UIT NGAJI Bahas Dampak Hoaks bagi Pekerja Migran Indonesia

KEDIRI – Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri bersama PCINU NU Hong Kong kembali menggelar forum UIT NGAJI (Ngobrol Santai Jamaah Internasional) pada Sabtu malam (20/9). Kajian daring yang diikuti pekerja migran Indonesia di berbagai negara ini mengangkat tema “Dampak Berita Hoax bagi Pekerja Migran Indonesia”.
Acara berlangsung interaktif melalui Zoom Meeting dengan menghadirkan Arina Rohmatul Hidayah, M.A., Wakil Dekan I Fakultas Dakwah dan Ushuluddin UIT Lirboyo, sebagai narasumber. Forum dipandu oleh MC Yayuk Yuliaini Wahyunintyas, Ketua PCI Fatayat NU Hong Kong, serta dimoderatori oleh Yunia Dwi Latifah, S.E., M.Pd., Kaprodi Pendidikan Agama Islam UIT Lirboyo.
Dalam paparannya, Arina menegaskan bahwa hoaks bukan sekadar kabar bohong, melainkan ancaman serius bagi kehidupan pekerja migran. “Hoaks bisa menciptakan keresahan, menggerus solidaritas, bahkan merugikan kehidupan pekerja migran,” ujarnya. Karena itu, literasi informasi dan kesadaran kritis menjadi bekal penting bagi para pekerja Indonesia di luar negeri.

Diskusi semakin hidup saat peserta menyinggung isu-isu aktual, seperti dugaan pemblokiran rekening bank akibat transaksi mencurigakan yang ternyata merupakan modus penipuan berbasis hoaks. Arina mengingatkan pentingnya verifikasi informasi sebelum mengambil keputusan.
Pertanyaan lain muncul terkait komunikasi antarpekerja migran yang kerap menimbulkan gesekan. Menanggapi hal itu, Arina menekankan perlunya literasi komunikasi selain literasi informasi. “Berbeda pendapat boleh, tetapi gunakan bahasa santun. Komunikasi yang baik adalah kunci menjaga harmoni di komunitas,” jelasnya.
Forum yang berlangsung hangat ini memperlihatkan antusiasme tinggi dari peserta. UIT NGAJI kali ini tidak hanya menjadi ruang kajian keislaman, tetapi juga sarana edukasi kritis yang relevan dengan tantangan digital dan sosial. PCINU Hong Kong berharap kegiatan rutin ini mampu memperkuat ketahanan informasi sekaligus mempererat solidaritas pekerja migran Indonesia di rantau.


Penulis: Amalia Rosyadi













