Penandatanganan MoU dan IA antara UIT Lirboyo Kediri dengan IMLA Indonesia

34

12Jakarta Selatan, 06 Agustus 2025 — Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri kembali meneguhkan komitmennya sebagai perguruan tinggi berbasis pesantren yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Pada Rabu (06/8), UIT Lirboyo resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Ikatan Pengajar Bahasa Arab se-Indonesia (IMLA), disusul dengan Implementation Agreement (IA) antara Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Tarbiyah UIT Lirboyo dengan IMLA.
Dalam penandatanganan MoU., pihak UIT Lirboyo diwakili oleh Lailatul Zuhriyah, M.Pd selaku dosen Pendidikan Bahasa Arab (PBA) dan Prof. Dr. Uril Bahruddin, MA., selaku ketua IMLA Indonesia. Penandatanganan ini berlangsung di Universitas Darun Najah (UDN) Jakarta Selatan, disaksikan oleh pimpinan universitas, pengurus IMLA, dosen, dan mahasiswa. MoU ini menandai dimulainya kolaborasi strategis di bidang pengembangan Pendidikan Bahasa Arab, penelitian, publikasi ilmiah, serta penyelenggaraan seminar dan pelatihan tingkat nasional maupun internasional.
Rektor UIT Lirboyo, Dr. Reza Ahmad Zahid, Lc. M.Pd, menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi langkah konkret untuk menghadirkan inovasi pembelajaran Bahasa Arab berbasis teknologi digital, sekaligus menjaga nilai-nilai tradisi keilmuan pesantren.
“Pendidikan Bahasa Arab harus mampu menjawab tantangan era digital, tanpa kehilangan ruh keilmuan yang diwariskan para ulama. Kerja sama dengan IMLA adalah jembatan untuk mewujudkan hal tersebut,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, IMLA ini menyelenggarakan Konferensi Internasional PINBA IMLA XV. Seminar ini merupakan forum ilmiah untuk berbagi hasil riset dan wawasan terkini dalam bidang keilmuan Bahasa Arab.
Selain itu, juga dilakukan penandatanganan Implementation Agreement antara Kepala Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Dr. Diana Nur Sholihah, M.Pd, dengan Ketua IMLA Indonesia, Prof. Dr. Uril Bahruddin, MA.,. Kesepakatan ini menjadi bentuk konkret komitmen kedua program Studi dalam mengembangkan kerjasama akademik, termasuk kolaborasi penelitian, serta kegiatan pengembangan kurikulum Bersama.
Melalui sinergi ini, UIT Lirboyo, PBA UIT Lirboyo dan ILMA Indonesia berharap dapar membangun ekosistem Pendidikan tinggi yang kolaboratif dan adaptif terhadap tantangan global, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ilmu pengetahuan Bahasa Arab dan pengembangan budaya Bahasa Arab di Indonesia.




APTIKIS Siapkan Simposium Internasional Tiga Negara, UIT Lirboyo Kediri Siap Tunjukkan Wajah Islam Moderat

Gambar whatsapp 2025 08 14 pukul 18.43.31 039a8503

Jakarta (2/8/2025) — Komitmen penguatan pendidikan tinggi Islam swasta Indonesia terus menunjukkan geliat baru. Sabtu lalu, Masjid Istiqlal Jakarta menjadi saksi awal dari sebuah langkah besar: Focus Group Discussion (FGD) yang diinisiasi oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (APTIKIS) sebagai rangkaian persiapan menuju simposium internasional di tiga negara Asia Tenggara.

Sebanyak 14 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS), termasuk Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri dalam hal ini diwakilkan oleh Dwita Nurulita, M.Pd, selaku Staf Lembaga Pengembangan Bahasa, Urusan Internasional dan Kerja sama,  dijadwalkan mengikuti simposium yang akan digelar di Malaysia, Thailand, dan Singapura. FGD di ruang PKU-MI, Masjid Istiqlal itu menjadi arena menyamakan persepsi, menyusun strategi, dan mengonsolidasikan misi bersama: membawa wajah Islam Indonesia yang moderat, cendekia, dan kolaboratif ke panggung global.

