Gaungkan Pemikiran di Kancah Internasional: Dosen dan Mahasiswa UIT Lirboyo Beri Kontribusi Intelektual di AICIS+ 2025

Whatsapp image 2025 10 31 at 08.47.45

DEPOK — Dosen dan mahasiswa Pascasarjana Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri kembali menegaskan kiprahnya di kancah akademik internasional dengan berpartisipasi aktif dalam The 24th Annual International Conference on Islam, Science, and Society (AICIS+ 2025). Konferensi bergengsi ini diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia bekerja sama dengan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Depok, Jawa Barat, pada 29–31 Oktober 2025.

Whatsapp image 2025 10 31 at 08.36.19

AICIS+ 2025 mengusung tema besar “Islam, Eko-teologi, dan Transformasi Teknologi: Inovasi Multidisipliner untuk Masa Depan yang Berkeadilan dan Berkelanjutan.” Acara dibuka oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Prof. Dr. H. Amien Suyitno, Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A., dan Prof. Dr. Jamhari. Dalam sambutannya, Prof. Amien menegaskan bahwa AICIS+ bukan sekadar forum ilmiah, melainkan langkah maju dalam mengintegrasikan pemikiran Islam dengan tantangan global.

“Tema ini mencerminkan komitmen bersama untuk mengatasi tantangan global seperti perubahan iklim, disrupsi teknologi, dan kesenjangan sosial melalui kekayaan pemikiran Islam,” ujarnya. Ia menekankan bahwa AICIS+ bertujuan melampaui batas-batas disiplin ilmu dengan menempatkan studi Islam di pusat pemecahan masalah global. Prof. Amien juga menyatakan kebanggaannya atas pencapaian 2.434 abstrak dari 31 negara.

Konferensi internasional ini diikuti oleh lebih dari 250 peneliti dari 31 negara, dengan 234 makalah terpilih untuk dipresentasikan. Rangkaian kegiatan mencakup pidato kunci, sesi pleno, dan sesi paralel yang membahas delapan sub-tema utama.

Dalam forum tersebut, UIT Lirboyo Kediri turut berkontribusi melalui pemikiran akademik yang diwakili oleh Dr. H. Abdullah Haq Al-Haidary, M.Ag., dosen Fakultas Dakwah dan Ushuluddin, serta dua mahasiswi Pascasarjana, Ainus Sicha (PAI 3C) dan Nurul Atikoh (PAI 4).

Dr. Abdullah Haq Al-Haidary mempresentasikan artikel berjudul “The Divine-Earthly Dialectic: Ecobotany and Sufi Cosmology in Shaping Sustainable Environmental Consciousness.” Penelitiannya mengeksplorasi hubungan antara ekobotani dan kosmologi Sufi dalam membentuk kesadaran lingkungan yang berkelanjutan dan berlandaskan spiritual.

Whatsapp image 2025 10 31 at 08.36.18 (1)

Melalui konsep “dialektika ilahi-bumi”, ia menjelaskan kesatuan antara alam spiritual dan alam natural. Dalam perspektif Sufi, alam dan tumbuhan dipandang sebagai refleksi kearifan ilahi yang berfungsi sebagai jembatan antara yang duniawi dan yang sakral. Kajian ini menawarkan kerangka kerja ekologi holistik yang menggabungkan sains dan spiritualitas sebagai solusi atas krisis lingkungan modern.

Sementara itu, Ainus Sicha mempresentasikan artikel berjudul “Revitalizing the Economy of Islamic Boarding School through Innovative Santripreneurs Towards Sustainable Economic Development,” yang ditulis bersama Nurul Atikoh, Isma Aina Salsabila, dan Devie Wianda Rohmana.

