Universitas Islam Tribakti Lirboyo dan LBH Fadjar Resmikan Program Magang Mahasiswa Semester VI

WhatsApp Image 2026 01 29 at 11.29.25 (1)

KEDIRI — Fakultas Syariah dan Hukum (FASIH) Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri resmi menjalin kerja sama strategis dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Fadjar Kota Kediri dalam pelaksanaan Program Praktik Kerja Lapangan (PKL) atau magang bagi mahasiswa semester VI. Kerja sama ini sebagai upaya untuk mencetak lulusan hukum yang tidak hanya unggul secara teoritis tetapi juga tangguh dalam praktik litigasi maupun non-litigasi

Koordinasi pelaksanaan program magang dilakukan oleh Wakil Dekan FASIH bersama Ketua Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) dengan Kepala LBH Fadjar pada Senin (26/01/2026). Langkah ini merupakan realisasi dari komitmen UIT Lirboyo Kediri dalam mendekatkan dunia akademik dengan realitas penegakan hukum di lapangan.

Ketua Program Studi HKI, Nur Muhammad Saifurrijal, M.H., menyampaikan bahwa hukum merupakan ilmu yang hidup dan terus bergerak. Pemahaman teks di ruang kelas harus diuji dan diperkaya dengan konteks kasus nyata di masyarakat.

“Mahasiswa semester 6 berada pada fase krusial transisi pemahaman hukum. Melalui kerjasama dengan LBH Fadjar, kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami pasal-pasal, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan keterampilan advokasi dalam membela hak-hak masyarakat pencari keadilan,” ujarnya.

Program magang ini dirancang berlangsung selama enam bulan dan akan dibimbing langsung oleh para advokat senior LBH Fadjar. Direktur/Ketua LBH Fadjar, C. W. Suryo Wardhana, S.H., M.H., menyambut baik kehadiran mahasiswa UIT Lirboyo Kediri dan menyatakan kesiapan lembaganya menjadi ruang laboratorium bagi calon sarjana hukum.

Selama masa magang, mahasiswa akan dilibatkan dalam berbagai kegiatan substantif, meliputi ‘Legal Research & Drafting’ yakni riset dan penyusunan dokumen hukum seperti gugatan, pleidoi, dan legal opinion; ‘Manajemen Perkara’ yang mempelajari alur penanganan perkara dari tahap konsultasi hingga putusan; ‘Observasi Sidang’ dengan mengamati jalannya persidangan di Pengadilan Negeri maupun Pengadilan Agama untuk memahami dinamika hukum acara; serta ‘Konsultasi Bantuan Hukum’ dimana mahasiswa akan belajar melayani masyarakat kurang mampu yang membutuhkan pendampingan hukum.

Kerja sama antara UIT Lirboyo Kediri sebagai perguruan tinggi berbasis pesantren dengan LBH Fadjar sebagai lembaga profesi hukum diharapkan dapat melahirkan lulusan hukum yang berintegritas, profesional, dan memiliki kepedulian sosial. Nilai-nilai kesantrian yang melekat pada mahasiswa diharapkan mampu berpadu dengan praktik advokasi profesional dalam membentuk penegak hukum yang bermoral dan kompeten.

Kegiatan peresmian program magang ditutup dengan penandatanganan berita acara serah terima mahasiswa serta sesi foto bersama antara dosen pembimbing lapangan Fakultas Syariah dan Hukum UIT Lirboyo Kediri dengan tim advokat LBH Fadjar Kota Kediri.




ARINA SALSABILA SABET 3 KEJUARAAN MUSABAQOH HIDFZI AL-QUR’AN AJANG MTQN JAKARTA

PAI ARINA SALSABILA JUARA MHQ

Jakarta_Arina Salsabila, mahasiswa UIT Lirboyo Kediri dari prodi Pendidikan Agama Islam, memborong 3 kejuaraan MTQMN yang sudah terlaksana di Jakarta Pusat. Ia sudah menjadi salah satu mahasiswa inspiratif yang berhasil mengharumkan nama kampus melalui prestasi di berbagai ajang Musabaqoh Hifdzil Qur’an (MHQ). Sejak awal masa kuliah, ia telah mengikuti 10 lebih kompetisi MHQ dan terus menorehkan gelar juara diberbagai leval, mulai dari fakultas, regional dan nasional.

Kecintaannya terhadap al-Qur’an tidak muncul secara tiba-tiba. Ia sudah menjalaini proses Panjang sampai ia duduk di Perguruan Tinggi. Setelah itu, ia tetap muroj’ah dan melanjutkan hafalannya secara mandiri tanpa guru pebimbing. Hal ini menunjukkan kedisiplinan Arina Salsabila yang terbangun sejak kecil.

