Ketua PSGA UIT Lirboyo Jadi Narasumber Seminar KPID Jatim tentang Pengawasan Siaran Ramah Anak dan Perempuan

Whatsapp image 2025 09 26 at 12.16.38

KEDIRI – Ketua Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri, Amalia Rosyadi Putri, M.Med.Kom., yang juga dosen Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, menjadi narasumber dalam seminar literasi media bertajuk “Pengawasan Partisipatif Mahasiswa dalam Pengawasan Isi Siaran Ramah Anak dan Perempuan”. Kegiatan ini digelar oleh Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur secara daring melalui Zoom Meeting, Senin (22/9).

Whatsapp image 2025 09 26 at 12.16.37

Seminar dibuka oleh Ketua KPID Jatim, Royyin Fauziana, yang menekankan pentingnya kolaborasi dengan akademisi dan mahasiswa dalam melakukan pengawasan isi siaran. Ia sendiri menyebut bahwa KPID tidak mungkin bekerja sendiri tanpa dukungan kampus dan mahasiswa.

Whatsapp image 2025 09 26 at 12.16.37 (1)

Dalam pemaparannya, Amalia Rosyadi menekankan dasar hukum pengawasan siaran, yaitu UU Penyiaran No. 32 Tahun 2002 dan regulasi turunannya, yakni Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS). Ia menekankan bahwa mahasiswa harus mampu memilih dan memilah tayangan yang bermanfaat. Melalui acara ini mahasiswa diharapakan mampu menjadi mitra KPID dalam pengawasan yang ramah anak dan perempuan. Ia mencontohkan aturan jam tayang, seperti iklan rokok yang hanya boleh disiarkan setelah pukul 21.00 WIB, serta iklan produk dewasa atau talkshow bertema seks yang baru boleh ditayangkan setelah pukul 22.00 WIB.

Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi lebih dari 30 mahasiswa Prodi KPI UIT Lirboyo yang aktif bertanya mengenai alur pelaporan pelanggaran, mekanisme penanganannya, hingga jumlah lembaga penyiaran radio dan televisi di Jawa Timur.

Selain Amalia Rosyadi, seminar ini juga menghadirkan dua komisioner KPID Jawa Timur, Malik Setiawan dan Rosrindar Prio Eko, sebagai narasumber. Keduanya berharap sinergi antara KPID Jatim dan mahasiswa, khususnya dari Prodi KPI UIT Lirboyo, dapat terus ditingkatkan dalam pengawasan isi siaran di masa mendatang.

Whatsapp image 2025 09 26 at 12.16.38 (1)

Penulis: Amalia Rosyadi




UIT Lirboyo Kediri Resmi Buka Program Sarjana (S-1) Manajemen Pendidikan Islam

Whatsapp image 2025 09 25 at 09.09.36

JAKARTA – Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri resmi membuka Program Sarjana (S1) Manajemen Pendidikan Islam (MPI) setelah memperoleh izin operasional dari Kementerian terkait (22/9). Izin tersebut diterima langsung oleh Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIT Lirboyo, Dr. H. Badrus, M.Pd.I.

Beliau mengungkapkan rasa syukur atas terbitnya izin oprasional Program Sarjana (S1) Managemen Pendidikan Islam. Dengan terbitnya izin tersebut diharapkan dapat membantu dalam meningkatkan indeks pembangunan. Izin operasional merupakan langkah krusial yang memungkinkan sebuah lembaga pendidikan untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara legal dan resmi.

Whatsapp image 2025 09 25 at 09.09.37

Whatsapp image 2025 09 25 at 09.09.37 (1)

Pembukaan Program Studi MPI dinilai sebagai langkah strategis dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan. Melalui program ini, UIT Lirboyo berkomitmen untuk :

  1. Meningkatkan mutu pendidikan di bidang manajemen pendidikan Islam.

  2. Mencetak generasi akademisi yang profesional dan berintegritas.

  3. Berkontribusi pada pengembangan ilmu dan peradaban melalui kajian dan riset di bidang manajemen pendidikan Islam.

  4. Mengikuti akreditasi dan standarisasi pendidikan yang diwajibkan.

Pihak universitas menegaskan bahwa hadirnya Program Studi MPI akan memperluas pilihan akademik bagi calon mahasiswa, sekaligus memperkuat peran UIT Lirboyo dalam mencetak tenaga pendidik dan pengelola pendidikan yang unggul.