Penelitian mereka menyoroti peran pesantren sebagai motor penggerak ekonomi berbasis masyarakat, dengan meneliti praktik kewirausahaan santri di Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar, Ponorogo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi pendidikan Islam, inovasi kewirausahaan, dan pembangunan berkelanjutan melalui program santripreneur telah memperkuat resiliensi ekonomi kelembagaan. Berbagai unit usaha seperti BMT, ritel, produksi, pertanian, hingga perhotelan yang dikelola para santri telah menciptakan ekosistem ekonomi berkelanjutan yang berakar pada nilai-nilai Islam.

Konferensi AICIS+ 2025 ditutup oleh Menteri Agama Republik Indonesia, yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin dan inovasi ilmiah dalam memperkuat peran Islam di tengah tantangan global.

Whatsapp image 2025 10 31 at 08.36.18

Partisipasi dosen dan mahasiswa pascasarjana UIT Lirboyo Kediri dalam forum ilmiah internasional ini menegaskan komitmen kampus UIT Lirboyo Kediri dalam memperkuat tradisi intelektual Islam yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan modern. Melalui kontribusi akademik yang berorientasi pada keberlanjutan dan keadilan sosial, UIT Lirboyo menegaskan perannya sebagai bagian dari jaringan keilmuan Islam global.




UIT Lirboyo dan PCINU Hong Kong Gelar “UIT Ngaji” Bahas Framing di Media: Literasi Kritis bagi Jamaah Internasional

Whatsapp image 2025 10 27 at 15.42.37

HONGKONG — Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri bekerja sama dengan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Hong Kong kembali menggelar program rutin “UIT Ngaji: Ngobrol Santai Jamaah Internasional” edisi terbaru bertema “Framing di Media.” Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (25/10/2025) pukul 22.00–23.00 waktu Hong Kong ini diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom Meeting.

Acara menghadirkan Amalia Rosyadi Putri, S.Kom.I., M.Med.Kom., C.PS., Ketua PSGA UIT Lirboyo, sebagai narasumber utama. Yayuk Yuliani Wahyuningtyas, Ketua PCI Fatayat NU Hong Kong, bertindak sebagai MC sekaligus host, sementara Sarah Aqila, Koordinator Relawan Mahasiswa PSGA UIT Lirboyo, memandu jalannya diskusi sebagai moderator.

Dalam pemaparannya, Amalia Rosyadi Putri menjelaskan secara mendalam konsep framing dalam komunikasi massa, yaitu bagaimana media membingkai realitas sosial melalui pilihan kata, narasi, gambar, serta konteks tertentu. Ia menegaskan bahwa framing bukan sekadar teknik jurnalistik, tetapi berhubungan erat dengan ideologi, kekuasaan, dan konstruksi makna yang memengaruhi cara publik memahami suatu isu.

“Media tidak pernah benar-benar netral. Ia memiliki sudut pandang yang membentuk cara khalayak menafsirkan realitas. Karena itu, penting bagi masyarakat, terutama generasi muda dan jamaah internasional, untuk memiliki kemampuan literasi media yang kritis,” tegas Amalia.

Ia menambahkan, framing dalam konteks keislaman dan sosial kemasyarakatan memiliki dampak besar terhadap cara publik memandang isu-isu sensitif seperti moderasi beragama, perbedaan mazhab, hingga peran perempuan dalam ruang publik. Karena itu, memahami cara kerja media menjadi kunci agar umat tidak mudah terpengaruh oleh konstruksi informasi yang menyesatkan.

Sementara itu, Ketua PCI Fatayat NU Hong Kong, Yayuk Yuliani Wahyuningtyas, menyambut baik kegiatan kolaboratif ini sebagai bentuk nyata sinergi antara pesantren, kampus, dan organisasi masyarakat Islam dalam memperkuat peran perempuan dan mahasiswa sebagai agen literasi.

Whatsapp image 2025 10 27 at 15.45.17

“Kami di PCINU Hong Kong sangat antusias menyambut kolaborasi ini. Jamaah di Hong Kong terdiri dari banyak pekerja migran yang juga sangat dekat dengan dunia media sosial. Literasi digital seperti ini menjadi penting agar mereka lebih bijak menyaring informasi,” ujarnya.

