Pustakawan UIT Lirboyo Kediri ikuti Pelatihan Peningkatan Mutu Pustakawan dan Perpustakaan PTKIS

Pu1

Kediri, 12 Agustus 2024 – Petugas Perpustakaan Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri M. Rivan, S.Pd., turut serta dalam kegiatan “Peningkatan Mutu Pustakawan dan Perpustakaan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) Tahap 1”. Acara ini diselenggarakan pada tanggal 12 hingga 13 Agustus 2024 di GreenSA Inn, UIN Sunan Ampel, Sidoarjo, dan diikuti oleh 70 Pustakawan dari PTKIS di bawah naungan Kopertais Wilayah IV Surabaya.

Kegiatan ini dibuka dengan pengarahan oleh Koordinator Kopertais Wilayah IV, Prof. H. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA., M.Phil., Ph.D., yang menyoroti pentingnya peningkatan kualitas perpustakaan. “Perpustakaan sering kali gagal dalam akreditasi baik prodi maupun instansi, terutama terkait bahan pustaka, manajemen, dan pola layanannya. Hal ini harus segera dibenahi agar dapat mencapai standar yang lebih tinggi,” tegasnya.

Selama dua hari pelatihan, peserta dibekali berbagai materi penting terkait pengelolaan perpustakaan. Pada hari pertama, Yudho Widiatmono dari Perpustakaan Nasional RI memaparkan materi tentang “Program Pengembangan Kompetensi Pengelola Perpustakaan Perguruan Tinggi”, yang bertujuan untuk mengubah stigma pustakawan dari sekadar penjaga buku menjadi manajer pengetahuan yang aktif. “Literasi sangat penting dalam pembangunan, dan pustakawan harus menjadi motor penggerak dalam meningkatkan literasi masyarakat,” ujar Yudho.

Heru Subekti, seorang pakar di bidang perpustakaan digital dan kecerdasan buatan (AI), juga membawakan materi tentang “Pengembangan Perpustakaan Berbasis Teknologi Informasi”. Ia menekankan bahwa perpustakaan masa kini harus dikelola dengan menggunakan teknologi informasi yang canggih untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan. “Penerapan teknologi informasi bukan lagi pilihan, tetapi suatu keharusan untuk perpustakaan modern,” jelas Heru.

Pada hari kedua, para peserta diajak untuk melakukan kunjungan lapangan ke Perpustakaan UIN Sunan Ampel untuk melihat langsung penerapan teknologi dan manajemen perpustakaan yang efektif. Prof. Dr. Hj. Evi Fatimatur Rusydiyah, M.Ag., Kepala Perpustakaan UINSA, dalam presentasinya menekankan pentingnya perpustakaan dalam meningkatkan publikasi sivitas akademika. “Perpustakaan bukan hanya tempat untuk meminjam buku, tetapi juga harus berperan aktif dalam mendukung penelitian dan publikasi ilmiah,” katanya.

Kegiatan ini diakhiri dengan pembahasan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang dipimpin oleh Tim Ahli, serta penutupan resmi oleh Dr. H. Ilhamulloh Sumarkan, M. Ag., dan Dr. H. M. Hasan Ubaidillah, M.Si. selaku Wakil Koordinator dan sekretaris Kopertais Wilayah IV Surabaya.

Saya merasa senang sekali dapat mewakili UIT Lirboyo Kediri dalam kegiatan ini. Harapan saya, ilmu yang saya peroleh dari para ahli dan praktisi di bidang perpustakaan dan teknologi informasi dapat diaplikasikan secara efektif di perpustakaan kampus kami, sehingga dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas literasi dan pendidikan di lingkungan UIT Lirboyo Kediri.” ujar M. Rivan, S. Pd.

Partisipasi dalam kegiatan ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi pengembangan perpustakaan di Perpustakaan Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri, serta mendukung upaya peningkatan kualitas layanan dan kompetensi pustakawan di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam.




