Kemah Moderasi Lintas Agama Mahasiswa UIT Lirboyo Kediri

IMG 20230820 WA0043

Rumah Moderasi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri menyelenggarakan Kemah Pemuda Lintas Agama. Kegiatan yang diikuti oleh 60 peserta ini dibuka secara resmi oleh Rektor IAIN Kediri, Dr. Wahidul Anam, M.Ag., di Trawas Mojokerto, yang berlangsung tiga hari pada tanggal 18-20 Agustus 2023. Kegiatan ini diikuti oleh 60 peserta yang terdiri dari perwakilan agama Islam, Hindu, Budha dan Kristen. Tiga diantaranya merupakan mahasiswa Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri (Irgi Ahmad Vahrezi, Amirul Haqq dan Fiki Agung Setiawan). Kegiatan Kemah Pemuda Lintas Agama ini dilaksanakan di Royal Caravan Trawas Mojokerto yang dirancang untuk mencetak pemuda pelopor moderasi beragama khususnya di wilayah Kediri Raya.

Sementara kegiatan ini dibungkus dengan tajuk kemah. Hal ini sengaja agar wacana moderasi beragama tidak hanya membeku dalam alam pikir peserta. Namun, juga membumi dalam laku keseharian peserta.  Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Dr. H. Subakir, M.Ag. ketika memberikan sambutan dalam sesi pembukaan acara. Sementara Wahidul Anam selaku Rektor IAIN Kediri berpesan kepada peserta agar dapat membedakan problem keagamaan yang berada dalam wilayah internum dan eksternum.

Kegiatan Kemah Moderasi ini menghadirkan narasmber internal dari  alumni Training of Trainers diantaranya Khaerul Umam, Try Henny A, dan Asy’ari. Kemudian, narasumber eksternal yaitu Saifuddin Umar sebagai Eks Napiter Terorisme menyampaikan materi dengan tema materi Kontranarasi Radikalisme serta Listiono Santoso selaku Ketua Lakpesdam PWNU Jawa Timur dengan tema materi Sketsa Kehidupan Beragama di Indonesia. Hasil dari seminar ini yaitu membangun perspektif, sketsa kehidupan beragama di Indonesia, analis iceberg, kontranarasi radikalisme, 9 kata kunci moderasi beragama, strategi penguatan moderasi beragama dan membangun kepeloporan. Acara terakhir diisi dengan Outbond yang bertujuan membangun nalar kritis, kekompakan dan kebersamaan antar peserta.

 

 

 

 

 




Delapan Dosen UIT Lirboyo terpilih Mengikuti Short Course PKDP Kemenag RI 2023

Foto

Direktorat Jenderal Pendikan Islam bersama Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama menyelenggarakan Short Course Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) tahun 2023. Kegiatan yang diikuti 2.500 dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri dan swasta itu dibuka secara resmi oleh Menteri Agama Republik Indonesia yang diwakili oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Muhammad Ali Ramdhani, di Jakarta, Selasa (15/8/2023) Dalam Pelaksanaannya ada 19 PTP Perguruan Tinggi Pelaksana PKDP.

Kegiatan ini diikuti sebanyak 80 dosen di Jawa Timur. 8 diantaranya dosen Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri (Dr. Susanti Tjahja Dini, S.Pd., M.Pd., Amalia Rosyadi Putri, S.Kom.I., M.Med.Kom., Edi Nurhidin, M.Pd.I., Khairan, M.H., Moch. Mukhlison, M.Pd.I., Mentari Marwa, M.A., Nirra Fatmah, M.Pd.I., Wahyu Utami, M.Si., M.Psi). Kegiatan Short Course Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) tahun 2023 PTP UIN SATU Tulungagung ini dilaksanakan di Crown Victoria Hotel Tulungagung selama 6 hari (15-20 Agustus 2023). Kegiatan ini dirancang untuk dapat membentuk kualitas dosen PTKI agar memiliki kecakapan mengajar dan kualifikasi akademik yang baik. Sebagaimana yang disampaikan oleh Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Prof. Ahmad Zainul Hamdi, PKDP ini menyasar empat dimensi substansi yang menjadi dasar profesionalitas dosen, yaitu (1) kompetensi pedagogik terkait pengampuan pembelajaran efektif, (2) pembinaan karier dosen terkait pencapaian target jabatan tertinggi sebagai Guru Besar, (3) karya ilmiah terkait kontribusi perguruan tinggi terhadap pengembangan keilmuan, dan (4) moderasi beragama terkait penguatan cara pandang, sikap, dan perilaku keberagamaan yang moderat. Untuk mencapai keempat dimensi tersebut, peserta akan mengikuti kegiatan melalui tiga tahapan, yaitu in service course I, on the job course, dan in service course II dengan durasi total mencapai 60 hari yang meliputi 200 jam.