Diskusi berlangsung interaktif, dengan peserta mengajukan berbagai pertanyaan seputar cara mengenali framing berita dan langkah-langkah konkret membangun ekosistem media yang berimbang dan berkeadilan.

Amalia menegaskan bahwa memahami framing merupakan bagian dari tanggung jawab moral seorang Muslim dalam menjaga kebenaran informasi. Ia mengaitkan hal tersebut dengan prinsip tabligh dan amanah dalam dakwah Islam.

“Menjadi Muslim yang melek media berarti menjaga kemurnian pesan dakwah dari distorsi. Literasi bukan hanya kemampuan membaca teks, tetapi juga membaca konteks dan memahami siapa yang berbicara, untuk tujuan apa, serta dengan cara apa,” ungkapnya.

Menutup kegiatan, Amalia mengajak seluruh peserta untuk memperkuat kolaborasi antarjamaah internasional dalam mengembangkan literasi digital, riset sosial, dan dakwah berbasis moderasi beragama. Ia juga menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai pembawa semangat kritis di ruang publik, baik di dunia nyata maupun digital.

Kegiatan UIT Ngaji yang digelar PSGA UIT Lirboyo bersama PCINU Hong Kong ini merupakan bagian dari upaya membangun tradisi intelektual Nahdlatul Ulama yang kontekstual dengan tantangan zaman. Melalui tema-tema aktual seputar media, gender, dan dakwah digital, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran lintas generasi dan lintas negara.

Acara ditutup dengan pembacaan doa serta ajakan untuk mengikuti seri UIT Ngaji selanjutnya dengan tema-tema seputar komunikasi, gender, dan penguatan kapasitas jamaah internasional.

Whatsapp image 2025 10 27 at 15.42.23 (1)

Whatsapp image 2025 10 27 at 15.42.23




Tiga Dosen dan Dua Mahasiswa UIT Lirboyo Kediri Lolos Sebagai Presenter ANCOMS ke-7

Cd674dd7 580b 442d a9b3 e68680355983

SURABAYA — Tiga dosen dan dua mahasiswa Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri berhasil lolos sebagai presenter dalam ajang ilmiah bergengsi The 7th Annual Conference for Muslim Scholars (ANCOMS) yang diselenggarakan pada 23–24 Oktober 2025. Kegiatan ini resmi dibuka di Amphiteater Lantai 3 Tower Teungku Ismail Yakub UIN Sunan Ampel Surabaya, sementara sesi paralel berlangsung di Hotel Santika Premiere Gubeng, Surabaya.

Adapun dosen UIT Lirboyo Kediri yang tampil sebagai presenter adalah Dr. A. Jauhar Fuad, M.Pd., Dr. Didik Andriawan, M.Th.I., dan Dr. M. Arif Khoiruddin, M.Pd.I.. Dari kalangan mahasiswa pascasarjana, turut berpartisipasi Nurul Atikoh dan Siti Choiriyah, yang berhasil lolos seleksi melalui naskah akademik yang dinilai relevan dengan tema konferensi.

Ad522d85 2494 4c1f 84f7 da3a76918565
445e8a87 39aa 42de a08a 78b39b82ea03
5fe3d43d 359a 4e6b ad49 dd3b43db1b10

8214270c 0761 4427 84ca 84d05c0f5f16

Tahun ini, ANCOMS mengusung tema “Dari Kearifan Lokal Menuju Harmoni Global: Memupuk Cinta dan Toleransi dalam Keilmuan Islam.” Tema tersebut menyoroti pentingnya peran akademisi Muslim dalam membangun perdamaian, menanamkan nilai-nilai toleransi, serta memperkuat posisi Islam sebagai agama yang rahmatan lil ‘alamin di tengah dinamika global.