“Sekarang menghafal bukan lagi soal hadiah atau upah, tetapi bagaimana saya dapat terus menjaga hafalan al-Qur’an agar tetap terpelihara dan bisa dipertanggungjawabkan, ujarnya.”

Proses menghafal al-Qur’an bagi Arina, panggillan karibnya , MHQ menjadi aktivitas yan menyelipkan kedamaian. Ia merasakan ketenangan yang tidak tergantikan, seakan seluruh dan permasalahan hidup hilang seketika saat membaca kalam Allah.

“Ketika menghafal, Qur’an menjadi bidup saya, menjadi nyaman, tenteram dan damai. Pikiran rileks dan menguatkan keimanan,” tuturnya.

Baginya, perlombaan MHQ bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi sebagai sarana untuk menguatkan hafalan.

“Saya membawa niat untuk terus menjaga hafalan Al-Qur’an di manapun dan kapanpun,” katanya.

Ia memberikan kepada adik-adik kelasnya selalu mengikuti kompetisi MHQ dimanapu itu.

“Ikutilah perlombaan yang ada, karena menurut saya kompetisi adalah motivasi paling efektif untuk menjaga hafalan Al-Qur’an di tengah kesibukan kita,” ucapnya.

Melihat banyaknya capaian yangs sudah ia torehkan selama di kampus UIT Lirboyo Kediri menegaskan bahwa setiap kompetisi adalah momentum belajar dan bukan sekadar pencarian gelar. Hal itu ia pandang sebagai wujud nyata dukungan masyarakat dalam melestarikan Al-Qur’an.

Kami segenap sivitas kampus UIT Tribakti Lirboyo Kediri terimaksih atas kotribusi prestasi dan semoga ananda semakin berkembang dikancah Internasional, tutur Rektor UIT Lirboyo Kediri.




Rapat Kerja Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

E9f8ca6e 5b8f 4060 b688 eb9bfcba5413

KEDIRI — Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri menyiapkan langkah strategis untuk menghadirkan program studi (prodi) umum dalam lingkungan pendidikan berbasis pesantren. Upaya ini menjadi bagian dari roadmap pengembangan kampus menuju pusat pendidikan tinggi yang komprehensif, inklusif, dan berdaya saing di Jawa Timur. Agenda tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja Universitas yang digelar di Aula KH Mahrus Aly, Sabtu (3/1/2026).

Rektor UIT Lirboyo Kediri, Dr. KH. Reza Ahmad Zahid, Lc., M.A., menyampaikan bahwa tantangan ke depan adalah mengintegrasikan disiplin ilmu umum ke dalam identitas kampus yang selama ini dikenal kuat dengan basis keilmuan pesantren. Menurutnya, kehadiran prodi umum diharapkan dapat melengkapi spektrum keilmuan tanpa menghilangkan karakter khas UIT Lirboyo.

“Kita punya harapan agar kampus kita unggul akan tetapi untuk prodi-prodi ini belum ada umumnya. Bagaimana prodi umum bisa berada di tengah kampus kita,” ujar Gus Reza dalam pemaparan visi pengembangan akademik.

C1ed464f e121 4d9f b10b 8973ee3b9625

Saat ini, UIT Lirboyo telah mengajukan pembukaan Program Doktor (S3) Pendidikan Agama Islam (PAI), sementara Program Magister (S2) Studi Islam masih menunggu izin operasional. Kehadiran prodi umum dinilai penting untuk menjawab kebutuhan pasar kerja yang semakin dinamis sekaligus memperkuat literasi keilmuan mahasiswa di luar bidang keagamaan murni.

Dalam forum tersebut, Rektor yang akrab disapa Gus Reza itu juga menegaskan komitmen institusi untuk meningkatan mutu akademik melalui kebijakan wajib sertifikasi bahasa internasional, seperti TOEFL, TOAFL, dan IELTS, sebagai salah satu syarat kelulusan. Kebijakan ini diharapkan mampu memperkuat daya saing lulusan UIT Lirboyo di tingkat global.

Gus Reza menyatakan bahwa status “Go International” yang telah dicapai melalui program KKN luar negeri harus terus ditingkatkan melalui penguatan aspek bahasa dan integrasi program studi.

“Kampus UIT Lirboyo Kediri bisa dikatakan kita ini sudah go internasional, hal itu dibuktikan dengan KKN luar negeri yang telah kita jalankan. Namun kita harus lebih dari itu. MoU kita ini harus kita perbanyak. Mohon MoU yang ada bisa ditindaklanjuti bukan hanya sekedar MoU saja tapi bisa berlanjut ke Perjanjian Kerjasama (PKS) dan lanjut untuk dilaksanakan,” tegasnya.

