Pembahasan Program Kerja Fortama dan Konsorsium Prodi di Lingkungan Kopertais Wilayah IV Surabaya

Fortama

Senin, 23 Januari 2023 Program Studi Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam (IAI) Al-Qolam Malang menyelenggarakan acara Pembahasan Program Kerja FORTAMA dan konsorsium Prodi di lingkungan Kopertais Wilayah IV Surabaya. Acara ini dihadiri oleh rektor IAI Al-Qolam Malang, Wakil rektor 2 IAI Al Qoman, Dekan fakultas tarbiyah, segenap kaprodi IAI Al Qolam, dan Pengurus serta anggota FORTAMA Kopertais wilayah IV Surabaya. Universitas Islam Tribakti mengirimkan 3 perwakilan, yakni Mohammad Auza’i Aqib sebagai ketua FORTAMA, Mohammad Safa’udin sebagai pengurus divisi pendidikan dan kurikulum, dan Imam Mutamaqin sebagau pengurus divisi penelitian.

Acara dimulai dengan tukar pandangan terkait kurikulum MBKM yang berlaku di instusi masing-masing. Ada yang sudah berjalan 2 angkatan, ada pula yang telah menyusun dan siap untuk diterapkan. Berbagai kampus yang terlibat diskusi yakni dari Universitas Islam Zainul Hasan, Universitas Islam Tribakti Lirboyo, IAI Al-Qolam Malang, Universitas Ibrahimiy Sukorejo Situbondo, dan Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah Probolonggo.

Adapun agenda selanjutnya adalah penyusunan rapat kerja Fortama yang menghasilkan rencana jangka pendek, rencana jangka menengah, dan rencana jangka panjang. Rencana jangka pendek yakni menghasilkan berbagai program yakni Pertukaran Dosen, Pertukaran Editor, Pertukaran Author Tulisan, Pembuatan Website Fortama. Sementara itu program jangka menengah berupa Seminar Nasional Berkala (IOP), Kolaborasi Penelitian Berscopus, dan Kolaborasi artikel pengabdian. Adapun program jangka panjang yang akan ditindaklanjuti fortama mencakup Workshop MBKM dan Penunjangnya (RPS, logbook, KHS, sertifikat, Asistensi, KKNT, dll) yang dilaksanakan di pertengahan tahun 2023, Pelatihan Penulisan Scopus dan Pengelolaan Jurnal Terakreditasi di akhir tahun 2023, dan Seminar Internasional Kolaborasi pada tahun 2024.




PSGA UIT Lirboyo Kediri hadiri acara FGD Indikator Program Siaran Berkualitas yang di selenggarakan KPID DIY

Kegiatan KPID DIY

PSGA_Ketua PSGA UIT Lirboyo Kediri, Amalia Rosyadi Putri, S.Kom.I, M.Med.Kom menghadiri acara FGD Indikator Program Siaran Berkualitas yang di selenggarakan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) DIY (Daerah istimewa Jogjakarta). Acara tersebut di selenggarakan pada hari Selasa – Rabu 17-18 Januari 2023.

Dalam acara FGD tersebut ketua PSGA UIT Lirboyo Kediri, diminta memberikan masukan terkait program acara ramah anak & perempuan. “selama ini perempuan di media massa hanya sebagai obyek eksploitasi fisik yg berlebihan, sehingga media memberikan stigma negatif bagi perempuan karena hanya bisa menonjolkan kan Sisi keseksiannya dan sebagainya, berharap media tidak terlalu memblow up hal-hal negatif bagi perempuan hanya menampilkan bahwa perempuan mampu di urusan domestiknya saja (dapur, kasur)”,

Ketua PSGA UIT juga berharap lembaga penyiaran baik TV atau radio lebih memperhatikan kepentingan anak-anak dengan menambah program – program yang bisa mencerdaskan anak. Sedikit sekali program acara yang dikhususkan untuk anak, hal ini nampak pada data radio di JATIM hanya 5% saja dr 389 media Yanga ada di wilayah JATIM.

Akhir-akhir ini, muncul fenomena fajar sad boy seorang anak yang sedang putus cinta,sering muncul di acara TV dengan kisah asmara nya yang sangat menyedihkan, lantas bagaimana regulasi UU Penyiaran 32 tahun 2003?
Berdasarkan pedoman perilaku penyiaran dan standart program siar (P3SPS) pada peraturan SPS di jelaskan bahwa anak terdiri atas kategori anak-anak dan remaja. Anak- anak pda usia 7-12 tahun remaja pada usia 12-17 tahun . Anak tidak boleh di hadirkan sebagai narasumber di luar kapasitas mereka dalam konteks bencana atau musibah konflik atau keluarga konfliks kekerasan tromatis. Fajar adalah remaja usia 15 tahun, bagi remaja (13-17 tahun tidak ada larangan menampilkan cerita asmara Selama tidak melanggar norma dan kesusilaan. Kalau yang untuk anak-anak (7-12 tahun) baru di larang. Meskipun regulasi tidak melarang lembaga penyiaran sebaiknya media TV atau radio dapat menampilkan acara yang ramah anak, mengahdirkan program yang inspiratif dan penuh teladan. Imbuh Amalia Rosyadi, yang pernah menjabat menjadi komisioner KPID Prov. Jawa Timur tahun 2016-2021.