Dosen Bimbingan dan Konseling Islam Perdalam Keilmuan dalam Workshop PFA

APPI

Surabaya – Asosiasi Psikologi Pendidikan Indonesia (APPI) mengadakan Workshop Psychological First Aid (PFA) pada hari Sabtu, 10 Agustus 2024 di Fakultas Psikologi Universitas Airlangga. Pada acara ini, Program Studi Psikologi Universitas Islam Tribakti Kediri ikut  serta mengirimkan perwakilan dosen yakni Ika Novita Sari, M.Psi. dan Abd. Basith Arham, M.Psi.  Keterlibatan pada kegiatan ini sebagai bentuk tindak lanjut dari MoA dengan APPI.

Acara dibuka oleh Soerjantini Rahaju, M.A. selaku ketua HIMPSI Jawa Timur, didampingi oleh segenap panitia pelaksana dari APPI. Workshop kali ini mengusung topik Psychological First Aid (PFA) yakni langkah awal memberikan dukungan psikologis kepada penyintas yang dapat diaplikasikan oleh siapa saja. Peserta yang hadir berasal dari beragam profesi termasuk tenaga medis, guru BK, orangtua, serta relawan.

Narasumber acara yakni Yessyca Diana G., M.Psi. turut serta memberikan energi positif kepada seluruh peserta sejak acara dimulai. “Harapan kita yang hadir di sini agar mendapat pemahaman baru, ketrampilan baru mengenai pentingnya PFA serta dapat menularkan pada rekan-rekan di lembaga, institusi maupun di instansi Bapak, Ibu. Semakin banyak yang mendapat dukungan awal psikologis, maka tenaga profesional seperti psikolog akan lebih concern pada penanganan problem psikologis yang cenderung serius sehingga ketrampilannya terasah”, ujar narasumber.

Salah satu tujuan dari workshop ini adalah memahami dampak dari krisis, membedakan stress dan trauma serta cara pengelolaan dan memahami pendekatan dukungan psikososial. Acara kali ini terasa menarik dan dinamis sebab para peserta aktif menyampaikan kasus-kasus yang pernah dihadapi. Pada saat pertengahan diskusi, narasumber memberikan form identifikasi bahasa kasih. Bahasa kasih ini di antaranya terdapat bahasa kasih kata-kata, waktu, sentuhan fisik, hadiah dan melayani. Bahasa kasih ini dapat membantu dalam memahami kebutuhan orang lain ketika melakukan dukungan awal psikologis.

Tidak hanya pemahaman secara teoritis,  APPI juga memberikan waktu khusus untuk role play dukungan psikologis awal sesuai kelompok masing-masing. Acara semakin dinamis karena bu Yessy juga ikut langsung memberikan feedback tiap penampilan role play peserta. Pada akhir sesi panitia memberikan bonus kepada seluruh peserta dengan memberikan metode relaksasi yang dapat digunakan pada saat penyintas sedang membutuhkan.




Partisipasi Perwakilan Perpus UIT Lirboyo dalam Bimtek Perpustakaan Nasional

Oplus

Madiun — Perwakilan staf perpustakaan dari Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri mengikuti kegiatan bimbingan teknis yang diadakan oleh Perpustakaan Nasional. Acara ini berlangsung dari tanggal 23 hingga 25 Juli 2024 bertempat di Aston Hotel, Madiun.

Kegiatan bimbingan teknis tersebut bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan pustakawan dalam mengelola layanan perpustakaan yang modern dan efisien. Selama tiga hari pelatihan, peserta mendapatkan berbagai materi penting, termasuk manajemen koleksi, penggunaan teknologi informasi seperti pemanfaatan e-book, dan pelayanan kepada pengguna perpustakaan.

Pada sambutannya, Kepala Perpustakaan Nasional menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk mendukung profesionalisme di sektor perpustakaan dan memastikan perpustakaan-perpustakaan di seluruh Indonesia mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta tuntutan zaman.

Perwakilan peserta dari Universitas Islam Tribakti Lirboyo, M. Syah Rizal Niqie, mengaku antusias dalam mengikuti berbagai materi yang disampaikan. “Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi saya. Saya tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik langsung yang bisa kami terapkan di perpustakaan kami. Ini akan membantu kami dalam memperbaiki sistem dan layanan perpustakaan di universitas kami.”