Rapat kerja tersebut juga menghadirkan Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah RI, Prof. Dr. rer.nat. Jaenal Effendi, S.Ag., M.A. selaku Ketua Ikatan Alumni Tribakti (IKABAKTI) UIT Lirboyo, Prof. Jaenal menekankan pentingnya keselarasan visi dan misi institusi yang dipahami secara menyeluruh oleh seluruh elemen kampus, mulai dari pimpinan hingga staf pendukung.

“Tribakti ini mau kita bawa ke mana harus dipahami sampai seluruh staf harus paham sampai office boy juga harus paham tugasnya apa untuk menuju visi misi dari level tertinggi sampai level paling bawah,” ungkapnya.

Ia juga mengajak civitas akademika untuk mengadopsi karakter kerja yang efektif, proaktif, dan inovatif. Menurutnya, pencapaian cita-cita besar hanya dapat diraih melalui terobosan-terobosan baru serta tetap menjaga mentalitas, kesehatan dan spiritualitas sebagai fondasi utama pengembangan kampus.

Menutup rangkaian kegiatan, Ketua Senat UIT Lirboyo Kediri, KH. Abdullah Kafabihi Mahrus, menyampaikan sambutan sekaligus doa. Ia menegaskan bahwa dalam upaya mengejar kemajuan akademik, aspek akhlak dan ketakwaan kepada Allah SWT serta hubungan harmonis manusia harus tetap menjadi fondasi utama yang tidak boleh ditinggalkan oleh keluarga besar Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri.

7aff2555 95fe 4e05 ac6c b8a306274f52

205c8830 3efc 4529 b94d e232fb13fb2e
5f77f46c 434a 42a0 9c72 e8264e4b73a0
298eb277 68a9 4d32 ac00 af1d8b9930e8




UIT Lirboyo Kediri dan UIN Maliki Malang Matangkan Persiapan PKS Akademik

3bbe045f a371 42a4 b8d5 bc0b65c1d66e

KEDIRI — Mengakhiri tahun 2025, Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri bersama Pascasarjana Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN) Maliki Malang menggelar rapat persiapan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada hari Rabu (31/12/2025). Rapat yang berlangsung pukul 13.05–14.20 WIB ini menjadi bagian dari upaya penguatan kerja sama strategis di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan kelembagaan perguruan tinggi pesantren.

Kegiatan dibuka oleh Ustadz Prof. (Assoc.) Dr. Sutaman, M.A., yang menekankan pentingnya kerja sama antarperguruan tinggi berbasis kebutuhan riil, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia dan tata kelola akademik. Sambutan atas nama Rektor UIT Lirboyo awalnya disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik. Namun, di tengah kegiatan Rektor UIT Lirboyo berkesempatan hadir secara langsung sehingga sambutan kembali ditegaskan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dengan penegasan substansi kebijakan pimpinan.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Akademik UIT Lirboyo menyampaikan bahwa sekitar 21 persen dosen UIT Lirboyo telah menyelesaikan studi doktoral. Kondisi tersebut menuntut percepatan pemenuhan kebutuhan dosen bergelar doktor di setiap program studi guna mendukung capaian akreditasi unggul. Selain itu, ia menegaskan pentingnya penataan manajemen perguruan tinggi melalui kerja sama dengan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), penguatan riset, serta pengabdian kepada masyarakat yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Sambutan selanjutnya disampaikan Ketua Program Studi S3 Studi Islam UIN Maliki Malang, Prof. Dr. M. Fauzan Zenrif, M.Ag. Ia menilai kerja sama dengan Lirboyo memiliki karakter khusus dan strategis, mengingat Pesantren Lirboyo memiliki jalinan historis yang kuat dalam tradisi pendidikan Islam. Menurutnya, kualitas keilmuan santri, mahasiswa, dan dosen Lirboyo telah teruji, sehingga membutuhkan pola layanan akademik dan manajemen kerja sama yang bersifat khusus, adaptif, dan saling menguatkan.

Penjelasan teknis terkait rencana kerja sama disampaikan oleh Wakil Direktur Pascasarjana UIN Maliki Malang. Ia memaparkan sejumlah skema yang dapat dikembangkan, antara lain perkuliahan reguler program magister (S2) dan doktor (S3), perkuliahan berbasis kerja sama, program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) untuk S2, serta skema by research untuk program doktoral. Berbagai skema tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan dosen dan pengelola perguruan tinggi pesantren secara lebih fleksibel dengan tetap menjaga mutu akademik.

