UIT Lirboyo Lepas 17 Mahasiswa ke Malaysia dalam Program KKN PPL Internasional Gelombang Pertama

Foto

Lirboyo, Kediri (06/04/2026) — Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo kembali menorehkan langkah bersejarah dalam upaya internasionalisasi pendidikan. Sebanyak 17 mahasiswa resmi dilepas dan dibekali dalam acara Pelepasan dan Pembekalan Program KKN PPL Internasional Gelombang Pertama Tahun 2026 ke Malaysia, yang berlangsung pada hari Senin, 6 April 2026. Kegiatan ini menandai komitmen UIT Lirboyo dalam mempersiapkan lulusan yang berdaya saing di tingkat global.

Foto

Ke-17 mahasiswa tersebut akan ditempatkan di empat titik lokasi yang tersebar di kawasan Semenanjung Malaysia. Penempatan di berbagai lokasi ini dirancang untuk memberikan pengalaman yang beragam sekaligus memperluas wawasan mahasiswa dalam memahami dunia kerja dan budaya internasional. Para mahasiswa akan menjalani program KKN PPL dengan durasi satu bulan yang telah ditentukan sesuai ketentuan akademik yang berlaku.

Dalam pelaksanaan program ini, UIT Lirboyo menugaskan dua Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang akan mendampingi dan membimbing para mahasiswa secara langsung di Malaysia. Kedua DPL tersebut adalah Bu Tenika Illananingtyas dan Bu Atina Hidayati. Kehadiran DPL secara langsung di lapangan merupakan wujud keseriusan institusi dalam menjamin kualitas pembimbingan serta keselamatan dan kesejahteraan mahasiswa selama berada di luar negeri.

Acara pelepasan dan pembekalan ini berlangsung khidmat dan meriah, dihadiri oleh jajaran Pengurus Yayasan, Pimpinan Rektorat, seluruh anggota Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Penjaminan Mutu (LP3M), serta anggota Lembaga Pengembangan Bahasa dan Kerja Sama Internasional (LPBKI). Kehadiran seluruh unsur pimpinan dan lembaga tersebut mencerminkan besarnya dukungan institusi terhadap program internasionalisasi yang dijalankan.

“Kalian adalah duta kampus kami di negeri orang. Di mana pun kalian berada, jagalah nama baik UIT Lirboyo dengan sepenuh hati. Tunjukkan bahwa mahasiswa UIT Lirboyo adalah pribadi yang berakhlak mulia, berdisiplin, dan mampu bersaing di kancah internasional.”

— Rektor UIT Lirboyo, dalam sambutan pelepasan

Foto

Dalam sambutannya, Rektor UIT Lirboyo menyampaikan pesan mendalam kepada seluruh mahasiswa yang akan berangkat. Beliau menekankan bahwa setiap mahasiswa merupakan representasi kampus dan bangsa di mata dunia internasional. Rektor secara khusus berpesan agar para mahasiswa senantiasa menjaga nama baik UIT Lirboyo selama berada di Malaysia, baik dalam perilaku keseharian, etos kerja, maupun dalam berinteraksi dengan masyarakat dan lingkungan setempat.

Rektor juga berharap agar pengalaman yang diperoleh selama KKN PPL di Malaysia dapat menjadi bekal berharga bagi para mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia kerja pasca kelulusan. Program ini diharapkan pula dapat memperkuat jejaring kerja sama antara UIT Lirboyo dengan berbagai institusi dan lembaga di Malaysia untuk keberlanjutan program serupa di masa mendatang.

Program Magang Internasional Gelombang Pertama Tahun 2026 ini merupakan bagian dari strategi UIT Lirboyo dalam mewujudkan visi kampus yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing global. Dengan keberangkatan 17 mahasiswa terbaik ini, UIT Lirboyo terus membuktikan komitmennya dalam mencetak generasi penerus bangsa yang siap berkontribusi di panggung internasional.




