Prodi IAT UIT LIrboyo Kediri mengikuti The 6th Annual Meeting AIAT se-Indonesia Tahun 2023 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Iat

Kediri, 21 Juni 2023 – Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir UIT Lirboyo Kediri mengirim delegasi, Mubaidi Sulaeman, M.Ag,  ke acara The 6th Annual Meeting AIAT se-Indonesia yang diselenggarakan oleh Asosiasi Ilmu Al-Quran dan Tafsir (AIAT) Se-Indonesia. Acara tersebut dilaksanakan di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta. AIAT adalah asosiasi yang menghimpun para akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa dalam bidang Ilmu Al-Quran dan Tafsir di Indonesia. Annual Meeting AIAT se-Indonesia merupakan wadah bagi para pakar dan praktisi untuk bertukar pengetahuan, pengalaman, dan penelitian terbaru dalam Ilmu Al-Quran dan Tafsir.

The 6th Annual Meeting AIAT merupakan ajang penting bagi para akademisi dan peneliti di bidang Ilmu Al-Quran dan Tafsir di seluruh Indonesia. Acara ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, serta hasil penelitian terkini dalam ilmu tersebut. Selain itu, acara ini juga menjadi forum untuk memperkuat jaringan antar dosen dan membangun kolaborasi di bidang Ilmu Al-Quran dan Tafsir.

Dalam acara tersebut, delegasi prodi IAT UIT Lirboyo Kediri dapat membangun jaringan kolaborasi antar program studi IAT seluruh Indonesia. Disediakan beberapa panel meeting, yaitu:

  1. Strategi Pengembangan Prodi IAT se-Indonesia
  2. Program Strategis Pengembangan Asosiasi dan Prodi IAT se-Indonesia
  3. Penguatan Kerjasama Kelembagaan

Selain itu, delegasi yang diwakili oleh Mubaidi Sulaeman M.Ag. juga akan mengikuti berbagai diskusi dan sesi presentasi oleh para pakar dan peneliti terkemuka di bidang Ilmu Al-Quran dan Tafsir serta narasumber pakar relevan lainnya dari dalam dan luar negeri, yaitu:

  1. Dinamika Karya Tafsir Al-Qur’an di Pesantren oleh Dr. H. Ahmad Baidowi, M.Si.
  2. Tafsir Al Quran dan Lanskap Kejawaan: Resepsi, Transmisi, dan Strategi Budaya oleh Dr. Islah Gusmian, M.Ag.
  3. Sundanese Translations of the Bible and the Qur’an: A Comparison oleh Jajang A. Rohmana, M.Ag.
  4. Living Scripture in the West oleh Najah Nadia Amran, Ph.D
  5. Is Equity to Equality as Equality is to Equity?: The Politics of Gender discourse in Islam and its Sacred Text oleh Amina Wadud
  6. Criticism on the Concept of Nusyûz in the Perspective of Tafsir Maqashidi oleh Dr. H. Abdul Mustaqim, M.Ag.
  7. Memahami Ayat-ayat Al-Qur’an tentang Relasi Gender oleh Dr. Aksin Wijaya, M.Ag.
  8. Feminisme Yes, “Patriarki” Yes: Mendefinisikan Teori Perentangan Makna Pesan Al-Qur’an oleh Kusmana, M.A., Ph.D.
  9. Bible Interpretation since 1940 oleh (Em.) Barend F. Drewes
  10. A Malay Rendering of the Quran by Abd ar-Rauf Singkil, ch 12/Yusuf as Example oleh Dr. H. Machasin, M.A.
  11. Ahl al-Kitab, People of the Book (Scripture), in the Qur’an regarding the construction of a culture of peaceful coexistence oleh Alper Alasag
  12. Toxic Texts or Rogue Readers? Critical Hermeneutics in Navigating Sacred Scriptures oleh Dr. Ruad Ganzevoort, Regina van de Wall
  13. Academic Qur’anic Studies oleh Yusuf Rahman, M.A.
  14. Peace and Humanity according to Hindu Scripture oleh I Ketut Donor, M.A.

