Partisipasi UIT Lirboyo pada Rapim PTKIS

Partisipasi UIT

Surabaya – Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri mengikuti Rapat Pimpinan PTKIS Kopertais Wilayah IV Surabaya yang bertempat di Hotel Santika Premiere Gubeng, Surabaya. UIT Lirboyo sendiri rutin menghadiri kegiatan tersebut. Rapim tahun ini diselenggarakan pada hari Sabtu – Minggu, 27 – 28 April 2024 dengan mengengkat tema “Peningkatan Mutu Leadership Pimpinan PTKIS Kopertais Wilayah IV”.

Kegiatan ini dihadiri oleh para pimpinan tingkat Universitas, Institut dan Sekolah Tinggi yang berasal dari sekitar 180 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS). Acara dibuka oleh Plt. Dirjen Pendis Kementerian Agama Republik Indonesia, Bapak Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag. Dalam sambutannya, Dirjen Pendis Kemenag menyampaikan terimakasih serta apresiasi setinggi-tingginya kepada PTKIS yang telah bersinergi membantu pemerintah dalam rangka mencerdaskan anak bangsa. PTKIS dinilai mampu secara mandiri menjalankan amanah negara untuk mengelola perguruan tinggi dengan baik.

Rapim ini juga dihadiri oleh Koordinator Kopertais Wilayah IV Surabaya yang sekaligus menjabat sebagai Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya, Bapak. Prof. Akh. Muzakki, M.Ag.; Grad.Dip.SEA., M.Phil., Ph.D. (Wakil Koordinator Kopertais Wilayah IV Surabaya); Dr. H. Ilhamullah Sumarkan, M.Ag. (Sekretaris Kopertais Wilayah IV Surabaya); Dr. H. Hasan Ubaidillah, S.H.I., M.Si.; serta para Tim Ahli dan Staf Kopertais.

Prof. Akh. Muzakki menyampaikan terima kasih kepada PTKIS yang telah berpartisipasi membantu pemerintah dalam meningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi (TI) yang secara nasional masih pada kisaran 31,45% pada tahun 2023. Pencapaian APK pendidikan tinggi di Indonesia terhitung masih jauh tertinggal dibandingkan sejumlah negara tetangga. APK pendidikan tinggi di Singapura mencapai 91%, Thailand 49%, dan Malaysia 43%. Capaian APK Indonesia sendiri masih belum memenuhi angka target APK nasional yakni 34%.

Pada kesempatan yang sama Prof. Rokhmad menyampaikan bahwa PTKIS turut serta mengakomodir lulusan pesantren agar mampu mengenyam pendidikan tingkat perguruan tinggi. Pada UU pesantren nomor 19 tahun 2019 tertulis adanya kategori pendidikan di pesantren yakni sistem Pendidikan Muadalah dan sisitem Pendidikan Diniyah Formal (PDF) yang statusnya setara dengan pendidikan di sekolah dan madrasah.

Dr. A. Jauhar Fuad, M.Pd. (Wakil Rektor II UIT Lirboyo) yang turut hadir pun mengapresiasi kegiatan Rapat Pimpinan tersebut mengingat kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pembinaan yang dilakukan oleh Kopertais kepada PTKIS sekaligus sebagai momen penyampaian laporan pertanggungjawaban Forum Pimpinan (Forpim) kepada Kopertais Wilayah IV Surabaya

Pada acara rapim Dr. Fuad menyampaikan usulan kepada kopertais terkait inpassing/penyesuaian gaji dosen sertifikasi berdasarkan pada Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2024 Tentang Peyesuaian Gaji Pokok. Dengan adanya perubahan ini sedikit banyak dapat menjadi motivasi untuk meningkatkan kinerja dan profesionalitas dosen. Aturan ini sendiri sudah diimplementasikan pada sejumlah instansi maupun lembaga lain.

Melalui acara ini Kopertais Wilayah IV Surabaya menegaskan kembali komitmen untuk terus memberikan pelayanan, pendampingan dan pembinaan kepada seluruh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) se-Jawa Timur.




