UIT Lirboyo Hadiri Sosialisasi Permendikti Nomor 52 Tahun 2025 di UIN Syekh Wasil Kediri

WhatsApp Image 2026 05 09 at 14.10.11

KEDIRI — Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri menghadiri kegiatan “Sosialisasi Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 52 Tahun 2025 tentang Profesi, Karier, dan Penghasilan Dosen” yang diselenggarakan di UIN Syekh Wasil Kediri, Selasa (21/4/2026).

Dalam kegiatan tersebut, UIT Lirboyo diwakili oleh Wakil Rektor II, Dr. M. Arif Khoiruddin, dan Kepala Biro Kepegawaian, Arini Khoirunnisa. Sosialisasi ini menghadirkan dua narasumber dari Kementerian Agama Republik Indonesia, yakni Dr. Muhammad Aziz Hakim dan Prof. Dr. Abd. Mujib.

Dalam pemaparannya, para narasumber menjelaskan berbagai kebijakan terbaru terkait pengembangan profesi dan karier dosen, khususnya mengenai mekanisme promosi jabatan akademik dosen. Materi yang disampaikan mencakup promosi reguler, loncat jabatan, hingga promosi penyesuaian pada jenjang jabatan fungsional dosen.

Selain itu, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai persyaratan administratif jabatan akademik dosen untuk jenjang Lektor Kepala dan Guru Besar, termasuk ketentuan retensi Guru Besar dan Guru Besar Emeritus. Sosialisasi ini turut menekankan pentingnya penyusunan roadmap pengembangan karier dosen sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di perguruan tinggi.

Melalui kegiatan tersebut, para peserta diajak memahami peta jalan jabatan fungsional dosen agar proses pengembangan karier akademik dapat berjalan secara terarah, sistematis, dan sesuai dengan regulasi terbaru yang telah ditetapkan pemerintah.

Keikutsertaan pimpinan dan tenaga kependidikan UIT Lirboyo Kediri dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen institusi dalam memperkuat tata kelola kepegawaian serta mendukung pengembangan karier dosen yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan tinggi.




Focus Discussion UIT Lirboyo Kediri dengan Narathiwat Primary Education Service Area Office 3 Thailand

IMG

KEDIRI — Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri menerima kunjungan delegasi dari Narathiwat Primary Education Service Area Office 3 Thailand dalam agenda Focus Discussion terkait penguatan kerja sama internasional di bidang pendidikan, Rabu (7/5/2026), di kampus UIT Lirboyo Kediri.

Delegasi dari Thailand yang hadir dalam kegiatan tersebut terdiri atas Rorsi Che-mudo, Furkorn Musor, Sitiyaimah Yamae, dan Sofia Pohsa. Sementara itu, dari pihak UIT Lirboyo hadir Rektor Dr. KH. Reza Ahmad Zahid, Lc., M.A., beserta jajaran wakil rektor, dekan, kepala lembaga, dan pimpinan unit di lingkungan universitas.

IMG

Dalam sambutannya, Rektor UIT Lirboyo menegaskan bahwa kampus yang berakar dari tradisi pesantren sejak tahun 1910 dan bertransformasi menjadi perguruan tinggi pada 1986 tersebut terus memegang teguh prinsip dasar bahwa dosen dan mahasiswa adalah santri. Selain itu, UIT Lirboyo juga mengusung slogan “Dari Pesantren untuk Bangsa” sebagai bentuk komitmen menghadirkan pendidikan yang memadukan tradisi pesantren dengan pengembangan ilmu pengetahuan modern.

Prinsip tersebut menjadi fondasi utama pengembangan pendidikan di UIT Lirboyo yang tidak hanya berorientasi pada transfer ilmu pengetahuan umum, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai kepesantrenan melalui kajian kitab kuning klasik yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. Pendekatan ini diharapkan mampu melahirkan akademisi yang unggul secara intelektual, berkarakter santri, rendah hati, serta berakhlakul karimah.