Universitas selalu berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan, mutu, dan kualitas pendidikannya. Kehadiran program studi MPI ini diharapkan akan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan Islam di tingkat nasional.




PSGA UIT Lirboyo dan PCI Fatayat NU Hongkong Gelar NGAJI Internasional Perdana

Whatsapp image 2025 09 15 at 15.53.21 (1)

KEDIRI – Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri bersama PCI Fatayat NU Hongkong resmi menginisiasi program NGAJI (Ngobrol Santai Jamaah Internasional). Forum internasional ini dibuka Sabtu malam (13/9) pukul 21.00–22.00 WIB secara daring melalui Zoom Meeting, dengan tema perdana “Komunikasi Efektif Antar Pekerja.”

3636bfaf e481 4b16 b469 b97e7e2fe11c

Rektor UIT Lirboyo Kediri, Dr. KH. Reza Ahmad Zahid, Lc., MA, membuka forum dengan penuh semangat. Ia menyampaikan harapannya agar kolaborasi ini dapat membawa maslahat serta mempererat sinergi antar lembaga.

Whatsapp image 2025 09 15 at 15.53.21

Acara dipandu Yayuk Yulianty, Ketua PCI Fatayat NU Hongkong, sebagai MC, sementara moderator Sarah Aqila, mahasiswa KPI sekaligus delegasi KKN Internasional, memandu jalannya diskusi agar tetap interaktif.

Sesi materi disampaikan oleh Amalia Rosyadi Putri, M.Med.Kom, C.PS, Ketua PSGA UIT Lirboyo sekaligus dosen Komunikasi dan Penyiaran Islam serta pimpinan Lembaga AR Media. Ia memaparkan strategi komunikasi efektif antar pekerja untuk mencegah miss communication dan membangun hubungan kerja yang harmonis.

Amalia menekankan tiga pilar utama komunikasi efektif dalam dunia kerja, yaitu:

  1. Respect (Saling Menghargai), yakni mendengarkan aktif, menerima perbedaan pendapat, dan menghindari sikap yang menyinggung rekan kerja.

  2. Understanding (Saling Memahami), dengan cara mengenali budaya, nilai, dan kebiasaan rekan kerja, sekaligus mengurangi prasangka dan stereotip.

  3. Professionalism (Profesionalitas), dengan menjaga fokus pada tujuan pekerjaan, mengendalikan emosi, serta menghindari gosip yang mengganggu suasana kerja.

Menurutnya, dengan menanamkan tiga pilar ini, pekerja dapat membangun hubungan yang sehat, produktif, dan harmonis, sehingga kerja sama tim lebih mudah terwujud.

Selain Amalia, forum NGAJI juga menghadirkan narasumber lain yang akan mengisi sesi pekan berikutnya, di antaranya Bety Malia Rahma Hidayati, M.Psi. (Dekan Fakultas Dakwah), Arina Rohmatul Hidayah, S.I.Kom., MA. (Wakil Dekan Fakultas Dakwah & Psikologi), dan Uswatun Hasanah, M.Psi. (Kepala P2LP UIT Lirboyo).

Peserta yang hadir mayoritas adalah pekerja migran yang tergabung dalam PCINU Fatayat Hongkong, LAZNAS, serta banom NU lainnya. Antusiasme tinggi terlihat tidak hanya dari kalangan ibu-ibu, tetapi juga para bapak yang aktif mengikuti diskusi.

