UIT Lirboyo Gelar Sosialisasi dan Persiapan Audit Mutu Internal Tahun Akademik 2024/2025

LPM

KEDIRI — Menjelang akhir Semester Genap Tahun Akademik 2024/2025, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Audit Mutu Internal (AMI) pada Selasa, 17 Juni 2025, bertempat di Ruang Rapat Dosen.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Rektor I, II, dan III, anggota LPM, auditor internal, para ketua Unit Pengelola Program Studi (UPPS), serta perwakilan dari seluruh program studi di lingkungan UIT Lirboyo.

Dalam sosialisasi ini, LPM menyampaikan alur pelaksanaan dan standar mutu yang akan digunakan dalam Pekan Audit Mutu Internal Tahun Akademik 2024/2025, yang direncanakan berlangsung pada awal Agustus 2025. Kegiatan audit ini bertujuan untuk memastikan ketercapaian standar mutu akademik dan non-akademik di setiap unit kerja dan program studi.

Selain agenda sosialisasi, acara ini juga diisi dengan pembacaan dan penyerahan Surat Keputusan (SK) penunjukan Unit Penjaminan Mutu (UPM) oleh Ketua LPM UIT Lirboyo. Para UPM yang ditunjuk adalah dosen-dosen yang memiliki kompetensi serta pengalaman dalam bidang penjaminan mutu pendidikan tinggi.

Kehadiran UPM di tiap fakultas diharapkan mampu memberikan pendampingan teknis sekaligus kontrol berkala terhadap pelaksanaan standar mutu di lingkup fakultas dan program studi.

Audit Mutu Internal menjadi bagian penting dalam siklus Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas institusi secara sistematis dan berkelanjutan dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi berbasis nilai keislaman dan pesantren.




Kopertais Wilayah IV Surabaya Serahkan SK Sertifikat Pendidik kepada 359 Dosen Lulus Tahun 2024

SK

SURABAYA — Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (Kopertais) Wilayah IV Surabaya menggelar kegiatan Pembinaan, Penyerahan Sertifikat Pendidik, dan Penandatanganan Pakta Integritas bagi dosen-dosen yang lulus sertifikasi tahun 2024. Acara berlangsung selama dua hari, yakni pada 24–25 Juni 2025 di Hotel Santika Premier, Surabaya.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari proses sertifikasi pendidik dosen tahun 2024 yang dilaksanakan di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia. Sertifikasi ini diberikan kepada dosen yang telah memenuhi syarat evaluasi kelayakan dan penilaian kompetensi sesuai ketentuan yang berlaku.

Sebanyak 359 dosen dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) di lingkungan Kopertais Wilayah IV dinyatakan lulus dan menerima Surat Keputusan (SK) Sertifikat Pendidik.

Penyerahan SK dilakukan langsung oleh Wakil Koordinator Kopertais Wilayah IV, Dr. H. Ilhamullah Sumarkan, M.Ag., didampingi Sekretaris Kopertais Wilayah IV, Dr. H. M. Hasan Ubaidillah, S.HI., M.Si., serta Rektor Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri, Dr. KH. Reza Ahmad Zahid, Lc., M.A.

Dalam sambutannya, Dr. Ilhamullah menyampaikan apresiasi atas dedikasi para dosen dalam meningkatkan profesionalisme melalui jalur sertifikasi. Ia menegaskan bahwa sertifikasi ini bukan sekadar bentuk pengakuan, tetapi juga amanah moral dan akademik.

“SK Sertifikasi ini bukan hanya sebagai pengakuan profesionalisme dosen, tetapi juga amanah untuk terus mengembangkan diri dan menjaga kualitas pembelajaran,” ujarnya.

Lebih lanjut, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan budaya mutu akademik di lingkungan PTKIS. Para penerima sertifikat diharapkan segera menyelesaikan proses administratif lanjutan, termasuk pengajuan tunjangan profesi dosen sesuai dengan mekanisme yang berlaku.




Sinergi Kampus Pesantren: Kolaborasi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIT Lirboyo dan UMALA Lampung

Umala

KEDIRI — Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri menerima kunjungan akademik dari Universitas Ma’arif Lampung (UMALA) pada 16 Juni 2025 dalam rangka menjalin sinergi antar kampus berbasis pesantren. Turut hadir Wakil Rektor II, Dekan Fakultas Tarbiyah & Ilmu Keguruan, 7 Kaprodi, serta 300 mahasiswa yang berasal dari 7 program studi yaitu Prodi Pendidikan Agama Islam, Prodi Tadris Bahasa Inggris, Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Prodi Tadris Matematika, Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Prodi Pendidikan Bahasa Arab dan Prodi Bimbingan Koseling dan Pendidikan Islam.

