Dosen Psikologi UIT Lirboyo Kediri Presentasi di Mini International Conference BRICS+ PSY Union

Picture1

KUTA — Fakultas Psikologi Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri kembali mencatat prestasi akademik di kancah internasional. Beti Malia Rahma Hidayati, S.Psi., M.Psi., Psikolog, dosen Psikologi UIT Lirboyo, berkesempatan mempresentasikan karya ilmiahnya dalam The Inaugural Meeting of the BRICS+ PSY Union (International Mini Conference) yang berlangsung pada 21–22 Agustus 2025 di Aton Kuta Hotel & Residence, Bali.

Konferensi internasional yang diselenggarakan oleh Pengurus Pusat Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) ini dihadiri akademisi, peneliti, dan perwakilan asosiasi psikologi dari berbagai negara anggota BRICS+ serta mitra global, antara lain Brasil, Afrika Selatan, Indonesia, Belanda, Tiongkok, India, dan Rusia.

Dalam forum ilmiah tersebut, Beti Malia Rahma Hidayati menyampaikan presentasi berjudul “The Influence of Fatherless in Self-Esteem among Emerging Adulthood.” Topik ini mengangkat isu psikologis terkait pengaruh absennya figur ayah terhadap perkembangan harga diri pada individu dewasa awal.

Kegiatan ini bertujuan memperluas wawasan, memperkuat kolaborasi internasional, serta membangun jejaring profesional antarpsikolog lintas negara. Presentasi yang disampaikan berjalan lancar dan mendapat respons positif dari peserta, ditandai dengan sesi tanya jawab yang berlangsung aktif.

Melalui partisipasi ini, diharapkan dosen-dosen UIT Lirboyo semakin termotivasi untuk terus menghasilkan karya ilmiah berkualitas dan memperkuat kontribusi Indonesia dalam forum psikologi internasional.

Picture2

Picture3




Pustakawan UIT Lirboyo Ikuti Seminar Reimajinasi Perpustakaan dan Library Camp 5.0

Whatsapp image 2025 08 28 at 05.33.37 (1)

BLITAR — Pustakawan Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri turut berpartisipasi dalam Seminar Reimajinasi Perpustakaan: Inkubator Memori Institusi dan GLAM di Era AI serta Library Camp 5.0. Kegiatan ini diselenggarakan Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) Jawa Timur pada 12–13 Agustus 2025 di Perpustakaan Nasional Blitar dan de Karanganjar Koffieplantage, Blitar.

Seminar menghadirkan dua narasumber, Kristina, S.Sos., M.IP. dan Yehuda Abiel, S.Sos., M.A., yang menekankan pentingnya peran perpustakaan dalam mengumpulkan, mengelola, dan menghadirkan kembali memori institusi. Salah satu contoh yang dipaparkan adalah pengembangan portal arsip digital yang terintegrasi, lengkap dengan akses virtual maps museum kampus sebagai media penyimpanan dan sarana edukasi daring.

Perwakilan pustakawan UIT Lirboyo, Nabilatul Rosida, S.IP., turut aktif dalam diskusi dengan mengajukan pertanyaan mengenai kemungkinan pemanfaatan game animasi seperti Roblox sebagai media inkubator memori institusi. Menanggapi hal tersebut, Kristina menjelaskan bahwa penggunaan platform tersebut memungkinkan, meski membutuhkan kerja sama dengan game developer untuk membangun maps khusus yang bisa menjadi ruang penyimpanan sekaligus media interaksi generasi muda.

Whatsapp image 2025 08 28 at 05.33.37

Selain seminar, peserta juga mengikuti tur literasi GLAM (Gallery, Library, Archives, and Museum) di Perpustakaan Nasional Bung Karno Blitar. Mereka diperkenalkan pada berbagai layanan, termasuk koleksi memorabilia Bung Karno, koleksi anak, serta koleksi langka yang baru dibuka untuk umum pada Agustus ini.

Whatsapp image 2025 08 28 at 05.33.36

Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan outbound dan literasi kopi di de Karanganjar Koffieplantage. Peserta diajak menyusuri kebun kopi, mengunjungi rumah loji yang pernah ditempati Bung Karno, serta melihat museum berisi karya seni dan benda antik. Acara ditutup dengan praktik penyeduhan tiga jenis kopi, yakni Arabica, Excelsa, dan Robusta.

