Dosen UIT Lirboyo Kediri Menjadi Narasumber Bedah Buku Bersama LP2M UIN Satu Tulungagung

WhatsApp Image 2024 03 21 at 13.37.43 74c28b10

Dosen Universitas Islam Tribakti, Edi Nurhidin, M.Pd.I pada tanggal 20 Maret 2024 menjadi salah satu pembedah buku bersama Prof. Dr. Abad Badruzzaman, dalam acara Pesan Ukhuwah dari Najaf hingga Karbala yang diadakan oleh LP2M UIN Tulung Agung. Buku yang menjadi pembahasan adalah Buku Lelaki Sunni di Kota Syi’ah karya Iqbal Aji Daryono.

Buku yang berisi spirit moderasi beragama ini menjadi penyemangat tersendiri bagi Edi Nurhidin untuk menjadi pembedah. Dosen yang juga Editor In Chief Journal Indonesian diantaranya Journal of Islamic Education Studies (IJIES)  dan jurnal INTELEKTUAL  UIT Lirboyo Kediri ini memang memiliki keahlian dalam bidang studi pemikiran dan filsafat keislaman. Selain itu, Edi Nurhidin juga dua kali meraih hibah litapdimas Kemenag RI tahun 2021 dan 2023.

Dalam pemaparannya, Edi menyampaikan sikap-sikap tasamuh, tawazun, dan I’tidal seharusnya ada dalam diri umat Islam Indonesia. Tetapi sikap-sikap itu haruslah sikap yang benar-benar moderat dan menghormati orang lain, bukan sikap yang membadi buta.

Buku ini mengkisahkan kehidupan Muslim Syiah menggelar Ziarah Arbain dari seluruh penjuru dunia para penziarah. Ziarah akbar ini memperingati ke-40 atas wafatnya sayyidina Husain r.a. Dari kondisi lain, Syiah mengalami derasnya polemik-polemik ekstrem seperti kawin kontrak, menabikan Sayyidina Ali bin Abi Thalib sampai tuduhan murtad paling viral di zaman tersebut.

Untuk menjawab problematika yang meresahkan bagi populis muslim khususnya, Penulis Iqbal Aji Daryono menyusuri kota Karbala selama 9 tahun untuk menjawab teka-teki yang ganjal dalam hatinya dan melihat kehidupan social masyarakat Syi’ah secara lansung untuk menjawab peroalan tersebut. Kisah ini mnjadi motivasi kita semua untuk menghormati semua kalangan dengan mengesampingkan sifat fanatisme terlebih dahulu.




UIT Lirboyo Adakan Webinar Internasional “Komparasi Tradisi Intelektual” dengan PCINU Pakistan, Mesir dan Turki

WhatsApp Image 2024 03 04 at 11.15.01 0ff60bfc

Kediri – Universitas Tribakti Lirboyo Kediri mengadakan Webinar Internasional pada hari Sabtu, 24 Februari 2024 bekerjasama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa UIT Lirboyo beserta PCINU Pakistan, Mesir dan Turki. Acara ini mengangkat tema “Comparative Intelectual Tradition between Pakistan, Turki dan Egypt” dengan beberapa narasumber yakni Ketua PCINU Mesir KH. Faiz Hussaini, Lc., M.A., Ketua Tanfidziyah PCINU Pakistan Tata Aunyrohman, dan Ketua Tanfidziyah PCINU Turki Moh. Munirudin, BA.

Acara dibuka langsung oleh Rektor UIT Lirboyo Kediri Dr. KH. Reza Ahmad Zahid, Lc., M.A. yang sekaligus memaparkan materi tentang genealogi intelektualisme di Pesantren. Selain itu beliau juga mengapresiasi acara webinar ini, mengingat pada era sekarang akademisi perlu menggugah kembali tradisi keilmuan klasik khususnya turots serta kebutuhan pengembangan dan penyesuaian seiring dengan perkembangan sains dan teknologi. Beliau mengharapkan webinar internasional ini mampu meningkatkan kekuatan intelektual mahasiswa dan civitas akademika serta memperluas jaringan kampus Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri.

