Dosen Pendidikan Agama Islam mewakili UIT Lirboyo di International Conference Universitas Islam Fatoni Thailand

Gambar whatsapp 2025 08 14 pukul 20.53.23 0b833d12

Pattani, Thailand (07/08/2025)— Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Dwita Nurulita, M.Pd., dosen sekaligus Staf Lembaga Pengembangan Bahasa, Urusan Internasional, dan Kerja Sama (LPBUIK) UIT Lirboyo, berkesempatan mempresentasikan papernya dalam International Conference yang digelar di Universitas Islam Fatoni, Thailand.

Dalam forum akademik bergengsi ini, Dwita membawakan makalah berjudul “The Use of Deepfake in Non-Consensual Pornography: An Islamic Legal Analysis of the Protection of Bodily Integrity and Honor”. Papernya mengupas secara mendalam fenomena penyalahgunaan teknologi deepfake untuk tujuan pornografi non-konsensual, ditinjau dari perspektif hukum Islam, khususnya dalam perlindungan integritas tubuh (bodily integrity) dan kehormatan manusia.

Gambar whatsapp 2025 08 14 pukul 20.53.23 1d394cbd

 

“Isu deepfake ini bukan hanya masalah teknologi, tetapi juga menyentuh ranah moral, hukum, dan kemanusiaan. Dalam pandangan Islam, menjaga kehormatan dan integritas tubuh adalah bagian dari maqāṣid al-syarī‘ah yang harus dilindungi,” ungkap Dwita dalam presentasinya.

Konferensi ini dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Islam Fatoni Thailand beserta jajaran akademisi dan peneliti dari berbagai negara. Selain sesi akademik, kegiatan ini juga menjadi momentum penting bagi penguatan jejaring internasional perguruan tinggi Islam swasta.

Gambar whatsapp 2025 08 14 pukul 20.53.22 38f01563

Salah satu agenda utama adalah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara 14 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) Indonesia dengan Universitas Islam Fatoni Thailand. UIT Lirboyo menjadi salah satu institusi yang turut menandatangani kesepakatan tersebut, sebagai komitmen untuk mengembangkan kolaborasi di bidang riset, pertukaran mahasiswa, publikasi ilmiah, dan pengembangan akademik lainnya.

Rektor Universitas Islam Fatoni, Assoc. Prof. Dr. Sheikh Ismail Lutfi Japakiya. Dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas partisipasi PTKIS Indonesia, termasuk UIT Lirboyo, yang dinilai membawa semangat Islam moderat dan progresif ke forum internasional.

Partisipasi Dwita Nurulita dalam konferensi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sivitas akademika UIT Lirboyo untuk terus mengembangkan riset-riset relevan yang mampu menjawab tantangan zaman, sekaligus mempromosikan nilai-nilai Islam Nusantara di tingkat global.




DOSEN UIT LIRBOYO MENJADI PEMBICARA PADA SIMPOSIUM INTERNASIONAL KAMPUS TURKI

Sya

Pada tanggal 24 Oktober 2024, Dr. Didik Andriawan, M.Th.I, Dosen UIT Lirboyo Kediri mendapatkan kesempatan untuk menjadi pembicara pada Simposium Internasional bertajuk İslam ve Yorum VIII (Islam dan Tafsir VIII) yang diadakan oleh Fakultas Usuluddin İnönü Üniversitesi Turki.

Acara ini merupakan program tahunan yang diadakan dalam bentuk simposium internasional dengan membahas berbagai isu aktual dalam lingkup Tafsir al-Quran.

Simposium ini dihadiri oleh kalangan akademisi, peneliti dan pihak-pihak yang berkepentingan yang berasal dari berbagai belahan dunia.

Program simposium ini dilaksanakan selama dua hari, yaitu hari Kamis 24 Oktober 2024 – Jumat 25 Oktober 2024. Simposium kali ini bertajuk “Dini, Siyasi ve Kültürel Boyutlarıyla Kudüs” /”Yerusalem dengan Dimensi Keagamaan, Politik dan Budayanya”.

Isu Palestina-Israel yang memanas pada akhir-akhir ini menjadi perhatian dan menyulut respon berbagai kalangan internasional. Adanya simposium ini merupakan salah satu bentuk respon para akademi, terutama dalam bidang ilmu al-Quran dan tafsir untuk mendiskusikan isu tersebut dalam berbagai aspek, termasuk dimensi keagamaan, politik dan budaya.

Dalam kesempatan itu, Didik Andriawan menyampaikan materi dengan judul “The Concept Of Jerusalem On The Indonesian Exegesis: The Study Of Tafsir Al-Ibriz, Tafsir Al-Azhar And Tafsir Al-Misbah”/ “Konsep Yerusalem Dalam Tafsir Indonesia: Studi Tafsir Al-Misbah dan Tafsir al-Ibriz.”