Whatsapp image 2025 08 28 at 05.33.37 (2)

Melalui kegiatan ini, FPPTI Jatim mendorong pustakawan untuk terus berinovasi dalam pengelolaan arsip institusi di era kecerdasan buatan, sekaligus memperkaya wawasan melalui ajang EVALA dan EVALIA yang menampilkan berbagai inovasi pustakawan. Harapannya, pustakawan dapat memanfaatkan pengetahuan ini untuk menciptakan terobosan baru dalam menjaga dan menghadirkan memori institusi bagi generasi mendatang.




Dosen UIT Lirboyo Raih Peserta Terbaik PKDP PTP UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Whatsapp image 2025 08 15 at 16.06.06

KEDIRI — Prestasi membanggakan diraih oleh Ummy Khoirunisya’ Masyhudianti, M.Pd., dosen Tadris Bahasa Inggris Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri, yang berhasil menyabet predikat Peserta Terbaik 1 dalam Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) yang diselenggarakan oleh PTP Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.

Kegiatan PKDP diikuti oleh 283 dosen dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan Swasta (PTKIS) di seluruh Indonesia. Program ini bertujuan meningkatkan mutu serta profesionalitas dosen baru melalui penguatan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian.

Pelaksanaan PKDP 2025 berlangsung pada 21 Juli–6 Agustus 2025 dengan metode blended learning. Pelatihan ini dilaksanakan dalam dua bentuk, yaitu pelatihan offline (On the Job Course/OJC) di Hotel Lojikka Tulungagung dan pelatihan online (In Service Course/ISC) yang diadakan secara daring.

Whatsapp image 2025 08 15 at 16.03.35

Atas prestasi tersebut, civitas akademika UIT Lirboyo menyampaikan apresiasi tinggi kepada Ummy Khoirunisya’ Masyhudianti, M.Pd atas dedikasi, kerja keras, dan prestasi yang mengharumkan nama institusi. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi dosen lain untuk terus mengembangkan kompetensi dan memberikan kontribusi terbaik dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi.

 




Asah Skill Dakwah: Mahasiswa UIT Lirboyo Ikuti Program Pelatihan dan Pembibitan Dai Muda 2025

Adi dan aiun pcdm

Jakarta (Kemenag)_ Dua mahasiswa Program Studi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir UIT Lirboyo Kediri mengikuti Pelatihan dan Pembibitan Calon Da’i Muda Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung 14 hari dimulai tanggal 04-14 Agustus 2025, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.
Dari 634 orang mendaftar dari seluruh provinsi di Indonesia. Setelah melalui seleksi administrative, verifikasi berkas, dan kurasi profil dakwah, hanya 200 peserta yang dinyatakan lolos. Dari 200 peserta, dua mahasiswa UIT Lirboyo lolos tahapan pelatihan intensif.
Kegiatan yang digelar awal bulan Agustus perwakilan UIT Lirboyo Kediri yakni Adi Kurniawan (3) dan M. Ainun Fajrur Rohmain (7) mengikuti serangkaian acara materi dakwah dan pengabdian masyarakat (PKM) pada titik lokasi yang sudah ditentukan. Adi Kurniawan mengabdikan diri di Pesantren Nurul Huda Bekasi, sementara M. Ainun Rohmain di Pesantrean Hikmatus Salafiyah Purwakarta. Kedua mahasiswa ini juga aktif dalam kegiatan UKM kampus bernama Excellent yang membidangi DA’I.
Direktur Penerangan Agama Islam, Ahmad Zayadi, mengatakan dakwah saat ini menghadapi tantangan yang lebih kompleks dan dinamis. Dimana para pendakwah muda tidak cukup hanya memiliki kemampuan orasi, melainkan juga harus tampil sebagai manajer ide, inovator konten, dan komunikator yang mampu membaca kebutuhan umat.
Ainun mengaku mendapatkan pengalaman baru, “Rasanya seru sekali bisa bertemu teman-teman dari berbagai kampus. Selain belajar ceramah, kami juga diajari bagaimana membuat konten dakwah yang kreatif untuk dunia digital,” ujarnya dengan antusias.
Begitupun Adi mendapatkan ilmu baru diera dakwah serba digital, “Melihat Gen Z sekarang, sebagai pendakwah harus bisa menyampaikan pesan agama dengan bahasa dan platform yang kita pahami, terutama gaya bahasa,” ujarnya.
Segenap Civitas Pimpinan UIT Lirboyo turut memberikan apresiasi atas partisipasi mahasiswa dalam ajang ini. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam program pembibitan dai muda sejalan dengan visi kampus untuk mencetak kader ulama dan intelektual muslim yang berkarakter, berilmu, dan berdedikasi untuk umat.
Kegiatan ini tidak berhenti disini saja, Adapun tindak lanjutnya yakni program dai muda dilanjutkan untuk berdakwah secara nasional dan internasinal pada bulan Ramadhan mendatang.

