Dinamika Pendidikan Tinggi NU

PTNU

Jombang – Dirjen Pendidikan Tinggi dan Ristek Republik Indonesia, Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris, M.sc mengungkapkan terdapat tiga persoalan mendasar pada pendidikan tinggi di Indonesia.

“Tiga hal itu adalah inequality of access atau ketimpangan akses pendidikan tinggi, inequality of quality atau ketimpangan dalam hal kualitas, serta kurangnya relevansi pendidikan tinggi (less relevance of higher education),” sebutnya dalam sarasehan yang dilaksanakan oleh Lembaga Pendidikan Tinggi NU (LPTNU) Jawa Timur di Universitas Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang, Sabtu (4/5/2024).

Pihaknya mengungkapkan bahwa pemerintah sedang mendorong peningkatan nilai angka partisipasi kasar (APK) perguruan tinggi sekaligus memperluas akses pendidikan tinggi yang berkualitas dalam mengatasi berbagai persoalan tersebut. Pemerintah sendiri menemukan suatu dilema saat melihat adanya 1,2 juta pengangguran terdidik berdasarkan data BPS tahun 2022. Selain itu, terjadi perubahan landscape dunia kerja bahwa ijazah dan gelar akademik tidak lagi menjadi jaminan untuk memperoleh pekerjaan.

“Dengan demikian, pemerintah melalui Kemendikbud Ristek secara serius dalam membenahi hal tersebut dengan meningkatkan kualitas pendidikan tinggi,” ungkapnya.

Prof. Abdul Haris juga mengatakan bahwa sejumlah perguruan tinggi terus didorong untuk meningkatkan peringkat perguruan tinggi global, serta meningkatkan kualitas lulusan yang siap pada profesi tertentu.

Namun, ia menyebut adanya hambatan yang mana salah satu faktornya yakni lambannya perguruan tinggi dalam beradaptasi dengan perubahan yang kini menjadi persoalan serius. Selain itu, faktor lainnya adalah munculnya model alternatif dalam pendidikan dan pelatihan yang berbasis digital karena bisa didapatkan secara fleksibel serta segi operasionalnya yang murah.

“Oleh sebab itu, Dirjen Dikti beranggapan partisipasi dari masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi tidak bisa dinafikkan,” kata dia. Ia menyebut, dari sekitar 9,8 juta mahasiswa Indonesia, hampir 5,1 juta mahasiswa kuliah di perguruan tinggi swasta.

Di sisi lain dalam kelembagaan LPTNU perlu dilakukan penataan ulang dalam peningkatan Pendidikan Tinggi yang unggul. Ada 4 pekerjaan rumah besar yang perlu di benahi dalam PTNU. Prof. Yazidi dalam paparan yang di dampingi oleh Dr. A. Jauhar Fuad menyatakan bahwa terminologi Pendidikan Tinggi NU bisa dilihat dari kelembagaan dan nilai perjuangan dengan syarat kesediaan sebagai PTNU dan penerimaan dari NU, unsur yayasan, mengajarkan nilai ke-NU-an, dan aset.

PTNU perlu membekali mahasiswa dengan penguatan akidah Aswaja, kemandirian melalui kewirausahaan, Artificial Intelligence (AI), dan scientific data. Ini mendjadi bekal bagai mahasiswa setelah lulus dari PTNU. Strategi dan program kegiatan yang mengurai disparitas perlu dilakukan LPTNU.

Peningkatan mutu kelembagaan perlu dilaksanakan agar menjadi PTNU unggul dengan berpegang pada input, proses, dan output. Pimpinan dan yayasan perlu memahami ke-empat hal tersebut dan perlu dilakukan secara berkesinambungan. Akreditasi Perguruan Tinggi bukanlah tujuan tetapi konsekuensi dari proses yang telah dijalani. Capaian akreditasi menjadi barometer dan tolak ukur untuk melakukan perbaikan, pembenahan dan perubahan untuk menjadi lebih baik.




