Peringati Harlah ke-54, IAI-Tribakti Selenggarakan Tahlil Virtual Bersama

WhatsApp Image 2020 10 26 at 12.35.49

Institut Agama Islam Tribakti Kediri mengadakan Tahlil dan Reuni virtual bertemakan “Sejarah, Kenangan dan Barokah” dalam acara Harlah ke-54 tahun yang diselenggarakan pada hari Sabtu (24/10/2020). Pengurus Yayasan Pendidikan Tribakti, jajaran pimpinan Rektorat dan Dekanat beserta para dosen, karyawan hingga para alumni turut hadir dalam acara virtual melalui Zoom dan Live Youtube.

Rangkaian kegiatan dimulai pada pagi hari dengan Khotmil Qur’an yang dibagi menjadi beberapa majelis baik putra maupun putri dan dilanjutkan dengan tahlil bersama sebagai puncak acara pada malam hari.

Pada sambutan atas nama Yayasan Pendidikan Tribakti, HM. Abdulbar menyampaikan beberapa hal terkait proses pengembangan IAI-Tribakti menuju Universitas, salah satunya melalui pembelian lahan baru seluas 4 hektare pada bulan Agustus 2020. Yayasan Pendidikan Tribakti juga mengajak seluruh civitas akademika untuk mewujudkan kembalinya Universitas Islam Tribakti Lirboyo seperti pada saat awal mula berdiri.

KH. Kafabihi Mahrus selaku Rektor IAI-Tribakti juga turut menyampaikan pentingnya mencari ilmu bagi umat Islam. Beliau berpesan, “Untuk mencapai kemuliaan, manusia harus menggunakan ilmu. Termasuk untuk merubah dirinya menjadi lebih baik.”

Harapannya pengembangan dan pembangunan kampus IAI-Tribakti 2 dapat segera direalisasikan dalam jangka waktu 5 tahun kedepan dan diikuti dengan proses yang berjalan lancar.




Tambah Wawasan Guru Tentang IT, PIAUD IAIT Kediri Gelar Workshop Gratis

Workshop PIAUD

PIAUD menyelenggarakan kegiatan workshop tentang pembuatan video pembelajaran PAUD secara online (18/8/2020). Agenda ini adalah kelanjutan acara webinar PIAUD IAIT Kediri tentang kurikulum PAUD yang salah satu komponennya adalah strategi pembelajaran dengan konsep pembelajaran PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan)

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh banyaknya permasalahan pendidikan di masa pandemi covid-19 yaitu peralihan proses pembelajaran dari sekolah menjadi di rumah. Peralihan cara pembelajaran ini memaksa berbagai pihak khususnya guru untuk lebih kreatif dan inovatif dalam memberikan pembelajaran. Berbagai kendala dan hambatan menjadi tantangan guru dalam mengajar. Guru harus bisa beradaptasi dan berdamai dengan kondisi yang ada dengan memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran.

Workshop dengan judul “Pembuatan Video Pembelajaran PAUD” dengan pemateri dosen-dosen PIAUD diantaranya Briyantika Puji Lestari, M.Pd dan Fitta Nurisma Riswandi, M.Pd dengan moderator Nisa’el Amala, M.Pd dan Ana Falera, M.Pd. Acara ini berlangsung selama 4 hari yang diikuti 200 peserta terdiri dari guru, dosen, mahasiswa dan masyarakat umum lainnya. Workshop ini dilaksanakan secara online melalui grup Whatsapp yang terbagi menjadi 2 kelompok agar peserta dapat fokus belajar.

Nisa’el Amala selaku ketua pelaksana menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian terhadap dunia pendidikan khususnya pendidikan anak usia dini agar anak-anak tetap mendapat pembelajaran yang menyenangkan meskipun secara daring. Tujuan pengabdian ini  mengajak guru untuk lebih kreatif dan inovatif dalam memanfaatkan teknologi. “Guru PAUD harus tetap berkarya dan mengembangkan kreativitasnya dalam mengajar meskipun pembelajarannya jarak jauh,” katanya.

Ketua pelaksana berharap kegiatan ini dalam prakteknya guru dapat mengembangkan strategi pembelajaran yang berbasis teknologi agar siswa dapat melaksanakan proses belajarnya di rumah dengan menyenangkan.




