Mahasiswa UIT Lirboyo Kediri Raih Juara 3 LKTIN di UNIDA Gontor Ponorogo

Juara 3 LKTI Ponorogo

Ponorogo (12/20)-Mahasiswa UIT Lirboyo Kediri Fakultas Tarbiyah dan Keguruan berhasil meraih juara 3 Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) tahun 2024 yang diadakan oleh UNIDA Gontor Ponorogo Program Studi PAI yang berlangsung 12-20 Desember 2024.

Kompetisi ini bergelut dalam 2 sesi, yaitu babak penyisihan dan babak final. Dihubungi melalui media whatsapp, Arifatul Mufitda menuturkan pengumuman lolos babak final setelah melalui penilaian pada tanggal 12 Desember 2024. “Alhamdulillah kami masuk babak final, kemudian babak final dilaksanakan pada hari  Jum’at 20 Desember 2024 secara online, terlebih kami menghadapi babak final bersamaan dengan UAS semester ganjil 2024.

Rijalul Fikri menambahkan, persiapan dilakukan dengan matang dengan melakukan bimbingan terkait menganalisis berita-berita terbaru dan beberapa literature riview yang akan dituangkan dalam karya tulis ilmiah dengan judul “Lim Production: Wadah Literasi Digital Sebagai Pemanfaatan Teknologi Dalam Pengembangan Pendidikan Islam”. Karya tersebut sukses membawa mereka bertiga juara 3 LKTI tingkat nasional 2024.

Aulia, mengungkapkan bahwa motivasinya mengikuti kompetisi ini adalah menambah dan memperdalam keilmuan terutama dalam Ilmu Pendidikan Islam serta menambah relasi. Kami daftar H-1 jam dan langsung kebut semalam untuk menyelesaikan karya. Setelah lolos, kami langsung mempersiapkan Power Point untuk presentasi.

Dewan juri memberikan apresiasi tinggi terhadap tim UIT Lirboyo Kediri, karena satu-satunya perguruan tinggi swasta yang berhasil lolos final.

Semoga kami dan teman-teman dapat melanjutkan dan mempertahankan prestasinya untuk mengharumkan nama almamater UIT Lirboyo Kediri dan dapat memotivasi teman-teman untuk mengembangkan bakatnya dibidang penulisan.

 




UIT Lirboyo Kediri Sukses Gelar Seminar Internasional Bertema Etika dalam Pengembangan Kecerdasan Buatan

AI

KEDIRI – Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri (UIT) baru-baru ini sukses menyelenggarakan konferensi internasional bertajuk “Ethical and Moral Principles in the Development and Application of Artificial Intelligence” atau Etika dan Prinsip Moral dalam Pengembangan dan Penerapan Kecerdasan Buatan. Seminar ini berlangsung selama dua hari, Sabtu dan Minggu (12-13 Desember 2024), di Hall Lotus Hotel Kediri dan Muktamar Hall Lirboyo. Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Pascasarjana UIT Lirboyo dan Asosiasi Pendidikan Tinggi Agama Islam Swasta Indonesia (APAISI).

Acara ini dihadiri oleh ratusan peserta mulai dari mahasiswa, dosen, hingga praktisi pendidikan yang berkumpul untuk membahas aspek etika dan moral dalam pengembangan serta penerapan kecerdasan buatan (AI).

Acara dibuka secara resmi oleh Rektor UIT Lirboyo, Dr. KH. Reza Ahmad Zahid, Lc., MA. Dalam sambutannya, beliau menyoroti pentingnya membahas aspek etika dalam pengembangan teknologi AI yang terus berkembang.
“Kecerdasan buatan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita. Namun, di balik kemudahan yang ditawarkan, kita perlu memperhatikan aspek etika dan moral dalam pengembangan dan penggunaannya,” ungkapnya.

Ketua APAISI, Prof. Dr. Masykuri Bakri, M.Si., juga menegaskan peran strategis perguruan tinggi dalam isu-isu kontemporer seperti AI.
“Perguruan tinggi bertanggung jawab menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki nilai moral yang kuat,” ujar Prof. Masykuri.

Seminar ini menghadirkan pakar ternama dari berbagai negara, antara lain Prof. Madya Dr. Wan Mohd Yusof bin Wan Chik (Universiti Sultan Zainal Abidin, Malaysia); Muhammad Husain Sanusi (Digital Transformation Consultant & Official Partner of Google for Education); Prof. Dr. Hasan Suliman al-Warfali (Al-Refak University, Libya); dan Desti Alkano, S.T., M.Sc., Ph.D. (Groningen University, Belanda). Dua dosen dari Universitas Brawijaya Malang juga hadir sebagai pembahas dalam seminar ini.

