UIT Lirboyo Kediri Hadir dalam Rapat Pimpinan dan Peningkatan Mutu Leadership Kopertais IV Jatim

Peningkatan

SURABAYA – Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri turut serta dalam Rapat Pimpinan dan Peningkatan Mutu Leadership yang diselenggarakan pada 12-13 Februari 2025 oleh Kopertais Wilayah IV Jawa Timur. Acara ini dihadiri oleh 188 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) dan berlangsung di Hotel Santika Premiere Gubeng, Surabaya. UIT Lirboyo Kediri diwakili oleh Dr. H. A. Jauhar Fuad, M.Pd.

Dalam sambutannya, Sekretaris Kopertais Wilayah IV Jawa Timur, Dr. KH. Hasan Ubaidillah, M.Ag., menyampaikan beberapa kebijakan terbaru terkait pengelolaan PTKIS, antara lain perubahan rekening pencairan sertifikasi dosen yang sebelumnya melalui Bank Mandiri akan dialihkan ke Bank BTN untuk mempermudah proses pencairan. Kemudian adanya regulasi baru tentang wewenang kopertais yang sebelumnya sempat dicabut kini dikembalikan, termasuk dalam rekomendasi pengajuan program studi baru dan alih bentuk PTKIS. Beberapa PTKIS juga membentuk Asosiasi PTKIS untuk memperkuat sinergi dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi.

Dalam forum ini, Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA., M.Phil., Ph.D., selaku Koordinator Kopertais Wilayah IV Jawa Timur, menyoroti beberapa isu penting yang perlu disikapi bersama, yakni terkait efisiensi anggaran dan dukungan dana yang mana Kopertais IV Jawa Timur mengalami keterbatasan anggaran, meskipun memiliki kewenangan yang lebih besar. Saat ini, sumber pendanaan utama berasal dari UIN Sunan Ampel Surabaya. Kini UIN Sunan Ampel juga menerapkan kebijakan penghematan anggaran, termasuk larangan kegiatan di hotel dan perjalanan dinas. Semua kegiatan diwajibkan berlangsung di kampus.

Selain itu, isu penataan administrasi perguruan tinggi juga dibahas dimana perguruan tinggi perlu menata administrasi akademik dan keuangan dengan lebih baik agar tidak menimbulkan masalah dalam pengelolaan pendidikan tinggi. Sertifikasi dosen dan pencairan dana harus dikelola dengan baik, karena jika ada dosen yang tidak disertakan dalam pencairan, maka pembayaran akan tertunda dan dapat menimbulkan masalah administratif. Dalam kebijakan pengajuan dan sertifikasi dosen terdapat beberapa kasus perguruan tinggi yang memberhentikan dosen tetap setelah dinyatakan lulus sertifikasi. Ke depan, PTKIS yang melakukan pemecatan terhadap dosen bersertifikasi tidak akan diperkenankan mengajukan sertifikasi dosen lagi.

Dalam kesempatan ini, Dr. H. A. Jauhar Fuad, M.Pd., menyatakan bahwa UIT Lirboyo Kediri berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu akademik dan tata kelola kelembagaan.

“Kami akan memastikan pengelolaan perguruan tinggi berjalan sesuai standar nasional dan internasional, serta mendukung kebijakan Kopertais dalam meningkatkan kualitas PTKIS di Indonesia,” ujarnya.

Dengan adanya pertemuan ini, diharapkan PTKIS semakin solid dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi, serta dapat terus berkembang menuju akreditasi unggul dan rekognisi internasional.




UIT Lirboyo Kediri Gelar Halaqah Ilmiyah Bersama Syeikh Dr. As-Sa’id Muhammad Muhammad Aly

Halaqah Ilmiyah

KEDIRI– Pada 6 Februari 2025 Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri menerima kunjungan tamu kehormatan dari Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, yaitu Syeikh Dr. As-Sa’id Muhammad Muhammad Aly, yang pernah menjabat sebagai Deputi Wakil Menteri Wakaf Mesir. Kedatangan beliau beserta rombongan pada pukul 10.00 WIB disambut hangat oleh civitas akademika UIT Lirboyo dan Yayasan Tribakti Lirboyo, yang dalam kesempatan ini diwakili oleh KH. Abdul Bar, M.H.I.