Pada FGD tersebut dipimpin langsung oleh ketua KPID Prov. DIY, Dewi Nur Hasanah, S.Th.I, M.A ,alumni Magister Ilmu Budaya Universitas Gajah Mada selain fokus untuk menjadi Komando penyiaran di DIY,Juga sangat konsen mendorong program acara kebudayaan, program acara anak & perempuan.


TV nasional Trans 7 punya laptop si unyil,Tvri Jogjakarta juga punya program acara kuncung bawuk. Yang tayang setiap senin pukul 17.30 program anak ini berisi tentang budi pekerti dalam kehidupan sehari-hari anak yang pintar tapi juga memiliki attitude yang baik. Tambah Dewi Nur Hasanah yang juga merupakan koordinator kajian Islam dan gender LKIS Jogjakarta. Berharap FGD ini bisa membawa wajah penyiaran di DIY sangat ramah anak & gender (AR)




Percepatan Akreditasi Prodi, IAI Tribakti ikuti klinik Pendampingan Akreditasi Program Studi pada LAMDIK dan LAMEMBA

I

Dalam rangkat implementasi program kerja Kopertais Wilayah IV Surabaya bekerjasama dengan Kopertais wilayah X Jawa Tengah mengadakan kegiatan “Klinik Pendampingan Program Studi PTKI Tahun 2022″ dengan fokus pendampingan penyususuna borang Akreditasi Program Studi (APS) yang akan submit untuk asesmen APS ke lembaga LAMDIK dan LAMEMBA pada Kamis, 08-10 Desember 2022 bertempat hotel Grand Mercue Surabaya. Pada kegitan ini Kopertais Wilayah IV Surabaya dan Kopertais X Jawa Tengah menggandeng Trainer Best-Q sebagai narasumber yang terdiri dari 6 trainer yaitu Dr.Helmi Syaifuddin, M. Fil., I, CRMP, Rasihan Aslihuddin, M.A.B, CRA., CRP, Yusuf Nalim, S.Si., M.Si. Indrawati, S.S., M.Pd. CRA, CRP, Dr. Muh. Nashirudin, S,Ag., M.Ag, M.A. CRA. CRP. CIT., Dr. H. Fajri Ismail, M.Pd.I. CPRM, CPHCM, CHCB, CIT.

kegiatan tersebut dihadiri oleh Dr. H. Sumarkan, M.Ag., Dr. Helmi Syaifudin dan M. Adib Abdushomad, M.Ed., Ph.D. dengan jumlah peserta kurang lebih 80 orang yang terdiri dari perwakilan PTKIS di bawah Kopertais IV Jawa Timur dan Kopertais IX Jawa tengah. IAI Tribakti dalam acara tersebut mengirim 1 orang yakni Lathifatul Fajriyah, M.Pd sekaligus tim penyusun borang Program studi S1 PIAUD.

Program pendampingan ini merupakan salah satu program kerja untuk melakukan percepatan akreditasi program studi. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini Program Studi yang ada di wilayah Kopertais IV Surabaya dan Kopertais IX Jawa Tengah semakin memahami tentang akreditasi untuk mewujudkan program studi yang berkualitas. PTKIS yang masa akreditaisnya mau habis diminta untuk segera menyiapkan dokumen borang akreditasi agar tidak terlambat dan tetap terjaga mutu dan kualitas prodinya.

 




Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri melakukan Benchmarking ke Unira Malang

DSC09563 669x385

Beckmarking atau studi banding merupakan kesadaran akademik untuk meningkatan budaya organisasi. Hal ini sejalan dengan tuntutan perkembangan lembaga pendidikan Islam. Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kota Kediri mengimplementasikan kesadaran akademik tersebut melalui program Beckmarking Ke UNIRA Malang pada Selasa, 28 Desember 2022.

Dalam kegiatan Beckmarking Ke UNIRA Malang ini, Pimpinan Fakultas Tarbiyah mengajak 126 segenap sivitas akademik yang meliputi jajaran Rektorat , Pimpinan Fakultas Syariah, Dosen, Tenaga kependidikan dan mahasiswa. Tujuannya berbagi informasi pengelolaan budaya akademik dan non akademik kedua perguruan tinggi berskala universitas untuk saling meningkatkan kualitas dan kuantitas bertaraf internasional. Implementasinya, kedua lembaga melakukan penandatanganan MoU dan ditindaklanjuti penendatangan MOA dari masing-masing fakultas.

Menurut H Imron Rosyadi Hamid, Rektor Universitas Raden Rahmat (Unira) Malang, kegiatan ini sangat penting dilakukan oleh UNIRA dan UIT Lirboyo. Kedua lembaga ini tidak semata-mata dimaknai sebagai perguruan tinggi, akan tetapi sebagai wadah kaderisasi, mencetak ulama-ulama berwawasan global. Lebih utamanya, Kedua lembaga sepakat berfokus menjadikan lembaga perguruan tinggi sebagai pengembangan pengetahuan berperspektif, integrasi keilmuan berlandasakan Ahlussunah Waljamaah an Nahdliyah.