Dalam sambutannya, Koordinator Kopertais Wilayah IV Jawa Timur, Prof. Akhmad Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA., M.Phil., Ph.D., menyampaikan bahwa ANCOMS merupakan wadah strategis bagi akademisi Muslim untuk memperluas jejaring keilmuan dan meneguhkan kontribusi akademisi muslim Indonesia di kancah internasional. Ia juga mengapresiasi para dosen dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi islam yang aktif berpartisipasi sekaligus menunjukkan semangat kolaboratif dan inovatif dalam mengembangkan keilmuan islam kontemporer.

Partisipasi dosen dan mahasiswa UIT Lirboyo Kediri dalam ANCOMS ke-7 menjadi bentuk komitmen universitas dalam mendorong produktivitas riset, memperkuat tradisi ilmiah, dan memperluas kontribusi akademik pada level nasional maupun global.

Aefc566e f240 4ae7 b009 4ec6975656be




UIT Lirboyo Kediri Ikuti Pendampingan SPMI dan Pelatihan Auditor Mutu Internal (AMI)

Whatsapp image 2025 10 21 at 13.54.04

SIDOARJO — Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri berpartisipasi dalam kegiatan Pendampingan Penyusunan Dokumen Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) terbaru dan Pelatihan Auditor Mutu Internal (AMI) yang diselenggarakan oleh Konsorsium Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Kopertais Wilayah IV Jawa Timur. Kegiatan berlangsung pada 19–21 Oktober 2025 di Hotel Halogen, Sidoarjo, dan diikuti oleh perwakilan dari berbagai perguruan tinggi Islam di wilayah Jawa Timur.

UIT Lirboyo Kediri diwakili oleh Dr. M. Arif Khoiruddin, S.Sos.I., M.Pd.I. dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Muchamad Rudi Cahyono, S.Sos., M.I.Kom. dari Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI).

Whatsapp image 2025 10 21 at 13.54.03 (1)

Pelatihan ini menghadirkan sejumlah narasumber ahli, di antaranya Prof. Dr. Ir. Mahayu Woro L., M.P., selaku Dewan Pakar Konsorsium LPM Kopertais Wilayah IV, dan Dr. Ali Mustofa, M.Pd., Ketua LPM UIN Sunan Ampel Surabaya, serta beberapa sekretaris konsorsium lainnya.

Materi yang diberikan mencakup penyusunan dokumen SPMI berbasis Permenristekdikti No. 39 Tahun 2025, penerapan SPMI berbasis risiko, pemahaman dan praktik audit internal, pengembangan instrumen AMI, etika auditor, hingga penyusunan laporan hasil audit serta pelaksanaan rapat tinjauan manajemen.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalitas perguruan tinggi dalam menerapkan sistem penjaminan mutu internal berbasis risiko serta mendorong terciptanya tata kelola mutu akademik yang unggul. Partisipasi UIT Lirboyo Kediri dalam kegiatan ini menjadi bentuk nyata komitmen universitas dalam meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat sistem akreditasi, serta mewujudkan tata kelola kampus yang unggul dan berdaya saing tinggi.

Whatsapp image 2025 10 21 at 13.54.03




UIT Ngaji Spesial Hari Santri Nasional: Menumbuhkan Solidaritas Antar Sesama Bersama PCI NU Hong Kong

Whatsapp image 2025 10 20 at 07.09.13

KEDIRI — Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional, Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri) bekerja sama dengan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Hong Kong pada hari Sabtu, 18 Oktober 2025 menggelar UIT Ngaji edisi spesial bertema “Menumbuhkan Solidaritas Antar Sesama.”

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting ini diikuti oleh sekitar 50 peserta yang terdiri dari dosen, mahasiswa, serta jamaah Indonesia di Hong Kong. Acara berlangsung hangat dan reflektif, menghadirkan diskusi mendalam seputar makna solidaritas dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat.