Dua Mahasiswi PAI Raih Honorable Medal di Kompetisi Esai Nasional

PAI Arifatul Mufitda & Era Auliatul Faiza Honorable Medal

Bandung, 4–5 April 2026 — Prestasi kembali diperoleh mahasiswa Universitas Islam Tribakti Lirboyo dari Program Studi Pendidikan Agama Islam semester 6. Dua mahasiswi PAI yang aktif dalam akademisi bernama Arifatul Mufitda dan Era Auliyatul Faiza berhasil meraih honorable medal dalam ajang kompetisi esai tingkat nasional yang diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kompetisi ini berlangsung online dan offline, yang dimulai dari babak penyisihan dengan mengirim naskah esai secara online. Tema yang diambil adalah energi dan lingkungan, kemudian membahas “Perubahan Tata Guna Lahan sebagai Pemicu Bencana Alam di Sumatra: Tinjauan Sosial dan Ekologis”.

Kompetisi ini menjadi wadah bagi para pelajar dan mahasiswa untuk menuangkan gagasan kritis, inovatif, dan solutif terhadap berbagai isu aktual, mulai dari pendidikan, teknologi, hingga sosial budaya. Dalam ajang bergengsi tersebut, Arifatul dan Era mampu menunjukkan kualitas tulisan yang baik dari segi analisis, orisinalitas ide, maupun kekuatan argumentasi. Dengan penilaian ini, esai yang mereka kirim dan digagas masuk dalam nominasi offline untuk dipertanggungjawabkan pada tanggal 4 s.d. 5 April di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung.

Karya esai yang mereka angkat mampu memberikan perspektif baru serta solusi yang aplikatif terhadap permasalahan yang diangkat. Dewan juri memberikan apresiasi khusus atas kedalaman riset serta kemampuan keduanya dalam menyusun narasi yang sistematis dan persuasif.

Pencapaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus belajar dan berkarya. Kami berharap apa yang kami tulis dapat memberikan manfaat dan inspirasi bagi banyak orang,” ujar Arifa.

Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi kami, tetapi juga ingin memperkenalkan kampus kami kepada mahasiswa-mahasiswa di Indonesia dan daerah asal mereka. Prestasi ini kami harapkan dapat menjadi pemantik semangat bagi teman-teman kami di lingkungan kampus UIT Lirboyo Kediri untuk aktif berpartisipasi dalam kompetisi akademik serta mengembangkan kemampuan literasi dan berpikir kritis apa pun itu,” ujar Era.

Ajang kompetisi esai nasional ini sendiri dikenal sebagai salah satu kompetisi prestisius yang menuntut kualitas tinggi dari setiap peserta. Dengan diraihnya honorable medal, Arifatul Mufitda dan Era Auliyatul Faiza membuktikan bahwa mahasiswa UIT Lirboyo Kediri mampu bersaing dan berprestasi di tingkat nasional melalui kekuatan ide dan tulisan.

Pihak sivitas akadmeika UIT  Lirboyo Kediri mengharapkan agar semua mahasiswa UIT Lirboyo Kediri mampu mengembangkan argumen kritis, radikal, dan rasional dalam dunia kompetisi.

 




UIT Lirboyo Kediri Dukung Pembentukan PUSPAGA Kota Kediri untuk Perkuat Ketahanan Keluarga

Aa3024e8 d2e0 43a1 91b0 cf45a06f19e3

KEDIRI – Pemerintah Kota Kediri terus memperkuat upaya pembangunan keluarga melalui pembentukan Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA). Program ini digagas oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Kediri dalam kegiatan yang berlangsung di ruang pertemuan dinas setempat, Kamis (2/4/2026).

08cefe0b 2c6c 484b b1b2 11f712d1f58a

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, mulai dari instansi pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi profesi, hingga pemerhati isu keluarga dan anak. Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri turut ambil bagian melalui perwakilan Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Beti Malia Rahma Hidayati, M.Psi., Psikolog.

Pembentukan PUSPAGA dinilai sebagai langkah strategis dalam menghadirkan layanan preventif dan edukatif bagi masyarakat guna membangun keluarga yang sehat dan harmonis. Layanan ini dirancang menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi keluarga, termasuk bagi calon pengantin, sekaligus sebagai ruang konseling awal sebelum penanganan lanjutan oleh Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA).

