Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri Gelar Pelatihan Pendamping Proses Produk Halal Batch 3

IMG

KEDIRI — Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri kembali menyelenggarakan Pelatihan Pendamping Proses Produk Halal (P3H) Batch 3 pada Kamis, 26 Februari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta yang berasal dari kalangan dosen dan masyarakat umum sebagai bagian dari upaya memperkuat peran pendamping halal di daerah.

Pelatihan tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan universitas, termasuk para wakil rektor dan dekan, yang memberikan dukungan terhadap program strategis ini. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen kampus dalam mendukung implementasi kebijakan sertifikasi halal nasional.

Wakil Rektor II UIT Lirboyo Kediri, Dr. H. Jauhar Fuad, dalam sambutannya menekankan pentingnya memperbanyak jumlah pendamping proses produk halal. Menurutnya, hal ini bertujuan untuk memaksimalkan pendampingan sertifikasi halal bagi para pelaku usaha makro dan mikro, sekaligus sebagai respons nyata terhadap kebijakan pemerintah mengenai kewajiban sertifikasi halal yang akan berlaku penuh pada Oktober 2026.

Semakin banyak pendamping yang terlatih, semakin besar peluang kita untuk membantu para pelaku usaha memenuhi kewajiban halal tepat waktu,” ujarnya.

IMG

Kegiatan berlangsung secara khidmat dan interaktif. Peserta mengikuti rangkaian materi dengan antusias sebagai bentuk kesiapan mendukung percepatan sertifikasi halal di wilayah Kediri dan sekitarnya. Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ketua Lembaga Penjamin Mutu UIT Lirboyo Kediri, Drs. KH. Abdul Halim Mustofa, M.HI.

Melalui pelatihan ini, Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri berharap dapat berkontribusi aktif dalam memperluas jaringan pendamping halal sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan pelaku usaha dalam mewujudkan ekosistem produk halal yang berkualitas dan berdaya saing.




Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri Resmi Terima Izin Operasional Magister Studi Islam

B4b6d440 4866 4a38 b4bc 625cf3bf7db6

SURABAYA — Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri resmi menerima Surat Keputusan (SK) Izin Operasional Program Studi Magister (S-2) Studi Islam pada 12 Februari 2026. Penyerahan izin tersebut menjadi tonggak sejarah baru bagi UIT Lirboyo, khususnya  dalam memperkuat pengembangan pascasarjana.

SK Izin Operasional diserahkan oleh Prof. Dr. Amin Suyitno, M.Ag. selaku Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI kepada Wakil Rektor I UIT Lirboyo, Dr. H. A. Jauhar Fuad, M.Pd., di Surabaya. Dengan diterbitkannya izin ini, UIT Lirboyo secara resmi dapat menyelenggarakan proses akademik, asesmen, dan penerimaan mahasiswa baru Program Magister Studi Islam mulai tahun akademik 2026/2027.

“Ini adalah langkah strategis untuk menyediakan pendidikan lanjutan berkualitas tinggi yang memadukan khazanah keilmuan klasik pesantren dengan metodologi akademis modern,” ujar Wakil Rektor IUIT Lirboyo. Program ini diproyeksikan untuk mengakomodasi tingginya kebutuhan akan ahli studi Islam yang moderat, terutama dari kalangan alumni pondok pesantren dan sarjana pendidikan Islam.

Ia menambahkan bahwa keunggulan program magister di UIT Lirboyo terletak pada kurikulum terintegrasi, kualitas tenaga pengajar, serta lingkungan kuliah yang kondusif. Distingsi utama program ini adalah integrasi kuat antara turats (kitab kuning) dan studi kontemporer berbasis pesantren. Kurikulum dirancang dengan penekanan pada metode bahtsul masa’il (studi kasus hukum Islam) serta pendalaman pemikiran ulama klasik yang dipadukan dengan pendekatan riset modern untuk menjawab tantangan zaman.

42be6b9e a76d 408b 93e2 0df61c353bef

Dalam arahannya, Prof. Dr. Amin Suyitno, M.Ag. menegaskan bahwa penerbitan izin operasional bukanlah akhir proses, melainkan awal dari tanggung jawab besar dalam menjaga mutu akademik. Ia menekankan pentingnya penguatan sistem penjaminan mutu (quality assurance) agar perguruan tinggi tidak hanya mengejar kuantitas mahasiswa, tetapi juga memastikan kualitas lulusan yang kompeten.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya adaptivitas terhadap perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, program studi baru harus dirancang relevan dengan kebutuhan era digital. Ia juga mendorong implementasi program prioritas (Sapta Program & Asta Protas), yakni penyelarasan kurikulum dengan program prioritas Kementerian Agama, termasuk digitalisasi tata kelola dan penguatan pendidikan unggul yang humanis.