Salah satu temuan unik yang Didik Andriawan dapatkan adalah, adanya Hamka dalam tafsirnya yang menganggap bahwa pendudukan Israel atas Palestina sebagai bentuk kezaliman yang mirip dengan yang dilakukan oleh Firaun kepada Bani Israil.

Hamka menegaskan bahwa kezaliman tersebut harus dilawan, dan umat Muslim diingatkan bahwa tanah tersebut adalah warisan yang bisa dicabut jika mereka tidak beriman dan beramal saleh.

 

Video rekaman simposium bisa dilihat melalui link berikut.

 

 




Trasformasi Kelembagaan melalui Fasilitasi Jasa Perbankan Syariah

Mengenal Bank Syariah Bank Sistem Islam

Di era industri ke 4.0 tatangan pengembangan ekonomi perguruan tinggi dihadapkan pada lima hal, yaitu: kelembagaan, terbatasnya akses, pangsa pasar, sumber daya manusia, dan tatangan finansial teknologi. Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta dihadapkan pada Tantangan yang sama. Dalam hal finansial yang hubungannya dengan perbankan PTKIS lebih selektif dalam memilih lembaga perbankan dalam menentukan mitra kerjasama dalam hal penggunaan jasa keuangan.

Pemerintah merespon keingginan dan kepentungan umat islam. Maka pada masa SBY dicetuskan Gerakan Ekonomi Syariah. Pada masa Jokowi dilanjutkan dengan pembuatan lembaga Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS). Pada pase ini ekonomi syariah digerakam sekaligus dipantau perkembangannya oleh pemerintah.

Di Indonesia aset Ekonomi Syariah melaui Bank Umum, Unit Syariah, BPRS dan lembaga keuangan non bank hanya berkisar 5,29 % yang tersebar pada 14 Bank Umum Syariah, 20 Unit Syariah, 168 BPRS, dan banyak dari intitusi keuangan non Bank. Angka tersebut di atas masih rendah, aset dari Ekonomi Syariah jika melihat jumlah umat islam. Kepercayaan publik terhadap Ekonomi Syariah masih rendah atau ketidak tahuan publik terhadap Ekonomi Syariah. Kedua bisa dibandikan dengan Malaysia dengan aset mencapai 35 %, pertumbuhan ekomoni syariah sangat baik.

Ada beberapa hal yang perlu di benahi. Salah satuh satu aspek kelembagaan, dengan melakukan sosialisasi keuangan syariah pada masyarakat, termasuk PTKIS. Berikutnya gerakan literasi keuangan syariah.




Re-Branding dan Penguatan Kelembagaan PTNU Jawa Timur

Ahmad Badi/LPTNU Jatim

Jember, Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Jawa Timur mengadakan Seminar, workshop & Rakerwil LPTNU Jawa Timur di Green Hill Resort dan  jalan Rambatan no. 99 Jember Jawa Timur pada hari Jum’at s.d Ahad, tanggal 19-21 Januari 2018.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh pimpinan perguruan tinggi dan sekitar 250 peserta yang mewakili 120 pergururuan tinggi, baik Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS), baik berbentuk universitas, institut maupun sekolah tinggi. Hadir juga dalam kegiatan tersebut pimpinan dan dosen dari STIT Jembrana dan STAI Denpasar Bali.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu Program LPTNU Jawa Timur dengan tema “Pengembangan Kapasitas Kelembagaan Jawa Timur” yang bertujuan untuk mempersiapkan perguruan tinggi di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) agar mampu berdaya saing dan kompetitif dengan perguruan tinggi lainnya. Ada beberapa agenda dalam kegiatan tersebut, yaitu Seminar, Workshop dan Rakerwil LPTNU Jawa Timur.

Dalam pembukaan acara, setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan Mars Syubhanul Wathan karya KH. Wahab Chasbullah. Ada beberapa sambutan, yaitu dari panitia sekaligus Ketua LPTNU Jawa Timur, Prof. Dr. H. Babun Suharto, SE.,MM. Dilanjutkan sambutan dari Pengurus Pusat  LPTNU dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur. Prof. Babun menyatakan bahwa kegiatan ini untuk menjalin komunikasi dan kemitran antar PTNU di Jawa Timur dan Bali

Selain itu harapan besar agar seluruh program studi di lingkungan PTNU terakreditasi minimal B. Apresiasi yang bagus juga disampaikan pengurus pusat LPTNU dengan kegiatan tersebut. Kegiatan seperti ini bisa ditiru oleh LPTNU wilayah lain agar komunikasi, jaringan antar PTNU semakin baik dan kuat.

Acara dibuka oleh Pengurus Wilayah Nadlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur yang diwakili oleh. Dr. KH. Fahrurrozie, SE.,M.Si. yang menyatakan pentingnya acara ini untuk menjalin silaturrahim dan memperkuat kelembagaan dan sumber daya manusia perguruan tinggi di lingkungan LPTNU jawa Timur.

