Penguatan SDM Lembaga Penjaminan Mutu IAIT Kediri

WhatsApp Image 2022 07 30 at 10.59.41

Dua Kepala Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (Kaprodi S1 dan S2 PGMI) Khoirul Mustamir, M. Pd dan Dr. Marita Lailia Rahman, M.Pd.I melakukan penguatan kapasitas tentang Audit Mutu Internal (AMI) yang diselenggarakan oleh Konsorsium LPM Kopertais IV Surabaya. Penguatan ini menjadi bagian untuk meningkatkan budaya mutu Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri. Acara tersebut dilaksanakan di Hotel Halogen Sidoarjo mulai 29 sampai 31 Juli 2022.

Acara ini dibuka oleh Koordinator Kopertais IV Surabaya IV Prof. Akh. Muzakki, M.Ag, Grad.Dip.SEA.,Ph.D yang sekaligus sebagai Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya. Dalam sambutannya, mutu menjadi tolok ukur untuk menguatkan kepercayaan publik terhadap perguruan tinggi. Kepercayaan ini muncul karena adanya kepastian akan ukuran dan labelisasi. Label penting untuk Quality Assurance. Kampus bukan hanya sebagai lembaga akademik semata, beliau menyampaikan, “University as a Academic Industry”, untuk mewujudkan industri akademik yang berkualitas, semuanya harus berjalan dengan baik mulai dari proses mendaftar sampai keluar. Menciptakan mutu yang baik, berawal dari diri sendiri. Mutiara bijak mengatakan “Orang yang tidak selesai dengan dirinya sendiri, tidak akan bisa memberi.”

Alasan penting penguatan auditor mutu karena ada gelombang cara pandang publik terhadap Perguruan Tinggi. Perguruan tinggi tidak lagi semata-mata dipandang sebagai penyelengaraan akademik, akan tetapi menjadi industri akademik. Sebagai industri maka prasyarat mutu harus terjaga mulai dari tata kelola, SDM sebagai ekosistem perusahaan modern.

Dalam kegiatan ini diikuti oleh 48 orang perwakilan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKIS) di Jawa Timur. Semua mengirimkan SPMI untuk dirancang menjadi Instrument AMI. Selama kegiatan didampingi oleh Koordinator Ahli AMI Kopertais IV dan Ketua Konsorsium LPM Kopertais IV.

Sebagai percontohan (best practice) pelaksanaan AMI adalah kinerja AMI pada LPM UIN Sunan Ampel Surabaya. Pendamping materi adalah Dr. Ali Mustofa, M.Pd dan Dr. Asep Saepul Hamdani, M.Pd. Beliau menjelaskan SPMI dan siklusnya juga konsep AMI dalam Perguruan Tinggi. Seluruh peserta workshop sangat antusias dan semangat dengan sesi penyampaian materi maupun diskusi antar peserta workshop.

Dengan acara penguatan kapasitas Auditor internal ini menjadikan IAIT mempunyai 6 auditor mutu yang tersertifikasi. Keenam Auditor ini secara bersamaan menjadi gugus mutu di tingkat fakultas. Harapannya, penguatan mutu berbasis unit kerja akan melembaga secara mekanik di seluruh Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Lirboyo Kediri.




benchmarking IAI Tribakti ke UIN Sunan Ampel Surabaya

UINsby1

Dalam kesempatan yang istimewa, Institut Agama Islam Tribakti Lirboyo Kediri melakukan kunjungan kerja ke Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) pada Selasa, 14 Juni 2022. Agenda istimewa dalam rangka benchmarking gambaran pengelolaan unit kerja universitas ini dilakasanakan di Twin Tower A – Kampus UIN Sunan Ampel Surabaya. Turut hadir dalam kegiatan ini Rektor UIN Surabaya Prof. Akh Muzakki, dan Dr. Wiwik. Sedangkan dari IAI Tribakti Lirboyo Kediri dihadiri oleh Dr. Reza Ahmad Zahid, Lc., M.A. sebagai rektor IAI Tribakti, Dr. H. Badrus. M.Pd. sebagai wakil rektor I, serta Dr. A. Jauhar Fuad, M.Pd. sebagai wakil rektor II IAI Tribakti.

Paparan awal sekaligus sambutan ramah tamah dari UINSA dibuka dengan pengantar oleh Rektor UINSA, Prof. Akh. Muzakki yang menyampaikan tentang perkembangan kampus serta optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi pada banyak bentuk layanan kerja yang diberikan pada segenap pemangku kepentingan.