Kunjungan ini diawali dengan pembukaan resmi, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan sambutan dari Wakil Rektor II UMALA. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pendidikan formal di perguruan tinggi jika tidak dibarengi dengan nilai-nilai agama di pesantren maka mahasiswa akan kesulitan mengabdi kepada masyarakat.

Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIT Lirboyo, Dr. H. Badrus, M.Pd.I, dalam sambutannya memaparkan visi dan misi kampus yang berlandaskan nilai-nilai pesantren Ahlussunnah wal Jama’ah. Ia juga menjelaskan bahwa UIT merupakan bagian dari Pondok Pesantren Lirboyo, salah satu pesantren terbesar di Indonesia yang menaungi puluhan ribu santri.

Sebagai bentuk komitmen bersama, acara dilanjutkan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) oleh kedua dekan, serta Implementation Agreement (IA) antara ketua program studi dari masing-masing institusi. Penandatanganan ini menjadi dasar pengembangan kerja sama lebih lanjut di bidang pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat.

Kegiatan utama dalam kunjungan ini adalah sesi guest lecture yang disampaikan oleh Wakil Rektor II UIT Lirboyo, Dr. H. Jauhar Fuad, M.Pd., dengan tema “Penguatan Pendidikan Berbasis Pesantren: Kolaborasi Tarbiyah dan Keguruan antar Kampus”. Acara ditutup dengan pertukaran cinderamata sebagai simbol penghormatan dan penguatan hubungan antar kedua institusi. Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama strategis berkelanjutan antara UIT Lirboyo dan UMALA dalam pengembangan pendidikan Islam yang unggul dan berkarakter.




Mahasiswa KPI UIT Lirboyo Kediri Laksanakan Siaran Program TV di KSTV

Siaran

KEDIRI – Mahasiswa semester 6 Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri melaksanakan praktik siaran langsung di stasiun televisi lokal KSTV (Kilisuci Televisi) Kediri pada Kamis, 12 Juni 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari realisasi mata kuliah Produksi Acara Siaran yang diampu oleh Amalia Rosyadi Putri, M.Med.Kom.

Setibanya di lokasi, rombongan mahasiswa disambut oleh Kepala Bagian Produksi KSTV, Agung, yang memberikan penjelasan mengenai sejarah, visi, dan proses produksi program di KSTV. Ia menekankan bahwa media lokal memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang edukatif dan menghibur kepada masyarakat Kediri dan sekitarnya.

“Proses produksi di KSTV melibatkan berbagai tahapan penting, mulai dari perencanaan, peliputan, editing, hingga siaran langsung. Mahasiswa perlu memahami dinamika ini secara langsung,” jelas Agung.

Kegiatan dilanjutkan dengan tur studio, di mana para mahasiswa diajak mengunjungi ruang redaksi, ruang editing, master control room, dan studio utama. Selama sesi tersebut, tim produksi KSTV menjelaskan secara teknis fungsi dan cara kerja masing-masing bagian, serta memperkenalkan peralatan siaran yang digunakan.

Direktur Operasional KSTV, Muftie Ali, turut hadir menyambut rombongan dan menyampaikan apresiasinya atas inisiatif kolaboratif ini. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan dan industri media.

“Media lokal bukan hanya penyampai informasi, tetapi juga agen pembangunan daerah. Kegiatan seperti ini membuka ruang belajar yang aplikatif bagi mahasiswa agar lebih siap terjun ke dunia profesional,” ujarnya.

Dalam praktik siaran ini, mahasiswa memproduksi program bertema “Hikayah Media: Film Inspirasi”, sebuah tayangan yang mengulas pesan moral dari film-film inspiratif. Program ini dikemas dalam segmen unggulan Sudut Pandang milik KSTV dan dilaksanakan secara langsung di studio.

Beberapa mahasiswa turut aktif terlibat dalam produksi. Alimun bertugas sebagai sutradara, Sarah Aqila sebagai pembawa acara, dan Asfa Davi, Salman Alfarisi, Intan Zalmanabiya, serta Sofyan Hanan sebagai narasumber. Sementara itu, Khurotun Nisa’ dan Ivan Sanjaya berperan sebagai penanya dalam forum diskusi, didukung oleh seluruh mahasiswa KPI semester 6 sebagai audiens.

Amalia Rosyadi Putri, M.Med.Kom, selaku dosen pengampu, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman nyata dalam memproduksi program televisi profesional.