Kunjungan ini menjadi momen istimewa bagi para mahasiswa UIT Lirboyo Kediri. Pusat Studi Pesantren dan Aswaja UIT Lirboyo Kediri menyelenggarakan Halaqah Majlis Ilmu dan Ijazah Kubro di Masjid Al-Mahrus, Kampus UIT Lirboyo Kediri. Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Kemahasiswaan, Yasin Nur Falah, M.Pd., menyampaikan bahwa agenda ini merupakan bagian dari komitmen UIT Lirboyo dalam memperluas kerja sama dengan lembaga-lembaga internasional. Beliau juga berharap mahasiswa dapat memperoleh banyak manfaat dari ilmu yang disampaikan oleh Syeikh Dr. As-Sa’id.

Dalam tausiyahnya, Syeikh Dr. As-Sa’id membahas khazanah keilmuan Islam serta tantangan yang dihadapi oleh ilmuwan Muslim dalam era modern. Beliau menekankan pentingnya integrasi antara ilmu agama dan ilmu terapan di lingkungan perguruan tinggi Islam, sehingga dapat menciptakan generasi intelektual yang kuat dalam keilmuan, moral, dan spiritual.

Setelah penyampaian materi, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, yang disambut dengan antusias oleh para peserta. Berbagai pertanyaan diajukan, mulai dari perkembangan pemikiran Islam hingga realitas kehidupan kontemporer.

Sebagai bentuk keberkahan ilmu, Syeikh Dr. As-Sa’id memberikan ijazah beberapa kitab kepada para hadirin. Kitab-kitab tersebut merupakan warisan keilmuan yang beliau terima dari gurunya, yaitu Syeikh Dr. Ali Jum’ah, mantan Mufti Mesir sekaligus anggota Kibar Ulama Al-Azhar.

Sebagai penutup acara, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama antara UIT Lirboyo Kediri dan Al-Majma’ Al-Hussaini Kairo, Mesir. Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat jaringan akademik dan penelitian internasional, meningkatkan pertukaran keilmuan antara kedua institusi serta mendukung pengembangan pendidikan Islam berbasis pesantren.

Dengan adanya acara ini, diharapkan UIT Lirboyo Kediri semakin berkembang dalam mencetak generasi ulama dan akademisi yang unggul serta mampu menjawab tantangan zaman dengan ilmu dan keimanan.




Fokus Diskusi dalam Rangka Persiapan PPL dan KKN Internasional

WhatsApp Image 2025 02 09 at 13.05.23

Minggu, 9 Februari 2025, Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri kedatangan rombongan tamu dari PCI NU Malaysia. Dalam kesempatan tersebut, hadir Wakil Rektor I Dr. H. A. Jauhar Fuad, Wakil Rektor II M. Dr. Arif Khoiruddin, M.Pd.I., Wakil Rektor III Yasin Nur Falah, M.Pd.I., serta jajaran dekanat, kepala LPM, dan Direktur Pascasarjana.

Diskusi ini merupakan bagian dari kelanjutan MoU antara UIT Lirboyo dan Muslimat NU Malaysia. Kedua pihak sepakat untuk melakukan berbagai kegiatan bersama dalam bidang pendidikan, pengajaran, dan pengabdian kepada masyarakat. Implementasi dari kerja sama ini diwujudkan dalam program PPL dan KKN internasional yang direncanakan akan dilaksanakan pada bulan Maret, April, dan Agustus. Tahap awal pelaksanaan program ini akan dimulai pada bulan Ramadan dengan mendelegasikan beberapa mahasiswa.

Wakil Rektor III Yasin Nur Falah menyampaikan bahwa program PPL dan KKN internasional telah disosialisasikan kepada mahasiswa dan mendapatkan respons positif. Banyak mahasiswa yang antusias dan ingin segera diberangkatkan. Namun, aspek kesiapan administrasi dan teknis tetap menjadi pertimbangan utama sebelum keberangkatan.