Partisipasi UIT Lirboyo Kediri dalam Halal Bi Halal dan Sarasehan LPTNU Jatim

Sarasehan

Jombang – Pelaksanaan kegiatan Halal Bi Halal dan Sarasehan oleh Lembaga Pendidikan Tinggi Pengurus Wilayah NU (LPT-PWNU) Jawa Timur bertempat di Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jomban pada hari Sabtu (4/5/2024). Perwakilan Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri yang hadir dalam kesempatan tersebut yakni Dr. A. Jauhar Fuad, M.Pd. (Wakil Rektor II), Yasin Nurfalah, M.Pd.I (Wakil Rektor III) dan Edy Santoso. Kegiatan ini mengusung tema “Menuju PTNU Unggul” dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan tinggi yang berada dalam naungan LPTNU Jatim. Hal ini juga disampaikan langsung oleh Ketua LPTNU Jatim, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng.

“Narasi tema Menuju PTNU Unggul mungkin tidak akan berhenti di kegiatan Halal Bihalal dan Sarasehan di hari ini saja. Melainkan akan terus kita angkat menjadi tema bersama-sama kita semua. Itu membuktikan bahwa kita semua bertekad untuk mengelola PTNU dengan sungguh-sungguh, suatu saat dalam waktu yang tidak terlalu lama kita akan menjadi perguran tinggi yang terakreditasi unggul,” kata beliau dalam sambutannya.

Dengan semangat ini, LPTNU Jatim yakin bahwa perguran tinggi NU akan menjadi kebanggaan dan kepercayaan masyarakat. Pasalnya lembaga pendidikan tinggi yang ada di wilayah LPTNU Jatim sudah sampai di point of no return, yang mengharuskan untuk berkembang lebih baik lagi.

“Kita hanya punya satu pilihan, yaitu terus melangkah kedepan dan jangan sampai disibukkan dengan urusan internal dan urusan kontra-produktif semata. Semoga dengan kegiatan ini, semua lembaga yang kita kelola bisa menjadi perguruan tinggi yang unggul,” pesan beliau.

Hal ini juga diamini oleh Ketua Lembaga Perguruan Tinggi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LPT-PBNU), Prof. H. Ainun Na’im, Ph.D,. M.B.A yang mengikuti kegiatan secara virtual. Beliau menyampaikan, untuk menjadikan perguruan tinggi dengan kriteria unggul bukanlah suatu hal yang tidak bisa diraih.

“Mengapa? karena Indonesia saat ini masih mengalami pertumbuhan penduduk, bahkan kita masih menikmati bonus demografi. Artinya, penduduk dengan usia produktif lebih besar, dan mereka masih memerlukan layanan pendidikan tinggi. Dengan demikian, kita memerlukan sistem tata kelola yang baik untuk mencapai itu semua,” ungkapnya.

Guru Besar Akuntansi UGM ini juga mengatakan, perguruan tinggi di bawah LPTNU memiliki modal dalam menjawab tantangan global. Seperti kehadiran Artificial Intelligence (AI) yang dimungkinkan mengancam peran manusia.

“Manusia tetap diperlukan sebagai problem solver, sehingga eksistensi manusia tidak akan kalah dengan sistem yang diciptakannya. Dengan bermodalkan nilai-nilai yang ada di NU, kita bisa menjawab tantangan semacam itu. Bagaimana kita menjaga perdamaian, sikap mental yang telah ditanamkan dan kita dakwahkan kepada masyarakat,” imbuhnya.

Di kesempatan yang sama, Rektor Unwaha Jombang, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng. mengucapkan syukur dan terimakasihnya kepada seluruh peserta yang hadir. Khususnya kepada LPTNU Jatim yang telah memberikan kepercayaan kepada Unwaha Jombang sebagai tuan rumah Halal Bihalal LPTNU tahun ini.

“Atas nama pribadi dan lembaga, kami ucapkan banyak terimakasih dan mohon maaf sebesar-besarnya apabila terdapat fasilitas yang kurang memadai. Terlepas dari ini semua, kami juga ucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya Halal Bihalal dan Sarasehan LPTNU Jatim. Semoga Allah SWT meridai apa yang kita lakukan saat ini,” ungkap Rektor Unwaha Jombang tersebut.

Kegiatan dilanjutkan dengan sarasehan yang diisi oleh Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris, M.sc. (Dirjen Kemendikbud Ristek), Muhammad Aziz Hakim, M.H. (Kepala Subdirektorat Ketenagakerjaan Direktorat PTKI Kemenag RI), dan selanjutnya Prof. Dr. Slamet Wahyudi, ST., MT (Dewan Eksekutif BAN-PT).