Setelah mengikuti bimbingan teknis ini, pustakawan diharapkan dapat membawa kembali pengetahuan dan keterampilan baru mereka untuk diterapkan di lingkungan kerja masing-masing, serta berkontribusi pada peningkatan kualitas layanan perpustakaan di Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Perpustakaan Nasional untuk terus mendukung pengembangan profesionalisme di bidang perpustakaan dan informasi, serta meningkatkan peran perpustakaan sebagai pusat informasi dan pengetahuan di Indonesia.




Bupati Kediri (Mas Bup) Ajak Mahasiswa KKN UIT Lirboyo Terlibat Promosikan Desa Wisata di Sempu, Kecamatan Ngancar Pasca Pandemi Covid-19

LP3M – (27/7/2024). Dalam upaya membangun komunikasi & menjalin silaturahmi dengan masyarakat, Hanindhito Himawan Pramana, S.H atau akrab disapa Mas Dhito selaku Bupati Kediri (penjabat eselon II) bersama Camat, Kepala Desa, serta pamong desa se-Kecamatan Ngancar menggelar audiensi yang bertempat di salah satu rumah warga Desa Sempu, Bapak H. Alip Suroso.

Mengusung konsep sarasehan sederhana, jagongan ini juga dihadiri oleh Anggota DPRD Jatim, Bapak Heri Setiawan. Ia menuturkan, lewat kehadiran rekan-rekan mahasiswa KKN UIT Lirboyo Kediri, warga masyarakat di sini amatlah terbantu. “Kami masih mempunyai 𝘨𝘢𝘸𝘦 besar lagi di bulan Agustus, seperti Pengajian Akbar dengan Gus Muwafiq & Parade Budaya. Akan sangat membantu melalui hadirnya mahasiswa yang sedang ber-KKN, beriringan 𝘮𝘣𝘢𝘩𝘶-𝘳𝘦𝘬𝘴𝘰 bersama warga menyukseskan acara ini.” tambah Bapak Heri, kembali.

(potret bersama Bapak Heri Setiawan, Anggota DPRD Prov. Jatim)

Desa Sempu sendiri terkategori & dinobatkan sebagai 50 Desa Wisata Terbaik Anugerah Desa Wisata Indonesia 2024, tidak dipungkiri memikat atensi mahasiswa UIT Lirboyo Kediri yang tengah menggeliatkan program KKN selama 35 hari ini. Didampingi DPL yang berwenang, adalah Muhamad Imam Mutamaqin, S.Si., M.Sc. (kel. 11) & Bapak Bapak Muhamad Safa’udin, M.Pd (kel. 12), Mas Bup menyampaikan bahwa Desa Sempu memiliki potensi wisata yang luar biasa. Harapan beliau untuk mahasiswa yang melangsungkan pengabdian di seluruh Desa se-Kecamatan Ngancar, yaitu dapat bahu-membahu menyuntikkan semangat terhadap warga dalam 𝘳𝘦𝘤𝘰𝘷𝘦𝘳𝘺 𝘱𝘳𝘰𝘤𝘦𝘴𝘴 yang tentunya membutuhkan waktu, lantaran pasca pandemi Covid-19 yang mana meluluhlantakkan perekonomian warga masyarakat, mulai dari destinasi wisata yang sepi, pertanian, dsb. Selain delegasi yang hadir dalam jagongan, agenda lain yang dihelat malam Sabtu kemarin yakni, mahasiswa KKN Desa Sempu turut membantu penyelenggaraan event pengajian (Ngaji & Ngopi) Sawabiqul Khoir bersama Gus Anzi.

“Saya titip kepada rekan-rekan Tribakti, untuk menstimulasi warga supaya bersemangat bangkit lagi dalam me-𝘳𝘦𝘤𝘰𝘷𝘦𝘳𝘺, khususnya di daerah Sempu Kec. Ngancar.” tandas Mas Bup Dhito.