Kepala Hubungan Masyarakat UPI menyampaikan bahwa UPI saat ini telah melakukan optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi pada banyak bentuk layanan kerja yang diberikan pada segenap pemangku kepentingan. Salah satu bentuk yang UPI terapkan adalah melalui bentuk layanan yang disediakan Unit Layanan Terpadu (ULT) UINSA. ULT ini menjadi cita-cita besar yang kemudian ingin diterapkan oleh UINSA. Dalam kesempatan wawancara, perwakilan UINSA menyatakan bahwa kampusnya selama ini sedang memformulasikannya dan akan berupaya menerapkan penyatuan beragam layanan yang terpisah. Hal tersebut kemudian diharapkan dapat digabung menuju satu unit sebagaimana halnya ULT yang berlaku di UINSA.

Dr. Reza Ahmad Zahid, Lc., M.A. memaparkan untuk kebutuhan peningkatan SDM di lingkungan kampus sehingga meminta kepada rektor UINSA untuk dapat membantu dengan memberikan penugasan tenaga pengajar, diantaranya Dr. Hammis Syafaq, Lc., Prof. Dr. Sholeh, M.Ag., serta Dr. Kharisuddin Aqib, M.Ag. untuk membantu dalam pengembangan SDM di lingkungan akademik IAI Tribakti Lirboyo Kediri.

Diharapkan pada kunjungan ini dapat menjadi suatu momen transfer of knowledge dan menjadi semangat kolaboratif bagi kedua kampus guna mendorong layanan terbaik bagi seluruh pemangku kepentingan terkait. Kegiatan diakhiri dengan foto bersama kedua pihak.





Benchmarking ke Universitas Islam Negeri Malang

UIN1

Institut Agama Islam Tribakti Lirboyo melaksanakan Benchmarking ke Universitas Islam Negeri Malang pada tanggal 18 Mei 2022. Acara ini diikuti Pimpinan, Dekanat dan Pusat Penjaminan Mutu. Acara dibuka oleh Prof. Dr. Munir Hasan, dengan menyampaikan beberapa pengalaman sebagai institusi yang bertujuan untuk pengembangan riset, upaya-upaya pencapaian tertinggi dalam hal penemuan, pengembangan dan difusi pengetahuan secara regional dan global, juga memperdalam komitmen dalam upayanya di bidang pengembangan akademik dan aktifitas penelitian melalui sejumlah disiplin ilmu.

Kemudian Dr. Fuad Jauhar juga menyampaikan beberapa pesan dari Rektor IAI Tribakti dan memaparkan perkembangan lingkungan akademik di kampus serta membuat agreement dengan UIN Malang untuk kerjasama pengembangan SDM di lingkungan tenaga pengajar di IAI Tribakti Lirboyo. Hasil dari kunjungan ini adalah UIN Malang siap memfasilitasi beberapa dosen IAI Tribakti untuk dapat mengembangkan SDM-nya dengan memberikan fasilitas beasiswa program doktoral Prodi Studi Islam di UIN Malang.




IAI Tribakti Delegasikan Perwakilan PJM dan Tim Borang dalam Acara Workshop Penyusunan Dokumen

WhatsApp Image 2022 01 20 at 10.25.12 (2)

Kepala Pusat Jamian Mutu meningkatkan kompetensi penyusunan Dokumen Standar Penjamin Mutu Internasional (SPMI). Kegiatan dalam bentuk Workshop tersebut dilaksanakan oleh Kopertais IV di Batu Malang dengan menghadirkan Dr. Ir. Mahayu Woro L, MP, sebagai pendamping dan Dr. Asep Saepul Hamdani, MPd. sebagai narasumber. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari mulai tanggal 19 dan 20 Januari 2022 yang diawali dengan acara pra Workshop melalui ZOOM meeting.

Secara umum, kegiatan ini membedah Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Standar Nasional Perguruan Tinggi (SN-DIKTI) Tahun 2020 untuk diturunkan dalam bentuk Standar Penjamin Mutu Internal (SPMI). Menurut A.Fauzi, Ketua Panitia, faktor utama pendorong kegaiatan ini adalah banyaknya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) yang kesulitan dalam penusunan standar dalam akreditasi 9 kreteria. Hal ini diperparah, banyaknyaa PKIS wilayah IV Surabaya SPMInya tidak sesuai Standar Nasional Perguruan Tinggi (SN-DIKTI).