Konferensi ini menyoroti pentingnya integrasi prinsip-prinsip etika dalam teknologi AI, khususnya dalam konteks pendidikan Islam. Para pembicara menekankan perlunya pendekatan berbasis kebajikan Islam dalam pengembangan AI untuk memastikan bahwa teknologi ini selaras dengan nilai-nilai moral dan etika yang dianut. Para pembicara memberikan pandangan mendalam mengenai berbagai isu terkait etika dalam pengembangan AI, seperti privasi data dan perlindungan informasi, bias dalam algoritma, dampak AI terhadap hukum, serta pengaruhnya terhadap peluang kerja di masa depan.

Selain itu, diskusi juga mencakup tantangan dan peluang dalam penerapan AI di berbagai sektor, termasuk pendidikan, kesehatan, dan industri. Para peserta sepakat bahwa kolaborasi antara ilmuwan, pendidik, dan pembuat kebijakan sangat penting untuk memastikan bahwa AI dikembangkan dan diterapkan dengan cara yang bertanggung jawab dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan selama sesi tanya jawab. Seminar ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mendorong pengembangan kecerdasan buatan yang etis dan bertanggung jawab di Indonesia. Selain itu, acara ini juga memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri dalam menghadapi peluang dan tantangan AI.

Konferensi ini merupakan bagian dari upaya UIT untuk menjadi pusat unggulan dalam kajian etika teknologi, khususnya dalam konteks Islam. Dengan menyelenggarakan acara semacam ini, UIT berharap dapat mendorong dialog yang konstruktif dan kolaboratif mengenai peran etika dalam perkembangan teknologi modern.

“Kami berharap seminar ini menjadi landasan bagi pengembangan AI yang tidak hanya canggih, tetapi juga memiliki nilai moral dan etika yang kuat,” tutup Dr. KH. Reza Ahmad Zahid.




Dosen Psikologi Islam UIT Lirboyo Berperan Aktif dalam Rapat Kerja APPI Jatim 2024

APPI

SURABAYA – Pengurus Asosiasi Psikologi Positif Indonesia (APPI) Jawa Timur menggelar rapat kerja tahunan pada 14–15 Desember 2024 di Hotel Zest Jemursari, Surabaya. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk pengurus HIMPSI Jawa Timur, pengurus Asosiasi Psikologi Positif Jawa Timur, pengurus Asosiasi Psikolog Sekolah Jawa Timur, serta sejumlah undangan lainnya.

Acara dibuka dengan prosesi formal yang diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne HIMPSI. Sambutan disampaikan oleh Ketua APPI Jawa Timur serta perwakilan dari HIMPSI Jawa Timur, yang menegaskan pentingnya sinergi antarorganisasi dalam meningkatkan kualitas layanan psikologi di wilayah tersebut.

Beti Malia Rahma Hidayati, S.Psi., M.Psi., Psikolog, dosen Psikologi Islam Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri, berperan aktif sebagai master of ceremony selama acara berlangsung. Ia juga menjelaskan rangkaian agenda rapat kerja selama dua hari tersebut.

Hari pertama dimulai pada pukul 16.00 WIB dengan pembahasan rancangan pedoman standar layanan psikologi yang disusun oleh tim HIMPSI. Terdapat delapan bab dalam rancangan tersebut yang menjadi fokus diskusi, tidak hanya dari segi redaksi tetapi juga substansi dan penerapan dalam praktik layanan psikologi.

Setelah itu, peserta mengikuti sosialisasi play therapy secara daring melalui Zoom Meeting, yang bertujuan untuk memperkenalkan metode terapi bermain sebagai pendekatan inovatif dalam praktik psikologi. Hari pertama diakhiri dengan penyusunan laporan pengurus APPI Jawa Timur untuk tahun 2024.

Pada hari kedua, peserta rapat kerja fokus pada penyusunan program kerja APPI Jawa Timur untuk tahun 2025. Salah satu rencana yang menarik perhatian adalah perayaan ulang tahun APPI Jatim 2025 yang akan diadakan pada bulan April di Kediri, memberikan penghormatan kepada kota yang menjadi bagian penting dalam perkembangan APPI Jatim.

Acara ditutup dengan sesi well-being di Taman Pintar Surabaya, yang bertujuan untuk meningkatkan kebugaran fisik dan mental para peserta rapat.

