Seminar Nasional dan Kuliah Umum Bersama Dirjen Pendis Kemenag RI Prof. Dr. Amien Suyitno

Prof 1

KEDIRI — Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri sukses menggelar Seminar Nasional dan Kuliah Umum yang menghadirkan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Amien Suyitno. Kehadiran beliau menjadi momen strategis dalam memperkuat visi akademik dan spiritual UIT sebagai kampus berbasis pesantren.

Acara yang diselenggarakan pada Ahad, 20 Juli 2025 ini berlangsung di lingkungan kampus UIT dengan dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, dosen, mahasiswa, serta tokoh-tokoh yayasan. Turut hadir Ketua Yayasan KH. Athoillah S. Anwar, Sekretaris Yayasan, dan civitas akademika lainnya.

Prof 4

Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Ketua Senat Universitas, KH. Abdullah Kafabihi Mahrus. Dalam pidatonya, beliau mengajak seluruh akademisi untuk berkontribusi dalam mewujudkan cita-cita bangsa sebagai baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

“Akademisi memiliki tanggung jawab moral untuk mencegah kerusakan dan lebih mengutamakan kontribusi nyata bagi kemajuan negara,” tegas beliau.

Dalam kuliah umumnya, Prof. Dr. Amien Suyitno memaparkan pentingnya peran dosen dalam menjalankan Tridharma perguruan tinggi yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, peran dosen harus lebih luas daripada sekadar pengajar, melainkan juga sebagai penggerak perubahan sosial yang berbasis ilmu.

“Inilah yang membedakan peran dosen di perguruan tinggi dengan guru di madrasah. Dosen adalah aktor kunci dalam pembangunan ilmu pengetahuan,” jelasnya.

Prof 3

Prof. Amien juga menekankan pentingnya penguatan kompetensi dosen dalam menghadapi tantangan zaman. Ia menjelaskan bahwa dosen harus memiliki empat kompetensi utama yakni pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian. Selain itu, ia menguraikan jenjang peran mahasiswa di tingkat pendidikan tinggi dimana mahasiswa S1 untuk memahami dan mendeskripsikan, mahasiswa S2 untuk menganalisis dan membandingkan, dan mahasiswa S3 untuk menemukan hal baru secara ilmiah.

Lebih lanjut, Prof. Amien menyoroti pentingnya riset dalam membangun daya saing kampus. Ia menekankan bahwa pesantren sebagai basis keilmuan Islam perlu diperkuat dengan pendekatan ilmiah yang berbasis riset, baik dalam bidang agama maupun sosial-humaniora.

Menyikapi perkembangan teknologi, Prof. Amien mengajak para dosen, khususnya generasi muda, untuk cerdas memanfaatkan kecanggihan digital, termasuk kecerdasan buatan (AI), tanpa meninggalkan prinsip keilmuan.

“Dosen harus berhati-hati dalam menggunakan AI, termasuk melakukan peninjauan ulang terhadap konten atau hasil yang dihasilkan oleh teknologi tersebut, agar tetap terjaga keakuratan dan integritas ilmiahnya,” pesan beliau.

Prof 2

Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH. An’im Falahuddin Mahrus, pengurus Yayasan UIT dan anggota Komisi VIII DPR RI yang juga merupakan mitra kerja Kementerian Agama. Doa tersebut menjadi penutup yang khidmat, menandai selesainya kegiatan dengan penuh khidmat dan keberkahan.

Seminar nasional dan kuliah umum ini memperkuat komitmen Universitas Islam Tribakti Lirboyo dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang unggul, berakar pada nilai-nilai pesantren, dan adaptif terhadap kemajuan teknologi.




UIT Lirboyo Gelar Kajian Internasional: Tasawuf sebagai Solusi Spiritual untuk Tantangan Global

Syekh 2 copy

KEDIRI — Pusat Studi Pesantren dan Aswaja Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo kembali menyelenggarakan kajian ilmiah bertaraf internasional dengan menghadirkan ulama tasawuf terkemuka asal Sudan, Syaikh Awad Karim Al-Aqli, sebagai narasumber utama. Acara ini mengusung tema “Peran Tasawuf dan Pendidikan Spiritual dalam Memperkuat Nilai-Nilai Kemanusiaan dan Menghadapi Tantangan Global” dan digelar di Masjid Al-Mahrus, Kampus UIT Lirboyo pada 31 Maret 2025.