Sebagai perguruan tinggi yang berwawasan global, UIT Lirboyo terus memperluas jejaring internasional dalam pengembangan sumber daya manusia. Berbagai kerja sama internasional telah dijalin dengan sejumlah negara melalui program Memorandum of Understanding (MoU), termasuk pengiriman dosen ke Korea Selatan dan Malaysia untuk meningkatkan kualitas pengajaran. Selain itu, kampus juga tengah merancang program pengiriman dosen dan mahasiswa ke Taiwan guna memperdalam ilmu pengetahuan dan teknologi agar mampu bersaing di tingkat internasional.

Rektor juga menyampaikan bahwa UIT Lirboyo telah melahirkan banyak alumni yang berkontribusi bagi bangsa, salah satunya KH. Said Aqil Siradj. Dengan basis pesantren yang kuat dan jejaring global yang terus berkembang, UIT Lirboyo berkomitmen mencetak sarjana yang moderat, intelektual, dan berjiwa pengabdian.

IMG

Dalam forum diskusi tersebut, Rorsi Che-mudo menyampaikan bahwa lembaganya memiliki pengalaman luas dalam membangun kemitraan internasional dengan lebih dari 50 perguruan tinggi di Indonesia, khususnya dalam program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Menurutnya, UIT Lirboyo memiliki karakteristik yang unik karena berbasis pondok pesantren, sesuatu yang belum pernah mereka temui sebelumnya. Karakter tersebut dinilai sangat relevan untuk membangun kerja sama strategis dalam pengembangan pendidikan berbasis agama.

IMG

Sebagai tindak lanjut implementasi kerja sama, kedua pihak merencanakan kolaborasi melalui penempatan mahasiswa PPL UIT Lirboyo di sekolah-sekolah pondok di Thailand. Program tersebut diharapkan mampu menciptakan pertukaran budaya dan keilmuan yang lebih mendalam, di mana mahasiswa tidak hanya berbagi metode pengajaran, tetapi juga berinteraksi langsung dengan lingkungan pendidikan pesantren di Thailand.

Selain itu, program tersebut juga diarahkan untuk membantu mahasiswa Narathiwat dalam pendalaman ilmu agama sekaligus memperkuat kemampuan Bahasa Melayu melalui interaksi bersama mahasiswa PPL dari UIT Lirboyo.

IMG

Melalui focus discussion ini, kedua institusi berharap dapat segera merealisasikan kerja sama formal melalui penandatanganan MoU sebagai langkah awal penguatan hubungan akademik dan budaya antara Indonesia dan Thailand, khususnya dalam pengembangan pendidikan berbasis pesantren.




UIT Lirboyo Lepas 17 Mahasiswa ke Malaysia dalam Program KKN PPL Internasional Gelombang Pertama

Foto

Lirboyo, Kediri (06/04/2026) — Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo kembali menorehkan langkah bersejarah dalam upaya internasionalisasi pendidikan. Sebanyak 17 mahasiswa resmi dilepas dan dibekali dalam acara Pelepasan dan Pembekalan Program KKN PPL Internasional Gelombang Pertama Tahun 2026 ke Malaysia, yang berlangsung pada hari Senin, 6 April 2026. Kegiatan ini menandai komitmen UIT Lirboyo dalam mempersiapkan lulusan yang berdaya saing di tingkat global.

Foto

Ke-17 mahasiswa tersebut akan ditempatkan di empat titik lokasi yang tersebar di kawasan Semenanjung Malaysia. Penempatan di berbagai lokasi ini dirancang untuk memberikan pengalaman yang beragam sekaligus memperluas wawasan mahasiswa dalam memahami dunia kerja dan budaya internasional. Para mahasiswa akan menjalani program KKN PPL dengan durasi satu bulan yang telah ditentukan sesuai ketentuan akademik yang berlaku.

