Muhazir Sabet Juara 1 Musabaqoh Hifdhil Qur’an Tingkat Nasional di UIN Maliki Malang

Muhazir

Muhazir mahasiswa Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri berhasil meraih juara I lomba Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) Tingkat Nasional dalam event  Islamic Festival Competition 2024 di UIN MALIKI Malang. Kompetisi tersebut diikuti oleh mahasiswa dari perguruan tinggi dalam negeri , dimulai pada babak penyisihan berlangsung 28 Oktober 2024 secara online dan  dilanjut tanggal 02 November 2024 masuk Finalis 10 besar sekaligus  meperebutkan juara 1,2, dan 3 secara offline.

Adapun mekanisme perlombaan ialah melalui Zoom Meeting dan tampil sesuai dengan nomor urut. Kemudian, peserta diberikan tiga pertanyaan dari juz 1–5 dengan kriteria penilaian yang dimulai dari kelancaran hafalan, tajwid, dan lagu.

Lebih lanjut, keberhasilan yang gemilang itu, tidak terlepas dari persiapan yang matang. “Persiapan yang dilakukan sebelum perlombaan yaitu latihan nada dan murajaah hafalan agar dapat memberikan hasil yang maksimal”.

Menghafal al-Qur’an bukan hanya soal Lomba, “tegas Muhazir, Juara 1 MHQ tingkat nasional tahun 2024. “Ini adalah perjalanan spiritual untuk memperbaiki diri dan bekal di akhirat. Meskipun perjalanan ini penuh tantangan, selalu siap untuk bertanding dan muroja’ah Qur’an dan tetap semangat.

Atas nama pimpinan FADUP, menyampaikan selamat dan sukses kepada Muhazir. Di awal perkuliahannya telah mengukir prestasi yang sangat prestisius dan membanggakan. Kami mengucapkan terima kasih karena telah mengharumkan nama fakultas dan kampus UIT Lirboyo Kediri.




Mahasiswa KPI Lolos Call For Papers ANSOPS 2024

IMG 20241217

Kediri, 26 Oktober 2024 – Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) III Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri menghadiri Simposium Hari Santri Nasional yang berlangsung di Perpustakaan Lantai 4 IAIN Kediri. Acara ini diselenggarakan oleh Ma’had Aljami’ah IAIN Kediri bekerja sama dengan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan NU Online, dan dihadiri oleh santri Ma’had Aljami’ah, sivitas akademika IAIN Kediri, serta tamu undangan dari berbagai lembaga pendidikan.

Simposium mengusung tema “Pesantren dalam Pusaran Masyarakat Digital: Menjawab Tantangan Kebangsaan.” Acara dibuka dengan sambutan MC, dilanjutkan dengan pembacaan Al-Qur’an dan menyanyikan lagu “Syubanul Wathon” serta “Indonesia Raya” yang dipimpin dirijen.

Dilanjutkan dengan sambutan-sambuta, pertama disampaikan oleh Rektor IAIN Kediri, Dr. Chorulanam, M.Ag, yang membuka seminar secara simbolis. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya santri untuk mengembangkan diri dan mentransformasi dalam dunia digital. “Di era ini, santri harus mampu berdakwah sekaligus menulis, sehingga dapat mengaktualisasikan diri mereka di dunia modern,” ujarnya.

Sambutan kedua dan do’a penutup disampaikan oleh KH. Tofik Jalil, M.Ag, selalu Wakil Ketua PWNU Jawa Timur. Dalam sambutannya, ia mengingatkan bahwa banyak tokoh NU yang berjasa tidak tercatat dalam sejarah, sehingga generasi muda perlu menuliskan dan mengenang jasa-jasa mereka. “Harus ada di antara Anda yang fokus menulis sejarah yang selama ini dihilangkan,” tuturnya.

Acara dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Ma’had Aljami’ah Darul Hikmah IAIN Kediri dan Nahdlatul Ulama, diwakili oleh Ahmad Sholehuddin dan Rofik’I Bunawi.

Kemudian, acara diserahkan kepada moderator, yaitu Ibu Amalia Rosyadi Putri, selaku Dosen Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri. Selain menjadi moderator, Amel ini juga turut mendampingi delegasi-delegasi dari Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri yang telah lolos Call for Papers di 2024 ini.