Selama 6 hari,berbagai materi disampaikan mulai jam 08.00 hingga 21.30. Hari Pertama pembukaan dibuka oleh rektor UIN SATU Tulungagung Prof.Dr. Mahfutkhin,MA dan sekaligus memberikan materi tentang over view akademik.  Materi lain yang disampaiakan road map peningkatan kapasitas PTKN, Building Learning komitmen (BLC), Road map peningkatan kompetensi dosen, model-model pembelajaran,perencanaan pembelajaran atau RPS,Evaluasi pembelajaran, dasar-dasar komunikasi pembelajaran, media pembelajaran inovatif era 4.0, penulisan artikel ilmiah,Pembelajaran Jarak Jauh, Penguatan moderasi agama, sistem pelatihan dan pengembangan SDM Kemenag dan karir jabatan dosen.

Kementerian Agama RI sejak tahun 2022, tengah berikhtiar, menjembatani dengan program Pelatihan Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP), yang pada tahun ini, berganti nama menjadi Short Course Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP). Kata pemula dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dimaknai dengan orang yang mulai atau mula-mula melakukan sesuatu. Dengan demikian dosen pemula adalah dosen yang memulai atau mula-mula menjalankan profesinya, sebagai tenaga pendidik pada perguruan tinggi. Termasuk bagi mereka yang karena satu dan lain hal mutasi ke profesi dosen dari sebelumnya menjadi tenaga fungsional atau struktural. Misalnya sebelum menjadi dosen menjadi eselon pada sebuah Lembaga/Kementerian, jelang pensiun berpindah menjadi dosen. Terhadap yang demikkian juga diwajibkan mengikuti PKDP yang selanjutnya menjadi tiket mengikuti sertifikasi dosen, agar nantinya dapat berkarir dalam jabatan fungsional dosen dari Asisten ahli, Lektor, Lektor kepala hingga Guru besar (Professor).

PKDP terselenggara dengan pembiayaan dari anggaran Beasiswa Indonesia bangkit (BIB) Kementerian Agama yang merupakan beasiswa kolaboratif antara LPDP-Kemenag, katagori beasiswa Non Gelar. Kurang lebih 2.500 dosen PTK se-Indonesia, akan ambil bagian dalam kegiatan PKDP yang akan melibatkan 19 UIN sebagai Perguruan Tinggi Penyelenggara (PTP). Penyelenggaraan PKDP harus berkualitias, inovatif dan merespon situasi dan tantangan yang dihadapi dosen. Dari tahun ke tahun harus mengalami peningkatan, baik kualitas penyelenggaraan maupun kualitas layanan. Harus terselenggara dengan. Tidak semata-mata membekali kapasitas dosen secara kognitif.

Penulis: Amalia Rosyadi




UIT Lirboyo dan UIN Malang memperkuat kerjasama

IMG 20230817 WA0014

Selasa, 14 Agustus 2023 pimpinan UIT Lirboyo melakukan kunjungan ke UIN Malang. Kunjungan tersebut bermaksud mengudang Prof. Dr. Zaenudin, M. Ag Rektor UIN Malang untuk memberikan orasi ilmiah dalam rangka yudisium mahasiswa UIT Lirboyo baik program sarjana dan magister. Acara tersebut akan dilaksanakan pada ada hari Rabu, 25 Oktober 2023.

Dalam kesempatan itu yang mewakili dari UIT Lirboyo Dr. H. Badrus, M.Pd.I., Dr. A. Jauhar Fuad, M.Pd. dan Mugni Labib, M.Pd. Kami diterima langsung oleh Prof. Dr. Zainuddin, M.Ag, Prof. Dr. Agus Maimun, M.Pd, dan Dr. KH. Isroqunnajah, M.Ag. pembicaraan tidak sekedar pada urusan yudisium tetapi membahas kelembagaan, SDM dan penguatan akreditasi.