Di Malaysia UIT Lirboyo Reorientasikan Jejaring Intelektual Fikih Ulama Melayu-Nusantara

#KLCC Park 23 April 2024, Penguatan jejaring perguruan tinggi antar bangsa dewasa ini menjadi sebuah tuntutan yang tidak bisa tidak dilakukan. Tuntutan tersebut  tidak hanya berlaku bagi perguruan tinggi negeri, akan tetapi juga berlaku juga untuk perguruan tinggi swasta yang berlatar belakang pesantren seperti Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri, bentuk penguatan akademik tersebut berupa kerjasama yang berupa implementasi strategis mulai dari transfer kredit, in bound mobility, outbound mobility. Journal publication, internationa class, joint research, double degree dan international conference.  Pada tahun ini UIT Lirboyo merealisasikan peningkatkan semangat penguatan jaringan perguruan tinggi antar bangsa dengan mengadakan berbagai seminar internasional dan jont research, selain itu juga mengirim delegasi untuk melakukan implementasi kesepakatan kerjasama, diatara yang telah dilakuan adalah pengiriman delegasi ke Malaysia. Delegasi UIT Lirboyo pada kesempatan ini adalah direktur Program Pascasarjana yaitu Dr. Abbas Sofwan yang melakukan lawatan ke beberapa instansi swasta dan pemerintah di negara tersebut bersama dengan para Rektor dan Direktur Perguruan Tinggi Swasta Islam yang tergabung dalam APAISI (Asosiasi Pascasarjana Swasta Islam Indonesia) diantaranya UNISMA, UNU Nusa Tenggara. Universitas Al- Amin Prenduan, Universitas Islam Jakarta, Universitas al-Qalam Malang, Institut Agama Islam Ibrahimi Banyuwangi dan INSTIKA Guluk-Guluk Madura.

Penyerahan Cinderamata kepada Prof. Dr. Muhammad Firdaus, SP, Msi,

Kunjungan yang berlangsung selama dua hari tersebut telah mendapat restu dari Kedutaan Republik Indonesia di Kuala Lumpur, dimana para pimpinan perguruan tinggi tersebut mendapat sambutan dari Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) Prof. Dr. Muhammad Firdaus, SP, Msi, yang juga merupakan alumnus dari salah satu perguruan tinggi di Malayasia, dalam sambutanna Prof. Firdaus menyatakan bahwa era ini peluang menjalin kerjasama dan kegiantan akademik internasional sudah menjadi kebutuhan seluruh perguruan tinggi, bahan interculture memerlukan mesin penggerak diantaranya adalah para civitas akademika perguruan tinggi, untuk itu Kedutaan Besar sebagain penjang tangan dari pemerintah Indonesia akan selalu mendukung sepenuhnya semua kegiatan akademik tersebut.

Kerjasama bersama Dra.Hj. Mimin Mintarsih selaku Ketua PCINU Muslimat Cabang Malaysia

Pada lawatan di Negara Jiran tersebut Direktur Pascasarjana UIT Lirboyo berkesempatan mengunjungi salah satu pesantren yang diasuh oleh Ustadz Rizal bin Jami;an Al-Hafidz sebagai Setia Usaha Agong Pertubuhan Nahdlatul Ulam Kuala Lumpur- Selangor, yang merupakan warga pribumi Malaysia. Pesantren yang berdiri sejak 2019 tersebut hingga saat ini telah dihuni oleh sekitar 52 santri putran dan putri yang sebagian besar adalah putra dan putri tenaga kerja asing di Malaysia. Pesantren tersebut telah diresmikan salah-satunya oleh ketua PNUKS (Pertubuhan Nahdhatul Ulama Kuala Lumpur Malaysia-Selangor) yang merupakan sebuah organisasi Islam yang telah diakui oleh Kerajaan Malaysia sebagai payung hukum atas segala aktifitas yang diadakan oleh PCINU Malaysia. Warisan pendidikan Islam yang terus senantiasa abadi dan lestari di negara-negara Islam hingga saat ini adalah pesantren, begitu juga dengan keberadaan pesantren al-Nahdhoh yang berkomitmen untuk mendidik putra putri muslim menjadi generasi yang menjadi penegak ajaran Agama Islam di masa depan.