Acara webinar ini sendiri di moderator oleh Kepala Lembaga Bahasa dan Hubungan Internasional UIT Lirboyo Dr. Abdullah Haq Al Haidary,. BS., M.Ag. Kemudian dilanjutkan pemaparan dari PCINU Pakistan, Tata Aunyrohman yang menjelaskan historiografi intelektual di Pakistan dan mapping pemikiran modern yang dipelopori oleh gerakan Aligarh dan Tradisional yang dijalankan oleh Madzhab Deoband.

Selanjutnya acara dilanjutkan dengan pemaparan oleh Moh. Munirudin, BA. dari PCINU Turki yang menjelaskan bahwa Turki sebagai pusat dari dua Peradaban yaitu Barat dan Timur memiliki tradisi keilmuan yang menarik. Secara historis bekas wilayah ke-Khalifahan Ustmany ini memiliki ideologi negara yang menjadi landasan tradisi Intelektualitasnya. Terdapat beberapa lembaga formal maupun non-formal yang mana semuanya masih di bawah naungan Negara.

Pemaparan terakhir disampaikan oleh KH. Faiz Hussaini, Lc., M.A dari PCINU Mesir. Beliau menjelaskan bahwa Mesir memiliki pusat keilmuan Islam yang berkiblat kepada Universitas Al Azhar dan dalam hal ini Universitas Al-Azhar memiliki tradisi keilmuan kuat yang di wariskan secara turun temurun. Di antaranya mereka memiliki Jami’ dan Jami’ah. Jami’ adalah tradisi keilmuan yang berlangsung sejak lama di Masjid Jami’ Al Azhar. Di setiap ruwaq (tiang) ada masyayikh yang duduk dan pelajar bisa memilih ber mulazamah untuk berbagai displin ilmu yang diinginkan. Kemudian ada juga Jami’ah yang merepresentasikan kampus secara formal. Selain itu juga terdapat tradisi Ihya’ Turost yang menjadikan tradisi literasi terus berjalan.

Pada akhir acara disampaikan bahwa Universitas Islam Tribakti telah melakukan kerjasama atau penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama PCINU Turki, Pakistan dan Mesir guna memperkuat jaringan di kancah Internasional. Acara ditutup dengan do’a yang di bacakan oleh wakil rektor 1 yakni Dr. Badrus, M.Pd.




UIT Lirboyo Kediri Ikut Andil EXPO Pendidikan Event AICIS 23 Di UIN Walisongo Semarang

Aicis

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Prof Muhammad Ali Ramdhani yang membuka kegiatan itu menyebut kegiatan pameran (expo) sebagai wahana bagi perguruan tinggi keagamaan termasuk ekosistemnya untuk menunjukkan karya-karya dan capaian perguruan tinggi.

Semarang_Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) ke -23 diselenggarkan oleh UIN Walisongo Semarang. Acara AICIS tahun ini memberikan warna yang berbeda dengan adanya Expo Pendidikan dan Expo Halal Festival. Expo ini dibuka oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam Prof.Dr. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag, didampingi oleh Plt. Rektor selaku Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Prof.Dr. Nizar, M.Ag yang diikuti 100 peserta dari perwakilan PTKIN, PTKIS dalam Negeri dan Perguruan Tinggi Malasyia, Media Pers dan Peserta AICIS di gedung Kiai Zubair, Plenetarium UIN Walisongo.

 

Agenda ini berlangsung pada 1-3 Februari 2024. Tidak membuang waktu, Universitas Islam Tribakti Lirboyo mengambil moment penting ini untuk mempromosikan kampus UIT Lirboyo Kediri yang bersinergi dengan Pesantren kepada calon MABA tahun 2024 mendatang yang berkunjung pada expo tersebut. Pembukaan expo ditandai dengan tabuh gong oleh Prof Ali Ramdhani dengan sambutannya.

Kegiatan ini juga sekaligus mengajak masyarakat untuk memberikan masukan terhadap aktivitas perguruan tinggi,” serta membangun sebuah fasilitas berupa munculnya banyak kolaborasi-kolaborasi baru. tutur Prof Ramdhani.

Promosi kampus dengan mengenalkan program pendidikan perguruan tinggi UIT Lirboyo kepa pengunjung

Kemudian dari TIM UIT sendiri menghadiri acara besar ini yaitu menghadiri undangan pembukaan AICIS dan mengikuti Expo Pendidikan dengan harapan besar yaitu melambungkan nama Kampus UIT Lirboyo Kediri dari berbagai penjuru Nusantara sehingga memikat para calon MABA bergabung di kampus tercinta ini.