Acara seminar mengangkat tema Re-Branding Perguruan Tinggi dengan pembicara 9 rektor atau pimpinan perguruan tinggi negeri, seperti UINSA, UNAIR, UNESA, ITS, UTM, UNEJ, UNUSA, IAIN Jember, dan IAIN Ponorogo. Para pemateri memaparkan strategi pengembangan perguruan tinggi agar bisa kompetitif dan berdaya saing, baik secara kualitas maupun kuantitas.

Adapun kegiatan workshop mengetengahkan penguatan akademik dalam menyikapi Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online (SAPTO) dan simulasi borang akreditasi peguruan tinggi (AIPT), fakultas dan program studi. Fasilitator Kegiatan workshop ini adalah para Asesor dilingkungan LPTNU Jawa Timur.

Sedangkan Rapat Kerja Wilayah LPTNU Jawa Timur, yang masa khidmah sampai bulan Oktober, membagi dua (2) bidang, yaitu Bidang Kelembagaan dan Bidang Sumber Daya Manusia (SDM). Ada beberapa program yang disepakati forum, seperti pelatihan AMI (Audit Mutu Internal), advokasi perguruan tinggi di lingkungan LPTNU Jawa Timur dan lain sebagainya, serta beberapa rekomendasi seperti membentuk Asosiasi Asesor LPTNU Jawa Timur, dan lain sebagainya.[] FS/ab




IAI-Tribakti dalam Angka Desember 2018

Brosur

Informasi- Institut Agama Islam Tribakti Kediri per Desember 2018 memiliki 53 dosen tetap. Dilihat dari jentang pendidikan 39 dosen bergelar Magister (73,7%), 7 dosen proses studi program Doktor (13,2%), dan 7 dosen bergelar Doktor (13,2%). Dilihat dari sertifikasi pendidik, dosen IAI-Tribakti yang tersertifikasi ada 26 Dosen (49%) dan yang belum tersertifikasi 30 Dosen (51%). Dilhat dari jabatan Fungsional 4 dosen berjabatan lektor kepala (7,5%), 16 dosen berjabatan lektor (30,2%), 17 dosen berjabatan asisten ahli (32%), dan 16 dosen belum memiliki jabatan (30%).

Dilhat dari golongan 2 dosen bergolongan IV B (3,8%), 2 Dosen bergolongan VI A (3,8%), 7 dosen bergolongan III d (13,2%), 6 dosen bergolongan III c (11,3%), 18 dosen bergolongan III b (34%), dan 18 belum memiliki golongan (34%). Jumlah tenaga kependidikan di IAI Tribakti Kediri berjumlah 20 orang. Karyawan berjenjang pendidikan Magister sebanyak 4 orang (20%), 11 orang berpendidikan Sarjana (55%), 5 orang berpendidikan SMA/MA (25%).

Jumlah mahasiswa IAI Tribakti sebanyak 2009 mahasiswa, terbagi dalam strata satu dan strata dua. Untuk strata satu sebanyak 1829 mahasiswa (91%) dan strata dua sebanyak 180 mahasiswa (8,9%). Jumlah tersebut terbagi kedalam 8 program studi, untuk program studi Pendidikan Agama Islam sebanyak 954 mahasiswa (47,49%), program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 276 mahasiswa (13,74%), program studi Ahwalus as Sahsiyah 233 mahasiswa (11,6%), program studi Perbangkan Syariah 139 mahasiswa (6,92%), program studi Komunikasi Penyiaran Islam 84 mahasiswa (4,18%), Program studi Psikologi Islam 143 mahasiswa (7,12%), program studi Pendidikan Agama Islam Starta dua 146 mahasiswa (7,22%), dan program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah strata Dua 35 mahasiswa (1,74%).

IAI Tribakti Kediri terus berbenah baik dari segi fisik maupun managemen. Pembenahan itu dalam rangka peningkatan kualitas dan kuantitas mahasiswa. Dalam beberapa tahun IAIT terus melakukan pembangaunan menawmbah ruang kelas, dalam setiap tahun selalu kekurangan ruang, hal ini menunjukan adanya peningkatan jumlah mahasiswa. Pembenahan dari kualitas IAIT melakukan perubahan regulasi dalam pelaksanaan perkuliahan, ujian, ujian komprehensif dan ujian skripsi.

Jika dibandikan dengan bulan juni 2018 ada peningkatan jumlah mahasiswa dari 1889 pada bulan desember 2018 jumlah mahasiswa menjadi 2009. Secara rinci dalam setiap prodi ada yang mengalami penikatan dan ada yang mengalami penurunan. Misalnya ada dua program studi yang jumlahnanya menurun S1 PAI 6.19%, dan S2 PAI 1.89%; sedangkan enam prodi yang lain mengalami peningkatan PGMI 0,77%, AS 4,98%, PS 0,51%, KPI 0,26%, PI 1,03% dan S2 PGMI 0,52%.

Learn more

Sumber: Humas IAIT Kediri