Wakil Rektor I Dr. A. Jauhar Fuad menambahkan bahwa program ini memiliki keunggulan karena satu kegiatan dapat memberikan dua manfaat sekaligus. Mahasiswa yang telah mengikuti PPL dan KKN internasional tidak perlu lagi menjalani program serupa di dalam negeri.

Ketua PCI Muslimat NU Malaysia, Drs. Hj. Nyai Mimin Minarsih, mengungkapkan bahwa di Malaysia terdapat 70 sanggar belajar dengan sekitar 2.000 pelajar Indonesia. Sebagian besar siswa tersebut menghadapi kendala administrasi sebagai warga negara Indonesia karena mereka lahir dari keluarga yang tidak tercatat dalam perkawinan yang sah menurut hukum.

Sanggar belajar di Malaysia memiliki sistem yang serupa dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Indonesia. Para siswa mendapatkan ijazah penyetaraan seperti Paket A dan B, dengan kurikulum yang disesuaikan dengan sistem pendidikan Indonesia. Kegiatan belajar dimulai pukul 07.00 dengan shalat sunnah dan istighasah, diikuti dengan sesi pembelajaran hingga pukul 16.00. Selain mata pelajaran akademik, para siswa juga mendapatkan pendidikan keagamaan dan keterampilan, seperti seni tari, shalawat, serta pencak silat. Pendidikan ini terbagi menjadi empat jenjang, yakni Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), baca tulis hitung (Calistung), Sekolah Dasar, dan Sekolah Menengah Pertama.

Drs. Hj. Nyai Mimin Minarsih menambahkan bahwa sejak berdirinya sanggar belajar ini pada tahun 2019, mereka masih menghadapi keterbatasan jumlah tenaga pengajar. Kehadiran mahasiswa dari Indonesia melalui program PPL dan KKN internasional sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan tenaga pengajar serta meningkatkan kualitas pendidikan di sanggar belajar Malaysia.




Angkat Isu Teknologi AI Zaman ini, Adi Kurniawan Raih Juara Harapan II Fesdanas 2025

Adi Kurniawan

Jombang_Prestasi membanggakan dari Adi Kurniawan mahasiswa Prodi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir UIT Lirboyo Kediri  yang memenangkan kompetisi Da’I pada event FESDANAS (Festival Da’I Nasional) di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang.

Menurut pebimbing Adi, mengutarakan, yang bersangkutan telah melewati proses review naskah dai, Latihan hafalan, latihan tempo penyampaian menuju babak penyisihan sampai babak final. “Pada tahap penyisihan berjalan secara daring dilaksanakan pada tanggal 05 November -25 Desember 2024 untuk memperebutkan 80 kursi menuju semifinal yang akan dilansungkan secara offline pada tanggal 5 Februari 2025 untuk memperebutkan 6 kursi menuju puncak juara. Sebuah proses perjalanan panjang dalam kompetisi ini, namun tidak menyulutkan energi Adi Kurniawan untuk menegakkan umat muslim yang sedang tidak baik-baik saja akibat serangan teknologi.

Adi mengangkat tema kekinian yang sedang marak bagi kaum remaja di Indonesia, ia melihat realita sekarang bahwa kaum pemuda sekarang enggan memegang buku hingga membaca. Pemuda sekarang kecanduan teknologi, apa-apa semua teknologi, dimana semakin mudah dijangkau. Padahal kalau dilihat teknologi juga memiliki dampak negative yang signifikan. Pemuda lebih semangat literature cuplikan aplikasi Instagram, tiktok, dst. Maka dari itu, ia sampaikan dampak ini di perlombaan tersebut dengan judul “Pentingnya Literasi di Tengah Gempuran AI”.

Selain memaparkan dampak AI, ia juga memberikan solusi bagi kaum pemuda untuk kesadaran betapa pentingnya membaca untuk memperluas wawasan pengetahuan. Sebagaimana keterangan surat al-Alaq yang ia presentasikan, berbunyi:

Jibril mengulang kata iqra’ sampai 3 x

اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَق, اِقْرَأْ, اِقْرَأْ

Disitu, Adi mengajak kepada pendengar, bagaimana caranya mengendalikan diri agar bisa tumbuh generasi emas yang berkualitas diperkuat dengan literasi membaca dan menyaring berita-berita hoax.

