M. Khoirul Muna Juara 3 Musabaqoh Hifdzil Hadist Nasional di IAIN Kediri

PXL 20241116

Kediri_ Mahasiswa asal Magelang atas nama Muhammad Khoirul Muna berhasil meraih juara 3 dalam perlombaan Nusabaqoh Hifdhil Hadist (MHH) tingkat nasional  acara Olimpiade al-Qur’an dan al-Hadist Nasional 2024  dengan tema “Internalisasi Nilai-nilai Al-Qur’an dan al-Hadist di era Society 5.0”.

Muna sebut panggillan akrabnya, telah menyisihnya perserta lain dari cabang Musabaqoh Hifdhil Hadist yang iikuti dari berbagi perguruan tinggi dan pondok pesantren Indonesia. Perlombaan diseleggarakan pada tanggal 16 November 2024 dalam satu babak.

Cabang MHH, perlombaan kedua yang diikuti oleh Muna. Pada tahun 2023 lalu,Ia pernah mengikuti MHH di UIN Walisongo, dan keduanya di IAIN Kediri tahun 2024. Di tahun terakhir S1 ini, Ia mengisi banyak kegiatan positif untuk dirinya, selain sibuk belajar hadist dari segi mufrodat, kandungannya, syarah sampai takhrijnya, Muna mengerjakan proposal skripsi untuk menuntaskan jenjang terakhir S1 ini.

Muna mengungkapkan dalam mengikuti perlombaan, niatnya untuk memperdalam kajian turats yang sudah dipelajari selama Ia tinggal di pesantren Mahrusiyyah Pusat sekaligus untuk membahagiakan kedua orang tua serta almamaternya, UIT Lirboyo Kediri.

Atas prestasinya yang diraih M.Khoirul Muna, Segenap Civitas UIT Lirboyo Kediri memberikan apresiasi.”Prestasi ini sangat membanggkan bagi keluarga besar UIT Lirboyo Kediri dan kedepan akan semakin banyak perlombaan tingkat internasional yang para juaranya adalah mahasiswa UIT Lirboyo Kediri”, Harapnya.

“Terus maju, menjadi yang etrbaik, jangan pernah puas dengan apa yang diraih hari ini.”




DOSEN UIT LIRBOYO MENJADI PEMBICARA PADA SIMPOSIUM INTERNASIONAL KAMPUS TURKI

Sya

Pada tanggal 24 Oktober 2024, Dr. Didik Andriawan, M.Th.I, Dosen UIT Lirboyo Kediri mendapatkan kesempatan untuk menjadi pembicara pada Simposium Internasional bertajuk İslam ve Yorum VIII (Islam dan Tafsir VIII) yang diadakan oleh Fakultas Usuluddin İnönü Üniversitesi Turki.

Acara ini merupakan program tahunan yang diadakan dalam bentuk simposium internasional dengan membahas berbagai isu aktual dalam lingkup Tafsir al-Quran.

Simposium ini dihadiri oleh kalangan akademisi, peneliti dan pihak-pihak yang berkepentingan yang berasal dari berbagai belahan dunia.

Program simposium ini dilaksanakan selama dua hari, yaitu hari Kamis 24 Oktober 2024 – Jumat 25 Oktober 2024. Simposium kali ini bertajuk “Dini, Siyasi ve Kültürel Boyutlarıyla Kudüs” /”Yerusalem dengan Dimensi Keagamaan, Politik dan Budayanya”.

Isu Palestina-Israel yang memanas pada akhir-akhir ini menjadi perhatian dan menyulut respon berbagai kalangan internasional. Adanya simposium ini merupakan salah satu bentuk respon para akademi, terutama dalam bidang ilmu al-Quran dan tafsir untuk mendiskusikan isu tersebut dalam berbagai aspek, termasuk dimensi keagamaan, politik dan budaya.

Dalam kesempatan itu, Didik Andriawan menyampaikan materi dengan judul “The Concept Of Jerusalem On The Indonesian Exegesis: The Study Of Tafsir Al-Ibriz, Tafsir Al-Azhar And Tafsir Al-Misbah”/ “Konsep Yerusalem Dalam Tafsir Indonesia: Studi Tafsir Al-Misbah dan Tafsir al-Ibriz.”

Salah satu temuan unik yang Didik Andriawan dapatkan adalah, adanya Hamka dalam tafsirnya yang menganggap bahwa pendudukan Israel atas Palestina sebagai bentuk kezaliman yang mirip dengan yang dilakukan oleh Firaun kepada Bani Israil.