Melalui pertemuan ini, diharapkan APPI Jawa Timur dapat merancang program-program yang relevan dan inovatif untuk mendukung perkembangan psikologi positif di Jawa Timur serta terus berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi antarprofesi dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Partisipasi aktif dosen Psikologi Islam UIT Lirboyo Kediri, Beti Malia Rahma Hidayati, menegaskan peran penting akademisi dalam mengembangkan layanan psikologi yang berkualitas, baik di tingkat lokal maupun nasional.




Ketua PSGA UIT Lirboyo Kediri Mengikuti Bimtek Satgas PPKS Seluruh PTKI se-Indonesia di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

InShot 20241216

PSGA_Yogyakarta, 14 Desember 2024. Amalia Rosyadi Putri, M.Med.Kom sebagai Ketua PSGA UIT Lirboyo Kediri turut serta dalam pelatihan & pendidikan satuan tugas pencegahan penanganan kekerasan seksual (PPKS) yang dipromotori oleh Pusat Layanan Terpadu PPKS UIN Sunan Kalijaga.

Guna memaksimalkan kinerja PKKS di lingkungan kampus, PLT PPKS UIN Sunan Kalijaga menggelar training untuk meningkatkan kapasitas satgas saat melaksanakan penanganan terhadap kasus kekerasan seksual. UIN Sunan Kalijaga mengintegrasikan program yang diusungnya dengan menggaet sinergi antar kampus Islam seluruh Indonesia sekaligus organisasi yang concern dalam ranah tersebut. 

Acara ini diselenggarakan pada 12-14 Desember 2024 atau tiga hari berurutan & terselenggara secara hybrid, yaitu di University Hotel & virtual (zoom meeting) yang juga diruang-publikkan & dapat disimak tayangan ulangnya melalui kanal YouTube PLT PPKS UIN Sunan Kalijaga.

Pelatihan ini dibuka dengan sambutan yang disampaikan Ibu Andayani, S.IP., MSW selaku Ketua PLT & Kepala Biro Hukum Kerjasama Luar Negeri Kemenag RI, yakni Bapak Imam Syaukani, S.Ag., MH. Selanjutnya acara diresmikan simbolis oleh Rektor UIN Sunan Kalijaga yang sekaligus kemudian teriring welcoming speech. 

Prof. Norhaidi Hasan, S.Ag, MA., M.Phil., Ph.D. selaku rektor UIN Sunan Kalijaga menegaskan jika seluruh pihak yang berada di kampus harus diedukasi bahwa kasus kekerasan seksual tidak pernah dibenarkan & menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus pada pihak PLT sebagai pihak yang berwenang dalam PPKS di kampus.

“Kita harus memberi message pada semua elemen atau civitas akademika, jika kampus kita tidak pernah menoleransi kekerasan seksual!” pungkas Norhaidi. 

Di hari pertama, agenda diisi penyampaian materi yang dibagi dalam dua segmen. Sesi I, dipaparkan mengenai “Kebijakan Pencegahan & Penanganan Kekerasan Seksual serta muatan ke-dua adalah seputar “Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi: Perkembangan & Isu Masa Depan” dengan narasumber Dr. Witriani, SS., M.Hum (PGSA/PLT PPKS UIN SUKA) & Prof. Alimatul Qibtiyah, S.Ag. M.Si.MA, Ph.D (Komnas Perempuan)

Hari berikutnya, diulas pula pembahasan tentang SOP Pencegahan & Penanganan Kekerasan Seksual asal Divisi Pencegahan & Advokasi PLT PPKS UIN SUKA, yaitu Dr. Saifuddin, SHI.,MSI & Nur Afni Khafsoh, M.Sos. Serta dilanjutkan oleh narasumber dari Satgas Penanganan PLTPPKS UIN SUKA, Andayani, S. IP, MSW & Dr. Pihasniwati, S.Psi, M.A yang mengulik bagaimana praktik baik penanganan kekerasan seksual sendiri.

Selain itu, terdapat Forum Group Discussion & Rencana Tindak Lanjut yang disiapkan oleh panitia untuk mengevaluasi & mengetahui sejauh mana pengaruh pelatihan satgas terhadap seluruh peserta. Sumbangsih aspirasi dari peserta akan difollow-up kepada kemenag RI, sehingga acara ini tidak sekadar stagnan dalam diskusi internal PLT, melainkan diaspirasikan ke lembaga yang berwenang.