Memasuki inti acara, yakni seminar Nasional yang menghadirkan tiga narasumber. Narasumber pertama, Moch. Rofi’i Boenawi, membahas peta dakwah di era digital, menyoroti urgensitas penyesuaian metode dakwah dengan perkembangan zaman. Rofi’ menjelaskan bahwa revolusi industri yang dimulai sejak tahun 90’an dan terus berevolusi hingga sekarang telah mengubah cara orang berinteraksi, termasuk dalam berdakwah. “Jika kita tidak mengikuti perkembangan zaman, maka nasib kita akan sama dengan taksi yang tidak mampu beradaptasi,” ujarnya.

Dialihkan menuju narasumber ke-dua, Lukman Hakim selaku Dosen Kajian Media dan Jurnalisme IAIN Kediri. Lukman mengupas tentang resolusi jihad dan transformasi dakwah.

“Tugas santri di era digital tidak lagi terbatas pada mengaji, tetapi juga menciptakan konten yang relevan dengan tantangan zaman.” ungkap Lukman. Kolaborasi dengan berbagai pihak dapat memperluas jangkauan dakwah. Seperti yang diutarakan, “Jadilah penggerak mulai dari hal kecil sekarang juga,” mendorong santri untuk mengisi ruang digital dengan pesan-pesan positif.

Narasumber ke-tiga, Ning Nadia, menekankan pentingnya dakwah dengan merujuk Rasulullah sebagai teladan utama. Dakwah memiliki esensi mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran.

Ning Nadia menyatakan, “Esensi dakwah adalah untuk mengajak kebaikan dan mencegah kemungkaran,” menunjukkan bahwa setiap Muslim memiliki peran penting dalam menyebarkan nilai-nilai positif.

Acara seminar diakhiri dengan sesi tanya jawab, dan ditutup dengan menyanyikan mars hari santri serta foto bersama. Perlu diketahui, acara ini tidak hanya berhenti di seminar ini saja; setelah seminar, akan ada presentasi Call for Papers secara offline. Presentasi ini diikuti bagi delegasi yang sudah dinyatakan lolos. Dan di antaranya ada delegasi Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri. 

Irfan Awanul Maulana dan Tahta Alvina sebagai dilegasi yang lolos seleksi mewakili Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri, yang mengusung judul “Kolaborasi Tradisi Pesantren dan Teknologi dalam Mempertahankan Nilai-nilai Pesantren.”

 

 

Penulis: Tahta Alvina

Editor: Sarah Aqila




M. Arya Panca Sulaiman 10 Besar MTQr Event GBQN X 2024 di Universitas Brawijaya Malang

GBQN X

Malang_ Pada tanggal 24-27 Oktober 2024, Mahasiswa bernama Muhammad Arya Panca Sulaiman turut serta dalam event GBQN yang diadakan satu tahun sekali oleh Universitas Brawijaya, Malang untuk memajukan bakat-bakat mahasiswa dalam bidang MTQ, MTQr, MHQ dan Khottil Qur’an Mahasiswa Nasional ke-X.

Kompetisi ini berawal dari seleksi administasi yang cukup ketat dan panjang. Ia menjadi salah satu delegasi dari kampus UIT Lirboyo Kediri dalam cabang MTQr yang harus bersaing dengan 53 peserta dari perguruan tinggi lain.

Ini merupakan kompetisi pertama yang diikutinya dalam cabang Musabaqah Tartil Qur’an yang sebelumnya dari cabang Musabaqah Hifdhil Qur’an (MHQ). Hasil dari kompetisi ini Arya harus puas dalam pencampaiannya masuk 10 besar dengan nilai 90,5.

Pencapaian ini sudah masuk target dari kampus yaitu masuk 10 besar, melihat dari memontum belajar dengan waktu minimalis tanpa mentor. Terlebih, Universitas Brawijaya salah satu kampus yang ditunggu para mahasiswa se-Indonesia dalam ajang pencari bakat Qur’ani dan seklaigus Juri tingkat internasional yang dipilih dalam ajang tersebut.

Selanjutnya, pihak pimpinan UIT Lirboyo sangat mengapresiasi hasil pencapainya, dibalik dia keluar zona nyaman dan menantang kompetisi cabang lain. Dilain itu, kampus UIT Lirboyo  akan mengusahakan membuat pembinaan secara mendalam bidang Qur’ani kendati potensi mahasiswa di kampus ini sangat banyak. Maka dari itu, perlu program pembinaan secara detail dan terlaksana sesegera mungkin.