Dengan mengikuti acara bergengsi ini, Prodi IAT UIT Lirboyo Kediri menunjukkan tekadnya untuk terus berada di garis depan dalam pengembangan ilmu Al-Qur’an dan Tafsir di Indonesia. Keikutsertaan mereka dalam The 6th Annual Meeting AIAT se-Indonesia tahun 2023 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi langkah strategis dalam meningkatkan visibilitas dan reputasi Prodi IAT UIT Lirboyo serta memperkuat jaringan kerjasama dengan institusi-institusi terkait.

Acara The 6th Annual Meeting AIAT se-Indonesia di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, dimulai dari tanggal 20 hingga 22 Juni 2023.  Di mana berdasarkan hasil Annual Meeting ke 6, Annual meeting selanjutnya pada tahun 2024 akan di laksanakan di Kediri dengan IAIN Kediri dan UIT Lirboyo Kediri sebagai tuan rumah.




KKN Kolaboratif 4 Kampus, Mahasiswa UIT Lirboyo, IAIFA, IAIN Kediri dan UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta mendapatkan pembekalan KKN

IMG 20230620 WA0002

Senin 19 Juni 2023, Bertempat di ruang dosen UIT Lirboyo telah diadakan pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) kolaboratif yang akan dilaksanakan tanggal 5 Juli di desa Besowo Kec. Kepung Kab. Kediri. Acara pembekalan dihadiri oleh 40 mahasiswa dari 4 perguruan tinggi yaitu UIT Lirboyo Kediri, IAIFA Kediri, IAIN Kediri dan UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta. Sebagai Pemateri dalam pembekalan KKN ini Dr. Irmawan UIT Lirboyo dan Dr. Azis kepala Lp3m IAFA Kediri.

Turut hadir dalam pembekalan KKN kolaboratif ini, Dr. Taufik Alamin kepala LP3M IAIN Kediri. Dalam sambutanya Taufik menjelaskan tema KKN kolaboratif ini, yaitu moderasi beragama. Dr. Zaenal Arifin, kepala LP3M UIT Lirboyo sebagai tuan rumah menyampaikan KKN Kolaboratif 4 kampus merupakan gagasan dari UIT Lirboyo Kediri dengan tujuan Menjalin Kerjasama dengan eksternal penelitian, publikasi dan pengabdian masyarakat.

Dalam acara pembekalan 40 mahasiswa yg terpilih ini, Dr. Azis Kepala LP3M IAIFA menjelaskan materi tentang potensi Desa Besowo, startegi pendekatan masyarakat dan pengembangan desa serta budaya yang relevan dengan Desa Besowo. Selain itu, mahasiswa juga dibekali tentang aspek manajemen waktu, Comunication skill, menulis dan kerja tim yang solid oleh Dr. Irmawan, Dosen Pascasarjana Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri.

Pembekalan dilakukan dengan metode hybrid, online diperuntukan 10 mahasiswa dari UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta dan offline bagi mahasiswa IAIFA, UIT Lirboyo dan IAIN Kediri. Acara pembekalan KKN Kolaboratif ini,dimulai pukul 09.00 hingga 16.00 Wib. Setelah pembekalan selesai, mahasiswa dibagi menjadi 2 kelompok dan langsung berkoordinasi dengan DPL (Dosen Pembimbing Lapangan) masing – masing.

Dengan diadakannya pembekalan KKN kolaboratif ini diharapakan mahasiswa  sudah mempunyai gambaran program, pengetahuan, skill yang mumpuni untuk melaksanakan tugas dengan baik, serta dapat menjalin kerjasama yang lebih erat antara perguruan tinggi dengan masyarakat. (AR)




Dosen UIT Lirboyo Kediri menjadi Fasilitator Moderasi Beragama

WhatsApp Image 2023 06 18 at 18.57.50

Surabaya, 16-18 Juni 2023, kegiatan pembinaan moderasi beragama pada guru dan Dosen Agama Khonghucu. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel GreenSA UIN sunan Ampel Surabaya. Kegiatan diikuti 35 peserta, diantara mereka ada sebagian beragam Khonghucu, Hindu dan Islam. Sebagai besar dari agama Khonghucu, dengan etnis Tionghoa. Sebagai fasilitator adalah Dr. A. Jauhar Fuad, M.Pd dan Maziyah Muslimah, M.Pd.I keduanya menjadi Pokjar Moderasi Beragama Kementerian Agama Pusat.