Persolan kelembagaan dan pengembangan kampus dibicarakan terkait usulan program studi baru yang memiliki peminat banyak. Beliau menyarankan untuk membuka program studi kependidikan. Berkenaan dengan akreditasi, UIN Malang menawarkan tim akreditasi untuk melakukan pendampingan akreditasi baik pada institusi maupun prodi yang ada. Prof. Agus siap membantu prihal akreditasi dan melakukan penataan agar memperoleh akreditasi sangat baik. Sedangkan dari sisi SDM UIN Malang menyediakan beasiswa untuk dosen UIT Lirboyo. Selama ini beasiswa yang sudah diterima UIT Lirboyo dari UIN Malang 2 dosen untuk S3 dan 1 dosen untuk S2.

Dari Gus Isroqunnajah memberikan saran untuk memperkuat jaringan UIT Lirboyo perlu mengudang beberapa tokoh yang punya regulasi dalam pengambilan keputusan. Seperti Prof. Dr. Halim Subahar Ketua LPPD Jatim, Dr. Aziz kasi akademik Kemenag RI. Lebih lanjut Prof. Agus menyampaikan dalam penguatan prodi untuk akreditasi prodi perlu mengadakan seminar internasional seperti menghadirkan Prof. Bakri dari Sudan, Prof. Sulaiman Libya dan beberapa dosen luar negeri.

Prof. Zaenudin, menekan perlu penguatan bahasa pada mahasiswa. UIN Malang siap membantu perguruan tinggi yang berada di naungan pondok pesantren. Kerjasama antara UIN dan Lirboyo sudah lama dijalin. Beliau merasa senang jika diberi kesempatan untuk membantu pesantren sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh UIN Malang. Lebih lanjut Pak Rektor memiliki banyak kenangan dengan dzuriyah Lirboyo seperti KH. Kafabi, dan KH. Zam. Ketika masih muda dulu. Membicarakan berlangsung hanya dan santai.

 




Seleksi Calon Dosen dan Tenaga Kependidikan UIT Lirboyo Kediri Jalani Tes Wawancara

20230812

Pelamar pegawai Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri masuki tahap akhir dalam proses seleksi. Peserta yang mengikuti tahap ini adalah pelamar yang lolos pada seleksi Psikotes dan Tes Kompetensi Bidang (TKB). Sejumlah sembilan calon pegawai tetap tersebut mengikuti tes wawancara lanjutan pada Sabtu, 12 Agustus 2023. Tes tersebut dimulai pukul 09.00 WIB di gedung Pascasarjana.

Dalam tes wawancara tersebut, para peserta diwancarai langsung oleh pihak yayasan dan rektorat yang terdiri dari KH. Athoillah Anwar selaku ketua Yayasan, KH. Abdul Bar selaku sekretaris Yayasan, KH. Ibrahim Khafidz, KH. Reza Ahmad Zahid, Lc. MA selaku Rektor, dan Dr. Jauhar Fuad, M.Pd selaku Wakil Rektor II. Diselenggarakannya seleksi wawancara kemarin berkaitan dengan tujuan UIT untuk menyeleksi Dosen dan Tenaga Kependidikan (tendik) yang tepat untuk bersama mewujudkan visi dan misi universitas. Adapun formasi jabatan yang akan diisi lewat proses seleksi ini adalah Dosen, pemroses layanan informasi dan publikasi, pengelola layanan informasi dan publikasi, pengelola sistem informasi, pengolah data sistem informasi, dan pengolah sistem informasi.

Saat ini, UIT melalui Direktorat SDM tengah melakukan beberapa rekrutmen. Diselenggarakannya rekrutmen-rekrutmen ini bertujuan agar UIT melalui tenaga pendidik dan tenaga kependidikan dapat memaksimalkan potensinya untuk mencapai tujuan universitas.




International Guest Lecture

International Guest Lecture a 768x471

Recontextualizing Term ASWAJA between Theoretical and Practical: Role of Pesantren in Islamic World merupakan langkah strategis dalam upaya membumikan nilai-nilai Islam ahlus sunah waljamaah di lembaga pendidikan formal dan nonformal. International Guest Lecture yang mengangkat tema rekontekstualisasi ahluss sunah atau lebih familiar dengan sebutan ASWAJA menjadi pemantik pemahaman teoretis dan praktis.

Pemahaman secara teoretik menjadi embrio lahirnya tindakan praktik dalam bingkai Islam ahlus sunah. Konsep Islam ahlus sunah harus dipahami secara utuh dan mendalam. Artinya, pemahaman mendalam memerlukan berbagai referensi, literatur, dan analisis multi perspektif. Kemampuan demikian akan mengahdirkan harmoni kehidupan beragama yang luwes dan tidak ekstrim. Jadi, rekontekstualisasi paham ASWAJA di kalangan mahasiswa, santri, dan masyarakat secara umum menjadi pemantik membumikan paham ASWAJA di segala segmen kehidupan.