Hadir dalam kegiatan tersebut Dr. Hj. Hizbiyah Rochim Wahab, M.A. (Ketua Umum YPTBU), Dr. H. Moh. Hasib Wahab (Ketua Pembina YPTBU), dan juga jajaran pengurus YPTBU serta seluruh pimpinan lembaga pendidikan tinggi di naungan LPTNU Jawa Timur.




Bersama Akademisi Thailand, UIT Lirboyo Sepakati Peningkatan Intercultural and Interreligious Cooperations dalam Meraih Reputasi Internasional

Head

Delegasi UIT Lirboyo Dr. Abbas Sofwan MF, SHI, LL.M Presentasi di Universitas Technologi Rajamanggala Krungthep Thailand tentang Etika Lingkungan berbasis Ajaran Islam.

RAJAMANGGALA UNIV Krungthep, 23 april 2024, Thailand sebagai sebuah negara yang bernama lokal Meuang Thai ini menerapan konstitusi Monarki dengan Kepala Negara seorang Raja dan Kepala Pemerintahannya seorang Perdana Menteri. Hampir 93,4% penduduk Thailand memeluk agama Budha, akan tetapi bukan berarti bahwa negara ini adalah negara agama yang tidak menerima pemeluk agama lain, faktanya dapat anda saksikan di Ibukota Thailand Bangkok ini terdapat beragam etnis dan agama, diantaranya Islam, Kristen dan Hindu, sehingga interaksi antara agama disini terjalin harmonis atas nama kemanusiaan, pernyataan tersebut disampaikan oleh Professor Yaoping LIU, The Director of The Robert H.  Ho Family Foundation, Professor in Buddist Studies Assistant Professor of Sociology Departement of Education and Society Rajamanggaa University of Technology Krungthep Institut of Science Innovation and Culture dalam acara dialog dengan para Rektor dan Direktur Progaram Pascasarjana yang tergabung dalam APAISI (Assosiasi Program Pascasarjana Swasta Islam Indonesia). Prof Liu mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan sambutannya tersebut setelah para Rektor dan Direktur Pascasarjana menyampaikan presentasi.

Jamuan Makan Siang Bersama Para Director of Institut of Science, Innovation and Culture Univ Rajamanggala Thailand.

Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri pada kesempatan tersebut mendelegasikan Dr. Abbas Sofwan yang memaparkan tentang Lirboyo sebagai sebuah lembaga pendidikan pesantren yang tertua di Indonesia mengajarkan tentang perhatian lingkungan yang dikenal dengan Fiqh Bi’ah (Fikih Ekologi), dalam mengimplementasikan ajaran agama Islam tentang lingkungan tersebut para santri yang utamanya adalah para sivitas akademika di UIT Lirboyo mendampingi masyarakat yang berada di lereng gunung vulkanik Kelud dengan beragam agama diantaranya Kristen, Islam dan Hindu. Hubungan harmonis antar agama yang disatukan dalam perhatian terhadap menjaga kelestarian wilayah lereng ini menjadi modal penting dalam menawarkan join reseach, pengabdian masyarakat dan dialog antar agama yang menjadi penerapan dari penandatangan nota kesepakatan antara kedua perguruan tinggi tersebut. Paparan tersebut disambut baik oleh para pimpinan dan dosen dari fakultas Science Innovation and Culture yang hadir pada acara tersebut, bahkan Professor Liu menyatakan ingin mempelajari ajaran agama Islam tentang perhatian lingkungan yang disampaikan oleh Direktur Program Pascasarjana UIT Lirboyo tersebut.

Bersama dengan Dr. Yaoping Liu, Professor in Buddist Studies Institut of Science Innovation and Culture Rajamanggala University of Technology Krungthep .

Pertemuan yang berlangsung hangat dan kekeluargaan tersebut berada di Fakultas Pendidikan dan Kemasyarakatan Universitas Rajamanggala yang merupakan salahsatu Perguruan Tinggi Negri di Thailand tersebut dihadiri oleh Dekan Fakutlas Mr. Chatcahi Rakhtin dan dimoderatori oleh Mrs. Ada Marie Gallego Mascarinas yang menjabat sebagai Assosiate Director fo Internasional Relations. Setelah presentasi dan dialog, acara dilanjutkan dengan penandantanganan MoU dengan UIT Lirboyo. Pada kesempatan yang sama delegasi UIT Lirboyo juga melakukkan dialog akademik dengan Mr. Chatchai Rakthin Associate Director of Academic Affair and QA Institut of Science, Innovation and Culture, membahas tentang peluang peluang kerjasama dalam bentuk seminar International maupun join research tentang Agama dan Budaya antar kedua negara.