Ketua PSGA UIT Lirboyo Kediri Beri Rekomendasi pada Munas PSGA, Komisi Fiqih Parenting di UIN Mataram, NTB!

InShot 20241018

PSGA – (Mataram, 16/10/2024). Sukses menelurkan pelbagai rekomendasi, Universitas Islam Negeri Mataram menjadi tuan rumah Musyawarah Nasional PSGA perdana. Turut hadir Ketua Pusat Studi Gender & Anak UIT Lirboyo Kediri, yaitu Ibu Amalia Rosyadi Putri, M.Med.Kom.

Berlokasi di Hotel Grand Legi, Pagesangan Timur, Mataram, NTB agenda ini terselenggara dalam kurun waktu tiga hari berturut-turut sejak 16 Oktober sampai paripurna di tanggal 18 Oktober 2024, berkat kerjasama antara UIN Mataram, Diktis Kemenag, Forum PSGA & Balai Litbang Agama Semarang. Rangkaian konferensi terdiri atas; International Conference on GENSIA, Musyawarah Nasional PSGA I serta Perguruan Tinggi Responsif Gender (PTRG) Award III.

Acara tersebut diikuti oleh delegasi LP2M sekaligus Pusat Studi Gender & Anak dari 58 perguruan tinggi Islam se-Indonesia. Total terdapat 194 paper yang berpartisipasi dalam kegiatan ini. Mengusung tajuk “Kajian Interdisipliner Isu Perempuan & Anak Kontemporer untuk Transformasi Sosial,” yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pemahaman para akademisi di PTKI terhadap kompleksitas gender, 𝘴𝘰𝘴𝘪𝘢𝘭 𝘤𝘰𝘯𝘤𝘭𝘶𝘴𝘪𝘰𝘯 & perlindungan anak.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Islam Negeri Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., mengatakan bahwa agenda yang urgensinya cukup diperhitungkan bagi seluruh PTKI ini, 𝘨𝘰𝘢𝘭𝘴 utamanya ialah untuk mendiskusikan isu gender & anak yang kemudian dirangkum dalam satu segmen penelitian.

“Saya kira ini akan menjadi ruang diskusi bagi para akademisi di PTKI, sebab isu gender & anak juga disinyalir menjadi salah satu problema yang harus dibedah & diberikan solusi bersama, berupa cangkupan penelitian.” tambah beliau.

Direktur Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), Prof. Dr. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag., mengungkapkan bahwa isu gender harus ditelaah berlandaskan konteks antropologi, karena sangat sensitif & bahkan dapat menghantar para akademisi memiliki pandangan esensial terhadap isu gender.

“Begitu riskan isu gender bilamana tidak didiskusikan dengan terbuka, sangking rentannya jika para aktivis perempuan mempunyai paradigma esensial terhadap laki-laki. Maka melalui kegiatan ini, kita harus menyelaraskan persepsi secara cermat & luas.” tandasnya lagi.

Di keesokan harinya, 17 Oktober 2024 digelar International Conference on GENSIA yang bertemakan ‘Membangun Sinergitas untuk Menguatkan Gerakan Pengarusutamaan Gender & Kekerasan.’ Sebagai narasumber, yakni Lies Marcoes serta Prof. Dr. Atun Wardatun, M.Ag., M.A., Ph.D.

Selepas pembukaan dilaksanakan, para Ketua PSGA berkumpul untuk mengikuti FGD (Forum Group Discussion) yang terkategori ke beberapa komisi.

Ketua Pusat Studi Gender & Anak UIT Lirboyo berujar bahwa agenda yang memang diperuntukkan guna mendorong bagaimana peran PSGA di Perguruan Tinggi hingga dapat berkontribusi masif dalam 4 ranah, yakni Komisi Fiqh Parenting, Komisi Kelembagaan & Advokasi, Komisi Kekerasan Seksual, pula Komisi Hak Anak.

Amalia Rosyadi Putri, M.Med.Kom sendiri tergabung dalam komisi fiqh parenting. Ia mengusulkan, bahwa untuk mewujudkan Generasi Emas 2045, tentunya bermula dari pondasi pendidikan keluarga, antara lain: stimulasi responsif agar mengimplementasikan model fiqh parenting-stunting dengan prinsip 𝘳𝘢𝘩𝘮𝘢𝘩 (kasih sayang), 𝘧𝘪𝘵𝘩𝘳𝘢𝘩 (individual), mas’uliyah (tanggungjawab), 𝘮𝘢𝘴𝘭𝘢𝘩𝘢𝘩 (kebaikan) & 𝘶𝘴𝘸𝘢𝘩 (keteladanan).