Dalam pelaksanaan program ini, UIT Lirboyo menugaskan dua Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang akan mendampingi dan membimbing para mahasiswa secara langsung di Malaysia. Kedua DPL tersebut adalah Bu Tenika Illananingtyas dan Bu Atina Hidayati. Kehadiran DPL secara langsung di lapangan merupakan wujud keseriusan institusi dalam menjamin kualitas pembimbingan serta keselamatan dan kesejahteraan mahasiswa selama berada di luar negeri.

Acara pelepasan dan pembekalan ini berlangsung khidmat dan meriah, dihadiri oleh jajaran Pengurus Yayasan, Pimpinan Rektorat, seluruh anggota Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Penjaminan Mutu (LP3M), serta anggota Lembaga Pengembangan Bahasa dan Kerja Sama Internasional (LPBKI). Kehadiran seluruh unsur pimpinan dan lembaga tersebut mencerminkan besarnya dukungan institusi terhadap program internasionalisasi yang dijalankan.

“Kalian adalah duta kampus kami di negeri orang. Di mana pun kalian berada, jagalah nama baik UIT Lirboyo dengan sepenuh hati. Tunjukkan bahwa mahasiswa UIT Lirboyo adalah pribadi yang berakhlak mulia, berdisiplin, dan mampu bersaing di kancah internasional.”

— Rektor UIT Lirboyo, dalam sambutan pelepasan

Foto

Dalam sambutannya, Rektor UIT Lirboyo menyampaikan pesan mendalam kepada seluruh mahasiswa yang akan berangkat. Beliau menekankan bahwa setiap mahasiswa merupakan representasi kampus dan bangsa di mata dunia internasional. Rektor secara khusus berpesan agar para mahasiswa senantiasa menjaga nama baik UIT Lirboyo selama berada di Malaysia, baik dalam perilaku keseharian, etos kerja, maupun dalam berinteraksi dengan masyarakat dan lingkungan setempat.

Rektor juga berharap agar pengalaman yang diperoleh selama KKN PPL di Malaysia dapat menjadi bekal berharga bagi para mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia kerja pasca kelulusan. Program ini diharapkan pula dapat memperkuat jejaring kerja sama antara UIT Lirboyo dengan berbagai institusi dan lembaga di Malaysia untuk keberlanjutan program serupa di masa mendatang.

Program Magang Internasional Gelombang Pertama Tahun 2026 ini merupakan bagian dari strategi UIT Lirboyo dalam mewujudkan visi kampus yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing global. Dengan keberangkatan 17 mahasiswa terbaik ini, UIT Lirboyo terus membuktikan komitmennya dalam mencetak generasi penerus bangsa yang siap berkontribusi di panggung internasional.




Dua Mahasiswi PAI Raih Honorable Medal di Kompetisi Esai Nasional

PAI Arifatul Mufitda & Era Auliatul Faiza Honorable Medal

Bandung, 4–5 April 2026 — Prestasi kembali diperoleh mahasiswa Universitas Islam Tribakti Lirboyo dari Program Studi Pendidikan Agama Islam semester 6. Dua mahasiswi PAI yang aktif dalam akademisi bernama Arifatul Mufitda dan Era Auliyatul Faiza berhasil meraih honorable medal dalam ajang kompetisi esai tingkat nasional yang diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kompetisi ini berlangsung online dan offline, yang dimulai dari babak penyisihan dengan mengirim naskah esai secara online. Tema yang diambil adalah energi dan lingkungan, kemudian membahas “Perubahan Tata Guna Lahan sebagai Pemicu Bencana Alam di Sumatra: Tinjauan Sosial dan Ekologis”.

Kompetisi ini menjadi wadah bagi para pelajar dan mahasiswa untuk menuangkan gagasan kritis, inovatif, dan solutif terhadap berbagai isu aktual, mulai dari pendidikan, teknologi, hingga sosial budaya. Dalam ajang bergengsi tersebut, Arifatul dan Era mampu menunjukkan kualitas tulisan yang baik dari segi analisis, orisinalitas ide, maupun kekuatan argumentasi. Dengan penilaian ini, esai yang mereka kirim dan digagas masuk dalam nominasi offline untuk dipertanggungjawabkan pada tanggal 4 s.d. 5 April di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung.

