Ketua PSGA UIT Lirboyo Kediri digandeng DP3A2KB Beri Rekomendasi Pada Pengarahan Kota Layak Anak Pemkot Kediri

IMG 20241126 WA0010

PSGA_Kediri, 25 November 2024. Amalia Rosyadi Putri, M.Med.Kom sebagai Ketua PSGA hadir dalam rapat koordinasi Kota Layak Anak (KLA) yang diinisiasi oleh Pemkot Kediri berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A2KB).

Bertempat di Ruang Joyoboyo Balaikota Kediri, Pj Wali Kota Kediri, Dr. Ir. Zanariah, M.Si. turut membuka agenda ini sekaligus mengulas penjabaran terkait capaian Kota Kediri selama 6 tahun berturut-turut sejak 2018-2023 yang meraih predikat Kota Layak Anak tingkat Madya. 

Tentu ini menjadi suatu bukti konkrit bahwa Kota Kediri telah berkomitmen dalam memberikan pemenuhan hak anak, perlindungan anak dari bahaya, dan penghormatan atau penghargaan terhadap eksistensi anak. Namun di sisi lain, hendaknya juga dilakukan monitoring sekaligus evaluasi mengenai program yang diusung. 

Pada kesempatan tersebut, juga mendatangkan narasumber, yakni Kepala DP3AK (Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Kependudukan) Provinsi Jawa Timur, Ibu Tri Wahyu Liswati didampingi Tim Fasilitator KLA. Melaluinya, dipaparkan seputar upaya apa saja yang harus digencarkan dalam meningkatkan kualitas aktualisasi kebijakan Kota Kediri menuju Kota Layak Anak.

Di acara itu pula, Ketua PSGA UIT Lirboyo Kediri, Amalia Rosyadi mengajukan rekomendasi demi mendukung implementasi keberlanjutan Kota Layak Anak di Kota Kediri. 

Selain PSGA UIT Lirboyo, turut hadir Ketua PSGA IAIN Kediri. 

Hadir pula, Kepala DP3AP2KB Kota Kediri (Arief Cholisuddin), Kepala Dinas Pendidikan (Anang Kurniawan), Kepala Dispendukcapil (Marsudi), Kepala Dinas Perhubungan (Didik Catur), Kepala Dinas Kesehatan (Muhammad Fajri), Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Mohammad Ridwan). 

 

Penulis: Sarah Aqila

Editor: Amalia Rosyadi Putri, M.Med.Kom




Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri Jalin Kerja Sama Strategis dengan Universiti Kebangsaan Malaysia

KS KL

KUALA LUMPUR — Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri kembali menunjukkan langkah progresifnya dalam membangun jaringan internasional dengan menandatangani Letter of Intent for Cooperation (LoI) bersama Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Acara penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung pada Kamis, 21 November 2024, dengan tujuan memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Kerja sama ini dirancang untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi keagamaan, termasuk pengembangan kurikulum, pertukaran dosen, dan riset bersama. Diharapkan, kolaborasi ini mampu memberikan dampak positif bagi kedua institusi, baik dalam konteks nasional maupun internasional.

Delegasi UIT Lirboyo dipimpin oleh Dr. A. Jauhar Fuad dan didampingi oleh perwakilan dari Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (Forpim), yaitu Dr. Abd Aziz (Ketua Umum Forpim sekaligus Rektor Universitas Islam Zainul Hasan Genggong Probolinggo), Dr. Istikomah (Wakil Ketua Bidang Kerja Sama), dan Dr. Suheri (Wakil Sekretaris Forpim).

Dari pihak UKM, acara dihadiri oleh pimpinan Pusat Pembentukan Pendidikan Lanjutan dan Profesional (UKM-SHAPE), antara lain YBrs. Encik Jamalul Lail Bin Abdul Wahab (Timbalan Pengarah III), YBrs. Prof. Dr. Mohd. Fuad Mat Jali (Pengarah), Encik Muhammad Haniff Bin Rahmat (Ketua Bagian Pembangunan Perniagaan), Cik Intan Shafiqa Binti Mohd Suhairi dan Cik Nurul Afiqah Binti Omar (Unit Pembangunan Akademik dan Kolaborasi), Encik Mohd Romaini Khaidir Bin Baharom (Projek 3 Pascasiswazah Antarabangsa), Puan Visarah Novicca (Pusat Pesisir UKM Indonesia). Kehadiran para pimpinan dari kedua belah pihak menandai komitmen bersama untuk memperkuat hubungan pendidikan lintas negara, khususnya di bidang keagamaan dan profesionalisme.