Whatsapp image 2025 09 15 at 15.53.21 (2)

NGAJI dirancang sebagai forum belajar mingguan yang interaktif, inspiratif, dan dinamis. Setiap Sabtu malam, tema dan narasumber akan berganti, menghadirkan wawasan baru yang relevan dan aplikatif untuk menjawab tantangan kerja dan kehidupan di era globalisasi.

Acara ditutup dengan doa oleh Suparno, Ketua Tanfidziyah PCINU Hongkong. NGAJI perdana ini menjadi tonggak baru bagi PSGA UIT Lirboyo dalam memperkuat jejaring internasional sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi komunitas pekerja migran Indonesia di luar negeri.




UIT Lirboyo Kediri dan SEGi University Malaysia Teken MoU Perkuat Kolaborasi Internasional

Whatsapp image 2025 09 13 at 13.51.40

MALAYSIA – Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri resmi menjalin kerja sama internasional dengan SEGi University Malaysia melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada Rabu (10/9). Penandatanganan berlangsung di Malaysia dan dihadiri oleh Wakil Rektor UIT Lirboyo Kediri, Dr. H. A. Jauhar Fuad, M.Pd.

Kesepakatan ini mencakup berbagai bidang strategis, antara lain program akademik bersama, pengakuan kredit melalui sistem transfer, penelitian kolaboratif, magang penelitian, pertukaran staf dan dosen, serta penyelenggaraan seminar dan konferensi bilateral. Selain itu, kedua universitas juga berkomitmen melakukan publikasi informasi bersama kepada masyarakat internasional.

Namun, setiap kegiatan spesifik akan dituangkan dalam dokumen terpisah yang sah secara hukum dan ditandatangani oleh kedua belah pihak. Hal ini memastikan bahwa MoU tidak sekadar simbolis, melainkan memiliki kekuatan implementatif yang jelas.

Whatsapp image 2025 09 13 at 13.50.40

Dr. Jauhar Fuad menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis UIT Lirboyo dalam memperluas jejaring global. “Kerja sama ini bukan sekadar seremoni. Kami ingin membuka ruang lebih luas bagi sivitas akademika UIT Lirboyo Kediri untuk berkembang, berkompetisi, dan berkontribusi di level global. Melalui program pertukaran, riset kolaboratif, hingga seminar internasional, mahasiswa dan dosen akan mendapatkan pengalaman internasional yang sangat berharga,” ujarnya.

Dalam era globalisasi pendidikan, kerja sama antar universitas lintas negara menjadi salah satu strategi utama untuk meningkatkan daya saing dan menjadi peluang penting bagi mahasiswa UIT Lirboyo Kediri. Melalui program transfer kredit, mahasiswa dapat menempuh sebagian studinya di SEGi University dengan pengakuan akademik penuh, sekaligus merasakan atmosfer belajar internasional serta memperluas wawasan budaya

Kesepakatan juga menegaskan bahwa setiap kegiatan kolaborasi akan dibiayai secara mandiri oleh masing-masing pihak, kecuali ada kesepakatan tertulis lain. Komitmen ini menunjukkan bahwa kerja sama dijalankan secara profesional dan saling menguntungkan.

Kerja sama ini diperkirakan memberi dampak positif, di antaranya :

  1. Peningkatan kualitas akademik melalui program riset bersama, kualitas penelitian dosen dan mahasiswa di UIT Lirboyo Kediri akan semakin meningkat dengan standar internasional.

  2. Peluang mobilitas mahasiswa yang mana mahasiswa UIT Lirboyo Kediri berkesempatan menempuh studi di SEGi University melalui program transfer kredit, magang penelitian, atau seminar internasional.

  3. Penguatan reputasi universitas, khususnya bagi UIT Lirboyo Kediri sebagai kampus berbasis pesantren dapat menunjukkan kontribusinya di kancah internasional, sekaligus memperluas jejaring strategis dengan perguruan tinggi luar negeri.