Dr. Abbas Sofwan menyampaikan motivasi kepada para santri pesantren Al Nahdhoh Selangor Malaysia

Memorandum of Understanding antara Pesantren al-Nahdoh dengan UIT Lirboyo menyepakati untuk melakukan Pengabdian Masyarakat antar dua negara dan pengiriman pelajar, hal ini diakui oleh Ustadz Khoirul Umam salah satu pengurus senior di pesantren al-Nahdhoh bahwa Lirboyo selain dikenal sebagai pesantren tertua di Nusantara juga merupakan pesantren yang dikenal dengan Ilmu Fiqih, untuk itu para pengelola pesantren tersebut berkeinginan kuat untuk mengirimkan para santrinya meningkatkan wawasan khazanah keilmuan Islam yang sangat adaptif dengan perubahan zaman tersebut. Selain untuk medapatkan barokah ketersambungan sanad keilmuan dari para masyayikh di Lirboyo, Pesantren al-Nahdhoh juga sangat berharap bahwa para civitas akademika UIT Lirboyo yang tentu merupakan bagian dari Persantren Liboyo agar melakukan pengabdian dalam rentang waktu yang cukup memadai dalam membentuk dan membangun keilmuan santri yang dapat direalisasikan dalam bentuk pengabdian masyarakat.

Prof. Azam Ministry of Higher Education Malay

Setelah berpamitan dengan para pengurus pesantren al-Nahdhoh, delegasi UIT Lirboyo menuju ke Wilayah Putrajaya yang merupakan pusat admistrasi Malaysia yang menggantikan Kuala Lumpur untuk melakukan pertemuan di Ministry of Hinger Education of Malaysia. Professor Dr. H. Datto Shushilil Azam Bin Shuib yang merupakan Direktur Pendidikan Tinggi Negara Malaysia menyatakan bahwa kesempatan untuk kerjasama antara Indonesia dan Malaysia adalah sebuah keniscayaan kodrati karena antara kedua negara tersebut memiliki hubungan sejarah, ras, bahasa dan bahkan kekeluargaan yang tidak dapat dipisahkan, karena sejak lama para generasi muda Malaysia menjadi santri di pesantren-pesantren terkemuka di Indonesia, untuk itu dengan terbukanya semangat penguatan kerjasama antar dua negara tersebut, Prof Azam berharap besar agar Pesantren Lirboyo memberikan kesempatan lebih besar lagi kepada bumi putra Malayasia untuk menimba ilmu dan nyantri.

UIT Lirboyo dalam mewujudkan misi meraih dimensi global pada lawatan ini berkesempatan untuk melakukan presentasi dan join dalam bentuk book chapter dengan Universitas Kebangsaan Malaysia yang menempati posisi ke-tiga dalam QS Word tahun 2024. Di ruang pertemuan Fakultas Studi Islam Dr. Abbas Sofwan bersama dengan para delegasi dari APAISI memberikan sumbang ide peluang untuk menjalin Joint Research dalam mengungkap sejarah dan genealogi Fikih Mazhab Syafi’i di semenanjung Malaya yang merupakan bagian dari Nusantara di Abad 17-18, karena genealogi keilmuan khususnya fiqih mazhab Syafi’I memperlihatkan adanya persinggungan yang memiliki keserupaaan bahan keserasian yang menarik untuk dijadikan focus kajian, disisi lain khazanah tersebut akan menjadi rujukan dalam menganalisa corak dan elastisitas ijtihad para ulama terdahulu dalam beradaptasi dengan kondisi socio cultural masyarakat Nusantara, agar para peneliti abad ini dapat mengambil point point penting sebagai tolok ukur mengembangkan ijtihad modern tentang moderasi Islam. Selain itu penelusuran genealogi ulama semenanjung melayu dan nusantara akan lebih menemukan keontentikan data jika dikaji oleh penduduk aslinya sebagai ­participant as observer.  Dinamika wacana inteletktual Fikih di Dunia Melayu-Nusantara tentang jaringan ulama mempunyai pengaruh dan dampak yang signifikan.




Apresiasi LSP Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Apresiasi

Kediri – Pada 2 April 2024 Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Tribakti Lirboyo Kediri mendapatkan undangan apresiasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) melalui zoom meeting. Hal ini menjadi salah satu bagian dari sejumlah proses lain yang perlu ditempuh dengan tujuan akhir yakni lisensi LSP P1 UIT Lirboyo Kediri oleh BNSP. Kegiatan ini dihadiri oleh Dr. KH. Reza Ahmad Zahid, Lc. MA (Rektor UIT Lirboyo Kediri), Dr. A. Jauhar Fuad, M.Pd. (Dewan Pengarah), Dr. Ahmad Fauzi, M.H.I (Direktur LSP), Dr. Didik Andriawan , M.ThI. (Ketua Komite Skema Kompetensi), Amar Kukuh Wicaksono (Manajer Sertifikasi), Amalia Nurul M.Pd.I. (Manajer Penjaminan Mutu), Dwita Nurlita (Manajer Administrasi dan Keuangan) dan Muslimin, M.Pd.I. (Kepala Tempat Uji Kompetensi), serta dari pihak BNSP yakni Prof. Dr. Amilin, MA., dan Dr. Muhammad Nur Hayid, M.A (komisioner), Mulyanto (komisioner lisensi).