Acara dihadiri oleh civitas akademika UIT, para kiai, Ketua Senat KH. Abdullah Kafabihi Mahrus, Ketua Yayasan KH. Athoillah Sholahuddin Anwar, Sekretaris Yayasan KH. M. Abdulbar, S.H.I., serta Rektor UIT Lirboyo, Dr. KH. Reza Ahmad Zahid, Lc., MA. Kajian ini secara resmi dibuka oleh Rektor dan dimoderatori oleh Wakil Dekan III Fakultas Syariah, Ronggo Wasitto, M.Pd.

Dalam ceramahnya, Syaikh Awad Karim Al-Aqli menekankan bahwa tasawuf bukan sekadar praktik spiritual individual, melainkan jalan hidup yang sarat nilai-nilai kemanusiaan universal. Ia menyampaikan bahwa pendidikan spiritual berbasis tasawuf mampu menumbuhkan kasih sayang, toleransi, dan empati, yang menjadi fondasi penting dalam menghadapi tantangan moral dan konflik global saat ini.

“Dalam dunia yang penuh kegaduhan dan kehilangan arah, tasawuf hadir untuk menuntun hati kembali pada fitrah. Ini adalah solusi spiritual yang nyata untuk krisis kemanusiaan kontemporer,” tegasnya dalam bahasa Arab yang diterjemahkan langsung oleh tim penerjemah.

Syekh 1

Kajian ini juga menyoroti urgensi memasukkan ajaran tasawuf ke dalam kurikulum pendidikan, baik di pesantren maupun perguruan tinggi, guna mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan berkepribadian luhur.

Sesi diskusi berlangsung dinamis selama lebih dari dua jam, dengan mahasiswa UIT Lirboyo aktif mengajukan pertanyaan seputar isu-isu aktual seperti radikalisme, materialisme, dan krisis identitas generasi muda. Menanggapi pertanyaan tersebut, Syaikh Awad menekankan pentingnya peran mursyid dan lembaga keagamaan yang membimbing umat dengan kasih sayang, bukan dengan kebencian.

Sebelum kajian dimulai, acara diawali dengan Ijazahan Kubro yang diberikan langsung oleh Syaikh Awad Karim Al-Aqli kepada seluruh hadirin. Dalam ijazahan ini, beliau menyampaikan wirid dan amalan tarekat bersanad, serta mengijazahkan sanad keilmuan dan spiritual dari guru-gurunya yang mu‘tabar.

Syekh 3

Acara ditutup dengan doa bersama dan harapan agar kolaborasi internasional semacam ini dapat terus dikembangkan, sebagai upaya memperkuat nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan di lingkungan kampus dan pesantren.

Melalui forum ini, Pusat Studi Pesantren dan Aswaja UIT Lirboyo menegaskan komitmennya dalam merawat tradisi keilmuan Islam Ahlussunnah wal Jama‘ah yang moderat, toleran, dan berorientasi pada kemaslahatan global.




The 4rd International Conferences on Humanity Education and Society (ICHES) 2025 di Kab. Bondowoso

Iches 1

BONDOWOSO — Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri menunjukkan komitmen dalam mendukung isu-isu global melalui partisipasinya dalam The 4th International Conference on Humanity, Education, and Society (ICHES) 2025. Konferensi ini diselenggarakan oleh Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (FORPIM-PTKIS) Tapal Kuda Jawa Timur, bekerja sama dengan Institut Agama Islam At-Taqwa Bondowoso dan Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Acara berlangsung pada 5–6 Juli 2025 di Pendopo Bupati Bondowoso, Jawa Timur.