Ketua Umum APTIKIS, Dr. Maslim Halimin, menegaskan bahwa inisiatif ini bukan sebatas seremoni internasional, melainkan bagian dari desain besar internasionalisasi PTKIS.

“Kami ingin PTKIS tidak hanya diperhitungkan di tingkat nasional, tetapi juga dipercaya dalam forum-forum ilmiah dunia. Intelektualitas Islam Indonesia punya kekayaan yang layak dikabarkan ke publik global,” ujarnya.

Gambar whatsapp 2025 08 14 pukul 18.41.56 2341112d

Dalam forum tersebut, hadir pula Staf Khusus Menteri Agama RI, Farid Saenong, yang menyampaikan dukungan penuh pemerintah terhadap langkah APTIKIS. Menurutnya, PTKIS memegang peran vital dalam mencetak generasi muda yang unggul secara akademik dan memiliki integritas keislaman.

“Kementerian Agama tidak hanya mendorong, tapi akan hadir sebagai mitra dalam setiap langkah besar yang diambil oleh PTKIS,” ungkapnya.

Sementara itu, Ismail Suardi Wekke, akademisi sekaligus anggota Dewan Pakar APTIKIS, menilai simposium ini sebagai diplomasi akademik yang menyatukan visi keilmuan dan kebangsaan.

“Kami membawa nama kampus, tapi juga membawa semangat Indonesia — negara dengan penduduk Muslim terbesar yang moderat, plural, dan aktif di panggung keilmuan global,” katanya.

Delegasi UIT Lirboyo Kediri, Dwita Nurulita, M.Pd., yang turut hadir dalam FGD tersebut, mengungkapkan bahwa keikutsertaan kampusnya dalam simposium internasional adalah kesempatan strategis untuk memperluas kontribusi akademik pesantren ke level global.

“UIT Lirboyo lahir dari rahim pesantren dengan tradisi keilmuan yang kuat. Melalui simposium ini, kami ingin menunjukkan bahwa tradisi pesantren mampu berdialog dengan dunia, memberikan kontribusi ilmiah, dan menawarkan solusi berbasis nilai-nilai Islam Nusantara yang damai serta adaptif terhadap perkembangan zaman,” tegasnya.

Bagi APTIKIS, simposium ini bukan sekadar ajang pertukaran makalah atau jaringan formalitas, melainkan momen berbagi nilai. Tujuannya, menunjukkan bahwa pendidikan Islam tak berada di pinggiran peradaban, melainkan menjadi pelaku utama perubahan sosial global.

Melalui jejaring ini, diharapkan terbangun kolaborasi lintas negara dalam bentuk riset bersama, publikasi internasional, hingga pertukaran mahasiswa dan dosen. Simposium tiga negara itu juga diposisikan sebagai medium diplomasi lunak (soft diplomacy) bagi dunia pendidikan Islam Indonesia.

APTIKIS menilai, saatnya PTKIS menjadi jendela peradaban. FGD di Istiqlal bukan sekadar rapat persiapan, melainkan fondasi bagi gerakan kolektif yang menandai era baru: kampus Islam swasta Indonesia yang berani bicara di forum internasional, tidak inferior, dan membawa gagasan besar untuk dunia.




UIT Lirboyo Hadiri Seminar Internasional PTKIS di Jakarta, Soroti Peran Indonesia sebagai Pusat Peradaban Islam

Gambar whatsapp 2025 08 14 pukul 18.29.48 850f2a2b

Jakarta (31/7/2025) — Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri menjadi salah satu delegasi yang hadir dalam Seminar Internasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) yang digelar di Universitas PTIQ, Lebak Bulus, Jakarta, Seminar ini menghadirkan tokoh-tokoh pendidikan nasional dan internasional, termasuk Rektor Universitas Islam Fatoni, Thailand, yang turut menjadi narasumber utama.