Karya esai yang mereka angkat mampu memberikan perspektif baru serta solusi yang aplikatif terhadap permasalahan yang diangkat. Dewan juri memberikan apresiasi khusus atas kedalaman riset serta kemampuan keduanya dalam menyusun narasi yang sistematis dan persuasif.

Pencapaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus belajar dan berkarya. Kami berharap apa yang kami tulis dapat memberikan manfaat dan inspirasi bagi banyak orang,” ujar Arifa.

Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi kami, tetapi juga ingin memperkenalkan kampus kami kepada mahasiswa-mahasiswa di Indonesia dan daerah asal mereka. Prestasi ini kami harapkan dapat menjadi pemantik semangat bagi teman-teman kami di lingkungan kampus UIT Lirboyo Kediri untuk aktif berpartisipasi dalam kompetisi akademik serta mengembangkan kemampuan literasi dan berpikir kritis apa pun itu,” ujar Era.

Ajang kompetisi esai nasional ini sendiri dikenal sebagai salah satu kompetisi prestisius yang menuntut kualitas tinggi dari setiap peserta. Dengan diraihnya honorable medal, Arifatul Mufitda dan Era Auliyatul Faiza membuktikan bahwa mahasiswa UIT Lirboyo Kediri mampu bersaing dan berprestasi di tingkat nasional melalui kekuatan ide dan tulisan.

Pihak sivitas akadmeika UIT  Lirboyo Kediri mengharapkan agar semua mahasiswa UIT Lirboyo Kediri mampu mengembangkan argumen kritis, radikal, dan rasional dalam dunia kompetisi.

 




UIT Lirboyo Kediri Dukung Pembentukan PUSPAGA Kota Kediri untuk Perkuat Ketahanan Keluarga

Aa3024e8 d2e0 43a1 91b0 cf45a06f19e3

KEDIRI – Pemerintah Kota Kediri terus memperkuat upaya pembangunan keluarga melalui pembentukan Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA). Program ini digagas oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Kediri dalam kegiatan yang berlangsung di ruang pertemuan dinas setempat, Kamis (2/4/2026).

08cefe0b 2c6c 484b b1b2 11f712d1f58a

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, mulai dari instansi pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi profesi, hingga pemerhati isu keluarga dan anak. Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri turut ambil bagian melalui perwakilan Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Beti Malia Rahma Hidayati, M.Psi., Psikolog.

Pembentukan PUSPAGA dinilai sebagai langkah strategis dalam menghadirkan layanan preventif dan edukatif bagi masyarakat guna membangun keluarga yang sehat dan harmonis. Layanan ini dirancang menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi keluarga, termasuk bagi calon pengantin, sekaligus sebagai ruang konseling awal sebelum penanganan lanjutan oleh Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA).

9d05d98b ee35 4c5d 8192 8e37c3ef6502

Dalam implementasinya, PUSPAGA akan berkantor di gedung PPA dan menjalankan berbagai fungsi, seperti sosialisasi dan edukasi keluarga, pencegahan risiko permasalahan keluarga, serta pengelolaan data dan publikasi layanan. Selain itu, PUSPAGA juga diharapkan mampu memberikan layanan konseling awal yang efektif untuk memperkuat ketahanan keluarga sejak dini.

Melalui forum ini, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antar lembaga dalam mendukung operasional PUSPAGA sebagai fondasi penting dalam edukasi tumbuh kembang anak dan penguatan ketahanan keluarga di Kota Kediri.

Partisipasi UIT Lirboyo Kediri dalam kegiatan ini menegaskan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung program pemerintah, khususnya dalam membangun keluarga sebagai basis utama pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.

D838e3bd e639 487c 942c a86373ec0a01