Pimpinan UIT Lirboyo Kediri menjadi salah Satu Narasumber dalam Pembinaan Kelembagaan Perguruan Tinggi Islam Swasta se-Indonesia

P3

Bogor – Kementerian Agama melalui Subdirektorat Kelembagaan dan Kerja Sama melaksanakan pembinaan kelembagaan pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) se-Indonesia pada 15-17 Desember 2023 bertempat di Savero Hotel Styles. Peserta yang hadir sebanyak 40 Perguruan Tinggi yang telah melakukan perubahan bentuk, yakni yang dari sekolah tinggi menjadi institut, dan dari institut menjadi universitas. Pada kesempatan ini Dr. A. Rafiq Zainul Mun’im, S.Th.I., M.Fil.I (Analis Kebijakan Ahli Muda pada Seksi Bina Kelembagaan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta Subdirektorat Kelembagaan dan Kerja Sama) menyampaikan bahwa pembinaan tersebut dalam rangka berbagi informasi dan pengetahuan antara pimpinan perguruan tinggi dengan mendeskripsikan distingsi masing-masing kampus.

Distingsi PTKIS dibagi menjadi 4 keunggulan. Pertama yakni kampus digital, yang mana Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon dan Institut Darul Qur’an Jakarta dijadikan sebagai model. Kedua yakni kampus entrepreneur, dengan model yaitu Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda’wah Pasuruan dan Institut Agama Islam Al Qolam Malang. Ketiga yakni kampus dengan jurnal Scopus/publikasi terbaik, yang mana Universitas Ma’arif Lampung dan Universitas Pesantren KH. Abdul Chalim Pacet Mojokerto dijadikan sebagai model. Keempat yakni kampus dengan distingsi kajian kitab kuning, dengan model yaitu Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri dan Universitas Kiai Abdullah Faqih Gresik. Pimpinan dari masing-masing perguruan tinggi menjadi narasumber dalam kegiatan pembinaan tersebut. Disampaikan oleh Dr. Rofik agar kampus lain dapat mengambil manfaat dengan menjadikan contoh yang setara dari sisi kelembagaan dan kultur. Dengan demikan setiap perguruan tinggi dapat mengembangkan keunggulan tersebut.

Dr. A. Jauhar Fuad melakukan pemaparan

Pada kesempatan itu pula, Dr. A. Jauhar Fuad menyampaikan bahwa Tribakti memiliki jargon “UIT Lirboyo dari pesantren untuk bangsa”. Ia banyak menjelaskan kondisi dari mahasiswa Tribaksi serta berbagai cara belajar di pesantren dalam pendalaman kitab kuning, antara lain melalui pembelajaran secara sorogan dan bandongan; musyawarah; wajib belakar; lalaran nadzom; serta kegiatan bahtsul masail. Proses belajar kitab kuning di pesantren Lirboyo juga dapat dilihat dalam berbagai teori belajar. Ia menjelaskan dalam mempelajari kitab kuning digunakan pula teori konstruktivistik, teori behaviorisme, teori humanisme dan teori konitifisme. Mahasiswa belajar dengan berbagai prespektif teori dan memberikan penguatan dalam semua aspek. Dengan cara belajar seperti itu kemampuan santri dapat berkembang secara maksimal.

Pada kesempatan yang sama, Dr. Thobib Al Asyhar, S.Ag, M.Si. (Kepala Subdirektorat Kelembagaan dan Kerja Sama Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam) menyampaikan terkait minimnya PTKIN yang terakreditasi unggul apalagi PTKIS dengan akreditasi unggul. Ia berharap di masa yang akan datang akan ada PTKIS yang terakreditasi unggul, dengan menunjukkan buku baru berjudul “Buku Pintar Merawat Mutu Menuju Kampus Unggul” yang bisa dijadikan referensi dalam melakukan berbagai pembenahan kelembagaan. Dr Thobib menjelaskan bahwa di dalam buku tersebut terdapat semua kiat lengkap menjadi kampus unggul dengan 99 ikhtiar tata Kelola perguruan Tinggi. Pengembangan kampus dilakukan dengan cara penguatan SDM, penataan kelembagaan dengan melakukan merger perguruan tinggi, melakukan self assessment agar kemudian pimpinan dapat mengetahui tentang ketercapaian kegiatan dan kerja yang sudah dilakukan.