Acara dibuka dengan sambutan Menteri Agama RI yang menegaskan perlunya pendampingan berkelanjutan bagi PTKIS agar mampu bersaing di tingkat global. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, yang diwakili Staf Ahli Menteri Prof. Biyanto, menyampaikan gagasan strategis tentang peran Indonesia dalam pengembangan peradaban Islam masa depan.

Dalam presentasinya, Prof. Biyanto menghidupkan kembali konsep mudawalah—sebuah siklus perputaran kepemimpinan peradaban—yang ia rujuk dari pemikiran cendekiawan Muslim Fazlur Rahman. Menurutnya, sejarah mencatat pergeseran pusat peradaban Islam dari Timur Tengah, Andalusia, hingga Turki Usmani. Kini, Indonesia dinilai memiliki potensi besar menjadi pusat peradaban Islam yang baru.

Gambar whatsapp 2025 08 14 pukul 18.29.48 524fde74

“Indonesia punya modal sosial dan kultural yang sangat kuat: populasi Muslim terbesar di dunia, tradisi keilmuan yang kaya, serta semangat toleransi yang tinggi. Semua ini menjadi fondasi untuk melahirkan gagasan-gagasan baru yang relevan dengan tantangan global,” ujarnya.

Pernyataan tersebut disambut positif oleh para peserta, termasuk Ismail Suardi Wekke, anggota Dewan Pakar APTIKIS, yang menilai ide ini memberi arah baru bagi PTKIS dalam pengembangan peradaban Islam global.

Selain itu, kehadiran Rektor Universitas Islam Fatoni sebagai narasumber memperkaya perspektif internasional dalam seminar. Ia membagikan pengalaman kolaborasi lintas negara di bidang pendidikan Islam serta strategi menghadapi tantangan globalisasi tanpa kehilangan identitas keislaman.

Delegasi UIT Lirboyo yang hadir, termasuk Dwita Nurulita, M.Pd., menilai forum ini sangat penting untuk membangun jejaring internasional sekaligus mempertegas posisi Indonesia di kancah pendidikan Islam dunia.

“Sebagai kampus yang lahir dari tradisi pesantren, UIT Lirboyo membawa misi untuk menunjukkan bahwa pesantren mampu berkontribusi dalam diskursus ilmiah global. Seminar ini membuka ruang bagi kami untuk bertukar gagasan, menjajaki kerja sama, dan mempromosikan nilai Islam Nusantara yang damai dan adaptif,” ungkap Dwita.

Seminar internasional ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperkuat kualitas pendidikan, memperluas kerja sama riset, dan mempersiapkan lulusan PTKIS yang unggul secara akademik sekaligus siap berperan aktif dalam membangun peradaban Islam yang madani.




Halal Center UIT Lirboyo Kediri Ikuti Rakernas Lembaga Pendamping Produk Halal di Jakarta

Whatsapp image 2025 07 29 at 12.08.50

JAKARTA — Lembaga Pemeriksa dan Pendamping Produk Halal (LP3H) Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri turut ambil bagian dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama RI. Kegiatan ini digelar selama tiga hari, mulai 28 hingga 30 Juli 2025, di Hotel Mercure Ancol, Jakarta.

Rakernas yang mengusung tema “Sinergi dan Inovasi untuk Penguatan Ekosistem Halal Indonesia” ini diikuti oleh 314 lembaga pendamping produk halal dari seluruh Indonesia. Agenda utama meliputi penguatan peran lembaga pendamping dalam proses sertifikasi halal, pembahasan kebijakan terbaru BPJPH, serta peningkatan kualitas layanan kepada pelaku usaha, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Whatsapp image 2025 07 29 at 11.35.41

Perwakilan LP3H UIT Lirboyo Kediri, Dr. Arwan Rifa’i, M.Pd., yang hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan antusiasmenya untuk mengimplementasikan hasil rakernas dalam pengembangan layanan di wilayah Kediri dan sekitarnya.