Langkah awal menuju sukses!! Seminar online perdana PIAUD IAIT Kediri

Program studi Pendidikan islam Anak Usia Dini (PIAUD) merupakan prodi baru di IAIT Kediri. Program ini menyelenggarakan seminar online yang bertajuk “Pengembangan perangkat pembelajaran lembaga PAUD di era new normal” yang diselenggarakan hari Rabu, 22 juli 2020 pukul 10.00-11.30. Memasuki awal ajaran baru tahun 2020, segala persiapan telah di rencanakan memasuki era baru, atau New Normal. Permberlakuan fase new normal ini merupakan pola hidup baru di tengah pandemi virus Corona di Indonesia. Selama diberlakukan masa era baru atau new normal, aturan kebijakan dan aturan protokol kesehatan covid-19 tetap diterapkan, termasuk di sektor pendidikan.

pemerintah membuat peraturan tentang pelaksanaan pendidikan di masa new normal dengan menerakan pembelajaran jarak jauh, karena sektor pendidikan paling berisiko tinggi dan berpotensi penyebaran covid-19. Pembelajaran jarak jauh dilembaga PAUD merupakan tantangan besar bagi guru untuk membuat kurikulum baru. Komponen-komponen dalam kurikulum termasuk perangkat pembelajaran harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi anak di rumah. Agar pencapaian perkembangan anak tetap tercapai, maka guru harus harus membuat perangkat pembeljaran baru yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi anak.

Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 300 peserta yang terdiri dari akademisi (dosen & mahasiswa), praktisi, dan masyarakat umum lainnya. Acara ini dibuka oleh Dr.A.Jauhar Fuad,M.Pd selaku Wakil Rektor II IAIT Kediri, dengan narasumber Ana Falera, M.Pd (Dosen PIAUD IAIT Kediri) dan Dr.Anik Lestariningrum, M.Pd (Dosen PG-PAUD UN PGRI Kediri) yang dimoderatori oleh Lathifatul fajriyah, M.Pd (Dosen PIAUD IAIT Kediri selaku ketua program studi PIAUD).

Wakil rektor II IAIT Kediri dalam sambutannya ingin memberikan motivasi kepada pendidik untuk mengembangkan kompetensinya dengan membuat terobosan baru di era new normal dalam pembelajaran PAUD di Indonesia, khususnya diwilayah Kediri dan sekitarnya. Maka dari itu, dengan kesempatan ini prodi PIAUD menyelenggarakan seminar online tentang pengembangan perangkat pembelajaran.

Kaprodi PIAUD berharap diselenggarakan seminar ini dapat memberikan wawasan untuk meningkatkan kreativitas tenaga pendidik dan bisa mengembangkan potensi pendidik dalam melaksanakan pembelajaran BDR. Para pendidik juga bisa menemukan solusi untuk membuat perangkat pembelajaran yang mudah, efektif dan efisisen.

 

 




Pembekalan KKN IAIT Kediri 2020; Upaya Penanganan Covid 19 Melalui KKN

WhatsApp Image 2020 06 22 at 10.15.18

Pusat Penilitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Institut Agama Islam Tribakti Kediri mengadakan pembekalan Kuliah Kerja Nyata Dari Rumah (KKN-DR).(Senin, 22 Juni 2020). Ada yang berbeda dalam bentuk kegiatan tahu ini, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini sebagai bentuk peran Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri melaksanakan amanah Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Surat Edaran Nomor 697/03/2020 tentang Perubahan Surat Edaran Dirjen Pendidikan Islam Nomor 657/03/2020 tentang Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam. Kegiatan dilaksanakan secara virtual, menggunakan aplikasi ZOOM.

Kegiatan ini mengusung tema Percepatan penanganan penyebaran Covid-19 Sebagai Tanggung Jawab Sosial Perguruan Tinggi. Sesuai dengan tema tersebut, P3M menghadirkan Ketua Gugus Tugas Penanganan Penyebaran Sars Cov-2 (Covid-19) Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, S.E menyampaikan peran penting mahasiswa dalam pencegahan Covid-19. Beliau perpesan, mahasiswa harus mengambil peran mengubah pola pikir masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat sesuai dengan protokol kesehatan. Dengan peran itu, kehidupan masyarakat akan lebih baik ke depan.

Penyataan itu diperkuat oleh Rektor IAIT Kediri KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus dalam sambutannya. Beliu mengamanahkan kepada seluruh peserta KKN-DR 2020 untuk terlibat dalam program-program yang berhubungan dengan penanganan penyebaran Covid-19. Contoh kegiatan yang bisa dilakukan adalah sosialisasi pola hidup sehat, ketahanan pangan dan lain sebagainya. Harapannya, mahasiswa KKN-DR 2020 akan berkontribusi secara real kepada masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Di penghujung acara, Wakil Rektor II IAIT Kediri, Dr. A. Jauhar Fuad, M.Pd menegaskan, sebanyak 332 peserta KKN yang tersebar di seluruh Indonesia akan dibebani pelaporan kegiatan-kegiatan tersebut. Pelaporan tersebut akan diminta panitia dalam bentuk karya tulis ilmiah yang akan diterbitkan pada jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). “Hal ini penting, sebagai kontribusi akademik”, tutur A. Jauhar Fuad.