Dalam kegiatan ini, PJM IAIT Kediri, mengirimkan dua anggotanya, yaitu Masrukhin, M.Pd selaku sekertaris PJM dan Ahmad Khoirul Mustamir, M.Pd sekertaris penyusun tim borang. Harapannya, adanya informasi yang cukup untuk melakukan evaluasi dan perbaikan SPMI IAIT Kediri. Pasalnya, SPMI yang ada akan ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya yang disesuaikan dengan kebutuhan standar kelayakan dan kelengkapan standar pergirian tinggi.

Kegiatan ini dibagi 4 sesi yang sepenuhnya dipandu oleh Dr. Ir. Mahayu Woro L, MP dan Dr. Asep Saepul Hamdani, MPd. Acara pertama diskusi persepsi kunci dalam setiap pasal di Standar Nasional Perguruan Tinggi (SN-DIKTI). Menurut Dr. Asep Saepul Hamdani, MPd, pemahaman setiap kata kunci dalam pasal-pasal SN-DIKTI adalah modal dalam penyempurnan SPMI. “Penyusunaan SPMI, tanpa memahami SN-DIKTI akn menunjukkan bahwa kampus atau institusinya tidak kokoh, sangat mudah goyong dengan informasi-informasi audit,” Kata Asep.

Acara selanjutnya adalah bedah SN-DIKTI setiap pasal untuk diturunkan dalam pernyataan standar, indikator standard an strategi pencapaian. Dalam sesi ini, dibagi menjadi tiga kelompok besar yaitu, bagian pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat. IAIT Kediri berkewajiab membuat atau menyusun standar pendidikan denga prioritas pasal 6 ayat 1, 2, 3 dan 4 tentang Standar Kompetensi Lulusan . Hasil kegiatan ini, akan dibentuk SPMI dengan indikator standar minimal pencapaian sesuai SN-DIKTI dilingkungan PTKIS Wilayah IV Jawa Timur.

Akhir dari kegiatan ini, PJM IAIT Kediri merekomendasikan untuk segera melaksanakan evaluasi dan penyempurkan SPMI di semester genap ini. Kegiatan ini akan mendorong peningkatan seluruh kegiatan, dan SDM sivitas akademik IAIT Kediri. Target lebih besar adalah menyiapkan seluruh perangkat menuju alih statsus di institut menjadi universitas.




IAI Tribakti Kediri Turut serta dalam Rakorwil LPTNU Jawa Timur

WhatsApp Image 2021 12 13 at 07.55.42 (1)

Acara rakorwil LPTNU dilaksankan pada hari Minggu, 12 Desember 2021 bertempat di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya. Acara tersebut dihadiri 50 perguruan tinggi NU se Jawa Timur dengan pembahasan utama mengenai MBKM dan Akreditasi. “MBKM menjadi program baru yang dicetuskan eranya mas menteri, sedangkan akreditasi menjadi persoalan lama dengan format baru.

MBKM mengedepankan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi perubahan, peningkatan profesionalisme dalam dunia kerja. MBKM menawarkan 8 program kegiatan yang dapat diikuti oleh mahasiswa pada semester 5-7. Implementasi MBKM tidak hanya sekedar penataan kurikulum tetap sampai pada fase perombakan kurikulum. Mahasiswa dapat belajar dalam prodi, lintas prodi dalam satu perguruan tinggi, antar perguruan tinggi, dan diluar perguruan tinggi, artinya dapat menerapkan 4 skema. Penerapan mbkm berdampak pada sistem siakad, dan pelaporan ke forlapdikti. Akhirnya transkip akademik mahasiswa antara mahasiswa dalam satu program studi tidak akan sama.

Sedangkan persoalan sebelum akreditasi yang kita kenal dengan 7 standar menjadi format baru dengan 9 kriteria. Standar penelitian pun berbeda, jika dulu menggunakan penilaian akreditasi C, B, dan A. Sekarang menjadi baik, sangat baik, dan unggul. Nilai C tidak sama dengan nilai baik. Baik lebih berat ditempuh jika dibandingkan dengan nilai C. Demikian juga seterusnya hingga A tidak sama dengan unggul.

Hasil Rakorwil membuat MOU antar PTNU di Jawa Timur. Ada 30 perguruan tinggi yang turut serta dalam penandatanganan MOU. MOU tersebut difokuskan pada program MBKM untuk mahasiswa yang akan ditindaklanjuti dengan kegiatan pertukaran mahasiswa.

Rapat Koordinasi Wilayah LPTNU