Sementara itu, Rektor UIT Lirboyo Kediri dalam arahannya menyoroti aspek ketersediaan fasilitas akademik serta keterbatasan waktu yang dipengaruhi oleh aturan pesantren, termasuk pembatasan penggunaan perangkat digital. Menurutnya, hal tersebut berkaitan erat dengan manajemen waktu dan pembentukan etos akademik yang disiplin. Ia mengutip ungkapan Arab, “الأوقات من علامة التيقن”, yang menegaskan bahwa pengelolaan waktu merupakan bagian dari kesungguhan dan kematangan dalam menuntut ilmu.

Rapat persiapan ini menjadi langkah awal yang strategis dalam merumuskan PKS antara UIN Maliki Malang dan UI Tribakti Lirboyo Kediri. Kerja sama yang direncanakan diharapkan tidak hanya bersifat administratif, tetapi mampu memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan mutu akademik, penguatan manajemen kelembagaan, serta pengembangan tradisi keilmuan pesantren di tingkat nasional.




Penguatan Integrasi Keilmuan dalam PTKIS, Prof. Sahiron Tekankan Distingsi Ilmu dan Nilai Islam

Whatsapp image 2025 12 30 at 05.57.53

PASURUAN — Penguatan integrasi keilmuan menjadi perhatian utama dalam pengembangan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS). Hal tersebut ditegaskan oleh Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A., dalam forum pimpinan universitas Islam swasta yang digelar di Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda’wah (UII Dalwa), Pasuruan, Senin (29/12/2025).

Kegiatan yang dihadiri oleh 39 pimpinan universitas Islam swasta di bawah naungan Kementerian Agama tersebut turut diikuti oleh Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri yang diwakili Wakil Rektor I, Dr. H. A. Jauhar Fuad, M.Pd. Forum ini menjadi bagian dari agenda strategis pengembangan program studi umum dan sains di lingkungan PTKIS.

Dalam sambutannya, Prof. Sahiron menegaskan bahwa pengembangan program studi umum di PTKIS harus disertai dengan integrasi keilmuan dan nilai-nilai Islam. Menurutnya, distingsi PTKIS terletak pada kemampuannya mengawinkan ilmu pengetahuan modern dengan etika dan ajaran Islam, sehingga menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik dan profesional, tetapi juga memiliki landasan moral dan spiritual yang kuat.

Ia mencontohkan bidang kedokteran sebagai ilustrasi pentingnya integrasi keilmuan. Di PTKIS, pendidikan kedokteran idealnya tidak hanya mengacu pada standar nasional yang ditetapkan Konsil Kedokteran Indonesia dan Standar Nasional Pendidikan Kedokteran, tetapi juga diperkaya dengan kajian Al-Qur’an, Hadis, serta etika medis Islam. Pendekatan ini diharapkan mampu melahirkan dokter yang kompeten secara medis sekaligus memiliki landasan moral dan etika keagamaan yang kuat.

Prof. Sahiron juga menyinggung praktik pendidikan kedokteran di Jerman, di mana mahasiswa mempelajari karya monumental Ibnu Sina, Al-Qanun fi al-Tibb (The Canon of Medicine), yang menjadi rujukan utama dunia medis Eropa hingga abad ke-17. Karya tersebut membahas anatomi, diagnosis, farmakologi, penyakit menular, karantina, hingga kesehatan mental. Selain itu, Ibnu Sina juga menulis karya penting lain seperti Kitab al-Shifa, Al-Urjuzah fi al-Tibb, dan Al-Adawiyat al-Qalbiyah. Ironisnya, menurut Prof. Sahiron, kajian terhadap karya-karya ilmuwan Muslim klasik justru belum menjadi bagian penting dalam pendidikan kedokteran di Indonesia, meskipun Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk Muslim.

Ia menegaskan bahwa universitas Islam swasta ke depan perlu mengarah pada penguatan integrasi keilmuan agama dan sains secara lebih serius. Universitas Islam diharapkan berperan sebagai motor penggerak yang menjembatani dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum melalui pengembangan kurikulum interdisipliner, riset kolaboratif, serta penanaman paradigma bahwa sains dan agama bersifat selaras, bukan bertentangan.

Melalui integrasi tersebut, PTKIS diharapkan mampu berkontribusi dalam membangun peradaban yang utuh, etis, dan relevan dengan tantangan global, sekaligus melahirkan lulusan yang berakhlak mulia dan profesional di bidangnya masing-masing.