Lebih lanjut, ia menekankan perlunya transformasi kelembagaan yang berkelanjutan, terutama melalui penguatan sumber daya manusia seperti peningkatan jumlah guru besar dan lektor kepala guna mendukung capaian akreditasi unggul.

9eb03b6f 0777 412d bf3c fe7ed3fc1394

Dengan terbitnya izin operasional ini, UIT Lirboyo Kediri melengkapi jajaran program pascasarjananya yang telah berjalan sebelumnya, yakni Magister Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. Pihak universitas berharap Program Magister Studi Islam mampu melahirkan intelektual Muslim yang moderat, berwawasan luas, serta adaptif dalam menghadapi dinamika global.




Rakernas LP3H 2026, Pemerintah Sosialisasikan Wajib Halal Oktober 2026

6b2804cd 9885 4541 a86f 2168d2f0c987

JAKARTA — Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) se-Indonesia menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakernas) LP3H 2026 di Hotel Grand Mercure Jakarta Kemayoran pada 2–4 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi pemerintah dan para pemangku kepentingan untuk mensosialisasikan kebijakan wajib sertifikasi halal yang akan diberlakukan secara efektif mulai Oktober 2026.

Rakernas yang dihadiri ratusan pengurus LP3H dari berbagai daerah ini bertujuan menyamakan persepsi sekaligus memperkuat koordinasi nasional dalam pendampingan pelaku usaha, khususnya menjelang batas akhir pemberlakuan kewajiban sertifikasi halal bagi seluruh produk yang beredar di Indonesia.

Kebijakan wajib sertifikasi halal merupakan amanat Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH) yang telah beberapa kali mengalami penundaan. Mulai Oktober 2026, seluruh produk yang beredar dan diperdagangkan di wilayah Indonesia diwajibkan memiliki sertifikat halal yang diterbitkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

Dalam rakernas tersebut dibahas secara komprehensif berbagai strategi pendampingan pelaku usaha, terutama Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang masih membutuhkan asistensi intensif dalam memenuhi persyaratan sertifikasi halal. LP3H sebagai lembaga pendamping dituntut untuk siap memberikan layanan optimal. Materi rakernas mencakup pembaruan regulasi terkini, prosedur pendampingan yang efektif, digitalisasi sistem pendaftaransertifikasi halal, serta evaluasi capaian sertifikasi halal nasional hingga awal 2026.

84f4b8cd 114e 414f 8d3c 1008a994fe9e

Turut hadir dalam kegiatan ini Dr. Arwan Rifa’i, M.Pd., Ketua Halal Center Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri. Kehadirannya mencerminkan kontribusi aktif perguruan tinggi dalam mendukung implementasi kebijakan jaminan produk halal.

Keterlibatan perguruan tinggi sangat penting, baik dalam aspek edukasi, penelitian, maupun pendampingan teknis kepada pelaku usaha di daerah. Kami berkomitmen mendukung percepatan sertifikasi halal melalui berbagai program pendampingan,” ujar Arwan Rifa’i di sela-sela kegiatan.




Tingkatkan Kualitas Riset, Forum Pimpinan PTKIS Bersama UIT Lirboyo Gelar Workshop Jurnal Internasional

2f9e02a5 e0c8 4096 aad3 f75a37140cc0

KEDIRI — Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) bekerja sama dengan Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri menyelenggarakan Workshop Tata Kelola Jurnal dan Penulisan Artikel Terindeks Scopus sebagai upaya memperkuat ekosistem publikasi ilmiah di lingkungan PTKIS. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 31 Januari hingga 1 Februari 2026, bertempat di kampus UIT Lirboyo Kediri.

Rektor UIT Lirboyo Kediri, Dr. KH. Reza Ahmad Zahid, Lc., M.A., menegaskan bahwa penguatan publikasi ilmiah internasional merupakan bagian penting dari strategi peningkatan reputasi akademik perguruan tinggi. Dalam berbagai agenda strategis kampus, termasuk Rapat Kerja UIT Lirboyo 2026, ia menekankan bahwa kolaborasi jurnal internasional menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing universitas di tingkat global.

Melalui Lembaga Penelitian, Publikasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M), UIT Lirboyo terus menginisiasi berbagai program pendampingan, termasuk relawan jurnal, guna mendorong dosen dan mahasiswa menghasilkan karya ilmiah yang mampu menembus indeks internasional, khususnya Scopus.

Workshop ini menghadirkan pakar publikasi ilmiah, Dr. Muhammad Anas Ma’ruf, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia membedah strategi taktis agar artikel penelitian mampu menembus jurnal bereputasi global serta bagaimana mengelola jurnal institusi agar memenuhi standar indeksasi Scopus.

Ketua Forum Pimpinan PTKIS dalam sambutannya menyampaikan bahwa kolaborasi dengan UIT Lirboyo Kediri merupakan langkah strategis untuk mengejar ketertinggalan PTKIS dalam publikasi internasional. “Kita ingin dosen-dosen PTKIS tidak hanya aktif mengajar, tetapi juga produktif menghasilkan karya yang diakui dunia,” ujarnya.