Penandatanganan MoU dengan Dr. Prattan Srisuk Thai Global Bussines Administrative Technological College Bangkok.

Selain menjalin MoU dengan Universitas Negeri di Thailand delegai UIT Lirboyo juga berkesempatan untuk taken kontrak dengan perguruan tinggi swasta di Thailand, yaitu Thai Global Bussines AdministrativeTechnological College Samut Prakan. Acara yang dikemas dengan agenda International Collaboration and Discussion dengan tema “International Enterprenership Curriculum Developmet and Collaborative Activities” tersebut dibuka oleh Moderator dari Philiphines Dr. Marlon Rael Astillero Executive Director fo International Student Services memperkenalkan tentang TGBC yang merupakan perguruaan tinggi yang tidak hanya membekali mahasiswanya dangan pengetahuan tentang busnis saja, akan tetapi mewajibkan mahasiswanya untuk menempuh pendidikan budaya ASEAN selama 2semester sebelum materi utama, agar para mahasiswa memiliki modal berupa bahasa yang dituturkan oleh mayoritas masyarakat di Asia Tenggara khususnya, sepe. rti bahasa Indonesia, Melayu, filipina, Thailand dan Kamboja.

Dr. Prattan Srisuk Direktur TGBC menyampaikan bahwa lembaga ini berdiri sejak tiga tahun lalu dan telah berkolaborasi secara internasional dengan negara-negara di ASIA, khususnya China untuk teknologi dan bisnis, serta dengan negara-negara ASEAN untuk pertukaran mahasiswa, praktikum, dan intercultural traditions. UIT Lirboyo mendapat kesempatan untuk menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi ini khususnya dalam bidang pengembangan pembelajaran yang berbasis Artificial Intellegent dan juga untuk berkolaborasi dalam penguasaan budaya dan tradisi lokal masyarakat di wilayah Kediri. Dengan perkembangan alat komunikasi dan transportasi hari ini yang dibutuhkan oleh para santri dan para alumni pondok pesantren yang telah mengenal budaya lokal masing-masing adalah juga miningkatkan wawasan dan pengalaman untuk mengenali budaya-budaya masyarakat di Asi Tenggara, karena hari ini tidak harus mengedepankan Eropacentris atau American Style, justru jalinan kebudayaan yang berda di semenanjung Melayu dan Thailand ini jika dikuasai oleh mahasiswa maka akan membuka lebih lebar lagi kesempatan untuk bisnis dan kualitas akademik international.

Penyerahan Cendera Mata dari UIT Lirboyo kepada Mrs. Cyti Daniela Aruan, Education and Culture Attache Embassy of The Republic of Indonesia di Bangkok.

Peluang dan kerjasama antara U to U atau Universitas dengan Universitas di Thailand tersebut juga ditegaskan oleh Atdikbud Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bangkok Mrs. Cyti Daniela Aruan dalam sambutannya di ruang Education and Culture Attache The Embassy of The Republic of Indonesia Bangkok, menurutnya pondok pesantren seperti Lirboyo dan dalam hal ini tentunya Univesitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri memiliki kesempatan untuk bekerjasama dengan perguruan tinggi di thailand dalam bidang industri halal, pertanian dan wisata halal, karena masyarakat akademik di thailand juga sedang melebarkan sayapnya untuk dapat berkolaborasi dengan negara-negara yang penduduk mayoritasnya Muslim. Bu Daniela juga menegaskan bahwa saat ini seperti KRIRK University yang didirikan oleh Dr. Krirk Mangkhlaphrik pada tahun 1970, telah memiliki Kampus International Islamic College Bangkok (IICB) dan telah mengajukan proposal serta secara khusus menemui atase pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia di Bangkok untuk mendapatkan kesempatan menjalin hubungan kolaborasi Internasional dengan kampus kampus Islam di Indonesia, tentu ini merupakan kesempatan bagi mahasiswa di perguruan tinggi Islam Swasta di Indonesia untuk menjalin kerjasama dalam berbagai bidang akdemik. Perwakilan Republik Indonesia di Negeri Gajah Putih tersebut sangat terbuka dan siap membantu untuk menjadi mediator dalam hubungan dan kerjasama kolaboratif antar perguruan tinggi dalam rangka meraih reputasi Internasional.