Hamka menegaskan bahwa kezaliman tersebut harus dilawan, dan umat Muslim diingatkan bahwa tanah tersebut adalah warisan yang bisa dicabut jika mereka tidak beriman dan beramal saleh.

 

Video rekaman simposium bisa dilihat melalui link berikut.

 

 




Dukung Pengembangan Kompetensi Dosen, Tiga Dosen UIT Lirboyo Kediri Ikuti PKDP di UIN Malang

Au

Kementerian Agama Republik Indonesia kembali menugaskan 18 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di seluruh Indonesia untuk menyelenggarakan Program Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) pada tahun 2024. Salah satu pelaksana utama program ini adalah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, yang menjadi tuan rumah untuk 245 dosen dari berbagai institusi pada kegiatan yang berlangsung pada 30 Oktober hingga 5 November 2024. PKDP kali ini bertempat di Kusuma Agrowisata Resort & Convention Hotel, Batu, dan dihadiri peserta dari dosen Pegawai Negeri Sipil (PNS), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), dosen tetap yayasan, dan dosen tetap dari Badan Layanan Umum (BLU). Acara ini resmi dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag, yang menyampaikan bahwa PKDP terdiri dari dua tahapan utama, yaitu In Service Course dan On The Job Course.

Dari total 245 peserta, sebanyak 121 orang berasal dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, sementara sisanya datang dari berbagai perguruan tinggi lain di Jawa Timur. Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri juga turut berpartisipasi, mengirimkan tiga perwakilan dosen pemula: Muhamad Safa’udin, Mohammad Auza’i Aqib, dan Lathifatul Fajriyah. Pembukaan kegiatan ini dihadiri oleh beberapa pejabat penting, termasuk Ketua Senat Prof. Dr. H. A. Muhtadi Ridwan, M.Ag, Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama (AAKK) Dr. H. Barnoto, M.Pd.I, serta Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Malang, Dr. H. Helmi Syaifuddin, M.Fil.I. Mereka menyampaikan motivasi kepada seluruh peserta untuk mengikuti setiap sesi dengan penuh komitmen.

Program PKDP diselenggarakan dalam format kombinasi, dengan tiga hari sesi tatap muka dan empat hari secara daring. Program ini berfokus pada penguatan kompetensi pedagogik, kemampuan menulis karya ilmiah, serta pemahaman moderasi beragama. Salah satu topik utama yang disampaikan adalah konsep moderasi beragama, yang diharapkan dapat membantu dosen-dosen memahami pendekatan inklusif sesuai panduan Kementerian Agama, dalam rangka membangun sikap toleransi di lingkungan kampus.

“Program PKDP ini merupakan pelatihan yang menjadi syarat utama untuk mendapatkan sertifikasi dosen profesional,” ungkap Prof. Umi Sumbulah dalam sambutannya. Beliau menekankan bahwa program ini adalah upaya untuk memastikan kompetensi dosen sesuai standar yang ditetapkan Kementerian Agama. “Saya yakin beberapa peserta sudah cukup berpengalaman, namun PKDP ini memberikan standar yang perlu dicapai agar kompetensi mereka teruji,” tambahnya.

Prof. Umi juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan selama mengikuti pelatihan, agar para peserta dapat mengikuti seluruh sesi dengan maksimal. Beliau juga mendorong para dosen untuk berpartisipasi aktif dalam forum-forum nasional dan internasional serta menghasilkan karya tulis yang bereputasi, sebagai bagian dari peningkatan kompetensi profesional. Program ini diharapkan dapat membentuk landasan yang kokoh bagi dosen-dosen pemula dalam menapaki karier akademik mereka. Dengan terlaksananya PKDP ini, kualitas dan kompetensi akademik para dosen pemula diharapkan dapat terus meningkat, sehingga mereka mampu memberikan kontribusi
positif dalam pendidikan tinggi Islam di Indonesia.




Dua Dosen UIT Lirboyo Kediri Menjadi Juri Lomba Infografis Nasional di IAIN Kediri

Lomba Info

Kediri — Dua dosen dari Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri, Imam Mubarok, S.Sos.I., dan Moh. Fikri Zulfikar, M.Pd., dipercaya sebagai juri dalam Lomba Infografis Tingkat Nasional yang digelar di IAIN Kediri. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (HMPS TBIN) pada Selasa, 5 November 2024, di Aula Rektorat Lantai 4 IAIN Kediri.