Beberapa bidang penting yang menjadi fokus kerja sama antara UIT Lirboyo dan UKM meliputi:

  1. Pertukaran Mahasiswa – Membuka peluang bagi mahasiswa untuk belajar di kampus mitra luar negeri.
  2. Kuliah Jemputan – Mengundang dosen atau ahli dari UKM untuk memberikan kuliah atau seminar di UIT.
  3. Peluang Pengajian Lanjutan – Memberikan kesempatan bagi mahasiswa dan dosen untuk melanjutkan studi di jenjang lebih tinggi di UKM.
  4. Penyelidikan Bersama – Kolaborasi penelitian dalam bidang keagamaan dan ilmu sosial yang relevan.
  5. Persidangan Akademik – Penyelenggaraan seminar atau konferensi bersama untuk berbagi ilmu dan hasil riset terkini.
  6. Penerbitan Bersama – Kerja sama dalam publikasi karya ilmiah di jurnal internasional.

Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas pendidikan, riset, dan pengembangan akademik di kedua institusi. “Sinergi antara Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri dan Universiti Kebangsaan Malaysia diharapkan mampu mendorong inovasi dan mempererat hubungan antarnegara melalui kolaborasi pendidikan yang saling menguntungkan,” ujar Dr. A. Jauhar Fuad.

Melalui langkah ini, Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri terus menunjukkan komitmennya untuk menjadi perguruan tinggi keagamaan Islam yang unggul di tingkat nasional dan internasional.




Dosen KPI UIT Lirboyo Kediri Ditunjuk KPU Kabupaten Kediri dan KPU Kabupaten Nganjuk Sebagai Moderator Debat Publik Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2024

InShot 20241122

PSGA_Amalia Rosyadi Putri, M.Med.Kom, Dosen Komunikasi Penyiaran Islam Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri didaulat terlibat dalam debat publik pertama Calon Bupati serta Wakil Bupati Kediri di Insumo Kediri Convention Center pada 25 Oktober 2024.

Amel, yang kerap disapa oleh mahasiswanya, telah menjejaki kiprah sebagai dosen di UIT Lirboyo Kediri selama 9 tahun silam. Hingga kini, setidaknya terdapat 5 mata kuliah yang diampunya, yaitu: manajemen media massa, komunikasi organisasi, manajemen redaksi, produksi acara siaran, event organizer, sekaligus mata kuliah mc dan presenter.

Dosen yang pernah menjadi praktisi media di Radio Andika FM Kediri dan KSTV ini tergolong sangat aktif dalam berbagai event public speaking. Karena terbukti dengan diinisiasinya wadah yang menaungi kursus public speaking, bernama Amalia Rosyadi Public Speaking (AR).

Berkat kepiawaiannya mengakomodir argumentasi, dibalut ketegasan dalam mengendalikan percakapan, Amel didapuk sebagai moderator oleh KPU Kabupaten Kediri pada debat publik pertama, akhir Oktober lalu. 

Tentunya, ini menjadi hal yang luar biasa. Sebab di tengah maraknya para praktisi media televisi dan radio, ternyata Amel masih diperhitungkan untuk memandu debat ini, yang merupakan salah satu sarana penting untuk memberikan informasi kompleks kepada pemilih mengenai calon pemimpin mereka. 

Amel saat menjadi moderator Debat Publik Ke-Satu, Calon Bupati dan Wakil Bupati Kediri di Insumo Kediri Convention Center

Tak hanya itu, 2 hari lampau, tepatnya 20 November 2024, KPU Kabupaten Nganjuk pun turut menggandengnya untuk menjadi pembawa acara atau master of ceremony dalam debat publik terakhir yang berlokasi di Mercure Surabaya Grand Mirama.

Debat antar kandidat disinyalir menjadi tolok ukur yang efektif untuk mengomparasikan visi, misi, serta kebijakan yang diusung oleh masing-masing paslon jika memenangkan kontestasi politik di daerahnya. Daya jangkau debat akan menyusup ke seluruh segmentasi masyarakat sampai ke pelosok.

Amel yang juga Ketua PSGA (Pusat Studi Gender dan Anak) UIT Lirboyo Kediri mengungkap, “Pastinya senang sekali. Syukur Alhamdulillah, KPU Kabupaten Kediri serta KPU Kabupaten Nganjuk mempercayai saya untuk memimpin berlangsungnya debat di Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2024. Dari sana saya harapkan, agar teman-teman mahasiswa dapat melihat dan tergambar di benak, bagaimana cara menjadi moderator maupun pembawa acara formal di agenda yang begitu fantastis ini.”

Amel saat menjadi pembawa acara dalam Debat Publik Ke-Tiga, Calon Bupati dan Wakil Bupati Nganjuk Tahun 2024 di Surabaya

 

Penulis: Amalia Rosyadi Putri, M.Med.Kom

Editor: Sarah Aqila




Universitas Islam Tribakti Kediri Jalin Kerja Sama Internasional dengan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur

KL

KUALA LUMPUR — Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri kembali memperkuat langkah internasionalnya dengan menjalin kerja sama strategis bersama Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL). Kunjungan kerja sama ini berlangsung pada Rabu, 20 November 2024, sebagai upaya mempererat hubungan antara lembaga pendidikan Indonesia dan Malaysia.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan UIT Lirboyo diterima langsung oleh Kepala SIKL, Friny Napasti, M.Pd., didampingi Koordinator Humas dan KTU, Budi Siswanto, S.I.Kom., serta Staf Humas, Taufiq Hasyim Salengke, M.A. Pertemuan ini membahas peluang pengembangan program bersama antara UIT dan SIKL, khususnya dalam mendukung pendidikan tinggi keagamaan Islam yang berdaya saing global.