Kegiatan pembinaan diawali dengan melakukan pembacaan atas peta bukan fakta. Peserta diarahkan untuk dapat melakukan pembacaan terhadap informasi dengan melakukan tahapan tangga penyimpulan dengan pendataan, memaknai data, membangun asumsi, menarik kesimpulan dan mempercayai informasi sebelum melakukan penyikapan dan tindakan.

Peserta diajak untuk memahami sketsa kehidupan beragama di Indonesia. Cukup menarik dalam cara pandang ini, para peserta berperang sebagai sumber informasi setelah fasilitator memberikan kondisi Indonesia dari segi agama, demografi dan kondisi pemahaman keagamaan dengan menampilkan kelompok eksklusif, intoleransi, radikal dan teroris. Lebih lanjut peserta untuk melakukan skenario thinking, untuk memahami sikap inklusif dan eksklusif jika dibiarkan begitu saja apakah keduanya akan mengalami perubahan? Apakah inklusif bisa berubah menjadi eklusif atau sebaliknya.

Materi berikut membahas tenang analisis gunung es atau proses U. Pendekatan ini menarik dalam melakukan analisis sebelum melakukan tindakan. Setidaknya peserta akan memahami sebuah peristiwa tidak akan berdiri sendi dalam ruang dan waktu yang kosong, tetapi semuanya akan terbentuk karena adanya pola, struktur dan mental model, yang menyertai sebuah fenomena. Dengan proses U ini, perlu melakukan re thinking, re framing, re desaining, dan re actuing. Sehingga moderasi beragama sejalan dengan kondisi dan anggan-anggan yang tidak merusak sebuah tatanan sosial yang sudah mapan.

Materi berikut membahas tentang sebilah kata kunci dan konsep moderasi beragama yang di susun oleh kementerian agama RI. Setidaknya sembilan kata kunci harus dipahami demikian juga dengan definisinya. Keduanya menjadi penting untuk menghindari adanya pemaknaan bahwa moderasi beragama adalah pencampuran adukan, atau tengah-tengah. Yang tidak menutup kemungkinan akan dimaknai secara salah. Tentu tidak sekedar bicara pada ruang lingkup itu saja, melainkan bicara pada ranah landasan hukum program moderasi beragama yang ditetapkan oleh pemerintah.

Peserta diajak pada realita atas bacaan beberapa negara yang mengalami perpecahan dan beberapa negara yang membentuk serikat dengan beberapa negara mengalami perpecahan. Mereka diajak untuk memahami konteks Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa, bahasa, rah, adat istiadat. Keragaman itu perlu dipahami sebagai keuntungan bukan kekurangan, namun kita perlu merawat keragaman dengan pemahaman keberagaman yang moderat.

Namun tidak cukup, jika pemaham moderasi sekedar sebagai sebuah wawasan atau wacana tanpa dijadikan sebagai sebuah gerakan, karena dengan gerakan moderasi beragama akan dapat memberi manfaat yang lebih luas. Maka para peserta harus diarahkan untuk menjadi agen moderasi dengan disuguhi materi kepemimpinan pelopor, yang dapat menggerakkan dan melakukan perubahan.

Surabaya, 18 Juni 2023




UIT Lirboyo Kediri Mendapatkan Dua Penghargaan Sekaligus

IMG 20230616 WA0009

Jumat, 16 Juni 2023 merupakan hari yang penting buat Tribakti Kediri setelah berubah bentuk menjadi universitas. UIT Lirboyo Kediri mendapatkan dua penghargaan sekaligus. Pertama kampus dengan jumlah dosen terbanyak dengan kualifikasi jabatan fungsional Lektor dan Lektor kepala. Hal ini membanggakan seorang dengan upaya peningkatan SDM yang sedang diprogramkan berdasarkan hasil raker 23 Januari 2023, salah satunya peningkatan jabatan fungsional dosen dan kualifikasi akademik dosen dari magister ke doktor.