UIT Lirboyo Kediri Terlibat dalam Rapat Koordinasi Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Islam Swasta

F1

Sidoarjo – Rapat Koordinasi Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) diselenggarakan pada 6-7 Desember 2023 bertempat di Halogen Hotel, Sidoarjo. Acara ini dihadiri oleh 32 pengurus. Hadir dari Koordinatoriat Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (Kopertais) yakni Prof. Akh. Muzakky (Koordinator), Dr. Ubaidalah (Sekretaris), Dr. Sumarkan (Wakor), Tim Ahli Kopertais yakni  Dr. Arif Mansyuri, Dr. Sri Warjiati, Ahmad Fauzi, M.Pd.

Prof. Zakky dalam arahannya menyampaikan terkait pengelolaan perguruan tinggi yang semakin lama semakin sulit dikarenakan banyak munculnya regulasi baru. Selain PTKIS harus terus update dengan regulasi, PTKIS juga perlu terus mengikuti informasi-informasi dari forpim serta kopertais sebagai kepanjangan dari dirjen. Melalui dirjen muncul berbagai bidang pekerjaan yang didistribusikan melalui diktis.

Terdapat banyak inisiasi baru yang dikeluarkan oleh kopertais sebelum regulasi dikeluarkan oleh pemerintah pusat, diantaranya sepeti Jabatan Fungsional (Jafung) dan sertifikasi dosen. Tantangannya terdapat pada lembaga yang menggagas perguruan tinggi di bawah Kementerian Agama serta Kementerian Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dimana eselon lembaga yang menangani perguruan tinggi tidaklah sama. Maka diperlukan sinergitas antara keduanya dalam rangka penyelarasan program. Regulasi ini sendiri kedepannya akan mengikis beberapa program studi agama. Selain itu, Forpim dan Kopertais juga harus bekerja sama dalam penyusunan program kerja. Pimpinan perlu melakukan penguatan pelaporan dalam pangkalan data perguruan tinggi.

Rapat pleno Koordinasi Forpim ini sendiri dipimpin oleh Dr. A. Jauhar Fuad. Rakor ini diselenggarakan sebagai upaya menyinergikan program kopertais, program forpim pusat dan forpim zona. Hal tersebut dilakukan agar tidak terjadi tumpang tindih antar kegiatan serta pengelolaan anggaran yang tepat sasaran. Adapun beberapa program prioritas dalam putusan rapat tersebut antara lain Review Kurikulum; Pendampingan AMI sesuai dengan Permendikbudristek nomor 53 tahun 2023; Pendampingan Jurnal Sintak 2 Scopus; Pendampingan penyesuaian Jafung baru dan kenaikan jabatan; Pendampingan kenaikan Jafung Lektor Kepala; Lomba Pekan Kreativitas Mahasiswa tingkat Nasional dan Internasional; dan MOU luar negeri. Sedangkan program zona, yakni Pelatihan Sistem Informasi Sumber Daya Terintegrasi (SISTER); International Conference IAI Al-Qodiri Jember; Perluasan Implementasi MBKM; Pendampingan Operator Merpati; KKN Nusantara; Pendampingan LED dan LKPS (Lamdik dan Lamemba); Penyusunan buku ajar; dan Pelatihan peningkatan jurnal dan publikasi ilmiah.

Selain itu juga terdapat rekomendasi-rekomendasi yang ditujukan kepada kopertais IV. Rekomendasi tersebut yakni orientasi kerja kegiatan forpim yang merupakan sinergi dari program kerja kopertais IV perlu berdampak langsung kepada para dosen PTKIS dengan mempertimbangkan pagu anggaran yang tersedia; Penggunaan dana forpim yang dikeluarkan harus dikoordinasikan sebelumya dengan pengurus yang lain; Penguatan kelembagaan kopertais menjadi satuan kerja; Penataan asosiasi yang ada di wilayah kerja kopertais IV dan penertiban sumbangan/iuran/biaya kegiatan yang dilakukan oleh asosiasi; Restrukturisasi pengurus forpim pusat; serta monitoring dan evaluasi secara berkala juga Pembinanan PTKIS yang tidak ‘sehat’.