Keesokan harinya, atau menuju paripurna, agenda ini ditutup dengan menggalang jejaring & MOA (Memorandum of Aggrement) serta konferensi pers. 

Penandatanganan MOA

Amel saat diwawancara Tim Media Satgas UIN Sunan Kalijaga mengenai terlaksananya pelatihan menuturkan,

“Untuk ke depannya, harus ada tindak lanjut kembali & realisasi dari acara ini, dan menggandeng stake holder lain seperti KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) dalam filter penayangan berita-berita kekerasan seksual.” ujar Amel. 

 

Penulis: Amalia Rosyadi Putri, M.Med.Kom

Editor: Sarah Aqila




Dosen UIT Lirboyo Menjadi Penanggap pada Seminar Nasional Hukum Islam Kontemporer di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung: Diseminasi Artikel Murunah Ijtihad NU

11

Tulungagung, 5 Desember 2024 – UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung menyelenggarakan Seminar Nasional Hukum Islam Kontemporer yang bertajuk Murunah Ijtihad NU Min al-Hadharah ila Din al-‘ishrin. Seminar ini diadakan untuk mendiseminasikan artikel karya Dr. H. Asmawi, M.Ag., dan berlangsung di Aula Lantai 6 Gedung Saifuddin Zuhri, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.

Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan lagu Indonesia Raya dan Mars UIN Sayyid Ali Rahmatullah. Setelah itu, para peserta mendengarkan sambutan dari Wakil Dekan 1 Bidang Akademik Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, Prof. Dr. Iffatin Nur, M.Ag. Dalam sambutannya, Prof. Iffatin menyampaikan harapannya agar seluruh peserta seminar, terutama akademika Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, tidak hanya menjadi pendengar pasif, melainkan dapat berperan aktif memberikan ide dan gagasan terkait tema yang dibahas.

Acara dipandu oleh moderator, Muhammad Nurravi Alamsyah, S.H.I. Materi pertama disampaikan langsung oleh Dr. H. Asmawi, M.Ag., yang menjelaskan topik Murunah Ijtihad NU Min al-Hadharah ila Din al-‘ishrin. Dalam presentasinya, Dr. Asmawi menyampaikan bahwa fleksibilitas ijtihad yang diperkenalkan oleh Nahdlatul Ulama (NU) berakar pada dinamika masyarakat. Ia menekankan bahwa Fiqhul Hadharah yang dimotori oleh NU tidak hanya menyikapi kasus lokal, tetapi juga memiliki dimensi internasional, salah satunya melalui R20, yang menunjukkan bahwa metode NU bermuara pada maqosidu syariah baik secara praktis maupun teoritis.

Setelah penyampaian materi, acara dilanjutkan dengan tanggapan dari dua pembahas. Pembahas pertama, Dr. H. Abbas Sofwan Matlail Fajar, S.H.I., L.L.M., Direktur Pascasarjana Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri, memberikan afirmasi terhadap materi yang disampaikan. Dr. Abbas mengungkapkan tiga poin penting. Pertama, ijtihad NU yang fleksibel tidak bertentangan dengan konsep teori Charles yang menyatakan bahwa keyakinan terbangun dari keraguan. Kedua, pentingnya merawat fikih ekologi (fiqhul bi’ah) sebagai bagian dari maqosidu syariah. Ketiga, bahwa fiqhul hadharah merupakan bagian dari maqosidul ulya wal hakimah.

Pembahas kedua, Ibu Arifah Milati Agustina, M.H.I., menyoroti perbedaan antara humanitarian Islam sebagai bangunan utuh dan universal dengan dasar-dasar fikih, sementara fikih peradaban adalah gerakan pengetahuan dan metodologis untuk memperkenalkan metode manhaji. Ibu Arifah juga menekankan bahwa NU tidak hanya menggunakan metode qouly, tetapi juga manhaji. Ia juga memberikan catatan penting tentang perlunya melibatkan perempuan dalam proses ijtihad dan istimbat di NU, yang sudah diapresiasi karena telah melibatkan perempuan dalam struktur organisasinya.

Setelah sesi pembahasan, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan bagi peserta untuk bertanya lebih lanjut mengenai materi yang telah dipresentasikan. Sebagai bagian dari acara penutupan, dilakukan pemberian cinderamata dan saling tukar buku antara Dr. Abbas, yang memberikan buku Fikih Ekologi, dan Dr. Asmawi yang memberikan buku Islam Nusantara. Acara diakhiri dengan penutupan yang diucapkan oleh panitia, sekaligus memberikan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah aktif berpartisipasi dalam seminar ini.