Acara dipandu oleh Fina Faizah, dosen UIT Lirboyo, yang juga bertindak sebagai moderator. Ia membuka kegiatan dengan menekankan pentingnya menjaga tiga pilar ukhuwah, yaitu ukhuwah Islamiyah, ukhuwah Wathaniyah, dan ukhuwah Basyariyah. Menurutnya, ketiga pilar tersebut menjadi fondasi penting dalam mempererat hubungan antarsesama, khususnya di kalangan santri. Ia juga mengajak seluruh peserta menjadikan momentum Hari Santri Nasional sebagai ajang refleksi untuk memperkuat semangat persaudaraan dan gotong royong di lingkungan pesantren, kampus, dan masyarakat luas.

Whatsapp image 2025 10 20 at 07.09.13 (1)

Hadir sebagai narasumber, Ning Etna Iyyana Miskiyyah, Lc., M.Pd.I., pengasuh Pondok Pesantren Al Mahrusiyah 2 Lirboyo Kediri, yang menyampaikan materi utama tentang makna sejati solidaritas. Ia menjelaskan bahwa solidaritas adalah rasa saling percaya (trust) yang menjadi dasar terbentuknya hubungan yang kuat dan harmonis di antara manusia.

Ning Etna juga mengutip sabda Rasulullah SAW:

“اَلْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا”
(Seorang mukmin terhadap mukmin lainnya bagaikan sebuah bangunan, yang satu bagian menguatkan bagian lainnya) (HR. Bukhari dan Muslim).

Ia menegaskan bahwa hadis tersebut menggambarkan hakikat umat Islam sebagai satu kesatuan yang saling menopang dan menguatkan, terutama ketika salah satu bagian sedang lemah.

Dalam paparannya, ia menjelaskan beberapa cara memperkuat solidaritas, antara lain menjalin kerja sama dalam kebaikan, menjaga komunikasi agar terhindar dari kesalahpahaman, serta memanfaatkan wadah bersama untuk mempererat hubungan dan berbagi manfaat. Ia menjelaskan bahwa solidaritas bukan hanya sekadar kebersamaan, tetapi juga memiliki nilai-nilai kemanusiaan yang sangat mendalam.

“Ketika kita berbicara tentang solidaritas, sesungguhnya kita sedang berbicara tentang rasa kekeluargaan, rasa persaudaraan, dan kepedulian. Dengan solidaritas, setiap individu akan merasa menjadi bagian dari satu keluarga besar umat Islam, apalagi yang sekarang ada di hongkong sesama muslim disana entah itu dengan latar belakang organisasi yg berbeda. Harusnya tidak merasa sendiri, karena semua saling menguatkan,” ujarnya.

Whatsapp image 2025 10 20 at 07.09.14

Sesi tanya jawab berlangsung interaktif. Para peserta, sebagian besar Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Hong Kong, mengangkat isu-isu aktual terkait tantangan menjaga solidaritas umat Islam di tengah arus informasi dan media sosial yang sering memicu kesalahpahaman. Mereka sepakat bahwa santri dan umat Islam perlu menjadi garda terdepan dalam menjaga marwah pesantren dan ulama, sekaligus menangkal upaya adu domba yang mengancam persatuan umat.

Kegiatan UIT Ngaji edisi spesial Hari Santri Nasional ini menyimpulkan bahwa solidaritas merupakan nilai fundamental yang harus terus dipupuk dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah Wathaniyah, dan ukhuwah Basyariyah, umat Islam dapat menjaga keharmonisan, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan kepedulian sosial yang berkelanjutan.

Melalui ruang virtual, semangat santri lintas negara kembali dihidupkan. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pesantren dan kampus Islam memiliki peran penting dalam menebarkan nilai-nilai persaudaraan dan kemanusiaan. Sejalan dengan slogan UIT Lirboyo Kediri, “Dari Pesantren untuk Bangsa,” acara ini menunjukkan bahwa semangat santri tidak dibatasi ruang dan waktu, melainkan menyatu dalam rasa solidaritas yang kokoh dan tulus.

Whatsapp image 2025 10 20 at 07.09.13 (2)