UIT Lirboyo menegaskan komitmennya untuk merealisasikan program kerja sama internasional pada tahun 2025. Program ini dirancang untuk membuka peluang baru dalam pengembangan pendidikan tinggi keagamaan Islam, memperkuat hubungan antar lembaga pendidikan di Indonesia dan Malaysia, serta memberikan dampak positif terhadap kualitas pendidikan keagamaan Islam di tingkat global.

Salah satu program yang akan segera dilaksanakan adalah Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), di mana mahasiswa UIT Lirboyo akan ditempatkan untuk mengajar di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur serta beberapa sanggar belajar di Semenanjung Malaysia. Program ini bertujuan memberikan mahasiswa pengalaman langsung dalam dunia pendidikan internasional, memperluas wawasan global, dan mempererat hubungan antarlembaga pendidikan.

Program PPL ini diharapkan dapat memberikan manfaat besar, baik bagi mahasiswa maupun lembaga pendidikan yang terlibat. Dengan pengalaman mengajar di luar negeri, mahasiswa akan mendapatkan wawasan baru yang dapat memperkaya kompetensi mereka sebagai pendidik. Hal ini juga mendukung misi UIT Lirboyo untuk memperluas jejaring internasional dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi berbasis keagamaan Islam.

“Kami berharap kerja sama ini dapat menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan generasi pendidik yang kompeten dan berwawasan global. Sinergi ini juga akan memberikan kontribusi nyata bagi pendidikan Islam di Indonesia,” ujar perwakilan UIT Lirboyo.

Dengan langkah konkret seperti ini, Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri terus menunjukkan komitmennya untuk menjadi institusi pendidikan tinggi keagamaan Islam yang unggul di tingkat internasional.




Dosen UIT Lirboyo Kediri menjadi Bagian dalam Peninjauan Ulang SOP Layanan Pascabencana BPBD Kota Kediri

SOP

MADIUN — Tim JITUPASNA (Pengkajian Kebutuhan Pascabencana) dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri mengadakan kegiatan peninjauan ulang Standar Operasional Prosedur (SOP) pemenuhan kebutuhan layanan dasar pascabencana pada 14-15 November 2024. Kegiatan yang berlangsung di Votel Kartika Abadi Hotel, Madiun, ini dihadiri oleh berbagai unsur, termasuk akademisi, dan dipandu oleh fasilitator Ir. Diana Rendrarini, S.E., S.T., M.T.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai kelanjutan dari pelatihan pembuatan laporan pascabencana yang sebelumnya telah dilakukan. Peninjauan ulang SOP menjadi penting karena adanya perubahan unsur pelaksana yang sebelumnya tercantum dalam dokumen pemenuhan kebutuhan layanan dasar pascabencana.

Dalam sambutannya, Ir. Diana Rendrarini mengapresiasi kehadiran unsur akademisi dalam forum ini. “Kehadiran dari unsur akademisi sangat ditunggu dan diharapkan. BPBD tidak bisa bekerja sendiri, tetapi membutuhkan sinergitas bersama karena bencana adalah tanggung jawab semua pihak,” ungkapnya. Hal ini selaras dengan filosofi segitiga biru pada logo BPBD, yang menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan dunia akademik.

Beti Malia Rahma Hidayati, S.Psi., M.Psi., Psikolog, dosen Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri, turut hadir sebagai bagian dari tim JITUPASNA. Keikutsertaannya menunjukkan kontribusi dunia akademik dalam pengembangan strategi penanggulangan bencana, khususnya di Kota Kediri.

Acara dimulai dengan arahan, doa, dan pemberangkatan tim JITUPASNA oleh panitia di kantor BPBD Kota Kediri. Setelah perjalanan yang lancar, kegiatan resmi dibuka oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Kediri, Joko Arianto.

Diskusi diawali dengan paparan tentang manajemen penanggulangan bencana, pendalaman dokumen dasar pelaksanaan, serta pembahasan lima sektor utama yang menjadi perhatian dalam penanggulangan pascabencana. Forum Group Discussion (FGD) berlangsung aktif, dengan peserta mendiskusikan poin-poin krusial untuk penyempurnaan dokumen SOP.

Kegiatan ini menghasilkan dokumen revisi SOP Pengkajian Kebutuhan Pascabencana serta Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana untuk BPBD Kota Kediri dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Kesepakatan tersebut diresmikan melalui penandatanganan berita acara yang menjadi penutup kegiatan.

Melalui forum ini, BPBD Kota Kediri bersama unsur akademisi dan mitra terkait berupaya meningkatkan kesiapan dan respons dalam menangani bencana, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan langkah-langkah mitigasi yang lebih efektif.