  4. Kontribusi sosial melalui publikasi informasi bersama dan kegiatan akademik yang terbuka akan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat, terutama dalam hal akses pengetahuan dan pendidikan lintas negara

Lebih lanjut, Dr. Jauhar Fuad menyampaikan harapannya agar kerja sama ini menjadi pintu masuk kolaborasi lebih luas dengan universitas lain di Asia Tenggara maupun dunia. “Kami berharap, dari kolaborasi ini akan lahir berbagai program turunan yang konkret, seperti penelitian bersama yang berdampak pada kebijakan publik, pertukaran budaya antar mahasiswa, hingga peluang pendanaan riset internasional. Intinya, kami ingin memastikan bahwa kerja sama ini benar-benar memberi manfaat bagi semua pihak,” jelasnya.

Penandatanganan MoU ini menandai babak baru internasionalisasi UIT Lirboyo Kediri. Melalui kemitraan dengan SEGi University Malaysia, UIT Lirboyo berkomitmen memperkuat jejaring global, meningkatkan mutu pendidikan, dan mencetak lulusan yang siap bersaing di tingkat internasional.

Kerja sama yang dibangun tidak hanya mempertemukan dua institusi pendidikan, tetapi juga membuka jembatan ilmu, budaya, dan pengalaman yang akan membawa dampak jangka panjang bagi generasi akademik di Indonesia dan Malaysia

Whatsapp image 2025 09 13 at 13.50.39




UIT Lirboyo Kediri dan Universiti Malaya Wales Jalin Kerja Sama Internasional

Whatsapp image 2025 09 13 at 12.00.47

MALAYSIA – Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri terus memperluas jaringan akademik global dengan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) bersama Universiti Malaya Wales (UMW) Malaysia  (10/9/2025). Kesepakatan kerja sama ini berlaku mulai 15 September 2025 hingga 15 September 2028.

Penandatanganan dilakukan oleh Wakil Rektor UIT Lirboyo Kediri, Dr. H. A. Jauhar Fuad, M.Pd., dan Vice Chancellor sekaligus CEO UMW, Prof. Dr. Roselina Ahmad Saufi, FCMI. Dalam sambutannya, Dr. Jauhar Fuad menegaskan bahwa kerjasama internasional adalah bentuk komitmen pengembangan kampus sebagai bagaian dari Glokalisasi kampus. Glokalisasi adalah proses menggabungkan elemen-elemen global dengan kebutuhan, nilai, dan praktik lokal untuk menciptakan sesuatu yang baru dan relevan, seringkali dalam konteks bisnis dan budaya. Istilah ini adalah gabungan dari kata globalisasi dan lokalisasi, yang mencerminkan adanya kecenderungan universalisasi (global) sekaligus partikularisasi (lokal) dalam berbagai aspek kehidupan.

Whatsapp image 2025 09 13 at 12.00.48

“MoU ini bukan hanya simbol kerja sama, melainkan langkah konkret agar UIT Lirboyo Kediri hadir sebagai kampus yang memberi dampak. Kami ingin setiap kolaborasi internasional memberikan manfaat langsung bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kapasitas mahasiswa,” ujarnya.

Melalui MoU ini, UIT Lirboyo Kediri dan UMW sepakat mengembangkan berbagai program kolaboratif, di antaranya Student mobility dan program dosen tamu, publikasi dan penelitian bersama, penyelenggaraan kursus dan konferensi ilmiah, serta program lain sesuai kesepakatan bersama.

Selain itu, kedua universitas menekankan pentingnya perlindungan hak kekayaan intelektual, kerahasiaan informasi, kepatuhan pada regulasi anti-korupsi, serta perlindungan data pribadi. MoU juga menegaskan penyelesaian perselisihan dilakukan secara musyawarah, serta bersifat non-eksklusif sehingga masing-masing pihak tetap dapat menjalin kerja sama dengan institusi lain.

Kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat kualitas akademik, memperluas peluang riset, serta membuka akses internasional yang lebih luas bagi mahasiswa dan dosen UIT Lirboyo Kediri serta bermanfaat kepada masyarakat.

Whatsapp image 2025 09 13 at 12.01.47