Mengusung tema “The Role of Public Policy in National Development Goals”, ICHES 2025 menghadirkan berbagai pemikir akademik dari dalam dan luar negeri. UIT Lirboyo mengirimkan tiga delegasi akademisnya sebagai pemakalah, yakni Dr. H. Badrus, M.Pd.I (Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan), dengan topik “Digital Literacy-Based Educational Management as a Pillar of National Development”; Dr. Ahmad Kafabihi, M.Pd.I (Ketua Pusat Studi Pesantren dan Aswaja), dengan topik “The Use of Blended Learning Model on Students’ Learning Motivation and Critical Thinking Abilities”; Dr. HM. Adibusholeh (Ketua Bidang Penjaminan Mutu), dengan topik “Transformation of Education in the Digital Era: Benefits and Challenges”.

Iches 2

Konferensi dibuka oleh Dr. KH. Kholilur Rahman, M.Pd.,(Chief of PTKIS Forum Tapal Kuda) yang menyampaikan apresiasinya atas dukungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Ia juga berharap konferensi ini menjadi wadah yang berkelanjutan dalam memperkuat sinergi antara pendidikan tinggi dan kebijakan publik.

Bupati Bondowoso, KH. Abdul Hamid Wahid, M.Ag., secara resmi membuka acara. Dalam sambutannya, beliau mengajak seluruh pimpinan perguruan tinggi, khususnya di wilayah Bondowoso, untuk bersinergi membangun daerah melalui Tridharma Perguruan Tinggi yang bermuatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Bondowoso juga tengah menyiapkan program beasiswa studi ke Eropa bagi warga berprestasi, serta mendukung mahasiswa S3 yang melakukan penelitian di wilayah Bondowoso,” ungkapnya.

Konferensi ini menghadirkan keynote speech dari Prof. Dr. H. Ahmad Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA., M.Phil., Ph.D., yang juga menjabat sebagai Koordinator Kopertais Wilayah IV Surabaya. Beliau mengupas tema The Role of Public Policy in National Development Goals dengan meberikan ulasan bahwa kepemimpinan para nabi melalui dua jalur yaitu menjaga agama dan mengatur dunia ( حراسة الدين وسياسة الدنيا ) serta menjadikannya kontrak bagi orang-orang yang melaksanakan tugasnya. Maka dari itu, beliau menekankan bahwa pemimpin merupakan posisi yang strategis untuk menegakkan keadilan yang demokratis.

Konferensi berlangsung hingga malam hari dengan sesi presentasi dari 83 peneliti yang memaparkan hasil riset mereka dalam berbagai bidang ilmu. UIT Lirboyo berharap partisipasinya dalam ICHES dapat menjadi kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan, baik di tingkat nasional maupun global.




Ketua MPM, Nur Iman Jati Pamungkas Bicara Fikih Ekologi Pada Konferensi Internasional