Menyisir agenda tersebut, Mas Bup berdialogisasi guna memperoleh informasi & masukan mengenai apa yang menjadi permasalahan/kendala pada sektor desa, sehingga dapat dengan tanggap ditindaklanjuti sebagai bahan evaluasi institusi yang dipimpinnya & pelecut kinerja dalam menjalankan mandat melayani serta mengayomi masyarakat.

Humas KKN UIT Lirboyo, Amalia Rosyadi Putri, M.Med.Kom disela-sela mengantarkan Mas Bup meninggalkan acara mengucapkan terima kasih kepada Mas Bup yang sudah meluangkan waktunya untuk berdiskusi dengan Mahasiswa KKN UIT Lirboyo Tahun 2024. “Teman-teman, mohon diperhatikan pesan yang disampaikan Mas Bup & segera direalisasikan!”

(prosesi wawancara Tim Humas KKN dengan Mas Bup)

Penulis: Sarah Aqila

Editor: Amalia Rosyadi, M.Med.Kom

Kameramen: M. Nuril Huda




Ketua Pusat Studi Gender & Anak UIT Lirboyo & Kaprodi Psikologi Menjadi Narasumber Talkshow Spesial Hari Anak Nasional 2024

PSGA_(Jum’at, 26/7/2024). Ketua Pusat Studi Gender & Anak Amalia Rosyadi Putri, S.Kom I, M.Med.Kom bersama Kaprodi Psikologi Wahyu Utami, M.Psi, Psikolog menjadi narasumber talkshow di Radio Panjalu FM 95.1. Talkshow berlangsung selama satu jam, mulai pukul 10.00 hingga 11.00 WIB yang dipandu oleh Anggi Esa sebagai PIC siaran Radio Panjalu.

Dalam talkshow yang mengangkat tema “Anak Terlindungi, Indonesia Maju,” melalui siarannya pertanyaan yang dilontarkan oleh Anggi menanyakan terkait sebenarnya anak hendaklah terlindungi dari hal-hal apa saja. Amel menjelaskan anak terlindungi di sini diartikan bahwa anak-anak harus terlindungi dari bahaya bullying atau 𝘭𝘰𝘬-𝘭𝘰𝘬an secara bahasa Jawa. Anak juga harus terlindungi dari gizi buruk agar terhindar dari stunting; paparan gadget yang berlebihan karena sangat berpengaruh bagi kesehatan mata, bahkan emosional.

Wahyu Utami, M.Psi., Psikolog selaku Kaprodi Psikologi menjelaskan dampak bullying pun berpeluang akan mengganggu kesehatan psikologis. Anak akan ketakutan & mengakibatkan menjadi pribadi yang penakut. Sementara, anak yang kecanduan gadget berakibat pada ketidakseimbangan emosional atau terganggu. Masa perkembangan anak, yaitu masa golden age usia 1-5 tahun adalah fase pendampingan orang tua yang utama. Dipaparkan lagi sebagai himbauan, “Jangan sampai ada bentakan dari orang tua terhadap anak, sebab akan menyakiti hati hingga berdampak ke kepribadian anak.” tandas Wahyu Utami.

Ditegaskan Amel jangan rampas hak anak & jangan ukir dengan bentakan maupun cacian. Lindungi anak dengan terus menasihati. Serta, jika menganggapnya susah, hadapi dengan cara islami secara religius, seperti membacakan Al-Qur’an & sholawat. “Pola asuh orang tua kepada anak akan membentuk kepribadiannya. Tirakat orang tua kepada anak melalui sholat akan berpengaruh kepada hatinya. Tirakat do’a orang tua kepada anaknya akan mempengaruhi akhlaknya, sekaligus tirakat orang tua dengan puasa untuk anaknya akan berdampak kepada kecerdasaan otaknya!” tutur Amel yang dikutip dari dawuh KH. Moh. Hasyim Syafaat.

Pesan yang sekaligus closing statement disampaikan Wahyu Utami, “Mari menjadi orang yang baik untuk anak-anak dengan mendengarkan aspirasi anak. Bukan melarang anak ini-itu, tetapi berdiskusilah terlebih dahulu dengan anak. Posisikan diri kita seperti anak masuk dalam zonanya.”

 

Penulis: Amalia Rosyadi, M.Med.Kom