“Dan untuk PSGA UIT Lirboyo Kediri sangat concern dalam edukasi kepada mahasiswa atau calon orang tua lewat penerapan metode pengasuhan yang ditinjau berdasarkan perspektif fiqh sekaligus tindak preventif menanggulangi stunting. Kita juga siap melakukan pendampingan, riset-riset terkait perempuan & gender!” tutupnya.

 

Penulis: Amalia Rosyadi Putri, M.Med.Kom




Partisipasi Dialektis Enam Sivitas Uit Lirboyo Kediri dalam Gelaran ANCOMS 6 dI UINSA Surabaya

WhatsApp Image 2024 10 16 at 11.39.35

Empat dosen dan dua mahasiswa Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri berpartisipasi aktif dalam kegiatan Annual Conference Muslim Scholars atau yang biasa disebut AnComs. Dimana pada tahun 2024 ini AnComs ke-6 mengambil tema Enhancing Islamic Values Through Local Wisdom in Keeping Harmony and Tolerance. Adapun pelaksanaannya tanggal 15-16 Oktober 2024. Dimana sesi pembukaan dilaksanakan di Lt. 3 Tower Ismail Ya’kub UINsa Surabaya, dan pararel session di Santika Hotel Gubeng.

Dr. KH.M. Hasan Ubaidillah,MSI dalam laporannya menyampaikan, terdapat 1000-n abstrak yang submit dan hanya 200 terpilih untuk ditampilkan dalam pararel session. Agenda Ancoms yang mampu berkelanjutan sampai tahun keenam ini melibatkan sinergi Kopertasi IV dengan kampus binaan dibuktikan dengan hadirnya Forpim dalam pembukaan Ancoms. Semoga kedepannya menjadi semakin lebih baik.

Prof. Akh. Muzakki, M.Ag.PHd. dalam sambutannya menyatakan, tiga kata kunci dalam tema Ancoms ini adalah nilai Islam, Kearifan Lokal, dan Toleransi dan Harmoni. Jika diperas menjadi sebuah bentuk moderasi beragama yang unik dan menarik. Sehingga perlu ditampilkan, promosikan, mengingat perkembangan peta politik global dewasa ini tengah terjadi dehumanisasi di kawasan Timur Tengah. Dengan memahami ketiganya, semoga membawa wajah dunia yang majemuk kedepan menjadi lebih baik tanpa memandang perbedaan yang ada.

Prof.Dr. Zaid Ahmad dari Principal Fellow Institut Islam Hadhari Universiti Kebangsaan Malaysia selaku pembicara pertama menyampaikan bahwa, kenyataan di dunia yang terdiri dari kemajemukan, pluralis, diversity, multikultural, multi-etnik, merupakan suatu hal yang alamiah dan disebutkan dalam Qur’an. Karenanya harus disadari dan dipahami dengan baik mengingat kita hidup dalam keragaman yang nyata.

Dr. KH. Zulfa Mustofa menyampaikan bahwa Islam Nusantara adalah kemampuan dan kearifan para ulama di Indonesia menampilkan wajah Islam yang akomodatif dan moderat. Mengingat Islam Nusantara bukan Islam anti Arab, akan tetapi Islam Nusantara lahir dari pemikiran ulama Ahlussunnah Wal Jama’ah Annahdliyyah dengan kekhususan atau ciri-ciri yang unggul dan pokok ajaran yang mengedepankan Tasamuh, Tawasuth, I’tidal, Tawazun, dan juga Ta’awun.

Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Ag. menyatakan, berbicara local wisdom dan akar sejarah UINSA Surabaya tidak bisa lepas dari sosok Sunan Ampel yang meskipun bukan orang Jawa, tapi mampu memahami dan menjadi orang Jawa. Sunan Ampel membuat diksi baru tentang sembahyang yang secara bahas menyembah Sang Hyang, namun digeser maknanya menjadi praktik sholat. Musholla sebagai tempat sholat disebut dengan langgar. Dan bentuk-bentuk menanamkan spirit Islam tanpa merubah kulitnya. Hal inilah yang membuat Islam dahulu dikenal lebih cepat, dikenal dengan baik, dan tidak menimbulkan pertentangan yang keras karena sasaran utamanya adalah isinya.