Kedua kategori perguruan tinggi dengan jumlah mahasiswa yang berprestasi terbanyak pada bidang akademik dan non akademik. Dengan kategori juarai tingkat lokal, nasional dan internasional. Yang terbagi dalam berbagai bidang baik Al Qur’an, kewirausahaan, karya tulis ilmiah, PKM, tahfid Qur’an dan lainnya. Para juara tersebar pada tiga fakultas Yang ada.

Kedua pencapaian ini tentu tidak lepas dari kerja keras semua pihak, mahasiswa, karyawan, dosen, pimpinan dan bahkan pihak yayasan. Kesemuanya saling mendukung guna terwujudnya perguruan tinggi yang unggul pada level nasional pada bidang keagamaan, ke pesantren-an dan ke Indonesia-an




Partisipasi Pimpinan UIT Lirboyo Kediri dalam Rapim Kopertais IV Surabaya

Rapim

Surabaya – UIT Lirboyo Kediri berpartisipasi Dalam rapat pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) dalam rangka peningkatan mutu leadership pimpinan PTKIS Kopertais Wilayah IV Surabaya. Kegiatan dilaksanakan pada hari Rabu-Jumat 14-16 Juni 2023 di Hotel Harris Surabaya.

Sekretaris Koordinator Kopertais Wilayah IV Surabaya, Dr. H. M. Hasan Ubaidillah, S.H., M.Si., mengangkat isu-isu penting pengembangan PTKIS. Berkaitan dengan LPM dan AMI, Jabatan Fungsional, Sertifikat Dosen, Penelitian kolaborasi dan Pengajuan prodi baru. Serta isu penting terkait dengan moratorium pengajuan perguruan tinggi baru, keterangannya ada 20 yang dalam proses pengajuan perguruan tinggi baru.

Wakil rektor II Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri, Dr. A. Jauhar Fuad, M.Pd, hadir dalam kegiatan itu. Pesan-pesan sekretaris Kopertais IV tersebut mengenai perlunya pengembangan PTKIS.

Pertama, berkaitan dengan penguatan data PTKIS berbasis PDDIKTI, EMIS dan SIMKOPTA. Dikatakan oleh Sekretaris Koordinator Kopertais IV bahwa belum ada sinkronisasi data pada pangkalan data PTKI, PTKI yang melakukan perubahan bentuk perlu melengkapi data base, dan masalah belum memaksimalkan aplikasi SISTER di PTKI. Menurutnya hal ini perlu segera ditindaklanjuti.

Kedua, penguatan lembaga PTKI dan program studi. Hal ini berkaitan dengan pembukaan program studi baru dan perubahan bentuk PTKI, seperti dari sekolah tinggi ke institut atau universitas. Hal ini juga perlu dilakukan guna pengembangan atau penguatan lembaga PTKI.

Ketiga, penelitian dan pengabdian kolaboratif antar PTKIS. Menurut Dr. H. M. Hasan Ubaidillah, kesadaran dosen dalam melakukan Tridarma perlu mendapat perhatian khusus dan penelitian dan pengabdian kolaboratif antar PTKI perlu ditingkatkan.

Keempat, publikasi dan rekognisi dosen kolaboratif bereputasi internasional. Dalam catatan sekretaris Kopertais IV itu, ada perguruan tinggi yang belum memiliki jurnal dan keterbatasan PTKI dalam menjalin partnership dengan pihak lain. Hal ini, katanya perlu juga mendapat perhatian khusus.

Wakil rektor II Pak Fuad. “UIT Lirboyo memang terus bergerak melakukan pengembangan lembaga. Tridarma sudah dilakukan dengan baik meski perlu terus ditingkatkan. UIT Lirboyo Kediri akan terus bergerak maju sebagaimana yang diharapkan Kopertais Wilayah IV, penguatan LPM menjadi kata kunci utama dalam pengembangan kelembagaan” katanya.