Kontributor: A. Khoirul Mustamir
Editor: Zaenal Arifin




IAI-Tribakti Menjalin Kerjasama dengan Mentri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Trasmigrasi RI

IMG 20200621 WA0018

erguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU), melalui Forum Rektor, bersilaturahmi dengan Kemendes RI. Dilaksanakan Sabtu, 20 Mei 2020, bertempat di Unsuri Surabaya. Pertemuan terbatas dilaksanakan dengan full protokol kesehatan. Hadir dalam kesmapatan itu Dr. A. Jauhar Fuad, M.Pd. Wakil Rektor II, dan Zaenal Arifin, M.Pd.I kepala P3M.

Pertemuan tersebut sangat menarik. Ada sinergitas produktif antara PTNU, Kemendes, dan Desa. Desa adalah wilayah garapan Kemendes. Muara kerjasamanya adalah pemberdayaan masyarakat.

Kampus, saat melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) atau dengan nama atau istilah lain yang menjadi sasaran adalah desa-desa atau daerah tertinggal atau terpencil. Dimana para mahasiswa diterjunkan ke daerah-daerah tersebut. Bertujuan untuk memberikan pemberdayaan pada masyarakatnya.

Namun dalam perkembangannya KKN bukan saja seperti era dahulu, sekarang perkotaan juga menjadi sasaran KKN. Bahkan dilaksanakan di luar negeri (KKN lintas negara). Ada pergeseran jika dahulu daerah-daerah pedesaan atau pegunungan (pinggir) yang menjadi sasaran, sekarang menuju perkotaan bahkan luar negeri yang menjadi sasaran program atau garapan KKN.
Tentu desa atau pegunungan yang tetap menjadi mayoritas sasaran. Di kota-kota tidak banyak, di luar negeri hanya satu atau dua kelompok yang menjadi duta. Yang KKN di kota-kota besar atau di LN hanya menjadi model sedikit varian dalam KKN atau pengabdian masyarakat bagi PT.

KKN adalah salah satu pelaksanaan program pengabdian dari Tri Darna Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan pengajaran-penelitian-pengabdian masyarakat. Pengabdian masyarakat bertujuan untuk memberdayakan masyarakat berlandas atau berbasis akademis. Kerangka konsep-konsep yang dibawa oleh peserta KKN untuk pengembangan menuju kemajuan masyarakat.

Tugas Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi mengacu pada Permendes No. 6 Tahun 2015 mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pembangunan desa dan kawasan perdesaan, pemberdayaan masyarakat desa, percepatan pembangunan daerah tertinggal, dan transmigasi untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) terdapat 83.931 wilayah administrasi setingkat desa di Indonesia pada 2018. Jumlah tersebut terdiri atas 75.436 desa (74.517 desa dan 919 nagari di Sumatera Barat), kemudian 8.444 kelurahan serta 51 Unit Permukiman Transmigrasi (UPT)/Satuan Permukiman Transmigrasi (SPT). Desa-desa atau jenis/nama lain tersebut yang menjadi sasaran kementerian yang pimpin Gus HA. Halim Iskandar.

Jika dua institusi untuk saling bersinergi akan lebih efektif dalam pengembangan SDM yang ada di masyarakat. Baik energi, pembiayaan, maupun kesatuan konsep integrasi antara akademik dan pemerintah, dengan sasaran warga masyarakat sebagai unjung tombak kehidupan menuju kesejahteraan Indonesia.

Di kampus ada SDM unggul akademik, di pemerintahan ada anggaran pemberdayaan, di masyarakat ada potensi baik alam maupun manusia, yang dalam pengembangannya memerlukan berbagai perspektif dan pola yang terintegrasi secara utuh (holistik). Maka harus melibatkan semua komponen dalam pengembangannya.

Perguruan Tinggi, Kemendes, dan Desa adalah kesatuan utuh (holistik) yang saling menyempurnakan,. Dengan kerjasama terintegrasi akan bisa lebih mempercepat proses pengembangan desa (masyarakat desa) menuju lebih maju dan dan sejahtera. Jika desa-desa sudah maju dan sejahtera, maka Indonesia akan maju dan sejahtera dengan sendirinya. Desa adalah Indonesian, Indonesia adalah Desa.

Penguatan program desa. Mentri Drs. H. Abdul Halim Iskandar, M.Pd. melakukan penandatangan MoU dengan forum Rektor NU se- Indonesia. Fungsinya mensinergikan program mentri desa dengan perguruan tinggi Nahdatul Ulama.