Rektor berharap melalui kegiatan Apresiasi ini BNSP juga memastikan bahwa LSP-P1 UIT Lirboyo Kediri telah memahami esensi sertifikasi, adanya rencana skema, pemetaan calon asesi dan memperoleh dukungan dari pemangku kepentingan. Harapannya dengan terlisensinya LSP-P1 UIT Lirboyo Kediri maka jumlah mahasiswa yang dinyatakan kompeten dalam pelaksanaan sertifikasi kompetensi akan semakin meningkat. Tidak hanya itu, kedepannya pemeliharaan sertifikat bagi asesor mampu berkembang serta adanya penambahan skema sertifikasi.

Dr. A. Jauhar Fuad, M.Pd. menegaskan lulusan universitas harus berkompetensi di bidang yang terstandar oleh lembaga negara sehingga kompetensi yang dimiliki mahasiswa dapat diakui oleh semua lapisan masyarakat Indonesia. LSP sendiri menjadi suatu indikator bahwa lembaga universitas memiliki kemampuan untuk berkompetisi melalui mahasiswa dan lulusannya yang memiliki daya saing dengan lembaga lain.




UIT Lirboyo Kirim Delegasi Dosen ke PKM Internasional di Korsel

WhatsApp Image 2024 04 26 at 14.53.46 c4b6ae17

Busan, Korea Selatan – Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri (14/03/2024) mengirimkan perwakilan delegasi untuk program pengabdian masyarakat internasional di Korea Selatan. Perwakilan yang diutus yakni Dr. H. Ahmad Fauzi, Lc, M.H.I (dekan Fakultas Syari’ah dan Ekonomi) dan Dr. H. Abdullah Haq Al Haidary, BS, M.Ag (Kepala lembaga bahasa dan hubungan Internasional). Program berupa safari Ramadhan ini sebagai tindak lanjut kerjasama yang sudah dijalin kampus UIT Lirboyo bersama Korean Muslim Federation sejak tahun 2023 lalu.

Setibanya di Busan, delegasi UIT Lirboyo disambut oleh Noh Seak, ketua KMF cabang Busan beserta sejumlah pengurus KMF dan perwakilan dari Masjid Al Fattah Dusil Busan. Noh Seak menyampaikan apresiasi atas kehadiran delegasi UIT  dan berharap kegiatan kerja sama ini bisa terus berlanjut kedepannya. Dr. Haidary sebagai perwakilan delegasi juga menyampaikan terima kasih serta salam dari Masyayikh dan Pimpinan UIT Lirboyo.

Penempatan yang diberikan kepada delegasi yakni Dr. A. H. Haidary, BS, M. Ag, di Masjid Hidayatullah Jangnim, Busan dan Dr. Ahmad Fauzi, Lc, M.H.I di Masjid Sunan Kalijaga Sasang, Busan. Beragam kegiatan dilaksanakan dengan antusias oleh para jama’ah, mulai dari kegiatan pengajian hingga rutinitas ibadah untuk memaksimalkan momentum bulan suci Ramadhan. Jama’ah yang ikut serta berasal dari berbagai negara, seperti Uzbekistan, Korea, Bangladesh, hingga Pakistan. Mayoritas jama’ah dan pengurus masjid sendiri merupakan rekan-rekan dari Indonesia. Penyampaian pengajian pun disampaikan dengan menggunakan dua bahasa, yakni Inggris dan Indonesia, agar seluruh jama’ah mampu memahami esensi pesan yang disampaikan.

Selain itu, Dr. A. H. Haidary juga ditunjuk sebagai narasumber dalam sebuah diskusi ilmiah yang diadakan oleh perkumpulan Mahasiswa Indonesia di Busan Korea Selatan. Acara ini bertajuk “Menghidupkan Al Qur’an di Bulan Penuh Berkah” yang bertempat di Masjid Bahrul Hidayah Nampo-dong. Kegiatan ini diikuti peserta dengan antusias dan khidmat.