UIT Lirboyo Raih 2 Penghargaan Sekaligus dari Kopertais Wilayah IV Surabaya

Penghargaan Jurnal

Surabaya – Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri meraih piagam penghargaan dari Kopertais Wilayah IV Surabaya sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) dalam kategori Jumlah Jurnal Terbanyak dan Jumlah Jurnal Terbanyak terakreditasi tingkat Universitas Islam. Penghargaan ini diserahkan langsung dalam acara Peningkatan Mutu Leadership Pimpinan PTKIS yang diadakan oleh Kopertais Wilayah IV Surabaya di Hotel Santika Premiere Gubeng Surabaya pada hari Sabtu – Ahad, 27 – 28 April 2024. Penghargaan ini sebagai bukti pengakuan atas pencapaian UIT Lirboyo dalam meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.

UIT Lirboyo hingga saat ini telah mengelola 14 jurnal dari berbagai disiplin keilmuan. Seluruh  jurnal tersebut dapat dengan mudah diakses (Online Jurnal System/OJS) karena telah ber ISSN, baik secara online maupun print out-nya. Penghargaan yang diraih dalam bidang jurnal ini menjadi bukti konkrit akan komitmen UIT Lirboyo dalam melahirkan nuansa akademik secara professional di bidang penelitian dan pengabdian. Dengan penghargaan ini pula, UIT Lirboyoo akan terus berupaya meningkatkan pelayanan jurnal secara profesional demi menjaga mutu dan kualitas. Terdapat 9 dari 14 jurnal yang terakreditasi sinta, baik sinta 2 sampai dengan sinta 5. Keempat belas jurnal tersebut terorganisir dalam rumah jurnal tribakti,  antara lain:

  1. Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi, Link: https://ejournal.uit-lirboyo.ac.id/index.php/psikologi, Scope: Psikologi Islam, Terbit: Juni & Desember, Akreditasi: Sinta 2, Editor in Chief: M. Arif Khoiruddin
  2. Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman, Link: https://ejournal.uit-lirboyo.ac.id/index.php/tribakti, Scope: Studi Islam, Terbit: Januari & July, Akreditasi: Sinta 3, Editor in Chief: Zaenal Arifin
  3. Indonesian Journal of Islamic Education Studies (IJIES), Link: https://ejournal.uit-lirboyo.ac.id/index.php/ijies, Scope: Pendidikan Islam, Terbit: Juni & Desember, Akreditasi: Sinta3, Editor in Chief: Edi Nurhidin
  4. Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman, Link: https://ejournal.uit-lirboyo.ac.id/index.php/intelektual, Scope: Pendidikan Islam, Terbit: April, Agustus, Desember., Akreditasi: Sinta 4, Editor in Chief: Badrus
  5. eL Bidayah: Journal of Islamic Elementary Education, Link: https://ejournal.uit-lirboyo.ac.id/index.php/pgmi, Scope: Pendidikan Dasar Islam, Terbit: Maret & September, Akreditasi: Sinta 5, Editor in Chief: Ahmad Khoirul Mustamir
  6. Legitima : Jurnal Hukum Keluarga Islam, Link: https://ejournal.uit-lirboyo.ac.id/index.php/as, Scope: Hukum Keluarga Islam, Terbit: Juli & Desember, Akreditasi: -, Editor in Chief: Amal Zainun Na’im,
  7. Jurnal Kopis: Kajian Penelitian dan Pemikiran Komunikasi Penyiaran Islam, Link: https://ejournal.uit-lirboyo.ac.id/index.php/kopis, Scope: Komunkasi dan Penyiaran Islam, Terbit: Februari & Agustus, Akreditasi: Sinta 5, Editor in Chief: Arina Rohmatul Hidayah
  8. Jurnal At-Tamwil: Kajian Ekonomi Syariah, Link: https://ejournal.uit-lirboyo.ac.id/index.php/perbankan, Scope: Ekonomi Syariah, Terbit: Maret & September, Akreditasi: Sinta 5, Editor in Chief: Sutantri
  9. Journal Ashil: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, Link: https://ejournal.uit-lirboyo.ac.id/index.php/piaud, Scope: Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Terbit: April & Oktober, Akreditasi: Sinta 4, Editor in Chief: Novida Aprilina Nisa Fitri
  10. Indonesian Journal of humanities and social scince, Link: https://ejournal.uit-lirboyo.ac.id/index.php/IJHSS, Scope: ilmu sosial dan humaniora, Terbit: Maret, Juli & November, Akreditasi: Sinta 4, Editor in Chief: Zaenal Arifin
  11. Bhakti: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, Link: https://ejournal.uit-lirboyo.ac.id/index.php/pkm, Scope: Pengabdian Kepada Masyarakat, Terbit: Juni & Desember, Akreditasi: -, Editor in Chief: Irmawan Jauhari
  12. Al-Karim: International Journal of Quranic and Islamic Studies, Link: https://ejournal.uit-lirboyo.ac.id/index.php/alkarim, Scope: Quranic and Hadith Studies, Akreditasi: non sinta, Editor in Chief: Mubaidi Sulaeman
  13. Noumerico: Journal of Technology in Mathematics Education, Link: https://ejournal.uit-lirboyo.ac.id/index.php/noumerico, Scope:Mathematics education, Akreditasi: non sinta, Editor In Chief: Muhammad Auza’i Aqib
  14. Dampar: Dirasat Asriyah Mutahadirah Pascasarjana , Link: https://ejournal.uit-lirboyo.ac.id/index.php/dampar, Scope:pendidikan Islam di madrasah, pesantren dan perguruan tinggi Islam, Akreditasi: non sinta, Editor in Chief: Marita Lailia Rahman