Ss

DdPalembang_Ucapan selamat dan apresiasi patut diberikan kepada mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam, Semester VIII, UIT Lirboyo Kediri, atas nama Nur Iman Jati Pamungkas, atas prestasinya menjadi presenter dalam Internatinal Cofference Religion Local Wisdom: Responses To Ecological Issues In tehe Archipelago yang diselenggarakan oleh Universitas Raden Fatah Palembang secara Hybrid.
Kegiatan ini digelar sebagai tempat berkumpulnya para pendidik, peneliti, dan pekerja professional, untuk bertemu dan saling bertukar wawasan untuk mengembangkan pemikiran, ide serta inovasi dalam pemberdayaan pendidikan dan lingkungan. Acara ini dihadiri oleh para akedemisi negara benua Asia dan Eropa, seperti Brunei Darussalam, Japan, Australia dan Belanda.
Iman adalah seorang mahasiswa yang aktif dalam bidang kemahasiswaan, ia menjabat sebagai Ketua BEM Fakultas Syariah 2023-2024, Ketua MPM 2024-2025 dan ia juga Lolos Hibah Penelitian kampus tahun 2024.
Ketertarikan dia dalam mengikuti konferensi adalah tema yang diajukan oleh penyelenggara mencakup isu yang ada dinegara Indonesia, sehingga hal ini terbilang cukup familiar dan telah dipelajari dalam hukum kontemporer.
RrDidampingi oleh dosen UIT Lirboyo Kediri, Nailal Muna, M.H. dan Bagus Wibowo, M.H., Iman mepresentasikan hasil penelitiannya dengan baik yang berjudul “RECHTSVERWERKING | PERSPEKTIF FIKIH EKOLOGI: Analisis Putusan Pengadilan Negeri Malang Nomor 249/Pdt.G/2018/PN.Mlg”. Artikel ini disusun untuk mengeksplorasi pentingnya penjagaan alam yang mengkerucut Tanah dalam Hukum Agraria yang kemudian diinterdisipliner keilmuan dalam hifdz al-BI’ah.
Dalam momen konferensi yang diikuti secara luring, iman mendapatkan pengalaman baru sebagai peserta yang hadir secara langsung dalam konferensi. “Dalam konferensi ini, benar-benar diluar dugaan, dimana acara ini dibuat secara meriah dan jumlah peminat sangat banyak dengan jumlah paper yang diterima 149 artikel, dan menariknya para reviewr memberikan respon yang bagus pada presentasinya.
Dalam hal ini, Iman membagikan kesan dan pesannya setelah konferensi internasional yang iikutinya. “Kami merasakan lingkungan akademis yang egaliter pada saat konferensi berlangsung, dan yang paling penting kita harus berani, namun bisa mempertanggungjawbakan keberanian kita,”.
Keberhasilan ini juga diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk aktif mengikuti kegiatan serupa, meningkatkan kompetensi mereka, dan berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan di Indonesia. Semoga prestasi Iman menjadi Langkah awal untuk mahasiswa UIT Lirboyo lainnya utnuk lebih banyak lagi berkiprah dilevel internasional.




UIT Lirboyo dan UIN Tulungagung Gelar Pelatihan Pendamping Produk Halal bagi Dosen dan Mahasiswa

Halal

KEDIRI — Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri bekerja sama dengan Pusat Layanan Halal (PLH) Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung menyelenggarakan Pelatihan Pendampingan Proses Produk Halal (PPH) selama dua hari, yakni pada 12–13 Juni 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di Kampus UIT Lirboyo dan diikuti oleh dosen serta mahasiswa lintas program studi.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas akademisi dalam mendukung proses sertifikasi halal, sejalan dengan program nasional Indonesia Wajib Halal 2026. Para peserta mendapatkan materi teoritis dan praktis dari narasumber yang telah tersertifikasi dan berpengalaman dalam pendampingan halal.

Wakil Rektor I UIT Lirboyo, Dr. A. Jauhar Fuad, S.Pd.I., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan pentingnya keterlibatan perguruan tinggi dalam mendukung sistem jaminan produk halal.

“Melalui pelatihan ini, dosen dan mahasiswa kami dorong untuk tidak hanya memahami aspek keilmuan, tetapi juga siap mengaplikasikan perannya sebagai pendamping halal di tengah masyarakat,” ujarnya.

Materi pelatihan mencakup prinsip dasar halal-haram, regulasi dan prosedur sertifikasi halal, peran strategis pendamping PPH, serta simulasi pengisian dokumen sertifikasi. Pelatihan dikemas secara interaktif melalui metode ceramah, diskusi kelompok, dan praktik lapangan.

Ketua Pusat Layanan Halal UIN Tulungagung, Dr. Syamsul Umam, S.H.I., M.H., yang juga menjadi narasumber utama, menegaskan bahwa kolaborasi antar kampus merupakan langkah strategis dalam memperluas jangkauan literasi halal di masyarakat.

“Keterlibatan akademisi sebagai pendamping akan memperluas akses edukasi dan layanan halal, khususnya bagi pelaku UMKM dan komunitas pesantren,” ungkapnya.

Di akhir kegiatan, seluruh peserta memperoleh sertifikat sebagai tanda partisipasi dan kelulusan pelatihan. UIT Lirboyo berharap kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem halal akademik yang berkelanjutan serta berdampak nyata bagi masyarakat luas.