Selama workshop, peserta yang terdiri atas pengelola jurnal dan akademisi mendapatkan pembekalan mengenai standardisasi tata kelola jurnal menuju indeksasi internasional, teknik penulisan state of the art dan kebaruan riset, serta strategi navigasi sistem submisi dan komunikasi dengan editor jurnal Scopus. Dr. Muhammad Anas Ma’ruf juga menekankan pentingnya konsistensi dan integritas akademik dalam menulis. Menurutnya, publikasi di Scopus bukan sekadar mengejar angka kredit, melainkan bentuk kontribusi nyata ilmuwan Muslim Indonesia terhadap perkembangan ilmu pengetahuan global.

Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan sesi bersama Anjarkususiyah dan Hasan Soleh Wahid, Editor in Chief Jurnal Azkaria yang telah terindeks Scopus. Keduanya membagikan pengalaman dan kiat praktis agar artikel dapat lolos seleksi jurnal internasional, di antaranya menulis berbasis data, menjaga konsistensi dan kesabaran dalam proses publikasi, serta prinsip ‘submit and forget’ dengan tetap fokus menulis karya berikutnya.

Sesi berikutnya diisi dengan bedah artikel dari sejumlah naskah yang telah dikirimkan peserta kepada panitia sehingga sehingga peserta mendapatkan umpan balik yang aplikatif dan langsung.

Workshop ditutup secara khidmat oleh Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, KH. Abdulbar. Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik lahirnya lebih banyak jurnal bereputasi internasional di lingkungan PTKIS sekaligus meningkatkan daya saing institusi melalui publikasi ilmiah yang berkualitas dan berintegritas.

B6aae0b5 ac0a 4aff 91b1 26586c0e7c42
06b261d6 ceab 43a5 b1ef 7a68e9b2553d
414fcbbf f768 40cc a795 03ca34c2ec19




Mahasiswa UIT Lirboyo Kediri Memborong Medali Ajang Cendekia Islamic Tingkat Nasional 2026

WhatsApp Image 2026 01 31 at 14.44.49 (2)

Kediri, 31 Januari 2026 –Mahasiswa dari Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri mengikuti Cendekia Islamic Competition Tingkat Nasional 2026 yang diselenggarakan secara hybrid oleh DEMA UIN SUKA Yogyakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi akademik, memperkuat wawasan keislaman, serta menumbuhkan semangat kompetitif yang sehat di kalangan mahasiswa.

Delegasi mahasiswa dari Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri turut ambil bagian dalam beberapa cabang bidang kompetisi keilmuan, antara lain Olimpiade Pendidikan Agama Islam, Fiqih, Aqidah Akhak dan Sejarh Kebudayaan Islam.

Mahasiswa yang turut andil dalam kompetisi ini diantaranya:

  1. Said Hawa Ibnu Hasan PBA/4, Bronze Medal Olimpiade Aqidah Akhlak
  2. Achmad Jimli Dalla Robbuna PBA/4, Silver Medal Olimpiade Fiqh
  3. Syainal Kiramur Ridho PBA/2, dan Bronze Medal Olimpiade PAI
  4. Andi Hasan As’ari TM/8, Silvel Medal Olimpiade Fiqih dan PAI

Ketua panitia pelaksana menyampaikan bahwa Cendekia Islamic Competition tahun ini mengusung tema “Integrasi Keilmuan Islam dan Tantangan Globalisasi Digital”. Tema tersebut dinilai relevan dengan perkembangan zaman, di mana mahasiswa dituntut tidak hanya memahami teks-teks klasik, tetapi juga mampu mengontekstualisasikannya dalam dinamika sosial dan teknologi modern.

Salah satu peserta, Said Hawa Ibnu Hasan, mengungkapkan bahwa persiapan dilakukan secara intensif selama 1 1/2 bulan terakhir melalui bimbingan dosen dan pembinaan rutin. “Kami tidak hanya mempersiapkan materi hafalan, tetapi juga memperdalam analisis kritis terhadap isu-isu keislaman kontemporer,” ujarnya.

Rektor UIT Lirboyo Kediri dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang telah berpartisipasi. Ia berharap ajang ini dapat menjadi wadah aktualisasi potensi akademik sekaligus memperkuat karakter religius dan intelektual mahasiswa.

Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi ilmiah antarperguruan tinggi Islam di Indonesia. Para peserta diharapkan mampu membawa semangat kolaboratif dan inovatif dalam mengembangkan studi keislaman yang responsif terhadap tantangan zaman.

Olimpiade Agama Islam Tingkat Nasional 2026 dijadwalkan berlangsung selama 2 hari, dengan pengumuman pemenang pada penutupan acara yang akan dilaksanakan secara langsung dan disiarkan melalui kanal media resmi panitia.