“Mahasiswa belajar langsung dari industri media tentang seluruh proses produksi mulai dari penulisan naskah, blocking kamera, pengambilan gambar, hingga pengarahan teknis. Ini akan menjadi bekal penting bagi mereka ke depannya,” ungkapnya.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata pendekatan pembelajaran berbasis praktik (experiential learning) yang mengintegrasikan teori dan pengalaman langsung di lapangan. Melalui keterlibatan aktif ini, mahasiswa diharapkan dapat mengasah keterampilan teknis, komunikasi, kerja sama tim, serta memahami tuntutan dunia penyiaran secara profesional.

Berfoto bersama Pak Muftie Ali, Direktur Operasional KSTV




PSGA UIT Lirboyo Kediri Gelar Talkshow Fiqih Wanita, Wali Kota dan Ketua TP PKK Kota Kediri Hadir Berikan Dukungan

Tsaqifa

KEDIRI – Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri kembali menggelar kajian rutin bertajuk Talkshow Fiqih Wanita (TSAQIFA) pada Selasa, 11 Juni 2025. Mengangkat tema “Tata Cara Beribadah bagi Muslimah”, kegiatan ini bertujuan untuk membuka ruang diskursus ilmiah mengenai praktik ibadah perempuan dalam Islam yang kerap kali belum mendapat ruang cukup dalam kajian mainstream, sekaligus mengurai problematika fiqhiyyah yang dihadapi perempuan muslim dalam pelaksanaan ibadah sehari-hari.

Acara ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, S.H., M.Kn., dan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kediri, Nyai Hj. Faiqoh Qowimuddin, sebagai bentuk dukungan atas pentingnya literasi keagamaan berbasis gender.

Rektor UIT Lirboyo, K.H. Reza Ahmad Zahid, Lc., M.A., secara resmi membuka acara dan menekankan pentingnya integrasi antara khazanah keilmuan klasik (kitab kuning) dan ilmu pengetahuan modern merupakan suatu keniscayaan epistemologis yang dapat menjadi rujukan etis dan praktis dalam kehidupan masyarakat sekaligus dalam mengkaji isu-isu keislaman kontemporer. Ia juga menyoroti urgensi penguatan kapasitas intelektual dan spiritual kaum perempuan dalam kerangka peradaban berbasis nilai-nilai etis dan spiritual.

Hadir sebagai keynote speaker, Vinanda menegaskan bahwa pemahaman fiqih yang komprehensif tidak hanya memperkuat spiritualitas perempuan, tetapi juga memberdayakan mereka di ruang domestik maupun publik.

“Islam memuliakan perempuan, dan pemahaman fiqih yang tepat menjadi kunci untuk menjalani peran keumatan secara optimal,” ujarnya.

Sebagai narasumber utama, hadir Dr. Ny. Hj. Aina Ainaul Mardliyah Anwar, S.H.I., M.Pd.I., yang menyampaikan materi seputar praktik ibadah perempuan dalam kondisi biologis seperti haid, nifas, dan istihadhah. Ia menekankan perlunya pendekatan maqāṣid al-syarī’ah dan responsivitas terhadap konteks sosial dalam memahami hukum fiqih agar tetap adil dan relevan.

Diskusi berlangsung interaktif dengan partisipasi lebih dari 150 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan dosen putri. Sejumlah peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait pengalaman ibadah sehari-hari, yang dijawab secara mendalam oleh narasumber.

Umi Aina menyampaikan pentingnya pendekatan maqāṣid al-syarī’ah (tujuan syariah) dan konteks sosial yang dinamis agar hukum yang diterapkan tetap responsif dan berkeadilan. Selain itu, Umi Aina juga mendorong perempuan untuk proaktif mengakses literatur-literatur fiqih klasik dan kontemporer agar tidak bergantung pada informasi yang belum terverifikasi.

Ketua PSGA UIT Lirboyo, Amalia Rosyadi Putri, M.Med.Kom., menyatakan bahwa TSAQIFA merupakan agenda bulanan yang dirancang untuk menguatkan kapasitas intelektual perempuan dalam memahami agama secara inklusif dan kritis. Program ini berguna sebagai media edukatif dan reflektif yang terbuka bagi sivitas akademika UIT Lirboyo Kediri.

“Kami akan terus menghadirkan narasumber yang kompeten di bidang masing-masing sekaligus mengangkat tema-tema yang relevan. Sinergi dengan berbagai pihak, baik akademisi maupun pemerintah, akan menjadi kekuatan utama dalam mengarusutamakan perspektif gender dan perlindungan anak,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, PSGA UIT Lirboyo menunjukkan komitmennya untuk menjadi pusat kajian yang responsif terhadap isu-isu keislaman dan sosial kontemporer, sekaligus ruang pemberdayaan intelektual perempuan dalam masyarakat.