang berlangsung pukul 13.05–14.20 WIB ini menjadi bagian dari upaya penguatan kerja sama strategis di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan kelembagaan perguruan tinggi pesantren.
Kegiatan dibuka oleh Ustadz Prof. (Assoc.) Dr. Sutaman, M.A., yang menekankan pentingnya kerja sama antarperguruan tinggi berbasis kebutuhan riil, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia dan tata kelola akademik. Sambutan atas nama Rektor UIT Lirboyo awalnya disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik. Namun, di tengah kegiatan Rektor UIT Lirboyo berkesempatan hadir secara langsung sehingga sambutan kembali ditegaskan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dengan penegasan substansi kebijakan pimpinan.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Akademik UIT Lirboyo menyampaikan bahwa sekitar 21 persen dosen UIT Lirboyo telah menyelesaikan studi doktoral. Kondisi tersebut menuntut percepatan pemenuhan kebutuhan dosen bergelar doktor di setiap program studi guna mendukung capaian akreditasi unggul. Selain itu, ia menegaskan pentingnya penataan manajemen perguruan tinggi melalui kerja sama dengan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), penguatan riset, serta pengabdian kepada masyarakat yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Sambutan selanjutnya disampaikan Ketua Program Studi S3 Studi Islam UIN Maliki Malang, Prof. Dr. M. Fauzan Zenrif, M.Ag. Ia menilai kerja sama dengan Lirboyo memiliki karakter khusus dan strategis, mengingat Pesantren Lirboyo memiliki jalinan historis yang kuat dalam tradisi pendidikan Islam. Menurutnya, kualitas keilmuan santri, mahasiswa, dan dosen Lirboyo telah teruji, sehingga membutuhkan pola layanan akademik dan manajemen kerja sama yang bersifat khusus, adaptif, dan saling menguatkan.
Penjelasan teknis terkait rencana kerja sama disampaikan oleh Wakil Direktur Pascasarjana UIN Maliki Malang. Ia memaparkan sejumlah skema yang dapat dikembangkan, antara lain perkuliahan reguler program magister (S2) dan doktor (S3), perkuliahan berbasis kerja sama, program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) untuk S2, serta skema by research untuk program doktoral. Berbagai skema tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan dosen dan pengelola perguruan tinggi pesantren secara lebih fleksibel dengan tetap menjaga mutu akademik.
Sementara itu, Rektor UIT Lirboyo Kediri dalam arahannya menyoroti aspek ketersediaan fasilitas akademik serta keterbatasan waktu yang dipengaruhi oleh aturan pesantren, termasuk pembatasan penggunaan perangkat digital. Menurutnya, hal tersebut berkaitan erat dengan manajemen waktu dan pembentukan etos akademik yang disiplin. Ia mengutip ungkapan Arab, “الأوقات من علامة التيقن”, yang menegaskan bahwa pengelolaan waktu merupakan bagian dari kesungguhan dan kematangan dalam menuntut ilmu.
Rapat persiapan ini menjadi langkah awal yang strategis dalam merumuskan PKS antara UIN Maliki Malang dan UI Tribakti Lirboyo Kediri. Kerja sama yang direncanakan diharapkan tidak hanya bersifat administratif, tetapi mampu memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan mutu akademik, penguatan manajemen kelembagaan, serta pengembangan tradisi keilmuan pesantren di tingkat nasional.