International Guest Gecture dengan Recontextualizing Term ASWAJA between Theoretical and Practical dihadiri oleh Prof. Dr. Al Habib Syaikh Thoriq Ghannam Al Hasani dari Global University Lebanon. Dr. M. Adib Fuadi Nuriz, M.A., M.Phil. Dosen Universitas Darussalam Gontor Ponorogo. Agus Abdurrahman Kafabihi, M.Ag., ketua lajnah bahtsul masail Lirboyo. Ketiga narasumber tersebut menyampaikan term ASWAJA. Syaikh Thoriq menekankan fundamental landasan teks Islam ahlus sunah waljamaah. Teks yang bersumber dari alquran dan hadis harus dipahami dan ditanamkan betul oleh setiap individu yang berpegang teguh pada ajaran Islam ahlus sunah waljamaah.

Sedangkan M. Adib Fuadi memberikan penjelasan, bahwa ahlus sunah waljamaah lebih pada Islamic world view. ASWAJA menekankan cara pandang Islam terhadap dinamika yang terjadi pada sosial masyarakat. Artinya, aktivitas individu hendaknya bersumber dari ajaran Islam secara utuh. Aspek kehidupan terkait sosial, ekonomi, politik, dan budaya semua harus merujuk pada ajaran Islam secara utuh. Islam tidak mudah digoyahkan oleh budaya-budaya barat yang mereduksi sumber ajaran Islam, berupa alquran, hadis, dan teks-teks klasik kitab ulama salaf dan kholaf. Perpaduan antara sumber teks agama Islam alquran dan hadis dan konteks dinamika kehidupan akan menghadirkan harmoni kehidupan Islami yang berperadaban. Gus Agus Abdurrahman Kafabihi menyampaikan pentingnya memahami akar sejarah paham ahlus sunah waljamaah. Paham ASWAJA merujuk pada ulama-ulama salafus soleh yang memiliki kredibelitas keilmuan. Artinya ulama salafus soleh berpedoman pada kehati-hatian dalam menafsirkan teks-teks Al Qur’an dan hadits serta dibarengi dengan laku atau amaliah. Ini menjadi pondasi utama dalam memahami paham ASWAJA, baik secara teoretik maupun praktik.

Kegiatan International Guest Lecture memiliki dampak yang signifikan dalam membantu menambah wawasan dan kualitas kemampuan civitas akademik. Segmen bidikan dari kegiatan international guest lecture, pertama, mahasiswa. Wawasan desain pembelajaran dan orasi ilmiah yang disampaikan dosen dari luar negeri menjadi warna tersendiri bagi mahasiswa. Mahasiswa akan beradaptasi dengan model penyampaian materi dosen luar Negeri Lebanon khususnya. Di sisi lain mahasiswa akan meningkatka kapasitas bahasa asing untuk menambah skill dan kompetensi komunikasi internasional. Kedua, civitas akademik Pascasarjana Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri, melalui International Guest Lecture dapat meningkatkan kerjasama internasional dan national. Kerjasama tersebut dibuktikan melalui MoU. Melalui MoU, secara legal kedua perguruan tinggi dapat melakukan kerjasama di bidang akademik berupa International Guest Lectureresearch, dan pertukaran mahasiswa antar bangsa. Momentum ini tentu menjadi pengalaman berharga bagi kedua belah pihak untuk saling meningkatkan mutu atau kualitas akademik di masing-masing institusi.

International Guest Lecture yang dilaksanakan pada hari Ahad, 23 Juli 2023 di Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri sukses menyita antusias mahasiswa. Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri.  Abdullah Haq Al Haidary, B.S., M.Ag. selaku kepala Pusat Bahasa dan International Office berperan aktif terhadap sukses acara International Guest Lecture. Acara diselenggarakan di aula Mahrus Aly berjalan cukup efektif. Hal ini ditengarai dari antusias mahasiswa yang mengikuti dari awal sampai akhir. Selain itu, sesi tanya jawab juga dimanfaatkan secara aktif oleh mahasiswa untuk menyampaikan pertanyaan, dinamika sosial, dan solusi konsep dan konteks dalam term ASWAJA.