Senada dengan H Imron Rosyadi Hamid, Dr. H. Badrus, M.Pd menjelaskan peran penting kerjasama antara UIT Lirboyo Kota Kediri dan UNIRA Malang. Kerjasama yang dilakukan kedua lembaga ini, sejatinya sedang menangkap tantangan global, sinergitas berdaya saing internasional tanpa meninggalkan akar ideologinya. Kerjasama ini juga menjadi pondasi bersama melakukan penguatan sendi-sendi kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara berpersepektif moderasi.

Akhir kegiatan ini ditutup dengan kesepakan bersama untuk melakukan Internasional Seminar On Islamic Education And Peace, melakukan penelitian bersama pada tahun 2023. Adapun desiminasi hasil-hasil kegiatan ini, akan dijadikan evaluasi bersama untuk meningkatkan kualitas kerjasama dari Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri dengan Unira Malang.




Klinik Akreditasi Borang Program Studi

Klinik akred

Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) dituntut untuk terus berbenah demi kemajuan pendidikan di Indonesia, khususnya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta di bawah kopertais. LPTNU yang menaungi perguruan tinggi NU se-Indonesia bekerjasama dengan Diktis menyelenggarakan acara “Klinik Akreditasi Borang Progam Studi” dengan harapan akreditasi prodi dibawah naungan PTKIS mendapat status akreditasi unggul. Turut dihadiri anggota LPTNU yang terdiri dari Muhammad Aziz Hakim, SH., MH., M Athoillah H Al Fudholi S.Th.I., MHI, Dr. Rizkon Halalsyah Aji, dan Dr. A Luthfi Hamidi, M.Ag beserta para utusan Perguruan Tinggi NU se Jawa Timur. Acara yang diadakan di Hotel Grand Surya Kediri selama 3 hari, dimulai pada kamis 17 – 19 November 2022.

Acara inti disampaikan oleh pemateri Dr. A Luthfi Hamidi asesor dari kalangan LPTNU. Ada 6 poin utama yang disampaikan yakni pengisian LKPS, LED, Penjaminan Mutu, PPEPP, Teknis LAM, dan Perencanaan Program Prodi. Poin-poin penting dalam pengisian LKPS yakni jangan sampai ada kolom yang tidak terisi, memperhatikan kelogisan pengisian, dan perhatian khusus bagi poin yang memiliki bobot tinggi. Sementara itu untuk pengisian LED yakni perhatian besar kepada nomor SK, Kebijakan yang harus terdiri dari Policy, Regulasi, Guide Line, dan SOP, implementasi yang harus selaras dengan guide line, Evaluasi yang harus berisi data kuantitatif berbentuk alasan keterlaksanaan maupaun ketidakterlaksanaan, dan tindak lanjut yang harus ditetapkan melalui RTM.

Selanjutnya Penjaminan mutu juga menjadi sorotan oleh narasumber. Beberapa poin penting dalam penjaminan mutu anatara lain ketersediaan lembaganya, dokumen SPMI (Kebijakan, Manual, Standar, dan Formulir), auditor, jadwal pelaksanaan AMI, dan notulansi berisi hasil AMI. PPEPP yang juga tidak lepas dari jaminan mutu harus terlaksana. Perencanan berupa rapat kerja setiap akhir tahun untuk menyusun acara. Pelaksanaan berupa rapat koordinasi oleh prodi setiap 3 bulan sekali prodi terkait acara yang telah disusun. Evaluasi berupa audit oleh AMI. Pengendalian berupa Best Practice dimana pimpinan memanggil kaprodi. Selanjutnya perbaikan yang melalui RTM dengan rapat koordinasi yang dihadiri oleh Rektor dan Yayasan.

Untuk poin-poin terkait hal-hal teknis dalam akreditasi langsung khusunya lamdik yakni ketersediaan RTM, RPS untuk semua mata kuliah yang harus ada otorisasinya, dan microteaching beserta labnya yang nantinya diamati oleh assesor. Prodi sendiri yang memiliki tanggung jawab besar dalam proses akreditasi juga seyogyanya merencanakan program berbasis borang. Beberapa poin yang disinggung narasumber yakni target IKU, jumlah mahasiswa, animo pendaftar, dan jumlah HKI.

Insitut Agama Islam Tribakti sendiri dalam mengikuti acara ini mengirim satu orang utusan yakni Mohamamd Auza’i Aqib, M.Pd. yang juga merupakan anggota penyusun borang prodi S1 PIAUD dan prodi S2 Pendidikan Agama Islam. Kami berharap semoga dengan mengikuti acara ini Institut Agama Islam Tribakti yang sedang mempersiapkan akreditasi Prodi PIAUD dan Re-Akreditasi prodi S1 PIAUD dan prodi S2 Pendidikan Agama Islam mendapatkan nilai yang maksimal.