9d05d98b ee35 4c5d 8192 8e37c3ef6502

Dalam implementasinya, PUSPAGA akan berkantor di gedung PPA dan menjalankan berbagai fungsi, seperti sosialisasi dan edukasi keluarga, pencegahan risiko permasalahan keluarga, serta pengelolaan data dan publikasi layanan. Selain itu, PUSPAGA juga diharapkan mampu memberikan layanan konseling awal yang efektif untuk memperkuat ketahanan keluarga sejak dini.

Melalui forum ini, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antar lembaga dalam mendukung operasional PUSPAGA sebagai fondasi penting dalam edukasi tumbuh kembang anak dan penguatan ketahanan keluarga di Kota Kediri.

Partisipasi UIT Lirboyo Kediri dalam kegiatan ini menegaskan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung program pemerintah, khususnya dalam membangun keluarga sebagai basis utama pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.

D838e3bd e639 487c 942c a86373ec0a01




UIT Lirboyo Kediri Wakili Indonesia dalam Forum Lingkungan Global Berbasis Agama di Amerika Serikat

D693b7b8 0ad5 4ab1 9b02 b911243f66ed

KEDIRI — Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri kembali menunjukkan kiprah internasionalnya melalui partisipasi dalam agenda global bertajuk Preparation on Religious Environmental Plan (PREP) yang diselenggarakan di Amerika Serikat pada 22–28 Maret 2026. Dalam forum tersebut, UIT Lirboyo diwakili oleh Dr. Abbas Sofwan Matla’il Fajar, dosen Fakultas Syariah dan Hukum sekaligus Kepala Lembaga Bahasa dan Kerja Sama Internasional.

IMG

Kegiatan ini diinisiasi oleh LOKA Initiative, sebuah organisasi internasional yang bergerak di bidang lingkungan dan ketahanan iklim. Pada tahun ini, sekitar 40 pemimpin agama dari 15 negara terpilih untuk mengikuti program tersebut, yang berfokus pada pengembangan proyek lingkungan berbasis nilai-nilai keagamaan.

Rangkaian kegiatan berlangsung di Center for Healthy Minds, yang bermitra dengan sejumlah lembaga akademik di University of Wisconsin–Madison. Program ini mengintegrasikan pendekatan ilmiah dan spiritual guna merespons krisis lingkungan global secara kolaboratif.

IMG

Program PREP diawali dengan kursus daring selama 10 minggu sejak 5 Januari 2026, yang kemudian dilanjutkan dengan pertemuan tatap muka di Madison, Wisconsin. Para peserta mendapatkan pembekalan terkait integrasi ilmu lingkungan dan ajaran agama, serta didorong untuk merancang proyek berbasis komunitas di wilayah masing-masing.

Dalam forum tersebut, Dr. Abbas Sofwan menjadi satu-satunya delegasi Indonesia dari kalangan pesantren. Ia mempresentasikan model integrasi harmoni antara pesantren dan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam di wilayah lereng Gunung Kelud, Jawa Timur. Model ini menggabungkan ajaran Islam—meliputi tasawuf, tafsir, dan fikih lingkungan—dengan praktik pelestarian alam berbasis kearifan lokal masyarakat.

IMG

Selain itu, ia juga memperkenalkan konsep Faithful Rainwater Harvesting, yakni gerakan pemanfaatan air hujan sebagai bentuk implementasi nilai keislaman dalam menjaga keseimbangan alam (al-mīzān). Gagasan ini dinilai relevan sebagai solusi menghadapi ancaman krisis air akibat perubahan iklim di masa depan.

Program PREP sendiri berangkat dari keyakinan bahwa sains dan agama dapat saling melengkapi dalam menyelesaikan persoalan lingkungan dan sosial. Pendekatan ini diperkuat oleh gagasan tokoh agama dunia, termasuk Karmapa, yang menekankan pentingnya peran pemuka agama dalam membangun kesadaran moral terhadap isu lingkungan.