Segenap pimpinan UIT Lirboyo Kediri, sangat bangga dengan hasil yang diperoleh Adi, mengingat dia meraungi proses babak kualifikasi dengan tingkat persaingan yang sangat ketat dari jumlah peserta 289an peserta menujuk babak 80 besar hingga masuk 6 besar dan berhasil juara harapan 2 di Fesdanas.

Pesan untuk Adi, diniatkan untuk syiar. Apapun hasil yang diperoleh, yang paling penting adalah menyebarkan kebaikan. Kedua, tampil didepan panggung, menang melawan diri sendiri dari rasa insecure didepan banyak orang.

Dari situ, mahasiswa sekaligus santri dari pondok pesantren Darussalam Lirboyo asal  Jambi dapat belajar meninggikan jam terbang. “Jam terbang menjadi penting untuk mempersiapkan diri mahasiswa/santri di perlombaan yang lain. Hasil itu bonus, tidak perlu menjadi beban untuk menang,” tutupnya.

 




Majelis Ilmu dan Ijazah Kubro: Tradisi Keilmuan di UIT Lirboyo Kediri

WhatsApp Image 2025 02 06 at 20.27.22

Kediri, 6 Desember 2025 – Dalam tradisi Islam, ijazah merupakan salah satu metode penting dalam transfer keilmuan dan pendidikan. Ijazah adalah pemberian mata rantai ilmu atas disiplin ilmu tertentu maupun amalan secara spesifik. Sebagai bentuk ikhtiar dalam mempertahankan tradisi khas Islam tersebut, Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri menggelar Majelis Ilmu dan Ijazah Kubro bersama Dr. Syekh Sa’id Muhammad Muhammad Aly.

Dr. Syekh Sa’id merupakan salah satu ulama besar Al-Azhar Mesir. Beliau pernah menjabat sebagai Deputi/Wakil Menteri Wakaf Mesir, Imam dan Khatib Masjid Sayyidina Imam Husein di Kairo, serta pemilik sanad Al-Qur’an Qiro’aat Asyrah. Saat ini, beliau juga aktif sebagai pengajar di Masjid Al-Azhar Al-Syarif, Kairo. Keilmuan dan pengalamannya yang luas menjadikannya sosok ulama yang memiliki perpaduan ilmu yang langka dan berharga bagi dunia Islam.

Acara ini diselenggarakan di Masjid Mahrus Aly UIT dan dihadiri oleh seluruh mahasiswa serta dosen UIT. Untuk memastikan kelancaran jalannya majelis, panitia menyiapkan berbagai peralatan dokumentasi, termasuk beberapa kamera untuk merekam jalannya acara yang berlangsung selama satu setengah jam.

Majelis Ilmu dibuka oleh Wakil Rektor III UIT, Yasin Nur Falah, M.Pd.I. Turut hadir dalam acara ini Sekretaris Yayasan, KH. Abdul Bar, Wakil Rektor I Dr. A. Jauhar Fuad, serta Wakil Rektor II Dr. M. Arif Khoiruddin, M.Pd.I., beserta beberapa pimpinan UIT Lirboyo lainnya. Antusiasme mahasiswa sangat tinggi, terlihat dari penuhnya area masjid, baik di lantai satu maupun lantai dua.

Selama sesi diskusi, beberapa mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan kepada Syekh Sa’id. Keberanian mereka bertanya menunjukkan semangat dalam menimba ilmu serta menguatkan relevansi acara ini dalam membangun tradisi keilmuan Islam yang berkelanjutan.

Majelis Ilmu dan Ijazah Kubro ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk memperkokoh tradisi keilmuan Islam serta mempererat hubungan keilmuan antara mahasiswa UIT dengan ulama dunia. Acara ini juga menegaskan peran UIT Lirboyo sebagai lembaga pendidikan Islam yang terus menjaga dan mengembangkan tradisi keilmuan Islam secara akademis dan spiritual.