Pada pararel session, Dr. M. Arif Khoirudin, M.Pd yang juga Dekan Fakultas Tarbiyah UIT Lirboyo menyampaikan artikel dengan judul Strategi FKUB Kota Kediri dalam Membangun Harmoni dan Toleransi melalui Tranformasi Pendidikan. Dalam hal ini menurutnya, FKUB Kota Kediri berkontribusi menjaga toleransi dan harmoni di kota Kediri dengan kegiatan yang terintegrasi dalam dunia pendidikan.

Dr. Tri Prasetyo Utomo, M.Pd selaku Kaprodi Pascasarjana PAI UIT Lirboyo menyampaikan artikel Strategic Management of Strengthening Religious Moderation Setting of Cultural Acculturations in Pancasila Kampung. Menurutnya, diperlukan manajemen strategi yang baik untuk mengawal moderasi di Gaprang Blitar mengingat perkembangan zaman dewasa ini dengan adanya kecanggihan teknologi mampu mengikis budaya toleran yang sudah ada. Tentunya diperlukan leader yang baik dan akomodatif serta memayungi semua pihak.

Naila Muna, M.HI selaku Kaprodi HKI UIT Lirboyo menyajikan artikel dengan judul Kontruksi Tradisi Jujur pada Perkawinan Generasi Milenial Masyarakat PALI Sumatra Selatan. Tradisi jujur atau pemberian pihak lelaki ke perempuan menjadi kuat dan telah terjadi sosialisasi lintas generasi. Menyebabkan masyarakat menganggapnya sebagai kebiasaan yang harus dijalankan dan kurang baik apabila ditinggalkan. Hal ini disatu sisi merupakan bentuk apresiasi dan konsep menghargai kaum perempuan dimana selaras dengan nilai-nilai dalam Islam.

Dr. Moh. Irmawan Jauhari, M.Pd.I dosen pascasarjana UIT Lirboyo menyampaikan artikel dengan judul Tolerance Model in Forming Religious Harmony in Bedali Village Ngancar Kediri. Dimana proses habituasi toleransi terlembagakan dengan baik menjadi kebiasaan. Para tokoh aktif dalam habituasi toleransi untuk mengarahkan masyarakat menjadi lebih aplikatif akan indikator toleransi. Habituasi toleransi tersebut diwariskan secara turun temurun dan menjadi sebuah kebiasaan yang normal dan dijaga dari generasi ke generasi.

Dwita Nurulita mahasiswa PAI Pascasarjana UIT Lirboyo menyampaikan artikel dengan judul Implementasi Pendidikan multikulturaslisme dalam interaksi social santri dalam perbedaan kriteria kesukuan di Pondok Pesantren Queen Al-Falah Ploso Mojo Kediri., Hasil penelitiannya menyebutkan bila pelaksanaan pendidikan multikultural dilakukan oleh pengurus dan seluruh santri Pondok melalui kegiatan untuk menciptakan kerukunan dan keharmonisan terhadap sesama dalam perbedaan budaya dan bahasa serta menjunjung tinggi rasa nasionalisme.

Nurul Atiqoh mahasiswa PAI Pascasarjana UIT Lirboyo membawakan artikel dengan judul Religious Moderation in the Practice of Hubbul Wathan minal Iman at te Rambu Solo’ Traditional Ceremony in Lembang Rumandan Tana Toraja. Hasil penelitian menyatakan bila, Upacara Adat Rambu Solo’ di Lembang Rumandan, Tana Toraja Pada hakikatnya dapat diarahkan untuk memberi spirit baru dan dikontruksi secara filantropi demi peningkatan kesejahteraan serta kualitas kaum nasionalis dalam upacara rambu solo’. Upaya revitalisasi pemahaman budaya patut senantiasa diperbaruhi dengan baik agar masyarakat dapat terhindar dari egoisme dan pra-paham yang negatif terhadap budaya. Adanya konsep hubbul wathan minal iman merupakan ikhtiar menyadarkan masyarakat bahwa pentingnya menjaga dan melestarikan budaya nenek moyang. selain itu juga sebagai bentuk kecintaan terhadap tanah air dan menjaga keutuhan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.