Tidak hanya itu, sejumlah kegiatan skala besar juga hadir, termasuk acara peringatan Nuzulul Qur’an yang diinisiasi oleh KMF berserta Mitra Pumita sebagai penyelenggara. Kegiatan ini diisi berbagai agenda diantaranya lomba MHQ (Musabaqoh Hifdzil Qur’an) yang diikuti oleh sejumlah delegasi Masjid di Busan serta perwakilan dari berbagai negara. Kegiatan ini menjadi momentum untuk merekatkan ukhuwah di antara ummat Islam yang ada di Busan, Korea Selatan. Pada kegiatan ini pula, Dr. Ahmad Fauzi ditunjuk menjadi Narasumber dalam kuliah umum  Keislaman dan Dr. A. H. Haidary diutus menjadi juri dalam lomba Nuzulul Qur’an.

Kegiatan Safari Ramadhan dan pengabdian masyarakat internasional ini berlangsung selama 30 haro selama bulan Ramadhan hingga awal bulan Syawal. Tepat pada 11 April 2024 delegasi UIT Lirboyo meninggalkan Korea Selatan dan dilepas oleh jama’ah masjid beserta perwakilan dari KMF.




Merajut Kualitas Internasional UIT Lirboyo Jalin Kerjasama dengan Sejumlah Universitas di Malaysia dan Thailand

WhatsApp Image 2024 04 25 at 14.48.07 7202c72f

SvarnabhumiInternationalAirport 25/4/2024. 
Misi peningkatan kerjasama internasioanal UIT LIRBOYO pada tahun ini semakin menunjukkan arah positif yang meningkat dan signifikan, hal tersebut dibuktikan dengan penandatangan kontrak kerjasama dalam berbagai bidang keakademikan, penelitian dan pengabdian masyarakat dengan beberapa kampus berkualiatas internasional di asia tenggara.

Delegasi UIT LIRBOYO yaitu Dr. Abbas Sofwan sekaligus Direktur Program Pascasarjana, yang juga didampingi oleh Dr. Hamam Syamusri, MPd dalam lawatannya ke Malaysia dan Thailand pada  22- 24 April 2024 telah melakukan berbagai kegiatan Kolaborasi Internasional dengan beberapa lembaga pendidikan, NGO, dan kampus  yang berada di Kuala Lumpur, Selangor dan Bangkok.

Bersama dengan rombongan para rektor dan direktur Pascasarjana yang tergabung dalam (APAISI) Assosiasi Pascasarjana Islam Swasta Indonesia Dr. Abbas Sofwan MF, LL.M di Negeri Jiran Malaysia telah melakukan kunjungan dan presentasi diantaranya ke Ministry of Higher Education of Malaysia, The Embassy of Republic Indonesia Kuala Lumpur, Pesantren di Selangor, Kantor dan Sanggar Sekolah Indonesia  Muslimat Nahdhatul Ulama Malaysia dan _Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM).

Penyerahan cinderamata kepada Dean Faculty of Islamic Studies University Kebangsaan Malaysia Prof. Abdul Ghafar Don.

Kunjungan ke sejumlah negara ASEAN berlanjut hingga Rabu. Pada hari itu Delegasi UIT Lirboyo bersama dengan sejumlah direktur dan rektor memulai lawatan silaturahmi akademik mereka dengan mengunjungi Kantor Perwakilan Negara Indonesia yang berada di Bangkok. Dalam kesempatan tersebut pertemuan diwakili oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bangkok. Usai pertemuan yang menggagas mekanisme peningkatan teknis dan potensi kerjasama dengan Perguruan Tinggi dan Mitra di Negeri Gajah Putih sesuai bidang keilmuan masing-masing, rombongan berkesempatan mengunjungi Sekolah Indonesia Bangkok.

Pertemuan sejumalah Direktur Pascasarjana Universitas di Indonesia dengan Prof Azam, Vice Ministry Higher Education of Malaysia.

Presentasi ilmiah dan kerjasama dengan perguruan tinggi tentu menjadi agenda utama  untuk itu selepas dari KBRI Bangkok, para delegasi berkesempatan untuk kerjasama dengan sebuah Universitas Negeri yang dimiliki oleh Kerajaan Thailand yaitu Rajamanggala University of Technology Institut of Science and Innovation , kesepekan kolaborasi akademik pada hari yang sama juga terjalin dengan Thai Global Bussiness Administration and Technological Collage yang berada di Srinagarindra Samut Prakan Thailand.