Dr. A. Jauhar Fuad, M.Pd. (Wakil Rektor II UIT Lirboyo) dengan bangga dan terharu memberikan apresiasi atas prestasi yang diraih institusinya. “Penghargaan ini merupakan hasil dari upaya seluruh civitas akademica dan pihak terkait dalam membangun budaya akademik yang berkualitas dan tentu penghargaan ini akan menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berbenah demi kepentingan masa depan dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang bermutu, berkualitas dan bermoral sehingga akan memberikan dampak positif di tengah-tengah kehidupan masyarakat.” paparnya.

Kedua penghargaan ini sekaligus sebagai motivasi yang tinggi bagi UIT Lirboyo untuk terus berinovasi dan berkolaborasi dalam menyediakan pendidikan berkualitas serta memberikan kontribusi yang berarti bagi masyarakat global. Harapannya melalui penghargaan ini akan menjadi inspirasi bagi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam lainnya untuk terus berbenah dalam meningkatkan peran dan dampaknya dalam dunia pendidikan dan masyarakat.




Ketua Pusat Studi Gender & Anak UIT Lirboyo Menjadi Narasumber Dialog Radio pada Hari Kartini

Narsum Hari Kartini

Kediri – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Amalia Rosyadi Putri, S.Kom.I, M.Med.Kom (Ketua Pusat Studi Gender dan Anak Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri) menjadi narasumber pada acara talkshow di Radio Panjalu FM Kediri dengan bertemakan “Kartini Masa Kini Jangan Lupa Kodrati”.

Acara talkshow yg dipandu oleh penyiar Anggi Esa ini terselenggara pada tanggal 26 April 2024 pukul 10.00 hingga 11.00 siang yang dibuka dengan sesi tanya jawab melalui telpon interaktif dan Whatsapp. Pada kesempatan ini pula Amalia Rosyadi menegaskan bahwa perempuan boleh memiliki karir dan bahkan harus menjadi produktif pada bidang keahliannya masing-masing. Kodrat Perempuan sendiri adalah hamil, melahirkan dan menyusui karena hal tersebut tidak bisa diwakilkan. Jangan sampai lalai kepada anak-anak karena kesibukan kerja. Apalagi anak yang masih pada fase ASI agar tidak terkena kasus stunting. Amel menekankan bahwa perempuan harus tahu posisi kapan sebagai ibu, istri maupun karyawan. Semua perlu adanya keseimbangan.

Ibu yang cerdas akan melahirkan anak yg cerdas pula. Ibu yang sehat akan melahirkan anak yang sehat pula. Ibu yang solehah akan melahirkan anak yang solehah juga. Jadi masa depan pembentukan karakter anak itu berasal dari ibu. Madrosatul ula anak adalah ibu. Mulai dari fase bisa duduk, merangkak, berjalan, hingga berbicara pun semuanya dari ibu. Maka terdidiklah sebelum mendidik.

Pusat Studi Gender & Anak UIT Lirboyo berkominten untuk bisa melakukan pendampingan kepada anak dengan melakukan workshop yang mengangkat tema seputar kesetaraan gender.