Lomba infografis ini mengusung tema “Melestarikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Era 5.0 untuk Transformasi Digital.” Tema tersebut dipilih untuk merespons pesatnya perkembangan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari. Dengan tema ini, lomba bertujuan untuk mengajak generasi muda menjaga kelestarian bahasa dan sastra Indonesia dengan memanfaatkan teknologi sebagai alat pelestarian budaya. Peserta diharapkan menghasilkan karya yang kreatif, informatif, relevan, dan mudah dipahami.

Dalam menilai karya, Imam Mubarok dan Moh. Fikri Zulfikar fokus pada dua aspek utama: Infografis dan Presentasi. Pada aspek Infografis, mereka memperhatikan orisinalitas, kesesuaian dengan tema, serta tampilan visual yang kreatif dan estetis. Sementara itu, dalam aspek Presentasi, struktur penyajian, tata bahasa, serta kejelasan dan ketepatan waktu menjadi poin penilaian penting. Selain itu, sesi tanya jawab diadakan untuk menguji pemahaman peserta terhadap karya yang mereka tampilkan.

Imam Mubarok dan Moh. Fikri Zulfikar mengungkapkan kebahagiaan mereka dapat berpartisipasi sebagai juri dalam acara ini. Mereka berharap lomba ini mampu menginspirasi mahasiswa dari berbagai daerah untuk lebih peduli terhadap bahasa dan sastra Indonesia di tengah era digital. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat mempererat silaturahmi antar mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta, serta Perguruan Tinggi Keagamaan Islam di Indonesia.

Lomba ini diikuti oleh enam finalis dari berbagai kampus, termasuk IAIN Kediri, IAIN Ponorogo, Universitas Trunojoyo Madura, dan STKIP PGRI Pacitan. Para finalis bersaing menunjukkan kreativitas mereka dalam meramu konten digital yang mengangkat nilai-nilai budaya Indonesia.

Kedua juri berharap acara serupa bisa terus dilaksanakan di masa depan sebagai wadah bagi generasi muda untuk berkreasi dan berkontribusi dalam pelestarian budaya melalui pendekatan digital.




Mahasiswa UIT Lirboyo Adi Kurniawan Raih Juara 2 Da’i Tingkat Nasional di UIN Maliki Malang

Adi Kurniawan

Adi Kurniawan turut serta berpartisipasi dalam Lomba Da’i Nasional yang diadakan oleh UIN MALIKI Malang. Kegiatan ini mengusung tema “Qur’anisasi Generasi Z Membangun Masa Depan Negeri”. Perlombaan ini berlangsung sejak awal pendaftaran 16  Sepetember 2024 – 20 Oktober 2024  hingga perlombaan dilaksanakan pada 03 Novemeber 2024 secara offline.

Adi berpartisipasi pada Lomba Dai dengan tampil dengan tekad mental dan penuh percaya diri di depan dewan juri dan audien dengan durasi 5-7 menit. Selama rentang waktu tersebut, penilaian didasarkan pada kesesuaian terhadap tema, ketepatan waktu, isi, relevansi dalil, dan kualitas performancenya.

Adi Kurniawan merasa prestasinya ini buah dari kemauan dan kemampuan yang ia miliki selama ini. Menurutnya, minatnya di dunia dakwah mengantarkannya pada prestasi akademik maupun non akademik.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, prosesnya dalam mengikuti lomba sehingga bisa menjadi juara tidak mudah karena setiap sesuatu itu diperlukan perjuangan dan pengorbanan. Semuanya dimulai dari nol, dari tidak tahu menjadi tahu, dari kekalahan maupun kegagalan, sehingga akhirnya bisa menjadi juara.

Pada zaman dan bangsa manapun, pemuda memiliki peran krusial sebagai pendobrak sekat-sekat kebuntuan. Dengan dibekali pemahaman Islam yang benar serta kompetensi keilmuan yang kokoh, akan terbentuk generasi pemuda berkemajuan yang dapat membawa perubahan positif dalam kultural, moral, maupun intelektual. Adi, menekankan bahwa menjadi pemuda berkemajuan sudah semestinya memiliki bekal agama yang mumpuni dan kemampuan sains yang terampil di bidang apapun yang ditekuni dan diminati.

Kemudian, pesan dari civitas pimpinan UIT Lirboyo menyampaikan harapan kepada semua para pemuda agar selalu ingat pesan Ir. Soekarno, yaitu bahwa bangsa negara, agama kita ini berada di tangan para pemuda, maka perjuangkanlah negara ini kelolahlah negara ini dengan sebaik mungkin, dengan rajin belajar dan aktif di setiap sektor kegiatan baik akademik, maupun non akademik,”.