“Ini adalah kesempatan berharga untuk memperluas jaringan, memperdalam pemahaman tentang regulasi terbaru, dan meningkatkan kapasitas kami sebagai pendamping produk halal,” ujarnya.

Whatsapp image 2025 07 29 at 11.35.41 (1)

Pihak BPJPH sebagai penyelenggara menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendamping dan pelaku usaha dalam mempercepat sertifikasi halal yang merata dan berdaya saing, terutama bagi UMKM. Melalui rakernas ini, diharapkan LP3H di seluruh Indonesia dapat memberikan kontribusi maksimal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi halal yang inklusif dan berkelanjutan.

Keikutsertaan LP3H UIT Lirboyo Kediri dalam Rakernas ini meneguhkan komitmen universitas dalam mendukung visi besar Indonesia sebagai pusat industri halal dunia. Dengan bekal pengetahuan dan jejaring baru, LP3H UIT siap meningkatkan layanan pendampingan sertifikasi halal bagi masyarakat dan pelaku usaha, serta berkontribusi aktif dalam memperkuat ekosistem halal yang inklusif dan berkelanjutan.

Whatsapp image 2025 07 29 at 11.35.42




Perkuat Sinergi Kampus dan Pesantren, UIT Lirboyo Gelar Sarasehan Bersama Pengurus Pondok

Pengurus pondok 1

KEDIRI — Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri menggelar kegiatan Sarasehan dan Sinergi Kampus bersama para pimpinan dan pengurus pondok pesantren pada Jumat, 26 Juli 2025. Kegiatan ini bertujuan mempererat hubungan kelembagaan antara kampus dan pesantren, khususnya dalam mendukung keberhasilan akademik dan pembinaan karakter santri-mahasiswa.

Acara yang berlangsung di lingkungan kampus UIT ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, mulai dari rektorat, dekanat, hingga pengurus program studi. Suasana berlangsung hangat dan produktif, mencerminkan komitmen kuat UIT Lirboyo dalam membangun kemitraan strategis dengan pondok-pondok pesantren di wilayah Kota dan Kabupaten Kediri.

Rektor UIT Lirboyo, Dr. KH. Reza Ahmad Zahid, Lc., M.A., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan ikhtiar untuk memperkuat silaturahmi antara pihak universitas dengan para pengurus pesantren yang menjadi tempat tinggal santri-mahasiswa.

“Kami ingin membuka ruang komunikasi agar saling mengenal lebih dekat, menjalin sinergi, dan bersama-sama memantau perkembangan para santri yang juga menjadi mahasiswa di kampus ini,” ujarnya.

Pengurus pondok 2

Dalam forum sarasehan ini, para pengurus pondok menyampaikan harapan agar mereka dapat mengenal lebih jauh para dosen dan pembina yang berperan dalam pendidikan mahasiswa. Selain itu, dibahas pula perlunya komunikasi intensif agar hal-hal teknis, seperti penegakan disiplin berpakaian serta etika pergaulan santri di lingkungan kampus.

Salah satu hasil konkret dari pertemuan ini adalah dibentuknya grup WhatsApp sebagai media komunikasi berkelanjutan antara pihak kampus dan pengurus pondok. Grup ini akan digunakan untuk berbagi informasi penting terkait kegiatan akademik maupun kemahasiswaan, serta menjadi sarana koordinasi cepat jika terdapat permasalahan yang memerlukan tindak lanjut.

Forum ini juga membahas sinkronisasi jadwal kegiatan kampus dengan aktivitas pesantren, seperti bimbingan dosen, agenda kemahasiswaan, kegiatan di luar kampus, hingga masa Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK), sehingga kegiatan kampus dan pesantren tidak berbenturan.

Sarasehan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat kolaborasi antara Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri dengan pondok pesantren yang tersebar di wilayah Kediri. Diharapkan, sinergi ini dapat menciptakan lingkungan belajar yang selaras antara visi keilmuan dan nilai-nilai kepesantrenan, guna melahirkan generasi intelektual muslim yang unggul dan berakhlak mulia.