Mari kita doakan kedua mahasiswa UIT Lirboyo Kediri, Adi Kurniawan dan M. Ainun Fajrur Rohmain dapat melenggangkan dakwahnya ke kancah nasional dan internasional.




Dua Mahasiswa UIT Lirboyo Ikuti Student Mobility ke Malaysia: Wujud Nyata Langkah Internasionalisasi

Gambar whatsapp 2025 08 13 pukul 17.03.07 b949dcc4

Lirboyo 13/08/2025 – Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo kembali mencatatkan langkah penting dalam mewujudkan visi internasionalisasinya. Dua mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Asfa Davi Bya dan Angger Sasono Jati, resmi diberangkatkan untuk mengikuti program student Mobility di INTI University, Malaysia selama satu semester atau enam bulan penuh.

Pelepasan kedua mahasiswa dilaksanakan di kampus UIT Lirboyo dan dihadiri oleh pimpinan universitas, jajaran dosen, serta perwakilan LPBUIK. Dalam sambutannya, pimpinan UIT Lirboyo menegaskan bahwa program ini merupakan tindak lanjut nyata dari agenda internasionalisasi kampus yang telah dicanangkan.

Rektor UIT Lirboyo, Dr. KH. Reza Ahmad Zahid, Lc., MA. memberikan pesan khusus kepada kedua mahasiswa agar selalu menjaga nama baik almamater selama menjalani program di luar negeri. Ia menekankan pentingnya menjaga identitas kampus yang berbasis pesantren.

Gambar whatsapp 2025 08 13 pukul 17.03.08 0f438cc7

“Keberangkatan kalian adalah amanah besar. Dimanapun berada, jangan pernah meninggalkan salat, tetap istiqomah dalam mengaji, dan jaga ibadah lain sebagaimana yang sudah diajarkan di pesantren. UIT Lirboyo memiliki marwah sebagai kampus berbasis pesantren, maka budaya itu harus melekat pada diri kalian dan tercermin dalam sikap sehari-hari,” pesan Rektor.

Selain itu, beliau juga mengingatkan bahwa kesempatan student Mobility ini bukan hanya untuk menimba ilmu akademik, tetapi juga menjadi ajang dakwah kultural dan pembuktian bahwa lulusan UIT Lirboyo mampu bersaing di tingkat global tanpa meninggalkan akar tradisi dan nilai-nilai keislaman.

Selama mengikuti program di INTI University, Asfa Davi Bya dan Angger Sasono Jati akan terlibat dalam perkuliahan, riset, serta kegiatan akademik dan non-akademik lainnya bersama mahasiswa dari berbagai negara. Kesempatan ini diharapkan menjadi ajang pertukaran ilmu, budaya, dan jejaring internasional yang akan berdampak positif bagi pengembangan diri maupun kemajuan kampus.

Acara pelepasan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH. Abdul Bar, selaku pengurus yayasan, memohon keselamatan, kelancaran, dan keberkahan bagi kedua mahasiswa selama menempuh studi di Malaysia, serta mengharapkan agar mereka kembali dengan membawa ilmu dan pengalaman yang bermanfaat bagi kampus dan umat.

Keberangkatan kedua mahasiswa ini menjadi bukti konkret bahwa UIT Lirboyo terus berkomitmen memperluas jejaring internasional, meningkatkan kualitas pendidikan, dan mencetak lulusan yang tidak hanya berdaya saing lokal tetapi juga siap menghadapi tantangan global, dengan tetap menjaga nilai-nilai pesantren yang menjadi identitas kampus.