Selama kegiatan, para peserta juga dibagi dalam kelompok lintas agama (cohort) untuk memperdalam pendekatan berbasis tradisi masing-masing. Dalam kelompok Muslim, peserta dibimbing oleh Huda Al-Kaff, pendiri komunitas Michigan Green Muslims, yang aktif dalam gerakan keadilan lingkungan berbasis Islam.

Partisipasi UIT Lirboyo Kediri dalam forum ini menegaskan peran strategis perguruan tinggi pesantren dalam isu global, khususnya dalam mengembangkan pendekatan keislaman yang responsif terhadap tantangan lingkungan. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat kesadaran lintas agama bahwa bumi merupakan rumah bersama yang harus dijaga secara kolektif demi keberlanjutan kehidupan generasi mendatang.

IMG
IMG




Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri Perkuat Kerja Sama Internasional, Delegasi Jalankan PKM di Busan

IMG

BUSAN — Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri kembali menunjukkan kiprah internasional melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Korea Selatan. Dalam kegiatan ini, UIT Lirboyo mendelegasikan dua dosen, yakni Aziz Miftahus Surur dan Abdullah Haq Al-Haidary, sebagai bagian dari penguatan kerja sama dengan Korea Muslim Federation (KMF).

Program PKM internasional ini berlangsung pada 26 Februari hingga 20 Maret 2026, bertepatan dengan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan ini merupakan periode ketiga dari implementasi kerja sama antara UIT Lirboyo dan KMF, sekaligus menjadi wujud nyata kontribusi akademisi pesantren di tingkat global.

Sebagai organisasi resmi yang menaungi aktivitas keislaman di Korea Selatan, Korea Muslim Federation memiliki peran strategis dalam membina komunitas Muslim dari berbagai negara, seperti Indonesia, Pakistan, Bangladesh, Turki, hingga Uzbekistan. Melalui kolaborasi ini, berbagai kegiatan keagamaan seperti safari Ramadan, kajian Islam, dan pelayanan sosial dapat dilaksanakan secara intensif.

Dalam pelaksanaannya, Aziz Miftahus Surur ditugaskan di Masjid Jeonggwan, Busan. Ia aktif mengisi berbagai kegiatan keagamaan, mulai dari seminar hingga kajian kitab. Setelah salat tarawih, ia menyampaikan kuliah tujuh menit (kultum) bertema fikih hadis tentang puasa yang dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif bersama jamaah.

IMG

Selain itu, ia juga mengisi kajian kitab Syarh Arbain Nawawi karya ulama Al-Azhar pada waktu subuh, serta kegiatan tadarus Al-Qur’an selepas salat dzuhur. Pada sore hari, kegiatan dilanjutkan dengan kajian kitab sirah karya KH. Hasyim Asy’ari. Rangkaian aktivitas ini menjadi sarana dakwah yang efektif dalam memperkuat pemahaman keislaman di tengah komunitas Muslim minoritas di Busan.

Presiden KMF wilayah Busan, Abdul Salam Noseik, bersama Direktur Perwakilan Indonesia, Syaikhoni Al-Hafidz, menyampaikan apresiasi atas kontribusi delegasi UIT Lirboyo. Mereka menilai program safari Ramadan tersebut memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat Muslim setempat.

“Mereka yang diutus memiliki latar belakang keilmuan pesantren yang kuat, sehingga kajian-kajian keislaman yang disampaikan lebih mudah diterima masyarakat. Hal ini turut membantu memperkenalkan wajah Islam yang damai dan indah,” ujarnya.

Melalui program ini, UIT Lirboyo Kediri dan Korea Muslim Federation berharap kerja sama yang telah terjalin dapat terus berkembang secara berkelanjutan. Ke depan, kedua pihak menargetkan peningkatan produktivitas akademik dosen melalui publikasi ilmiah berbasis pengalaman pengabdian, serta membuka peluang studi bagi mahasiswa Korea Selatan di UIT Lirboyo, baik pada jenjang sarjana maupun magister.

Langkah ini sekaligus menegaskan peran strategis perguruan tinggi Islam dalam memperluas jaringan global serta menyebarkan nilai-nilai keilmuan dan moderasi Islam di kancah internasional.